Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan Demokratis dan Kinerja Organisasi Sektor Publik: Sebuah Kajian Konseptual Berbasis Literatur Mawar Riddini Nurul Anggraeni; Lukmanul Hakim; Kariena Febriantin
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/hyfhet77

Abstract

Kajian ini membahas peran kepemimpinan demokratis dalam meningkatkan kinerja organisasi sektor publik. Topik ini penting karena organisasi publik dituntut untuk bekerja responsif, transparan, kolaboratif, dan akuntabel di tengah kompleksitas kebutuhan masyarakat. Tujuan artikel ini adalah memperjelas penerapan kepemimpinan demokratis, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, menganalisis kontribusi partisipasi anggota organisasi terhadap efektivitas keputusan dan kualitas pelayanan publik, serta merumuskan strategi penerapan yang lebih adaptif. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual dengan menyintesiskan hubungan antara kepemimpinan demokratis, partisipasi aparatur, akuntabilitas, dan kinerja organisasi sektor publik dalam perspektif administrasi publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan menelaah buku, e-book, jurnal ilmiah, dan artikel akademik terkait kepemimpinan, administrasi publik, kinerja organisasi, serta pelayanan publik. Analisis dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tema, sintesis konsep, dan interpretasi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan demokratis berpotensi meningkatkan kinerja sektor publik melalui partisipasi aktif, komunikasi terbuka, pendengaran aktif, pengambilan keputusan kolektif, dan pemecahan masalah kolaboratif. Kebaruan artikel ini terletak pada penegasan bahwa efektivitas kepemimpinan demokratis dalam sektor publik tidak hanya ditentukan oleh keterbukaan pemimpin, tetapi juga oleh kejelasan mekanisme partisipasi, delegasi kewenangan, akuntabilitas keputusan, dan dukungan teknologi partisipatif. Namun, penerapannya dapat terhambat oleh budaya birokrasi hierarkis, proses pengambilan keputusan yang lambat, ketidakjelasan akuntabilitas, keterbatasan kompetensi anggota, dan situasi krisis yang membutuhkan respons cepat. Artikel ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan demokratis tetap relevan bagi organisasi publik apabila dipadukan dengan mekanisme delegasi yang jelas, manajemen konflik, pemanfaatan teknologi partisipatif, dan indikator kinerja yang terukur.
Strategi Komunikasi Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Dalam Mengatasi Permukiman Kumuh Salsa Nabilah Septiani Chandra; Lukmanul Hakim; Kariena Febriantin
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v5i1.1458

Abstract

This paper discusses the communication strategies employed by Kalibaru Village, Cilincing Subdistrict, in addressing slum areas. Slum areas in Kalibaru Village are one of the serious problems that impact the quality of life of the community. This research is important to determine the effectiveness of the communication strategies implemented by the local government in improving environmental cleanliness and health. The purpose of this study is to identify the communication strategies implemented by Kalibaru Village and assess their impact on changes in community behavior. This research has broad relevance in terms of social and government policy because the problem of slums reflects social inequality in terms of facilities and infrastructure. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, based on Harold Lasswell's communication theory. Data collection techniques were carried out through direct interviews with relevant sources and field observations. Using these methods, the researcher was able to gain an in-depth understanding of the slum area improvement program. The results of the study revealed that although some communities began to understand the importance of waste management and took action to improve cleanliness, overall awareness was still low due to internal factors such as habits and a lack of understanding about waste management. The conclusion of this study is that the communication strategies implemented are quite effective for some communities, but they still need to be improved through more consistent education and active community participation. Based on the research results, it is recommended that the Cilincing Subdistrict improve its participatory communication approach through direct face-to-face interactions and expand the use of digital media.
Analisis Studi Kasus Strategi Pengembangan SDM Digital Melalui Program Digital Talent Scholarship Hibban Nazala; Kariena Febriantin; Indra Aditya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8918

Abstract

Program Digital Talent Scholarship (DTS) yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia merupakan instrumen strategis untuk mengurangi kesenjangan kompetensi digital angkatan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia digital melalui DTS dengan menggunakan kerangka strategi James Brian Quinn yang meliputi dimensi tujuan, kebijakan, dan program. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan yang mewakili BPSDM, pelaksana program, peserta dari beberapa akademi, dan akademisi, serta didukung observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tujuan telah menghasilkan capaian administratif dan kuantitatif yang kuat, tetapi keberhasilan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kesiapan kerja karena penguatan keterampilan kolaboratif, komunikasi lintas fungsi, dan adaptasi terhadap lingkungan kerja masih terbatas. Pada dimensi kebijakan, mekanisme disiplin peserta dan akuntabilitas anggaran telah diterapkan secara tegas, namun belum diimbangi birokrasi yang lincah dalam penyediaan fasilitas, lisensi perangkat lunak, dan pengelolaan kemitraan pentahelix. Pada dimensi program, kurikulum mampu diperbarui mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, tetapi efektivitas praktik terkendala ketimpangan perangkat serta ketergantungan pada siklus APBN tahunan. Penelitian merekomendasikan Capstone Project lintas akademi, penguatan peran perguruan tinggi dan industri lokal, penyediaan lisensi berstandar industri, serta pengembangan Dana Abadi Talenta Digital untuk menjamin kesinambungan kualitas program.
Strategi Pemerintah Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Pusakajaya Selatan Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Norma Husnia Husnia; Usep Dayat; Kariena Febriantin
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i3.1305

