Claim Missing Document
Check
Articles

RISIKO KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN ASMAT DALAM PRAKTIK SOSIAL BUDAYA LITERATURE REVIEW Karwuni, Karwuni; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46686

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan di Kabupaten Asmat dipengaruhi oleh faktor sosial budaya yang kompleks, termasuk norma patriarkal dan praktik adat yang masih kuat dalam masyarakat. Struktur sosial patriarkal membatasi otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi, meningkatkan risiko kesehatan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review untuk menganalisis pengaruh praktik sosial budaya terhadap risiko kesehatan reproduksi perempuan di Asmat. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah, laporan, dan sumber lain dari database seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate berdasarkan kriteria inklusi dan analisis tematik secara kualitatif. Fokusnya adalah mengidentifikasi faktor budaya yang berkontribusi terhadap risiko tersebut. Temuan menunjukkan bahwa praktik budaya seperti dominasi laki-laki, pernikahan usia dini, dan kepercayaan terhadap pengobatan tradisional berkontribusi terhadap rendahnya akses perempuan terhadap layanan kesehatan, meningkatkan kerentanan terhadap komplikasi kehamilan dan infeksi. Peran tokoh adat dan masyarakat lokal sangat penting dalam memfasilitasi intervensi yang sensitif budaya untuk memperbaiki akses dan kualitas layanan kesehatan reproduksi di masyarakat adat Asmat. Praktik sosial budaya yang patriarkal dan tradisional di Asmat secara signifikan memperbesar risiko kesehatan reproduksi perempuan. Pendekatan yang melibatkan tokoh adat, edukasi berbasis budaya, serta peningkatan infrastruktur menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan dan keberlanjutan program kesehatan.
PENGETAHUAN IBU DALAM MENGOLAH PANGAN LOKAL UNTUK BALITA DI ASMAT: LITERATURE REVIEW Weyai, Hilda Deleda; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46696

Abstract

Masalah gizi buruk dan stunting masih menjadi kendala utama dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia, terutama di daerah tertinggal seperti Kabupaten Asmat, Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan ibu dalam pengolahan pangan lokal untuk pemberian makanan tambahan bagi balita di Asmat, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan metode review kualitatif dan analisis tematik dari artikel ilmiah terbaru periode 2019–2024. Data dikumpulkan melalui pencarian sumber dari database nasional dan internasional, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul berkaitan pengetahuan ibu dan praktik pengolahan pangan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan teknis dan informasi tentang kandungan nutrisi pangan lokal masih terbatas di kalangan ibu, yang berdampak pada teknik pengolahan dan penyajian makanan yang kurang optimal, meskipun pangan lokal seperti ubi dan daun kelor memiliki potensi untuk meningkatkan status gizi anak. Selain itu, faktor sosial budaya dan kepercayaan tradisional turut mempengaruhi praktik pemberian makan, sehingga intervensi edukatif berbasis budaya lokal diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu. Hasil ini menegaskan pentingnya pemberdayaan ibu melalui pelatihan pengolahan pangan lokal yang kontekstual sebagai strategi pencegahan stunting di daerah tertinggal seperti Asmat.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI STATUS GIZI BALITA STUNTING DI WILAYAH LAYANAN KLINIK TURANGGA BIDDOKES POLDA NTT Umbu Nay, Dian Nofitasari; Winarti, Eko; Sunardi, Sunardi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47165

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi serius di Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan prevalensi mencapai 35,3%. Kondisi ini memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Klinik Turangga Biddokkes Polda NTT dari 10 November hingga 19 Desember 2024, melibatkan 150 subjek yang terdiri dari 75 balita stunting dan 75 balita sehat. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, serta pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dan independent t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendidikan ibu berpengaruh signifikan terhadap status gizi balita stunting dengan p-value < 0,05. Status pekerjaan ibu, yang sebagian besar adalah petani dan tidak bekerja, juga berkontribusi pada kejadian stunting dengan odds ratio (OR) sebesar 2.662. Faktor pendapatan keluarga menunjukkan hubungan yang sangat signifikan terhadap status gizi balita dengan OR sebesar 58.39. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama memiliki nilai OR tertinggi yaitu 127.58, menunjukkan dampak besar terhadap pencegahan stunting. Selain itu, berat lahir yang rendah juga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p-value < 0,05). Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya intervensi gizi pada ibu hamil dan balita untuk mengurangi prevalensi stunting. Diperlukan upaya lebih lanjut dalam meningkatkan pengetahuan gizi ibu dan akses terhadap makanan bergizi. Dengan memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada stunting, diharapkan program intervensi dapat lebih efektif diterapkan untuk meningkatkan status gizi balita di NTT. Penelitian ini juga memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan kesehatan di daerah yang memiliki prevalensi stunting tinggi.
Behavioral differences in early detection of cervical cancer through self-assessment using KarS-A (Aim scorecard) Nadhiroh, A’im Matun; Winarti, Eko; Saudah, Noer; Ramadhani, Firdausi
BKM Public Health and Community Medicine Vol 40 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v40i11.7762

