Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : Frontier Agribisnis

Analisis Pengaruh Cita Rasa, Word Of Mouth, dan Promosi Melalui Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Rumah Makan Ngikan Skip Lama Kota Banjarmasin) Nuzula Almira Salsabila; Hairi Firmansyah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cita rasa, word of mouth, dan promosi melalui media sosial terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Ngikan Skip Lama Kota Banjarmasin. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 100 responden. Kuesioner disebarkan secara langsung kepada responden yaitu konsumen yang berada di tempat, selain itu kuesioner juga disebarkan secara online. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, kuesioner, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) melalui program IBM SPSS AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel cita rasa dan word of mouth berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai critical ratio sebesar 2,695 > ±1,96 dan 2,272 > ±1,96. Sedangkan variabel promosi melalui media sosial tidak berpengaruh signifikan dengan nilai critical ratio sebesar 1,669 < ±1,96.
ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BUNGA SEGAR DI PASAR RAKYAT KAYUTANGI KOTA MARTAPURA, KABUPATEN BANJAR Norwinda Safitri; Hairi Firmansyah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2614

Abstract

Sikap dan perilaku konsumen merupakan hal yang paling mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian, konsumen akan memikirkan mulai dari harga, pelayanan, kualitas hingga fungsi atau kegunaan barang atau produk yang akan dibeli. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sikap dan perilaku konsumen di Pasar Rakyat Kayutangi Kota Martapura Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Fishbein dan analisis Deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap konsumen  terhadap atribut dalam bunga segar ini sebesar 115,48 dengan kategori tinggi. Sikap konsumen ditentukan dengan analisis tingkat keyakinan dan tingkat evaluasi pada atribut bunga segar. Terlihat bahwa pada tingkat keyakinan atribut kemenarikan jenis olahan bunga sebagai atribut yang paling bagus/baik dalam kinerjanya dan atribut  ketersediaan tempat parkir sebagai atribut yang paling kurang bagus/baik dalam  kinerjanya. Terlihat bahwa pada tingkat evaluasi atribut pelayanan sebagai atribut yang paling penting didalam menentukan terhadap penilaian yang dilakukan dalam pengambilan keputusan terhadap pembelian bunga segar oleh konsumen dan atribut variasi bunga sebagai atribut yang paling tidak penting didalam menentukan terhadap penilaian yang dilakukan dalam pengambilan keputusan terhadap pembelian bunga segar oleh konsumen. Perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian diperoleh dari kesimpulan hasil yang sudah di paparkan pada analisis sikap yang masuk dalam kategori tinggi, yang artinya para konsumen memiliki presepsi yang positif, yang artinya konsumen dari bunga segar di Pasar Rakyat Kayutangi, Kota Martapura, Kabupaten Banjar ini akan berperilaku berkemungkinan besar untuk membeli kembali produk bunga segar ini pada saat nanti konsumen membutuhkannya.Kata kunci: sikap dan perilaku konsumen, pembelian, bunga segar
Analisis Strategi Pemasaran Produk Jamu Tradisional Pada Kampung Pejabat Kota Banjarbaru Nur Anisah; Nina Budiwati; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9410

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran usaha jamu tradisional di Kampung Pejabat Kota Banjarbaru, serta menyusun dan menganalisis strategi pengembangan pemasaran pada Kampung Pejabat Kota Banjarbaru dengan menggunakan purposive sampling untuk mengetahui faktor internal dan accidental sampling untuk mengetahui faktor eksternal. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif dengan matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan matriks QSPM. Faktor internal terdiri dari kekuatan dan kelemahan. Kekuatan utama Cafe Jamu Kampung Pejabat adalah harga jamu yang ramah dikantong. Kelemahan utama Cafe Jamu Kampung Pejabat adalah kekurangan modal dan sistem manajemen keuangan yang kurang baik. Faktor eksternal terdiri dari peluang dan ancaman. Peluang utama Cafe Jamu Kampung Pejabat adalah adalah Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalimantan Selatan. Ancaman utama Cafe Jamu Kampung Pejabat adalah adanya kedai jamu serupa di daerah Kota Banjarbaru. Terdapat 3 alternatif prioritas strategi pemasaran yang dapat diimplementasikan pada usaha jamu tradisional di Kampung Pejabat Kota Banjarbaru yaitu mempertahankan reputasi perusahaan untuk meningkatkan potensi pasar, mengikuti kegiatan pameran produk lokal yang diadakan oleh dinas ataupun pemerintah kota sebagai ajang promosi produk, serta mempertahankan citra atau image perusahaan dan memberikan layanan lebih kepada pelanggan.
Analisis Pendapatan Pengrajin Anyaman Purun Danau (Lepironia Articulata Domin) di Desa Pembelacanan Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru Muhammad Aldi; Luthfi Fatah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11549

