Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Media Ajar Digital “Misi Mencari Arti Nama” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Muatan Bahasa Indonesia Materi Tanda Baca Kelas II SDN Krembangan Selatan VII18 Fauziah, Nur Rochmah Anggun; Harsiwi, Nova Estu
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 3 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i3.1250

Abstract

This research aims to determine the impact of implementing the digital learning media with picture stories "Misi Mencari Arti Nama" on the learning outcomes of class II students at SDN Krembangan Selatan VII18 on Indonesian language content on punctuation material. This research uses PTK to review the success of the learning process. Each cycle has four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this research were 20 students in class II at SD Negeri Krembangan Selatan VII18 and the method used was a quantitative method with qualitative descriptive analysis techniques. Based on research findings, class II students at SDN Krembangan Selatan VII18 in Surabaya can achieve better learning outcomes after applying learning media during the learning process.  This can be seen from the increase in the average value of pre-cycle, cycle 1, and cycle 2, which respectively amounted to 50.16 (20%), 66.63 (75%), and 88.31 (90%).  The use of digital learning media with the picture story "Misi Mencari Arti Nama" can have an impact on the learning outcomes of class II students at SDN Krembangan Selatan VII18 related to punctuation material in Indonesian lessons, according to research findings
Analisis Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Jenis Autisme Pada Sekolah Inklusif Nisak, Nikita Hoirun; Harsiwi, Nova Estu
ALENA : Journal of Elementary Education Vol 2 No 2 (2024): ALENA : Journal of Elementary Education (July)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jee.v2i2.210

Abstract

This study aims to determine the characteristics of students with special needs of autism in inclusion schools. The research method used is qualitative descriptive with data collection techniques used in interviews, observations and documentation. Based on the results of the study, that students with special needs of autism have characteristics, namely children who look normal but have difficulties in communication, social interaction, behavior or attitude, unstable emotions, very high level of sensitivity, difficulties in writing, reading and understanding subject matter, activities that are carried out continuously and even permanently, desires and pleasures that are labil, Engrossed in playing alone and fascinated by an object that rotates or moves. Children with autism have characteristics in the areas of communication, social interaction, sensory, play patterns, behavior and emotions.
ANALISIS KESADARAN ORANG TUA TERHADAP ANAK PENYANDANG TUNAGRAHITA Maulidi, Sniyatul Mafarrikhah Rahmah; Harsiwi, Nova Estu
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i2.3880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan kemampuan bagi anak berkebutuhan khusus khususnya bagi penyandang tuna grahita terutama dalam menyadari anaknya yang memiliki gangguan tersebut. Pada pelaksanaanya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang di dukung dengan Teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data sehingga dapat di temukan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki gangguan yang bervariasi seperti gangguan pendengaran, penglihatan, hambatan intelektual, perubahan emosi dan hiperaktif. Melalui berbagai variasi tersebut tidak menjamin bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki Tingkat kemampuan yang sama, melainkan mereka memiliki tingkatan yang berbeda meskipun memiliki jenis gangguan yang sama maka dari itu pendidik perlu menyiapkan proses pembelajaran yang sesuai untuk memenuhi kebutuhannya yang hal ini di dukung dengan adanya pengelompokan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing gangguan serta adanya peran orang tua yang terlibat didalamnya namun di lapangan peneliti menemukan permasalahan bahwa kurangnya kesadaran orang tua dalam menerima keadaan anaknya membuat penyerapan kemampuan intelektualnya menjadi terkendala.
KOLABORASI ANTAR GURU DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS ADHD Hija, Qois Masholichul; Harsiwi, Nova Estu
Abuya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 2 (2024): Abuya: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/abuyaVol2iss2Y2024438

Abstract

Kolaborasi antar guru untuk menangani ABK jenis Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dalam proses pembelajaran dianggap penting oleh peneliti. Fakta inilah yang mendorong penyusunan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji lebih dalam mengenai bentuk kolaborasi guru dalam mendukung proses pembelajaran anak ADHD dan bentuk pembelajaran sekolah inklusi di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus dengan mengangkat permasalahan yang ada di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui narasumber utama yang merupakan guru pendamping ABK kelas 4 di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Triangulasi data merupakan teknik yang digunakan untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran two teachers menjadi pendekatan utama dalam mendukung siswa ADHD. Guru kelas menyampaikan materi secara umum, sedangkan guru pendamping memberikan bimbingan individual yang responsif terhadap kebutuhan siswa. Strategi interaktif seperti brain breaks dan penggunaan media visual berhasil meningkatkan konsentrasi dan pemahaman siswa ADHD. Kolaborasi antara guru kelas dan guru pendamping terbangun melalui komunikasi interpersonal yang efektif dan pembagian peran yang jelas. Namun, tantangan seperti keterbatasan kompetensi guru pendamping, minimnya pelatihan eksternal, dan kurangnya penyesuaian kurikulum masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan pendidikan inklusi. Dukungan eksternal berupa pelatihan dan kerja sama dengan ahli pendidikan khusus menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat sistem pendidikan inklusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antar guru memainkan peran kunci dalam mendukung siswa ADHD. Dengan peningkatan pelatihan, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kerja sama eksternal, sistem pendidikan inklusi di SD Muhammadiyah 1 Bangkalan dapat menjadi model yang efektif bagi sekolah inklusi lainnya.
Development of Jombang Local Cultural Diversity Educative Games Science Material for Class IV Studens of SDN Mojojejer 2 Jombang Zakaria, Afif Fadhilah; Harsiwi, Nova Estu
eductum: Jurnal Literasi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): eductum: Jurnal Literasi Pendidikan edisi Februari 2025 - April 2025
Publisher : Citra Dharma Cindekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56480/eductum.v3i3.1337

