Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pola Komunikasi pada Anak Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) di SLB Ayodya Tulada Rustamaji, Eka Aprilia; Harsiwi, Nova Estu
DIDASCO Vol 2 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunarungu adalah anak yang memiliki gangguan pendengaran yang mengakibatkan anak tersebut kurang mampu mendengar, mulai dari tindakan ringan sampai berat yang diklasifikasikan sebagai tuli dan kurang dengar. Pola komunikasi pada anak tunarungu terbagi menjadi 3 yakni komunikasi verbal, nonverbal, dan total. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi pada anak berkebutuhan khusus (tunarungu) di SLB Ayodya Tulada. Subjek penelitian adalah guru serta siswa dengan jenjang SD dari SLB Ayodya Tulada pada tahun akademik 2023/2024. Penelitian dilakukan di SLB Ayodya Tulada yang terletak di Jalan Bulak Banteng Suropati Vb/143, Bulak Banteng, Kec. Kenjeran. Penelitian berlangsung pada hari Kamis tanggal 30 Mei 2024. Proses komunikasi secara verbal yang dilakukan anak tunarungu dalam proses pembelajaran di dalam kelas, saat praktek, maupun saat di luar kelas merupakan bentuk komunikasi yang jarang dilakukan oleh siswa khususnya dalam bentuk komunikasi lisan. Proses komunikasi non verbal yang dilakukan menggunakan bahasa isyarat dan pengguaan gerak wajah. Sedangkan komunikasi total dilakukan apabila dalam satu percakapan terdapat siswa tunarungu ringan, sedang, dan berat agar semua siswa dapat menangkap semua informasi yang diberikan oleh guru. Terdapat hambatan dalam kegiatan belajar mengajar ataupun di luar kegiatan belajar mengajar yakni hambatan semantik, psikologis, dan fisiologis.
Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Melukis Anak Tunagrahita di SLB Karya Bhakti Annaurotin, Luthfi; Harsiwi, Nova Estu
DIDASCO Vol 2 No 2 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan keterampilan melukis anak tunagrahita di SLB Karya Bhakti. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SLB Karya Bhakti yang terletak di Jl. Sidoyoso Wetan Lebar No. 14, RT. 005/RW. 12 Simokerto, Surabaya, Jawa Timur. Subjek penelitian adalah guru dan siswa tunagrahita SLB Karya Bhakti. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan wawancara semi-terstruktur untuk mendapatkan informasi. Dalam mengembangkan keterampilan melukis anak tunagrahita guru berperan penting sebagai inspirator, peran guru sebagai inspirator dapat memberikan ide-ide baru kepada anak tunagrahita. Guru juga berperan sebagai fasilitator, sebagai fasilitator guru dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung untuk mengeksplorasi kreativitas anak tunagrahita. Guru berperan sebagai motivator, sebagai motivator guru harus memastikan bahwa setiap anak merasa didukung dan didorong untuk mengembangkan keterampilan melukis. Guru berperan sebagai organisator, dalam peran ini guru merancang program pembelajaran yang terstruktur dan terencana untuk anak tunagrahita dalam mengembangkat bakat melukis. Guru berperan sebagai supervisor, sebagai supervisor guru berperan mengawasi dan memandu dalam proses mengembangkan keterampilan melukis anak tunagrahita. Dengan menggunakan peran ini secara efektif, guru tidak hanya membantu anak tunagrahita mengembangkan keterampilan teknis dalam melukis, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh dan membangun kepercayaan diri yang kuat.
Analisis Peran Guru dalam Aktivitas Membaca 10 Menit Terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Kelas III SDN Banyuajuh 02 Saherna, Mutiara Navy Putri; Harsiwi, Nova Estu
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 4 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i4.3549

