Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru Dalam Mendukung Kemandirian Belajar Siswa Tuna Rungu di SLB Ayodya Tulada Surabaya May widiyani, Irene; Harsiwi, Nova Estu
Student Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Juni:Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v2i3.1303

Abstract

Independent learning is important for deaf students. This research aims to examine the role of teachers in supporting the independent learning of deaf students at SLB Ayodya Tulada Surabaya. A case study approach was used to collect data through observation, interviews with teachers and students, as well as documentation of teaching and learning activities. The research results show that teachers act as facilitators, motivators, mentors and evaluators in supporting the independent learning of deaf students. Teachers facilitate learning by using various methods and media that suit the needs of deaf students. Teachers also motivate students to learn independently, and guide them in developing effective learning skills. In addition, teachers evaluate student learning progress and provide feedback for improvement.
Penerapan Media Ajar Digital “Misi Mencari Arti Nama” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Muatan Bahasa Indonesia Materi Tanda Baca Kelas II SDN Krembangan Selatan VII18 Fauziah, Nur Rochmah Anggun; Harsiwi, Nova Estu
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 3 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i3.1250

Abstract

This research aims to determine the impact of implementing the digital learning media with picture stories "Misi Mencari Arti Nama" on the learning outcomes of class II students at SDN Krembangan Selatan VII18 on Indonesian language content on punctuation material. This research uses PTK to review the success of the learning process. Each cycle has four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this research were 20 students in class II at SD Negeri Krembangan Selatan VII18 and the method used was a quantitative method with qualitative descriptive analysis techniques. Based on research findings, class II students at SDN Krembangan Selatan VII18 in Surabaya can achieve better learning outcomes after applying learning media during the learning process.  This can be seen from the increase in the average value of pre-cycle, cycle 1, and cycle 2, which respectively amounted to 50.16 (20%), 66.63 (75%), and 88.31 (90%).  The use of digital learning media with the picture story "Misi Mencari Arti Nama" can have an impact on the learning outcomes of class II students at SDN Krembangan Selatan VII18 related to punctuation material in Indonesian lessons, according to research findings
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PADA SISWA KELAS 4 SD Noer, Addely Damayanti; Harsiwi, Nova Estu
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.28676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai macam kesulitan membaca yang dialami oleh siswa kelas 4 SDN Kowel 1 Tahun Ajaran 2023/2024, dan faktor penyebab serta solusi alternatif untuk mengatasi kesulitan tersebut. Peneliti menggunakan jenis metode penelitian kualitatif pada penelitian ini. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas 4 sebanyak lima siswa. Peneliti menggunakan pengumpulan data melalui analisis dokumen, observasi, kuesioner guru, dan wawancaratidak terstruktur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyebab kesulitan siswa mengalami kesulitan membaca, yaitu (a) kesulitan mengenali dan menyebutkan huruf vokal dan atau konsonan, (b) kesulitan menyebutkan kata tanpa mengeja huruf, dan (c) kesulitan membaca sebuah kalimat tanpa berhenti, (2) Faktor penyebab siswa kesulitan dalam membaca, yakni: (a) kekurangan terhadap memori visualnya, (b) waktu belajar yang sedikit untuk mengasah kemampuan membacanya, (c) keterbiasaan untuk membaca, (d) kurangnya dorongan belajar dari orangtua, (e) kurangnya rasa percaya diri selama membaca, dan (f) kurang tersedianya waktu bimbingan untuk belajar membaca di sekolah, (3) Solusi alternatif dari permasalahan di atas, antara lain (a) mengadakan klinik baca, (b) menggunakan media tambahan yang lebih menarik minat membaca siswa, (c) mengadakan budaya membaca 15 menit di awal pembelajaran.. Pencarian judul penelitian dan abstraknya dipermudah dengan kata-kata kunci tersebut.
MENGENAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: PROSES PEMBELAJARAN ANAK TUNA GRAHITA DI SLB B DAN C KARYA BHAKTI SURABAYA Isroini, Sheila Putri; Harsiwi, Nova Estu
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i1.3820

