Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELAKSANAAN PENGAWASAN PELAYANAN PUBLIK OLEH OMBUDSMAN Hariati, Sri
The Juris Vol. 7 No. 2 (2023): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v7i2.969

Abstract

This research aims to determine the implementation of public service monitoring by the ombudsman. The Ombudsman is an independent institution that receives and investigates complaints from victims of public maladministration. Several problem formulations will be discussed, including How the Public Service Administration System is and what is the position of the Ombusdman in the Constitutional System of the Republic of Indonesia. The method used is normative-empirical legal research. Public services according to the Public Service Law include public goods and public services and administrative services regulated in statutory regulations. Article 2 Law no. 37 of 2008 emphasizes that the position of the Ombudsman is a state institution that is independent and does not have organic relationships with other state institutions and government agencies, and in carrying out its duties and authority is free from interference from other powers.
Pengaruh Team-Based Project Terhadap Keterampilan Komunikasi, Kolaborasi, dan Berpikir Kritis Mahasiswa Suriaman, Suriaman; Hariati, Sri; Salim, Iksan Agus; Haris, Haris
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 21 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.53057

Abstract

AbstractConventional learning methods such as lectures and discussions are still widely used, so they do not hone the 21st-century skills needed by students. The problems of less academic communication between students, low collaboration to solve certain problems, and low thinking skills can result in less-prepared graduates facing the 21st century. The study aims to investigate the effect of the team-based project learning method on (1) communication skills, (2) collaboration skills, and (3) critical thinking skills of PPKn students. The approach in this research is quantitative, and the method of quasi-experiment with pretest-posttest nonequivalent control group research design. The research sample was students of the Pancasila and Citizenship Education Study Program at Universitas Sembilanbelas November Kolaka who took the Penelitian Hasil Belajar course in the 2022/2023 academic year. Sampling was carried out using non-probability techniques and using total sampling. The results showed that the team-based project learning method positively influences students' communication, collaboration, and critical thinking skills when completing a project given by lecturers as an alternative learning method that can be applied at the higher education level.-----------------------------AbstrakMetode pembelajaran konvensional seperti ceramah dan diskusi masih banyak digunakan sehingga kurang mengasah keterampilan abad 21 yang dibutuhkan mahasiswa. Persoalan komunikasi akademik mahasiswa yang kurang, kolaborasi yang rendah untuk menyelesaikan persoalan tertentu, dan keterampilan berpikir yang rendah dapat mengakibatkan lulusan yang kurang siap dalam menghadapi abad 21. Penelitian bertujuan untuk menyelidiki pengaruh metode pembelajaran team-based project terhadap: (1) keterampilan komunikasi, (2) keterampilan kolaborasi, dan (3) keterampilan berpikir kritis pada mahasiswa PPKn. Pendekatan pada penelitian ini adalah kuantitatif, dan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain penelitian pretest-posttest nonequivalent control group. Sampel penelitian yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Universitas Sembilanbelas November Kolaka yang mengambil mata kuliah Penelitian Hasil Belajar pada tahun akademik 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probabilitas dan menggunakan total sampling (sampling jenuh). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran team-based project memiliki pengaruh positif terhadap keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis mahasiswa ketika menyelesaikan sebuah proyek yang diberikan oleh dosen sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat diterapkan di tingkat pendidikan tinggi.
Gugat Cerai Oleh Istri (Khuluk) Berdasarkan Hukum Islam Hariati, Sri; Salat, Musakir
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.8219

Abstract

Hukum Islam telah berlaku di Indonesia sejak agama Islam dianut dan tersebar diseluruh kepulauan Nusantara. Hukum Islam yang bertaku di Indonesia dapat berupa ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku sebagai hukum positif maupun normatif. Hukum Islam yang berlaku secara normatif, adalah ketentuan-ketentuan hukum Islam yang pelaksanaannya tergantung pada kesadaran atau keimanan setiap Muslim yang bersangkutan. Jadi pelaksanaanya terlepas dari campur tangan negara Hukum Islam yang berlaku sebagai hukum positif adalah ketentuan-ketentuan hukum Islam yang bertaku berdasarkan atau karena ditunjuk oleh Peraturan Perundang-undangan Republik Indonesia. Sebagai contoh adalah hukum perkawinan, kewarisan, hibah, wasiat shadaqah/zakat. Penyelesaian perkara-perkara tersebut dapat dilakukan di masyarakat maupun melalui pengadilan Agama.
Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Ajar Berbasis Komik Melin, Melin; Nur Wahida, Sitti; Rahmadani, Natasha; Sopiandy, Dede; Hariyadi, Slamet; Hariati, Sri
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.338