Abstract

Tanaman purun danau (Lepironia articulata Domin) adalah jenis tanaman semak yang tumbuh liar di dekat air atau rawa. Secara geografis, wilayah Desa Pembelacanan berada di dataran rendah dan rawa, sehingga masyarakat Desa Pembelacanan menjadikan kegiatan menganyam purun sebagai mata pencaharian sampingan selain berkebun dan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan pengrajin anyaman purun danau di Desa Pembelacanan Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru. Penelitian dilaksanakan pada Bulan April 2023 sampai Bulan Agustus 2023. Metode pengambilan contoh yang digunakan yaitu metode sensus dengan mengambil seluruh populasi yaitu 32 pengrajin anyaman purun danau di Desa Pembelacanan sebagai responden. Rata-rata produksi anyaman purun danau yang dihasilkan pengrajin anyaman purun selama satu minggu sebanyak 3, 75 buah tikar dengan harga jual tikar sebesar Rp 70.000/buah dantas binting sebanyak 21,09 buah selama satu minggu dengan harga jual sebesar Rp 3.500/buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya eksplisit pengrajin anyaman purun sebesar Rp97.087/minggu. Penerimaan yang dihasilkan dari penganyaman tikar dan tas binting yaitu sebesar Rp 336.328/ minggu, maka pendapatan sebesar Rp 239.241/minggu. Upaya untuk meningkatkan pendapatan para pengrajin anyaman purun di Desa Pembelacanan Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru yaitu melakukan variasi produk, memperluas jaringan dan kemitraan, melakukan pemasaran secara online, mengikuti pelatihan dan keterampilan serta mengikuti kegiatan pameran dan event yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Kotabaru.
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Unggul di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka Herni Safitri; Yudi Ferrianta; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8274

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga petani padi unggul sebagai sebuah sistem dibentuk dari berbagai sub-sistem yaitu ketersediaan, akses pangan dan sub-sistem konsumsi pangan. Masing-masing sub- sistem tersebut dibentuk dari berbagai indikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka. Dengan metode survei, populasi dalam penelitian ini berjumlah 83 petani padi unggul yang terdiri dari 5 RT, masing-masing RT satu kelompok tani. Peneliti menentukan sampel sebanyak 45 orang yang diambil secara acak menggunakan metode simple random sampling. Ketahanan pangan rumah tangga petani padi unggul signifikan temasuk kedalam kategori rentan pangan dengan nilai indeks rata-rata sebesar 0,69. Rendahnya nilai rata-rata indeks ketahanan pangan, disebabkan oleh rendahnya indeks sub-sistem ketersediaan pangan yaitu sebesar 0,72, indeks akses pangan sebesar 0,63 dan indeks konsumsi pangan sebesar 0,71. Rendahnya indeks sub-sistem tersebut disebabkan oleh rendahnya indeks indikatornya. Indeks indikator pembentuk ketersediaan yang berjumlah 8 indikator hampir seluruhnya termasuk kedalam rentan pangan, kecuali indikator pembelian beras yang termauk kedalam tahan pangan. Hal yang sama dengan indeks indikator pembentuk akses pangan dan konsumsi pangan hampir seluruhnya termasuk kedalam krietria rentan pangan kecuali indikator konsumsi yaitu konsumsi sayur-sayuran dengan nilai indeks sebesar 0,86 dan termasuk kedalam kriteria tahan pangan. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai thit sebesar 3,990. Jika angka tersebut dibandingkan dengan t tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 1,681 angka tersebut lebih besar dari angka t hit, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima, dengan kata lain bahwa ketahanan pangan rumah tangga petani padi unggul di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka signifikan termasuk kedalam kriteria rentan pangan.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Padi di Desa Sungai Rangas Hambuku Kabupaten Banjar Farras Dita Nurulhuda; Yudi Ferrianta; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6017