Abstract

The aims of this research and development, are: (1) To develop valid learning media of Educational Games on Local Cultural Diversity in Jombang based on expert validation. (2) To develop effective learning media of Educational Games on Local Cultural Diversity in Jombang based on learning implementation sheets (teacher and student activities) and student cognitive learning outcomes. (3) To develop interesting learning media of Educational Games on Local Cultural Diversity in Jombang based on student and teacher response questionnaires. This research is a research and development that refers to the ADDIE model (analyze, design, development, implementation, evaluation). Based on the results of the research that has been carried out, the percentage of validity of the Jombang Local Cultural Diversity Educational Game learning media is obtained in terms of the results of the media expert validator 90%, the language expert validator 93%, the material expert validator 97% with all three in the category "very valid", and the results of the learning design expert validator 78% with the category "valid". The average value of media validity is 89.75% with the category "very valid". The effectiveness of the Jombang Local Cultural Diversity Educational Game learning media in terms of classical learning outcomes is 100% with the criteria "complete", the percentage of teacher activity value is 89% with the category "very active" and the percentage of student activity value is 88% with the category "very active". The attractiveness is reviewed from the teacher's response, obtaining a percentage value of 97% and the student's response obtaining a value of 97.3% with each being in the category "very attractive". Based on the results obtained, the Development of Educational Games on Local Cultural Diversity in Jombang at IPAS Material for IVth Grade Students of SDN Mojojejer 2 Jombang is valid, effective and attractive.
EKSPLORASI KARYA TARI PECUT BANGKALAN UNTUK MATERI SISWA SEKOLAH DASAR Erdita, Erni; Harsiwi, Nova Estu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i1.2591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi Tari Pecut, sebuah tarian tradisional dari Bangkalan, Madura, sebagai bahan ajar seni budaya untuk siswa sekolah dasar. Tari Pecut sarat dengan nilai-nilai budaya, seperti keberanian, disiplin, dan kehormatan, yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran yang relevan di tingkat pendidikan dasar. Proses eksplorasi dilakukan dengan mengadaptasi gerakan-gerakan Tari Pecut agar sesuai dengan kemampuan motorik dan perkembangan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dengan seniman tari, serta kajian literatur untuk menganalisis elemen-elemen utama dari Tari Pecut, seperti gerakan, kostum, musik, dan simbolisme yang ada dalam tarian tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan memodifikasi gerakan, termasuk menyederhanakan langkah dan mengganti properti dengan yang lebih aman, Tari Pecut dapat diajarkan di sekolah dasar tanpa mengurangi nilai budaya dan artistiknya. Selain itu, tarian ini dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang budaya lokal serta mengembangkan karakter siswa melalui nilai-nilai disiplin, kerjasama, dan keberanian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Tari Pecut memiliki potensi yang besar untuk diterapkan sebagai materi pembelajaran di sekolah dasar. Dengan adaptasi yang tepat, tarian ini dapat berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan budaya lokal dan mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan motorik siswa.
EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN BUDAYA BATIK MATERI IPAS KELAS IV DI SEKOLAH DASAR Wulandari, Yulita; Harsiwi, Nova Estu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i1.2811