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yakni untuk mengenal lebih dalam dengan anak berkebutuhan khusus terutamanya yang memiliki kebutuhan khusus tuna grahita yang terdapat di kelas 1 SLB B&C Karya Bhakti Surabaya. Metode yang dilakukan selama penelitian yakni metode kualitatif deskriptif. Dengan adanya artikel yang telah peneliti paparkan ini, agar mengetahui lebih dalam karakter dari anak tuna grahita. Selain itu, peneliti juga dapat mengetahui proses pembelajaran di kelas 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran, juga pastinya terdapat metode, bahan ajar, media serta penilaian yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya. Peneliti juga menemukan tantangan yang dihadapi oleh guru selama proses pembelajaran di kelas. Tidak hanya itu, ternyata masih ada masyarakat di sekitar sekolah yang memandang buruk terhadap anak berkebutuhan khusus, padahal kenyataannya, anak berkebutuhan khusus juga dapat mengikuti lomba seperti anak normal seusia mereka. Siswa di SLB B&C Karya Bhakti Surabaya juga sering memenangkan lomba yang diikutinya, seperti lomba mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Kesimpulannya bahwa siswa tuna grahita itu lemah dalam menangkap suatu hal yang baru mereka dengar, lemah dalam berpikir serta kesulitan dalam berbicara, tetapi bisa tetap merespon jika dipanggil oleh guru. Selain itu juga kurang dapat mengontrol emosinya, terkadang tiba-tiba teriak dan marah kepada temannya sendiri saat pembelajaran.
ANALISIS KESADARAN ORANG TUA TERHADAP ANAK PENYANDANG TUNAGRAHITA Maulidi, Sniyatul Mafarrikhah Rahmah; Harsiwi, Nova Estu
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i2.3880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan kemampuan bagi anak berkebutuhan khusus khususnya bagi penyandang tuna grahita terutama dalam menyadari anaknya yang memiliki gangguan tersebut. Pada pelaksanaanya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang di dukung dengan Teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data sehingga dapat di temukan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki gangguan yang bervariasi seperti gangguan pendengaran, penglihatan, hambatan intelektual, perubahan emosi dan hiperaktif. Melalui berbagai variasi tersebut tidak menjamin bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki Tingkat kemampuan yang sama, melainkan mereka memiliki tingkatan yang berbeda meskipun memiliki jenis gangguan yang sama maka dari itu pendidik perlu menyiapkan proses pembelajaran yang sesuai untuk memenuhi kebutuhannya yang hal ini di dukung dengan adanya pengelompokan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing gangguan serta adanya peran orang tua yang terlibat didalamnya namun di lapangan peneliti menemukan permasalahan bahwa kurangnya kesadaran orang tua dalam menerima keadaan anaknya membuat penyerapan kemampuan intelektualnya menjadi terkendala.
LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI UPTD SDN MOROMBUH 1 BANGKALAN Amalia Putri, Nor Aida; Harsiwi, Nova Estu
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v3i1.5733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan pendidikan inklusi di UPTD SDN Morombuh 1, khususnya di kelas II. Terdapat 2 anak berkebutuhan khusus di kelas II. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap wali kelas II, pengamatan langsung dan dokumentasi pada saat pembelajaran dikelas. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode triangulasi. Berdasarkan hasil wawancara wali kelas II, pendidikan inklusi yang dilaksanakan di SDN Morombuh 1, dilakukan dengan cara memberikan perhatian dan pembelajaran tambahan, mengutamakan ABK menguasai pembelajaran dasar, mengajarkan cara berinteraksi sosial, serta adanya evaluasi khusus. Hal tersebut juga terlihat pada saat pengamatan langsung dan dokumentasi siswa ABK belajar dengan materi yang berbeda yakni pembelajran dasar dan adanya penempatan duduk yang menyesuaikan keadaannya. Layanan pendidikan inklusi tersebut memberikan dampak positif kepada anak berkebutuhan khusus, mereka bisa mendapatkan hak pendidikan yang sama dengan anak normal lainnya, bisa berinteraksi dengan anak seusianya, menumbuhkan rasa percaya diri, belajar pengetahuan dasar seperti membaca dan menulis. Siswa reguler atau normal juga diajarkan untuk toleransi saling menghargai antar sesama. Namun, penerapan layanan inklusi di SDN Morombuh 1 tetap memiliki tantangan tersendiri, seperti terbatasnya sarana dan prasarana, hingga kemampuan guru kelas dalam menangani anak berkebutuhan khusus, karena tidak adanya guru khusus dari SLB.