Abstract

Petani di Desa Sungai Rangas Hambuku Kabupaten Banjar mengalami variasi terhadap produktivitas padi yang disebabkan oleh penggunaan input produksi, sehingga dapat mengidentifikasi adanya risiko produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas dan risiko produksi, serta mengetahui pendapatan dan kelayakan usahatani padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Rangas Hambuku Kabupaten Banjar dengan jumlah petani responden sebanyak 50 orang dari 673 orang populasi petani. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan model Just and Pope untuk menganalisis risiko produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan penggunaan benih, pupuk, kapur dolomit dan tenaga kerja berdampak besar pada peningkatan produktivitas padi, sekaligus peningkatan penggunaan pestisida dapat menurunkan produktivitas padi. peningkatan penggunaan benih, pupuk, kapur dolomit dan tenaga kerja memiliki pengaruh nyata terhadap peningkatan variance produktivitas, sehingga dapat menimbulkan risiko produksi (risk inducing factor). Rata – rata pendapatan petani responden sebesar Rp 4.882.290,53/usahatani dan Rp 5.738.065,63/Ha.
Analisis Usahatani Kopi Robusta di Desa Lok Tunggul Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar Didit Gunawan; Hairi Firmansyah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani buah kopi robusta, menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dalam usahatani kopi robusta serta permasalahan dalam usahatani kopi robusta. Jumlah responden sebanyak 6 orang diambil menggunakan metode sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan usahatani kopi robusta mendapatkan hasil panen yang baik mulai dari pengolahan lahan sampai dengan teknik penanaman serta pemeliharaan yang tepat dan menyesuaikan waktu. Rata-rata biaya total yang harus dikeluarkan petani yaitu sebesar Rp 32.666.259 per usahatani atau Rp 27.221.885/ha dengan rata-rata biaya eksplisit sebesar Rp 23.742.744 per usahatani atau Rp 19.785.622/ha dan rata-rata biaya implisit sebesar Rp 8.923.515 per usahatani atau Rp 7.436.263/ha. Rata-rata penerimaan usahatani kopi robusta tahun 2022 diperoleh sebesar Rp 45.000.000 per usahatani atau Rp 37.500.000/ha. Rata-rata pendapatan usahatani buah kopi robusta tahun 2022 sebesar Rp 21.248.580 per usahatani atau Rp 17.707.150/ha. Sedangkan rata-rata keuntungan usahatani kopi robusta sebesar Rp 12.166.354 per usahatani atau Rp 10.138.628/ha. Pada usahatani kopi robusta mempunyai masalah pada hama PBKo dan banjir. Hama PBKo, kumbang betina mulai menyerang pada 8 minggu setelah pembungaan saat buah kopi masih lunak untuk mendapatkan makanan sementara, kemudian menyerang buah kopi yang sudah mengeras untuk berkembang biak. Kumbang betina akan menggerek bagian ujung bawah, dan biasanya adanya terlihat adanya kotoran bekas gerekan di sekitar lubang masuk. Banjir di Desa Lok Tunggul Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar sangat mempengaruhi usahatani kopi robusta, bukan hanya gsgal panen, banjir tersebut pun merusak lahan serta tanaman kopi robusta dan mengakibatkan petani kopi mengolah dan memelihara tanaman kopi robusta dari awal.
Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah Muhammad Fahmi; Yusuf Azis; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani kelapa sawit swadaya, serta menganalisis pendapatan usahatani kelapa sawit swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara dari bulan Maret sampai November2023. Metode pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah responden 24 orang, dan jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan analisis pendapatan usahatani. Data yang diperoleh ditabulasi dan kemudian dianalisis dengan menggunakan konsep biaya eksplisit, penerimaan dan pendapatan usahatani pertahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyelenggaraan usahatani kelapa sawit swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara. Sebagian besar sudah sesuai anjuran budidaya kelapa sawit. Rata-rata pendapatan petani kelapa sawit swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara adalah sebesar Rp35.188.043/usahatani/tahun atau Rp8.540.787/ha/tahun.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah di Provinsi Kalimantan Selatan Nur Syifa; Kamiliah Wilda; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang merah, dan untuk mengetahui elastisitas permintaan bawang merah di Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series. Sumber data diperoleh dari instansi seperti Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, dan Pusat Data Informasi Pertanian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda melalui program SPSS25. Hasil penelitian menunjukkan persamaan Ln Qd=-4,679-0,026 LnX+ 1,541 Ln X model ini memiliki nilai R² sebesar 65,6%. Uji F diperoleh bahwa variabel harga bawang merah dan variabel jumlah penduduk secara bersama berpengaruh terhadap permintaan bawang merah di Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan pada uji-t diperoleh hasil variabel jumlah penduduk berpengaruh nyata, dan variabel harga bawang merah tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah di Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil analisis koefisien elastisitas harga bawang merah mempunyai nilai elastisitas sebesar -0,026. Ini berarti bahwa elastisitas bersifat inelastis karena nilai elastisitas kurang dari 1
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH DI LAHAN RAWA PASANG SURUT TIPE C KECAMATAN RANTAU BADAUH KABUPATEN BARITO KUALA Kamila Abda Amara; Luki Anjardiani; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2627