Abstract

Keanekaragaman budaya merupakan keunikan yang di miliki oleh nusantara yang ada di indonesia.  Sedangkan pengertian dari budaya itu sendiri adalah cara hidup untuk berkembang dan tumbuh serta dimiliki bersama oleh kelompok orang, kemudian diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya tersusun dari berbagai unsur yang rumit, termasuk sistem agama, adat istiadat, politik, bahasa, pakaian, perkakas, serta karya seni.Salah satu contoh keanekaragaman budaya yang hingga kini terus dilestarikan oleh masyarakat setempat yang terletak pada kabupaten Bangkalan adalah batik. Batik merupakan nilai budaya dan sejarah yang mandalam, serta mencerminkan identitas bangsa yang kaya akan keragaman. Dalam proses pembuatan batik ini dapat dijadikan sebuah potensi untuk di integrasikan kedalam sebuah pelajaran IPAS SD. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif mengacu pada pendekatan penelitian yang menyatakan situasi sosial tertentu dengan menggambarkan kenyataan secara benar, dengan dibentuk kata-kata atas dasar teknik pengumpulan dan analisis data relevan yang didapatkan dari situasi yang alamiah (Satori, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan potensi-potensi apa saja yang bisa digali pada Keanekaragaman Budaya Batik Bangkalan yang bisa diintegrasikan ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar.
Pengembangan Media Powerpoint Interaktif Pada Pembelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri Mojokrapak 2 Azzahra’, Fatimah; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sebuah media pembelajaran yaitu powerpoint interaktif pada pembelajaran matematika dengan materi keliling dan luas bangun datar. Adapun penelitian ini didasari oleh permasalahan yang terjadi, diantaranya 1) Media pembelajaran untuk materi ini masih kurang 2) Pemahaman yang kurang baik terhadap materi tersebut. Sehingga dikembangkanlah media berikut ini yang didesain sedemikian rupa dengan memadukan gambar, animasi, audio, warna dan materi yang menjadi satu kesatuan sehingga menarik perhatian peserta didik. Penelitian ini dilakukan terhadap 31 peserta didik kelas IV SD Negeri Mojokrapak 2 dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini diantaranya, 1) Menghasilkan media pembelajaran powerpoint interaktif 2) Mengetahui tingkat ketertarikan peserta didik terhadap media yang telah dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah RnD (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation Evaluation). Subjek penelitian ini yaitu ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, guru wali kelas IV dan subjek uji coba yaitu peserta didik kelas IV SD Negeri Mojokrapak 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media powerpoint interaktif memiliki tingkat kevalidan yang dibuktikan dari hasil validasi ahli materi 77,5% (baik), hasil validasi ahli bahasa 87,5% (sangat baik), hasil validasi ahli media 89,7% (sangat baik), hasil guru wali kelas IV 92,5% (sangat baik). Hasil uji lapangan menunjukkan tingkat kemenarikan media mencapai 94,8% (sangat menarik). Sehingga hasil yang didapatkan adalah media yang dikembangkan ini memenuhi kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran dengan kriteria sangat baik dan menarik untuk peserta didik kelas IV di SD Negeri Mojokrapak 2.
Peran Program Jam Tambahan Calistung Dalam Membantu Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca dan Menghitung Siswa Kelas 1 SDN Bluru Kidul 2 Putri, Dwi Laili Kirana; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran di sekolah, baik guru maupun siswa tentu berharap untuk mencapai hasil yang optimal. Namun, kenyataannya, harapan tersebut tidak selalu tercapai karena masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajar. Kesulitan belajar mencakup berbagai jenis kendala seperti mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, berpikir, dan berhitung. Hambatan-hambatan dalam proses pembelajaran ini bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Terdapat berbagai jenis kesulitan belajar yang dihadapi. Oleh karena itu, program jam tambahan calistung hadir untuk membantu mengatasi hambatan yang selalu dihadapi oleh guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Fokus utama penelitian ini untuk memberikan deskripsi mendalam tentang peran program jam tambahan Calistung dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun kesulitan belajar yang dialami beberapa siswa Kelas 1 SDN Bluru Kidul 2 yang mengikuti program jam tambahan calistung merupakan hasil pengamatan dan wawancara dengan guru kelas 1, yakni kesulitan dalam mata pelajaran matematika yaitu menghitung, serta kesulitan membaca baik itu huruf, suku kata maupun kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran program Jam Tambahan Calistung dijalankan dengan baik, menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan mendukung. Respons positif dari siswa terhadap program ini, dengan beberapa siswa mencatat peningkatan dalam kemampuan membaca dan menghitung, menegaskan peran penting program tersebut dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar. Kolaborasi antara fasilitator, siswa, dan orang tua menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang suportif dan inklusif. Dengan demikian, upaya kolaboratif dari semua pihak terlibat menjadi krusial dalam memastikan keberhasilan program tersebut dan memberikan dampak positif bagi perkembangan akademik siswa.
Analisis Faktor-Faktor Rendahnya Kemampuan Literasi Siswa Kelas IV Di SDN Jaddih 4 Amilia, Ratih; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab yang mempengaruhi dalam pengembangan kemampuan literasi di Indonesia, sehingga kedepannya di dapatkan alternatif solusi untuk menentukan kebijakan pengembangan literasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jumlah responden adalah 28 siswa yang terdiri dari 14 laki-laki dan 14 perempuan. faktor penyebab rendahnya kemampuan lilterasi siswa kelas IV SDN Jaddih 4 yaitu terdapat 2 faktor. Faktor Internal: 1. Rendahnya minat baca siswa. 2. Membaca buku atas perintah guru. 3. Kurangnya kesadaran siswa untuk meluangkan waktu membaca. Faktor Eksternal: 1. Lingkungan sekolah yang kurang mendukung. 2. Kurangnya motivasi guru dan orang tua. 3. Tidak adanya mading sekolah. 4. Tidak memiliki sarana membaca selain perpustakaan. 5. Program literasi belum berjalan secara maksimal. 6. Pengaruh penggunaan handphone.