Abstract

Purpose: To find cases of cervical cancer as early as possible by using self-assessment through KarS-A (Aim Score Card). Methods: The research design used a quasi-experimental approach with a pre-post test control group design. The number of samples at this stage was 230 WUS. The treatment group in the Sepulu subdistrict consisted of 115 WUS, while the control group in the Burneh subdistrict consisted of 115 WUS. The variables studied were self-assessment and WUS behavior. The statistical tests employed in the third stage are the chi-square test and logistic regression. Results: This research showed differences in the behavior of WUS with self-assessment and WUS without self-assessment, with a P value <0.05. In the behavioral variable, a p-value of 0.010 was obtained, which meant that there was an influence between self-assessment and the positive behavior of women of childbearing age for early detection of cervical cancer, with an OR of 7.200. Women who had conducted self-assessments and received a high-risk score had up to 7.2 times the chance of carrying out early detection compared to women who received a low-risk score, with a 95% CI value of 1.595-32.504. Conclusion: Self-assessment affects WUS behavior. Women with a high-risk score were 7.2 times more likely to undergo early detection as compared to women who got low scores.
Determinasi Pengetahuan Ibu dan Pengaruh Rokok    terhadap Kejadian ISPA pada Balita: Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan Setiani, Eka Menik; Mirasa, Yudied Agung; Winarti, Eko
Sci-tech Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Sci-tech Journal  (STJ)
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.928 KB) | DOI: 10.56709/stj.v2i2.105

Abstract

ISPA disease occurs in toddlers because the child's immune system is still low. ISPA disease can be transmitted through saliva, sneezing, breathing air that contains germs that are inhaled by healthy people through their respiratory tract. Based on data from the Banjit health center, ARI is included in the 10 highest diseases in the working area of the Banjit health center, in 2022 ARI cases totaled 1184 cases. There were 371 cases in toddlers with ARI cases. The risk of smoking inside the house, residue can stick to curtains, sofas, roofs, even children's toys. Parents' smoking habit in the house makes toddlers passive smokers who are always exposed to cigarette smoke. The aim of the study was to determine (title) the factors associated with ARI in toddlers in the Banjit Health Center Work Area in 2022. using a quantitative cross-sectional method using the Simple Random Sampling technique. Data analysis looked for a relationship (title) using the chi square test, with independent variables and dependent variables (Knowledge, smoking habits, ARI under five). The study population was taken from 103 toddlers who were sick with ISPA from September to December 2022. With a sample of 84 toddlers. The results showed that there was a relationship between mother's knowledge (p-value = 0.002), smoking habits of family members (p-value = 0.004) and ARI in toddlers. The conclusion in this study is that there is a relationship between the determination of mother's knowledge and the effect of smoking on the incidence of ARI in toddlers. As an act of controlling ISPA in the working area of the Banjit Public Health Center, two risk factors are the top priority. Community support in creating a healthy living community movement (Germas) is especially sought not to smoke near toddlers.  Keywords: Knowledge, Smoking Habits, ARI under five  
Pemberian PMT Modifikasi Berbasis Kearifan Lokal pada Balita Stunting:: Studi Kasus di Kabupaten Timor Tengah Selatan NTT Pingge, Yusti Anggi Umbu; Mirasa, Yudied Agung; Winarti, Eko
Sci-tech Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Sci-tech Journal  (STJ)
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.587 KB) | DOI: 10.56709/stj.v2i2.106

