Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Literasi Membaca Pemahaman Peserta Didik Kelas 4 SDN Tajungan Andini, Dita Dwi; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi tentunya memiliki peranan yang sangat penting untuk dapat meningkatkan kualitas di dunia pendidikan dan dapat memberikan efek yang sangat luas baik bagi individu maupun kelompok. Sebelum menuju ketahap membaca pemahaman tentunya erta didik harus dapat membaca tanpa adanya hambatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif yang mana teknik pengambilan data dengan observasi dan wawancara. Melalui teknik pengambilan data tersebut. ditemukan bahwasanya peserta didik kelas 5 merupakan kelas yang aktif dan dapat mengikuti intruksi dari guru ketika pembelajaranserta melalui hasil analisis nilai tes AKM yang mana rata-rata nilai peserta didik diatas 70
Analisis Kesulitan Belajar Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas 1B SDN Gulbung 1 Maulidina, Nurul; Harsiwi, Nova Estu; Kiptiyah, Mariyatul
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran, kemampuan membaca memiliki peran penting karena dapat meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan seseorang, serta mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan yang akan datang. Dengan demikian, penguasaan keterampilan membaca menjadi sangat penting di semua mata pelajaran, terutama pada tingkat awal pendidikan di sekolah dasar. Mengetahui kesulitan belajar membaca permulaan yang dialami oleh siswa kelas 1B SDN Gulbung 1 merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan merupakan penelitian lapangan. Subyek penelitian adalah 9 siswa kelas 1B yang mengalami kesulitan membaca permulaan serta wali kelas 1B. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Telah ditemukan beberapa jenis kesulitan membaca permulaan dari hasil observasi dan wawancara pada 9 siswa kelas 1B SDN Gulbung 1, yaitu: 1) Belum mampu mengenal huruf, 2) Belum mengenal huruf diftong dan digraf, 3) Sulit membedakan huruf yang hampir sama, 4) Sulit membaca kalimat yang panjang, 5) Sulit mengeja, dan 6) Membaca masih terbata-bata. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan membaca permulaan siswa kelas 1B SDN Gulbung 1 meliputi: 1) Kurangnya motivasi dari keluarga, 2) Tidak bersekolah di Taman Kanak-Kanak, dan 3) Kurangnya minat membaca siswa.
Penggunaan Media Permainan Edukatif Wordwall Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 5 SDN Kare 02 Roudhotul, Alifia; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan media edukatif Wordwall guna meningkatkan hasil belajar matematika pada bidang materi bangun ruang pada siswa kelas V SD Negeri Kare 02 Madiun pada tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data diperoleh melalui penggunaan teknik penilaian standar dan protokol observasi sistematis. Analisis data tes menunjukkan bahwa siswa secara konsisten menunjukkan meningkatnya hasil belajar pada kedua siklus, dibandingkan dengan hasil belajar yang terlihat pada tahap pendahuluan. Pelaksanaan kegiatan pada kedua siklus juga berhasil memenuhi kriteria keberhasilan. Bukti observasi lebih lanjut memperlihatkan bahwasanya pemakaian media dinding kata bisa membuat peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, seperti yang terlihat dari pencapaian skor aktivitas yang meningkat. Penelitian menunjukkan bahwa memasukkan media Wordwall ke dalam pengajaran matematika meningkatkan hasil belajar serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika.
