Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Relationship Between Social Media Education and Donor Motivation and the Prevalence of Voluntary Blood Donors in Makassar City Sodeali, Naufal Imtimad; Julyani, Sri; Pramono, Sigit Dwi; Irmayanti, Irmayanti; Khalid, Nur Fadhillah
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10732

Abstract

Ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi pendonor darah sukarela, namun di Indonesia, termasuk Kota Makassar, pasokan darah masih menghadapi tantangan keberlanjutan. Di era digital, media sosial berpotensi menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi donor darah, tetapi efektivitasnya dalam konteks lokal belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi melalui media sosial terhadap motivasi pendonor darah sukarela, hubungan motivasi pendonor dengan prevalensi pendonor darah sukarela, serta distribusi pemanfaatan media sosial oleh pendonor darah di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 98 pendonor darah dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur efektivitas edukasi media sosial dan tingkat motivasi pendonor, sedangkan data sekunder prevalensi pendonor diperoleh dari UTD PMI Kota Makassar dan UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Prevalensi pendonor darah sukarela di Kota Makassar sebesar 4,17%, melebihi standar minimal WHO. Sebagian besar responden memanfaatkan media sosial secara sering hingga sangat sering, dengan Instagram sebagai platform utama. Mayoritas responden menilai media sosial efektif sebagai sumber edukasi donor darah, dan tingkat motivasi pendonor berada pada kategori tinggi hingga sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas penggunaan media sosial dan tingkat motivasi pendonor darah sukarela (p = 0,038). Edukasi melalui media sosial berperan penting dalam meningkatkan motivasi pendonor darah dan berkontribusi terhadap tingginya prevalensi pendonor darah sukarela di Kota Makassar.
Determinant Factors Causing Postpertum Hemorrhage At Sitti Khadijah Maternal and Child Hospital (RSIA), Makassar City M. Yasir, Putri Anugerah; Syahril, Erlin; Nulanda, Mona; Mappaware, Nasruddin Andi; Pramono, Sigit Dwi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10348

Abstract

Perdarahan post partum (PPH) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab PPH di RSIA Sitti Khadijah Kota Makassar, dengan fokus pada faktor tonus, faktor trauma, dan retensio plasenta. Data diperoleh dari ibu bersalin yang mengalami PPH pada tahun 2022 dan 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor trauma menjadi penyebab utama PPH (46,7%), diikuti oleh faktor tonus (30%) dan retensio plasenta (23,3%). Temuan ini menyoroti pentingnya deteksi dini faktor trauma dan pengelolaan yang lebih baik terhadap faktor-faktor ini untuk mencegah PPH di rumah sakit. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan protokol pencegahan PPH yang lebih efektif di RSIA Sitti Khadijah dan fasilitas kesehatan lainnya.
Comparative Analysis Of Glutation Perioxidase (GPx) Levels In Obesity And Non-Obesity Teenagers Ismaya, Fausiah; Gayatri, Sri Wahyuni; Pramono, Sigit Dwi; Bamahry, Aryanti R.; Utami, Dian Fahmi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10377

Abstract

Obesitas pada remaja telah menjadi masalah kesehatan global yang meningkat, dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar glutation peroksidase (GPx) pada remaja obesitas dan non-obesitas serta mengeksplorasi hubungannya dengan obesitas. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan sampel 50 remaja. Pengukuran kadar GPx dilakukan menggunakan spektrofotometer, dan analisis data menggunakan uji T-test dan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar GPx pada remaja obesitas (109.68 U/g) lebih tinggi dibandingkan dengan non-obesitas (81.20 U/g), yang menunjukkan peningkatan stres oksidatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas berhubungan dengan peningkatan stres oksidatif, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan metabolik remaja jangka panjang. Disarankan untuk mengembangkan program intervensi yang lebih berbasis bukti dan memperhatikan faktor gender dan sosial-ekonomi dalam pencegahan obesitas.
Karakteristik Pasien Morbus Hansen di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan Puskesmas Jejaring Tahun 2022-2024 Al Ansar, Nur Maeymanah; Waspodo, Nurelly Noro; Pramono, Sigit Dwi; Vitayani , Sri Vitayani; Abdi, Dian Amelia
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 2 (2026): HEME May 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i2.2251

Abstract

Latar Belakang: Morbus Hansen (kusta) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah kasus baru. Pemahaman mengenai karakteristik pasien kusta menjadi fondasi penting untuk memperkuat strategi pengendalian dan meningkatkan mutu layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien Morbus Hansen di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan puskesmas jejaringnya periode 2022-2024 berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat pendidikan, gejala awal, hasil pemeriksaan BTA, klasifikasi penyakit, jenis pengobatan, dan kepatuhan pengobatan. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien Morbus Hansen periode 2022-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage sampling (tahap 1: pemilihan lokasi penelitian; tahap 2: total sampling seluruh rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi). Seluruh data rekam medis pasien dengan diagnosis definitif dan data lengkap diikutsertakan dalam penelitian. Data dianalisis secara univariat dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 73 pasien, sebagian besar mendapatkan pelayanan di puskesmas (90,4%) dengan proporsi tertinggi di Puskesmas Tamalate (19,2%). Pasien didominasi usia dewasa 18-59 tahun (71,2%), laki-laki (64,4%), pekerja buruh (24,7%), dan pendidikan SMA (30,1%). Gejala awal terbanyak adalah kelainan kulit disertai mati rasa (75,3%), dengan hasil BTA positif (72,6%) dan klasifikasi tipe Multibasiler (72,6%). Pengobatan MDT MB diberikan kepada 72,6% pasien, dan 67,1% pasien patuh menjalani pengobatan. Kesimpulan: Karakteristik pasien Morbus Hansen di lokasi penelitian didominasi usia produktif, laki-laki, pekerja buruh, dengan gejala klasik bercak mati rasa, serta tingginya proporsi tipe MB dan BTA positif yang mengindikasikan masih terjadinya keterlambatan diagnosis. Masih ditemukan sepertiga pasien (32,9%) dengan ketidakpatuhan pengobatan yang memerlukan intervensi program.