Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL REKAYASA

ANALISA KEBUTUHAN STANDARDISASI PENGUKURAN KUANTITAS (STANDARD METHOD OF MEASUREMENT) PADA INDUSTRI KONSTRUKSI DI INDONESIA Dwifitra Jumas; Sesmiwati; Nengah Tela
JURNAL REKAYASA Vol 7 No 1 (2017): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.291 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan standar metode pengukuran pada konstruksi bangunan di Indonesia. Penggunaan SMM biasanya digunakan untuk tujuan tender dalam penyusunan BQ yang menjadi bagian dari kontrak konstruksi. Standar ini dimaksudkan untuk memastikan akurasi dan adanya keseragaman dalam pengukuran suatu item pekerjaan. SMM dapat mengurangi keragaman, keraguan dan perselisihan dalam pengukuran yang sebenarnya diantara para pihak yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner yang disebarkan kepada praktisi industri konstruksi. Hasil survei mengenai praktek pengukuran pekerjaan pada konstruksi bangunan saat ini. Mayoritas responden menggunakan standar metode pengukuran mereka sendiri, sedangkan yang lain menggunakan SMM dari negara lain dan bahkan ada yang tidak menggunakan SMM apapun. Selan itu, penelitian ini juga menemukan masalah yang signifikan karena keberagaman SMM adalah adanya perbedaan intrepretasi perhitungan volume pekerjaan dalam proses tender dan evaluasi kemajuan pekerjaan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) IBUKOTA KABUPATEN PADANG PARIAMAN Saputra, Adrian; Jumas, Dwifitra Y
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padang Pariaman menjadi salah satu dari 12 kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Barat dengan ibukota kabupaten yaitu Parit Malintang. Saat ini kondisi perkembangan kawasan Ibukota Padang Pariaman sangatlah cepat dalam perkembangannya. Oleh karena itu perkembangan kawasan ini perlu diarahkan agar lebih merata dan menyeluruh di kawasan perkotaan maupun sekitarnya. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) suatu kota harus ditetapkan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) bagian dari wilayah kota tersebut yang perlu disusun. Hal ini dapat tercapai dengan rencana tata ruang yang baik agar bisa terwujud suatu ruang yang aman, nyaman dan berkelanjutan. Dalam mendukung hal tersebut dibutuhkan pula peran masyarakat dalam penyusunan RDTR Ibukota Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini penting karena masyarakat lebih tahu dengan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka dan untuk itu perlunya peran masyarakat dalam penyusunan rancangan dokumen RDTR tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa partisipasi dari masyarakat dalam penyusunan RDTR kawasan Ibukota Kabupaten Padang Pariaman belum efektif. Tidak semua masyarakat diundang, hanya perwakilan dari masyarakat saja. Bentuk partisipasi masyarakat dalam penyusunan RDTR ini secara vertikal. Hal ini dapat terjadi dengan suatu kondisi tertentu masyarakat terlibat dan menjadi bagian dalam suatu program dengan pihak lain. Sedangkan Tingkat partisipasi masyarakat dalam penyusunan RDTR kawasan Ibukota Kabupaten Padang Pariaman berada pada tingkat empat yaitu Consultation (konsultasi) dari sebanyak delapan tangga partisipasi Arnstein. Konsultasi dilakukan dengan mengundang pendapat-pendapat masyarakat sebagai langkah lanjutan setelah diberikan informasi.