Abstract

Stunting is a condition where growth delays occur in children which are characterized by a condition where their bodies are shorter when compared to children of their age. The purpose of this study was to analyze the provision of modified PMT based on local wisdom to stunting toddlers. This research method is the desk study method, namely the collection of data and information including documentation studies and literature studies from the results of previous studies related to this research. Data analysis in this research is content analysis. The results of the study showed that giving modified PMT based on local wisdom to stunting toddlers with the local food type bose corn could improve and increase the nutritional status of children. Provision of additional food ingredients for corn bose can be combined with fish, eggs, nuts, and vegetables to improve children's nutrition. Bose corn can also help increase the productivity of breastfeeding mothers.
The effectiveness of health education based on local wisdom of the people of Tulungagung Regency on maternal parenting in preventing stunting Astuti, Dita Apriana Dwi; Winarti, Eko; Mirasa, Yudied Agung
BKM Public Health and Community Medicine Vol 39 No 12 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v39i12.6157

Abstract

Purpose: This study was to determine the effectiveness of Health Education Based on Local Wisdom of the People of Tulungagung Regency on Mother Parenting in Fulfilling Toddler Nutrition as an Effort to Prevent Stunting. Methods: This research uses a quasi-experimental approach. The research location is in Bandung District, Tulungagung Regency. The population is all mothers who have children under five (0-3 years) in Bandung District, Tulungagung Regency. The research sample consisted of 60 respondents which were divided into 30 treatment groups and 30 control groups, which were taken using cluster random sampling technique. Data was collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability before and after the education was implemented. Data analysis using a two-way ANOVA test. Results: There is an interaction of knowledge and parenting style variables together with time (pre-test and post-test) and group (intervention and control) when viewed from the p-value <0.05. The results of this analysis, the group of mothers who receive health education through the lecture method and local wisdom-based modules is related to the knowledge and parenting patterns of mothers. Conclusion: Health education interventions through the lecture method and local wisdom-based modules have been shown to have a significant effect on maternal parenting in stunting prevention.
Pembuatan masker dan bilik disinfektan sebagai upaya membantu masyarakat terdampak covid-19 Safi'i, Imam; Candra, Agata Iwan; Widodo, Silvi Rushanti; Santoso, Ariadi; Heryanto, Budi; Winarti, Eko; Rahmadi, Afif Nur
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v4i1.7524

Abstract

The spread of Covid-19 in Indonesia has begun to increase from April 2020, this is because there are still many people who have not implemented the prevention of transmission such as one of them using masks. Observations made at crowded places such as traditional markets found that many people do not use masks due to the scarcity of masks in the market. The methods of making the masks and disinfectant booths aims to help the community, especially in the Kediri region which was affected by the spread of Covid-19. The masks and disinfectant booth products are carried out independently by the Kadiri University in collaboration with the students, lecturers, and alumni of Kadiri University, where the products will be submitted as a form of social service to people in need such as the traditional market in Grogol Village, Kediri Regency. In addition to distributing masks to the public, also given education through socialization the importance of doing a form of prevention of the spread of Covid-19 by always washing hands regularly, keep a distance, and always use a mask.
PENGETAHUAN IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS TERHADAP KELAHIRAN BAYI LAHIR RENDAH: LITERATURE REVIEW Polina Allolingi, Irma; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24822

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak kurang energi kronis pada kejadian berat badan lahir rendah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis dan komprehensif penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang hubungan pengetahuan ibu hamil kurang energi kronis dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah. Penelitian ini merupakan penelitian literature review yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penelitian yang telah dilakukan tentang hubungan pengetahuan ibu hamil kurang energi kronis dengan kejadian berat badan lahir rendah. Kriteria inklusi penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan variabel pengetahuan ibu hamil kurang energi kronis dan kejadian berat badan lahir rendah. Instrumen pada penelitian ini adalah kumpulan jurnal ilmiah, artikel, buku, dan laporan penelitian yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kurang energi kronis pada ibu hamil meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, terutama pada trimester kedua kehamilan. Faktor usia, paritas, dan kebijakan pemerintah dalam pemantauan status gizi serta program intervensi menjadi poin penting dalam analisis. Peningkatan pemahaman ibu hamil tentang gizi, dukungan suami, dan program pemerintah merupakan langkah kunci untuk mengatasi tantangan ini. Kesimpulannya pemantauan dan intervensi gizi selama kehamilan sangat penting untuk mengurangi risiko berat badan lahir rendah, memastikan kelahiran bayi yang sehat, dan meningkatkan kesejahteraan ibu.
KEARIFAN LOKAL PAPUA DALAM PENCEGAHAN MALARIA DENGAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Maulana, Irvan; Sambonu, Yurika Febiyani; Rusni, Rusni; Kirwelakubun, Andreas; Nay, Dian Nofitasari Umbu; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24837