Identifikasi Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Pecahan Kelas IV Amelia, Nanda; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada siswa dan wali kelas IV UPTD SDN Telang 1, terdapat materi yang sulit dipahami oleh siswa yaitu pecahan. Sehingga siswa kerapkali salah dalam mengerjakan soal pada materi tersebut. Padahal materi pecahan sudah lama dipelajari dan dijelaskan berulang-ulang oleh guru. Maka dari itu, peneliti ingin mengidentifikasi kesalahan siswa dalam mengerjakan soal matematika materi pecahan pada kelas IV. Tujuannya untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan siswa dalam mengerjakan soal pecahan, sehingga dapat menjadi acuan guru dalam mengajar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas IV sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara pada siswa. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini yaitu penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini peneliti mengidentifikasi tiga kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal matematika materi pecahan. Kesalahan tersebut yaitu kesalahan fakta, konsep, operasi, dan prinsip. Berdasarkan acuan tersebut, maka diperoleh hasil penelitian bahwa tiga kesalahan tersebut yaitu kesalahan fakta, konsep, dan operasi. Kesalahan fakta terjadi karena siswa tidak memahami perbedaan simbol-simbol yang biasa digunakan pada operasi bilangan. Kesalahan konsep terjadi karena siswa tidak memahami betul cara menyelesaikan operasi bilangan pecahan, seperti cara menghitung operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan dengan penyebut yang berbeda. Kesalahan operasi terjadi karena siswa kurang teliti dalam menghitung, seperti salah menjumlahkan atau mengurangkan bilangan.
Dukungan Guru, Teman, dan Lingkungan terhadap Minat Belajar Anak Slow Learner pada Siswa Kelas 1 di SDN 1 KAMAL Anggraeni, Vidiya; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan guru, teman dan lingkungan sekolah dalam minat belajar pada anak slow learner di SDN 1 Kamal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan dua orang guru, observasi kegiatan pembelajaran di sekolah dasar reguler, serta dokumentasi selama proses penelitian. Semua data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan guru, teman dan lingkungan sekolah dalam minat belajar pada siswa slow learner sangat berpengaruh dalam untuk meningkatkan pontensi akademiknya. Pada dukungan dari guru dapat meningkatkan rasa keterhubungan dan kompetensi siswa, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi intrinsik untuk belajar. Selain itu, dukungan dari teman sekelas sangat berguna bagi siswa slow learner karena membuatnya merasa tidak sendirian dan tidak kesulitan saat di sekolah. Pada dukungan lingkungan sekolah dapat bekerja sama dengan warga sekolah yang berkomitmen untuk mendukung anak slow learner dapat meningkatkan minat belajar mereka secara signifikan, memberikan mereka kesempatan lebih besar untuk mencapai potensi penuh dalam pendidikan. Maka dari itu, dukungan yang diberikan oleh guru, teman sebaya, dan lingkungan sekolah secara keseluruhan membantu siswa slow learner mengatasi kesulitan mereka, menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
PICA pada Siswa Tuna Grahita: Studi Kasus di SLB Karya Bakti Surabaya Ermono, Ervina Ayulia Yunitasari; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku memakan benda yang bukan makanan, dikenal sebagai pica, merupakan salah satu isu yang sering dihadapi oleh anak-anak dengan kebutuhan khusus. Di SLB Karya Bakti Surabaya, misalnya, terdapat seorang siswa kelas 4 yang secara rutin memakan pensil warna hingga habis. Kasus ini menunjukkan bahwa pica bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah pendidikan yang kompleks. Tantangan ini memerlukan pendekatan multidisiplin untuk memahami dan mengatasi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh siswa tuna grahita kelas 4 di SLB Karya Bakti Surabaya yang memiliki kebiasaan memakan pensil warna hingga habis. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ini terkait dengan faktor-faktor internal seperti kondisi medis dan gangguan sensorik, serta faktor eksternal seperti kurangnya pemahaman orang tua dan guru tentang kebutuhan khusus siswa. Intervensi melalui pendekatan terapi perilaku dan peningkatan kesadaran di lingkungan sekolah dan rumah disarankan untuk mengatasi masalah ini. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya pengaruh faktor medis & lingkungan dan solusi intervensi yang efektif dalam mengatasi perilaku pica.