Abstract

Peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan masih menghadapi berbagai tantangan meskipun memiliki potensi lokal yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Pusakajaya Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan Teori Strategi G.R. Terry, yang mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating, and controlling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah desa tersebut diimplementasikan melalui pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian, dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, pengembangan ekonomi non-pertanian dan transparansi informasi masih belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diversifikasi ekonomi, penguatan peran BUMDes, dan peningkatan transparansi diperlukan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
Kualitas Pelayanan Kesehatan Puskesmas di Era Reformasi Birokrasi: Analisis SERVQUAL pada UPTD Puskesmas Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Talita Alifah; Hanny Purnamasari; Kariena Febriantin
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i3.1321

Abstract

Penelitian ini menganalisis kualitas pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Tridayasakti menggunakan teori kualitas pelayanan Zeithaml (1990) dalam Hardiansyah (2018) yang mencakup lima dimensi: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Berbeda dari kajian SERVQUAL terdahulu yang umumnya bersifat deskriptif per-dimensi, penelitian ini juga mengkaji keterkaitan antar-dimensi serta relasinya dengan inovasi layanan digital puskesmas (Mobile JKN, e-Puskesmas, dan kanal pengaduan digital), sekaligus menarik implikasi tata kelola dan kebijakan sumber daya manusia sebuah novelty kontekstual yang belum banyak dikaji pada level puskesmas kecamatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 10 informan yang dipilih secara purposive sampling, dan dokumentasi, yang keabsahannya diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan secara umum telah berjalan baik, namun terdapat kendala yang saling berkaitan: keterbatasan alat laboratorium melemahkan dimensi Tangible dan berdampak tidak langsung pada Assurance; keterbatasan petugas pendaftaran menurunkan Reliability dan memperlambat Responsiveness saat jam sibuk; serta inkonsistensi keramahan petugas akibat beban kerja memengaruhi Empathy. Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan satu dimensi secara terpisah tidak akan efektif tanpa mengatasi akar masalah keterbatasan SDM dan fasilitas.
Manajemen Strategi Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital: Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi Ira Aryani Lestari; Hanny Purnamasari; Kariena Febriantin
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i3.1344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi dalam mendorong peningkatan aktivasi Identitas Kependukan Digital (IKD) di Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori manajemen strategi Wheelen dan Hunger yang terdiri dari empat indikator, yaitu pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, serta evaluasi dan pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi telah mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal sebagai dasar penyusunan strategi. Strategi dilaksanakan melalui sosialisasi, pelayanan jemput bola, pemanfaatan media sosial, serta berbagai program pelayanan administrasi kependudukan yang didukung oleh evaluasi melalui pelaporan harian, monitoring, dan koordinasi berkala. Meskipun demikian, pelaksanaan strategi masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital masyarakat, belum meratanya penyebaran informasi, keterbatasan perangkat pendukung, serta belum tersedianya anggaran khusus untuk kegiatan aktivasi IKD.
Integrasi Fungsi Manajemen Pemerintahan dalam Tata Kelola BUMDes dan Penguatan Pendapatan Asli Desa: Studi pada BUMDes Mulya Sari Intan Deviana; Lukmanul Hakim; Kariena Febriantin; Evi Priyanti
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i3.1368

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki posisi strategis dalam penguatan ekonomi lokal dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola BUMDes Mulya Sari di Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, melalui perspektif manajemen pemerintahan dengan menitikberatkan pada fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga informan kunci, yaitu Direktur BUMDes, Sekretaris Desa, dan Bendahara Desa, serta data sekunder dari dokumentasi kelembagaan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan BUMDes didasarkan pada identifikasi kondisi pasar, kebutuhan masyarakat, dan potensi lokal; pengorganisasian didukung struktur kelembagaan dan pembagian peran yang relatif jelas, meskipun koordinasi dan keterlibatan masyarakat masih perlu diperkuat; pelaksanaan usaha memperoleh legitimasi melalui musyawarah desa dan didukung oleh penyertaan modal serta keterlibatan pemerintah desa; sedangkan pengawasan dilakukan melalui mekanisme proposal, pencatatan, pelaporan berkala, evaluasi, dan pertanggungjawaban keuangan.
Challenges and Implementation of Barito Animal Market Relocation Policy in South Jakarta Kariena Febriantin; Sulisti Nabilah Fatin
Kemudi Vol 11 No 1 (2026): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/kemudi.v11i1.8662