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat serius di Papua Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Tujuan dari penulisan systematic literatur review ini yaitu untuk mengkaji kearifan lokal Papua dalam pencegahan malaria dengan tanaman obat tradisional. Populasi penelitian ini adalah seluruh publikasi ilmiah yang membahas tentang tanaman obat tradisional yang digunakan untuk pencegahan malaria di Papua. Sampel pada penelitian ini adalah publikasi ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi yaitu penelitian yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020 – 2024, penelitian yang ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia, penelitian yang membahas tentang tanaman obat tradisional yang digunakan untuk pencegahan malaria di Papua, penelitian yang memiliki desain penelitian yang valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Papua memanfaatkan tanaman seperti sungkai, pepaya, dan sambiloto, yang memiliki potensi antimalaria. Studi etnobotani mengidentifikasi berbagai tanaman obat tradisional yang digunakan untuk mengobati malaria. Penggunaan Tanaman Obat Keluarga juga menjadi fokus, menunjukkan hasil positif dalam pencegahan malaria di suatu kampung dengan melibatkan kader kesehatan. Beberapa penelitian juga mengeksplorasi metode tradisional seperti lotion sereh dengan hasil efektif dalam mengusir nyamuk pembawa malaria. Konservasi tanaman obat tradisional dan integrasi pengetahuan lokal dan ilmiah juga mendapat perhatian untuk mempertahankan kearifan lokal dan mengembangkan pengobatan malaria yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa penggabungan kearifan lokal dalam strategi pencegahan malaria dapat meningkatkan keberlanjutan dan penerimaan masyarakat.
Co-Authors Abda Abda Adhitia Rosyadi, Firdaus Afif Nur Rahmadi, Afif Nur Agata Iwan Candra Agung Mirasa, Yudied Agus Sugiarto Aiba, Mariance Alimansur, Moh Alimansur, Moh. Anggi Umbu Pingge, Yusti Ariadi Santoso, Ariadi Arring, Oktovianus Duma Astuti, Dita Apriana Dwi Awatiszahro, Alfika AYU ASTUTI, AYU Banne, Dina Budi Heryanto Chatarina Umbul Wahyuni Darman Darman Dessy Lutfiasari Erna Susilowati Evi Purwanti Firdausi Ramadhani, Firdausi Fofid, Paskalina Hasan, Ghofar Hyperastuty, A. Santika Inayah, Lailatul Indah Jayani Karwuni, Karwuni Katemba, Yohana Kirwelakubun, Andreas Kowi, Rut Langi, Steven Lusiana Wardhani, Desi Marni Marni, Marni Martenci Ledoh, Nurani Martianawati Martianawati Maulana, Irvan Mirasa, Yudied Agung Mohamad, Norfidah Mujiono, Fitriana Desi Murib, Yatinus Nadhiroh, A’im Matun Nay, Dian Nofitasari Umbu Nikmatul Firdaus, Nikmatul Nirwana, Betanuari Sabda Noer Saudah, Noer Novita Agnes, Yeni Lutfiana Nur Anissa, Rahma Nurhayati, Nika Dewi Pingge, Yusti Anggi Umbu Polina Allolingi, Irma Pomeo, Wilem Reinhart Ridolof Pradana, Dio Alif Puspitasari, Rahma Ajeng Rauf, Fitrah Hi Rengkuan, Margaretha Priska Rias, Natan Roempoembo, Febry Y.Y ROFIAH, KHOFIDHOTUR Rusni Rusni Rusni, Rusni Safi'i, Imam Sakti, Bima Sambonu, Yurika Febiyani Selfiana, Selfiana Serewy, Anthon Maikel Setiani, Eka Menik Setiawan, Fachruddin Ari Soares, Ivo Da Costa Sondang Sidabutar Sri Haryuni Sunardi Sunardi Sunardi Sunarto, Teguh Syukur, Maya Umbu Nay, Dian Nofitasari Umbu Nay, Dian Novita Sari Upa, Ludia Weyai, Hilda Deleda Widodo, Silvi Rushanti Yohanes Andy Rias Yohanis, Jein Chelli Yulinda, Vivitri