Abstract

The aim of this research is to know the role that teachers apply in the 10-minute reading activity so that third-grade students at Banyuajuh 02 Elementary School have a good understanding of the reading material. This research uses qualitative descriptive methods. This research was conducted at UPTD Banyuajuh 02 Elementary School in Kamal. The subjects of this research are third-grade teachers who have direct responsibility for implementing the reading program in their classes. The results of this research were obtained through various data collection techniques, namely interviews, observations, and documentation. The data analysis technique used is qualitative data analysis, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity test for the data in this study uses source and technique triangulation. The research results show that the roles played by teachers in students' reading interest are as follows: the teacher as an educator, the teacher as a guide, and the teacher as an individual. The indicators of the teacher's role as an educator meet three sub-indicators, namely easy-to-understand delivery, answering students' questions, and a conducive atmosphere. Then, the teacher as a guide meets three sub-indicators, which are providing guidance, encouraging students to ask questions, and translating difficult words. Finally, the teacher as an individual meets one sub-indicator, which is the teacher's attitude during activities
LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI UPTD SDN MOROMBUH 1 BANGKALAN Amalia Putri, Nor Aida; Harsiwi, Nova Estu
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v3i1.5733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan pendidikan inklusi di UPTD SDN Morombuh 1, khususnya di kelas II. Terdapat 2 anak berkebutuhan khusus di kelas II. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap wali kelas II, pengamatan langsung dan dokumentasi pada saat pembelajaran dikelas. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode triangulasi. Berdasarkan hasil wawancara wali kelas II, pendidikan inklusi yang dilaksanakan di SDN Morombuh 1, dilakukan dengan cara memberikan perhatian dan pembelajaran tambahan, mengutamakan ABK menguasai pembelajaran dasar, mengajarkan cara berinteraksi sosial, serta adanya evaluasi khusus. Hal tersebut juga terlihat pada saat pengamatan langsung dan dokumentasi siswa ABK belajar dengan materi yang berbeda yakni pembelajran dasar dan adanya penempatan duduk yang menyesuaikan keadaannya. Layanan pendidikan inklusi tersebut memberikan dampak positif kepada anak berkebutuhan khusus, mereka bisa mendapatkan hak pendidikan yang sama dengan anak normal lainnya, bisa berinteraksi dengan anak seusianya, menumbuhkan rasa percaya diri, belajar pengetahuan dasar seperti membaca dan menulis. Siswa reguler atau normal juga diajarkan untuk toleransi saling menghargai antar sesama. Namun, penerapan layanan inklusi di SDN Morombuh 1 tetap memiliki tantangan tersendiri, seperti terbatasnya sarana dan prasarana, hingga kemampuan guru kelas dalam menangani anak berkebutuhan khusus, karena tidak adanya guru khusus dari SLB.
Analisis Proses Belajar Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Kelas IV di SLB Kamal Rohman, Achmad Habibur; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 3 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i3.1274

Abstract

Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, seperti siswa penyandang tunagrahita. Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti anak-anak lainnya. Akibatnya, pemerintah mendirikan sekolah luar biasa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus, yang sulit dicapai di sekolah umum. Akibatnya, peneliti ingin mempelajari cara anak berkebutuhan khusus belajar, terutama anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif dan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Penelitian dilakukan di SLB kamal pada hari Jum'at tanggal 2 Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SLB Kamal menggunakan kurikulum mandiri dan pembelajaran berdiferensiasi. Karena anak tunagrahita seringkali mengalami kesulitan dalam memahami konsep teoritis dan membutuhkan pendekatan yang lebih langsung dan tepat sasaran, pendekatan pengajaran yang diterapkan guru kelas ketika mengajar anak tunagrahita lebih menitikberatkan pada hubungan praktis antara siswa dan mata pelajaran.
Analisis Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Cerebral Palsy di SLB Keleyan Bangkalan Aida, Nur; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 3 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i3.1275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran yang diterapkan kepada anak berkebutuhan khusus dengan kondisi cerebral palsy di Sekolah Luar Biasa (SLB) Keleyan Bangkalan. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswi bernama Naifa yang mengalami hambatan motorik dan bicara akibat cerebral palsy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru pendamping, serta dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Pendekatan yang digunakan mencakup kombinasi antara pembelajaran kelompok dan individual, pemberian modifikasi terhadap media serta metode pembelajaran, dan penggunaan alat bantu yang mendukung fungsi motorik. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, keterampilan kognitif, serta kemandirian peserta didik dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang tepat dan responsif terhadap kebutuhan individual anak cerebral palsy berkontribusi signifikan terhadap optimalisasi potensi dan pencapaian perkembangan peserta didik di lingkungan pendidikan khusus.
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mendukung Proses Pendidikan Anak Slow Learner Kelas Tinggi di Sekolah Inklusi Nabila, Fariza Putri; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 3 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i3.1290

Abstract

Anak lamban belajar adalah kelompok yang memerlukan perhatian khusus karena menunjukkan keterlambatan dalam mencapai target perkembangan akademik dibandingkan teman sebaya, meskipun tidak termasuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus dengan diagnosis disabilitas intelektual, mereka berisiko mengalami ketertinggalan akademik, rendahnya motivasi belajar, kecemasan, hingga frustasi, dan potensi putus sekolah tanpa dukungan memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya peran orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak slow learner di Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah guru wali kelas V dan seorang anak slow learner di salah satu sekolah inklusi di kota Surabaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua sangat penting agar anak lebih semangat dan tidak tertinggal dalam pelajaran. Orang tua bisa membantu dengan membimbing belajar di rumah, memberikan semangat, dan menyediakan alat belajar. Namun, ada beberapa kendala seperti kondisi ekonomi, orang tua yang sibuk bekerja, atau kurangnya pengetahuan orang tua tentang cara mendampingi anak. Selain itu, guru yang peduli dan sabar juga berperan besar dalam membantu anak belajar lebih baik. Penelitian ini menyarankan agar sekolah dan orang tua bekerja sama agar anak slow learner bisa belajar dengan lebih baik.
Pengaruh Doktrinan Orang Tua terhadap Perilaku Tantrum Anak Autis di SLB PGRI Kamal Khoiruna, Amelia; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 3 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i3.1293