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Barito Animal Market relocation policy in South Jakarta and to identify the factors influencing its effectiveness based on George C. Edward III's policy implementation model. The relocation policy generated a range of complex challenges, including trader resistance, location suitability disputes, and stakeholder coordination issues. Employing a qualitative case study approach, data were collected via in-depth interviews, field observations, and document analysis. Participants included officials from the PPKUKM Office of the DKI Jakarta Provincial Government, South Jakarta PPKUKM, legal counsel, and both opposing and relocated traders at the Lenteng Agung Fauna Center. Findings reveal suboptimal implementation results across the model's four key dimensions. First, in the communication dimension, information dissemination lacked transparency and participatory efforts. Second, regarding resources, traders deemed the new facilities inadequate to support business sustainability. Third, the disposition dimension showed implementers prioritized relocation targets over addressing affected traders' actual needs. Finally, the overly formalistic bureaucratic structure failed to facilitate dialogue and conflict resolution. The study concludes that successful relocation requires inclusive communication, adequate resources, responsive implementers, and adaptive bureaucratic coordination. These findings contribute to policy literature, offering practical insights for governments to design market relocation policies that are more participatory, equitable, and sustainable.
Co-Authors Aditya, Indra Adityo Nugroho Aiydra Vebronia Alamsari, Daffa Ramadhan Aldi Muhamad Rizki Anggrayni , Irena Anissa Sri Widhiastuti Anna Pratiwi Yuwono Annisa Aisatul Maryam Prabowo Annisa Ayu Rahmasari Annisa Maudy Tri Anjani Ardiani, Naila Rizka Argenti, Gili Arif Baidillah Arina, Nur Atthahara Atthahara Atthahara, Atthahara Atthahara, Haura Ayu Lestari Nur Saputra AYU RAHMAWATI Bunga Yuma Putri Cahyati Dewi Chandra Khoerunnisa Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Daffa Ramadhan Alamsari Darfaz, Muhamad Ilham Dewi Noor Azijah Dewi, Juliyanti Dimas Al Aziz Celsa Dimas Rangga Agustin Dwi Juliawati Dwi Suryani Dwi Suryani, Dwi Eka Kurnia Putra Ersa Falena Fitri Eunike, Eunike Evi Priyanti Evi Priyanti Evi Priyanti Fajrin, Indah Herdiyanti Fani Sahabi’ah Fauzi, Indra Nirwan Febri Bayu Wibawa Fihris Sa'adah Gauri Tifani Azzahrah Giantino Fachry Gili Argenti Gita Andini Gun Gun Gumilar Gun Gun Gumilar Gunadi, Muhammad Iqbal GunGun Gumilar Halimatus Syadiyah Hanny Purnamasari Hardiani Ikka Nur Prastiwi Hasibuan, Juliansyah Afriadi Haura Atthahara Hibban Nazala Hidayatulloh, Rizki Hilmy Yahya Ida Ratna Gumilar Indah Herdiyanti Fajrin Indra Aditya Indra Nirwan Fauzi Indrianti Indrianti Intan Deviana Ira Aryani Lestari Irena Anggrayni Irma Ramahyanti Ramahyanti1 irsalina, Nadira Ismail Bagus Fauzi Kurniansyah, Dadan Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Hakim Maulana Rifai Maulana Rifai Maurizka Khoirunnisa Mawar Riddini Nurul Anggraeni Mayasari Mayasari Mohammad Lukman Nur Hakim Muhamad Fiqih Muhammad Fahrul Adly Mukhafi, Syahrol Munziroh, Zenab Al Nabila Salsabila Neni Suwarni Norma Husnia Husnia Nur Aeni, Intan Pebriyansah Saputra Praditha Yaniarti Eka Pratiwi Priyanti, Evi Purnamasari, Hanny Putri Wahdah Hija Fajriah Rachmat Ramdhani Rahma Wati, Uum Rifai, Maulana Rina Maulidah SAFITRI, LIDIA Salsa Nabilah Septiani Chandra Shasa Aryanti Siti Hasna Maria Ulfatul Muharomah Sugiarti, Cucu Sulisti Nabilah Fatin Talita Alifah Tamasya, Novia Milenia Putri Trianti, Salsa Uly, Miranda Nursinta Usep Dayat Vika Farida Noer Aliya Wawan Wawan Yulyana, Eka Yulyana, Eka Yurri Apriana Rudiansyah Yuyum Yuliandari