Abstract

Lahan rawa menjadi salah satu kendala yang dimiliki Kalimantan Selatan dalam hal bertani. Namun, seiring berjalannya waktu lahan rawa menjadi potensi dan ciri khas yang dimiliki Kalimantan Selatan dalam pengolahan lahan pertanian. Optimalisasi lahan rawa khususnya lahan rawa pasang surut di Kalimantan Selatan akan bisa menopang kemajuan pertanian Indonesia. Pemanfaatan lahan rawa pasang surut berpusat di tiga kabupaten yakni Kabupaten Barito Kuala, Banjar, dan Tapin. Berdasarkan topografi lahan rawa pasang surut terdapat empat tipe lahan yaitu Tipe A, B, C, dan D. Lahan Tipe C berpotensi untuk dapat ditingkatkan dalam penggunaan lahannya, khususnya dalam penerapan teknologi. Dalam penggunaan mesin-mesin berteknologi untuk pengolahan lahan, tanah pada lahan Tipe C akan lebih kuat menahan beban mesin yang digunakan sehingga tanah juga tidak mudah longsor. Oleh karena itu, diperlukan analisis efisiensi teknis usahatani di lahan rawa pasang surut khususnya di lahan Tipe C. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani, tingkat efisiensi usahatani, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi usahatai padi sawah di lahan rawa pasang surut Tipe C Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden dipilih melalui tiga tahap yakni dilakukan secara sengaja (purposive sampling) untuk memilih kecamatan dan desa, serta memilih petani responden sebanyak 30 petani. Berdasarkan hasil penelitian ini produksi usahatani padi sawah di lahan rawa pasang surut Tipe C Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala dipengaruhi secara signifikan dengan taraf nyata 1% oleh pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida, dan tenaga kerja, sedangkan dengan taraf nyata 5% oleh luas lahan dan benih padi. Nilai efisiensi teknis rata-rata yang dihasilkan di lokasi penelitian sebesar 0,9843. Sedangkan faktor-faktor inefisiensi teknis lama berusahatani dan tingkat pendidikan berpengaruh negatif pada tingkat inefisiensi teknis.Kata kunci: optimalisasi, rawa pasang surut, tipe C, efisiensi teknis, inefisiensi