Abstract

Tujuan dari artikel pengabdian ini yaitu untuk menyampaikan nilai- nilai Pancasila dengan menggunakan media ajar berbasis komik dengan ikut melibatkan siswa dalam pembuatan komik sehingga meningkatkan pemahaman serta keantusiasan siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pendekatan edukatif- partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif antara tim pengabdian, dan siswa dalam proses pembelajaran nilai- nilai Pancasila. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berdasarkan observasi dan evaluasi yang dilakukan, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam antusiasme dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung, komik yang dirancang dengan visual menarik dan cerita yang kontekstual mampu menarik perhatian siswa dan menjadikan materi yang sebelumnya dianggap abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami, dari data yang disajikan, peningkatan nilai siswa secara keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan media komik memberikan dampak positif terhadap hasil belajar, rata- rata kenaikan nilai berada dalam rentang 10 hingga 15 poin.
Membangun Jejak, Menggapai Puncak : Pengabdian Dalam Satu Langkah Ramadhani Abdul Asis, Rahmi; Hariyadi, Slamet; Jasrudin, Jasrudin; Hariati, Sri; sopiandy, Dede; Anastasia, Anastasia; Mudassir, Mudassir; Aswar, Hajar; Ikram, M. Haspedil; Hasrani, Hasrani
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.344

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Gerakan Membangun Jejak, Menggapai Puncak: Pengabdian Dalam Satu Langkah” dilaksanakan di kawasan wisata alam Puncak Kapu Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan pengelola wisata secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaan. Kegiatan utama meliputi observasi lapangan, pembuatan serta pemasangan papan plang jalan sebagai media komunikasi visual bertema lingkungan, dan kegiatan pembersihan kawasan wisata melalui kerja bakti bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dan terbentuknya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Papan plang yang dipasang berfungsi efektif sebagai penunjuk arah sekaligus media edukasi yang menyampaikan pesan moral untuk mencintai alam. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, kegiatan ini juga menumbuhkan nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepedulian bersama terhadap kelestarian alam. Program ini menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta contoh praktik baik (best practice) pengabdian masyarakat berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Analisis Pelaksanaan Pembagian Harta Bersama Akibat Perceraian Hariati, Sri; Haeratun
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/b1k5aq12

Abstract

Perceraian menimbulkan berbagai konsekuensi hukum, salah satunya adalah pembagian harta bersama yang sering kali menimbulkan ketidakpastian karena kurangnya pengaturan rinci dalam Undang-Undang Perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembagian harta bersama akibat perceraian serta akibat hukum perkawinan terhadap hak dan kewajiban suami istri. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (non-doktrinal) dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sosiologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan metode triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat perkawinan terhadap hak dan kewajiban suami istri diatur dalam Pasal 30–34 UU Perkawinan, yang mencakup tanggung jawab luhur, kesetaraan hak dan kedudukan istri, peran suami sebagai kepala keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga, serta kewajiban suami melindungi istri dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pembahasan lebih lanjut mengungkap bahwa harta benda dalam perkawinan terdiri atas tiga jenis: harta bersama (gono-gini), harta bawaan/pribadi, dan harta perolehan. Pembagian harta bersama akibat perceraian sebagaimana diatur dalam Pasal 37 UU Perkawinan tidak seragam, melainkan mengikuti hukum agama, hukum adat, atau hukum lainnya (termasuk BW bagi kelompok Tionghoa dan Eropa). Implikasi dari penelitian ini menegaskan perlunya kepastian hukum yang lebih jelas dalam pengaturan pembagian harta bersama pasca perceraian guna melindungi hak-hak para pihak, terutama istri dan anak, serta menghindari ketidakadilan akibat keberagaman hukum yang berlaku.
Pandangan Islam dan Hak Asasi Manusia Tentang Gender Hariati, Sri; Daulay, R. Fahmi Natigor
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wkr20993

Abstract

Dalam al-Quran, hukum Islam menyatakan bahwa pria dan wanita memiliki hak serta tanggung jawab yang setara di hadapan Allah SWT. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayat al-Quran mengenai kesetaraan gender masih memunculkan beragam pandangan di antara para ulama. Dalam hadis, banyak riwayat yang menekankan pentingnya menghormati hak-hak perempuan dan mencegah diskriminasi gender. Namun, masih ada hadis-hadis yang dapat menghasilkan interpretasi yang berbeda terkait kesetaraan gender. Dinamika hukum Islam dan hak asasi manusia dalam konteks gender menunjukkan bahwa perempuan sama dengan laki-laki, termasuk dalam menerima pendidikan dan memiliki karier. Namun, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai pengambilan keputusan dalam isu-isu yang berhubungan dengan kesetaraan gender.  Berkaitan dengan qiyas, penerapannya dapat memperkuat argumen tentang kesetaraan gender dalam hukum Islam, meskipun juga bisa menimbulkan perdebatan di kalangan ulama. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami dasar-dasar hukum Islam dengan baik agar dapat menghindari perbedaan pandangan yang berlebihan. Secara keseluruhan, kesetaraan gender merupakan nilai yang penting dalam hukum Islam. Maka dari itu, sangat diperlukan dukungan dari para ulama dan komunitas Muslim untuk terus mendukung hak-hak perempuan serta mendorong terciptanya masyarakat yang adil dan setara bagi semua.