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dokrinan orang tua terhadap perilaku tantrum anak, menganalisis pola asuhan orang tua dan faktor apa saja yang menyebabkan tantrum pada anak autis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokrinan dari orang tua menyebabkan tantrum pada anak autisme berinisial D di SLB PGRI Kamal. Guru kesulitan dalam memahami anak autisme sehingga ketika tidak tersampaikan siswa berinisial D akan memberontak (Tantrum). Hal ini disebabkan karena pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dan komunikasi anak autisme yang terbatas. Dalam penelitian ini, menekankan pentingnya edukasi orang tua dan pelatihan guru untuk memahami dan menangani kebutuhan anak autisme supaya bisa sedikit mengurangi tantrum pada anak autisme secara lebih efektif.
Peran Guru dalam Mengembangkan Potensi Anak Tuna Rungu di SLB Negeri Keleyan Bangkalan Madura Maghfiroh, Laily Mar’atul; Harsiwi, Nova Estu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28371

Abstract

Anak tunarungu memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pendidikan yang tepat. Hambatan komunikasi dan keterbatasan pendengaran menuntut peran aktif guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan potensi anak tunarungu di SLB Negeri Keleyan Bangkalan Madura, strategi pembelajaran yang diterapkan, serta tantangan yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam mengidentifikasi potensi anak melalui observasi dan kerja sama dengan orang tua, menggunakan pembelajaran berbasis visual dan bahasa isyarat, serta menghadapi tantangan seperti keterbatasan kosakata dan perbedaan bahasa isyarat. Guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan jembatan komunikasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan anak tunarungu.
Tantangan dan Solusi Pembelajaran Anak Tunarungu di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB): Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Hamida, Rika Nur; Harsiwi, Nova Estu
KOLEKTIF: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2025): June
Publisher : CV ALFA EDU KARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70078/kolektif.v1i4.81

Abstract

Pembelajaran anak Tunarungu di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) menghadapi beragam tantangan yang memerlukan strategi khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merangkum tantangan serta solusi pembelajaran anak Tunarungu melalui metode Systematic Literature Review terhadap 23 artikel terpublikasi tahun 2020–2024. Data dikumpulkan melalui basis data Scholar, Dimensions, dan Core, dengan teknik inklusi dan eksklusi ketat. Temuan menunjukkan bahwa tantangan utama datang dari keterbatasan infrastruktur, kurangnya pelatihan guru, hambatan komunikasi, rendahnya motivasi belajar siswa, serta keterbatasan media pembelajaran. Solusi yang diidentifikasi meliputi pelatihan guru, penggunaan media interaktif dan visual, serta keterlibatan orang tua dalam proses belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pembelajaran yang adaptif, dan dukungan sosial yang kuat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan anak Tunarungu. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan inklusif di Indonesia. Penelitian ini membuka peluang eksplorasi lebih lanjut terhadap keterlibatan orang tua dan teknologi pendidikan dalam konteks pembelajaran ABK. Pengetahuan yang mendalam tentang tantangan ini penting untuk menciptakan pendidikan yang lebih manusiawi dan inklusif. Challenges and Solutions for Learning Deaf Children in Special Elementary Schools (SDLB): A Systematic Literature Review The education of deaf children in Special Elementary Schools (SDLB) faces various challenges that require specific strategies. This study aims to identify and summarize the challenges and solutions for the education of deaf children through a Systematic Literature Review of 23 published articles from 2020 to 2024. Data were collected from the Scholar, Dimensions, and Core databases using strict inclusion and exclusion criteria. The findings indicate that the main challenges stem from limited infrastructure, insufficient teacher training, communication barriers, low student motivation, and limited learning materials. The solutions identified include teacher training, the use of interactive and visual media, and parental involvement in the learning process. This study concludes that improving teacher competence, providing adaptive learning tools, and strong social support are key factors in the success of deaf children's education. These findings have implications for the development of inclusive education policies and practices in Indonesia. This study opens up opportunities for further exploration of parental involvement and educational technology in the context of learning for children with special needs. A deep understanding of these challenges is essential for creating a more humane and inclusive education. Keywords: Challenges, Solutions, Deaf Education, Inclusive Elementary School, Systematic Literature Review