Analisis Proses Pembelajaran Bagi Anak Tunagrahita di SLB Negeri Keleyan Kelas V Pratama, Rafi Arya Putra; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua warga negara berhak mengakses pendidikan, termasuk anak berkebutuhan khusus, misalnya siswa penyandang tunagrahita. Anak berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti anak lainnya. Oleh karena itu, pemerintah mendirikan berbagai sekolah luar biasa untuk memberikan pendidikan yang memadai kepada anak berkebutuhan khusus, hal yang sulit dicapai di sekolah umum. Oleh karena itu peneliti ingin mempelajari proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus khususnya anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2024 di SLB Negeri Keleyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran di SLB Negeri Keleyan menggunakan kurikulum mandiri dan pembelajaran berdiferensiasi. Strategi pengajaran yang diterapkan guru kelas ketika mengajar anak tunagrahita lebih menitikberatkan pada hubungan praktis antara siswa dan mata pelajaran, karena anak tunagrahita sering kali mengalami kesulitan dalam memahami konsep teoritis dan memerlukan pendekatan yang lebih langsung dan tepat sasaran.
Peran Orang Tua Terhadap Anak Dengan Penyandang Disabilitas Tunawicara Di SDN Gebang 01 Bangkalan Fauzyyah, Firdausi Nur; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuna wicara adalah kondisi yang membuat seseorang tidak mampu untuk berbicara atau mengekspresikan diri dengan baik. Anak tunawicara memiliki kendala dalam penyampaian keinginan maupun pikiran dan perasaan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan orang tua terhadap anak penyandang tunawicara sangat diperlukan, seperti kerjasama antar orang tua dan guru, lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah untuk melancarkan proses tumbuh kembang anak. Untuk menunjang proses tumbuh kembang anak tunawicara, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memperhatikan fokus anak. Anak-anak berkebutuhan khusus seperti tunawicara sering mendapatkan perlakuan buruk seperti dikucilkan dan diperlakukan tidak baik seperti anak normal lainnya, ini terjadi karena kurangnya edukasi kepada masyarakat awam tentang kondisi anak berkebutuhan khusus. Jika dibiarkan akan menghambat proses tumbuh kembang anak.
Pentingnya Komunikasi Rutin Antara Guru dan Orang Tua di SLB PGRI Kamal Sofiati, Rina; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pentingnya komunikasi rutin antara guru dan orang tua di SLB PGRI Kamal dalam mendukung perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpul-kan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua memberikan berbagai manfaat signifikan, termasuk peningkatan strategi pembelajaran, penanganan masalah perilaku dan emosional, serta dukungan yang lebih baik di rumah. Kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua memungkinkan identifikasi dini terhadap masalah dan penerapan solusi yang tepat. Komunikasi dua arah yang konsisten menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan suportif, membantu anak-anak mencapai potensi maksimal mereka. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka dan rutin adalah elemen kunci dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus, memastikan keberhasilan mereka baik di sekolah maupun di rumah.
Pendampingan Anak Tunanetra SLB PGRI Kamal Agustin, Yunanda Cucu Pratama; Harsiwi, Nova Estu
DIDASCO Vol 1 No 2 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendampingan dan pembelajaran anak tunanetra di SLB PGRI Kamal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan paradigma yang digunakan adalah paradigma Definisi Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di SLB PGRI Kamal dilakukan dengan pendekatan khusus sesuai dengan kebutuhan anak tunanetra. Guru menggunakan metode pembelajaran ceramah dan media pembelajaran konkret, serta melibatkan penggunaan indera lain sebagai pengganti penglihatan. Kendati demikian, terdapat beberapa hambatan dalam pendidikan anak tunanetra, seperti kurangnya alat penunjang dan media pembelajaran yang lengkap, serta kurangnya dukungan orang tua dalam mendampingi anak saat mengerjakan tugas rumah. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pendampingan dan pembelajaran anak tunanetra di SLB PGRI Kamal, dengan harapan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan yang lebih efektif dan mendukung, serta membantu anak-anak tunanetra mencapai prestasi akademik yang sesuai, mengembangkan potensi mereka, dan memiliki kemandirian yang cukup dalam kehidupan sehari-hari.