Claim Missing Document
Check
Articles

DIBALIK KETAKUTAN AKAN KEDEKATAN: PENGARUH SELF ESTEEM DAN FATHER INVOLVEMENT TERHADAP FEAR OF INTIMACY PADA GENERASI Z DI KABUPATEN KARAWANG Lena Nuraena; Wina Lova Riza; Mohamad Sopian
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.9077

Abstract

Generasi Z tumbuh dalam kemajuan digital yang intens, tetapi justru rentan mengembangkan fear of intimacy, yaitu kecenderungan menghindari kedekatan emosional karena kekhawatiran terhadap penolakan atau kerentanan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem dan father involvement terhadap fear of intimacy pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas, dimana pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini yaitu Generasi Z, dengan rentang usia 14–29 tahun, yang berdomisili di Kabupaten Karawang. Sampel penelitian berjumlah 355 responden dengan teknik sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Instrumen menggunakan tiga skala psikologis, fear of intimacy diukur dengan skala FICQ, self-esteem diukur dengan skala RSES dan father involvement diukur dengan skala FIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan father involvement memiliki pengaruh signifikan terhadap fear of intimacy pada Generasi Z di Kabupaten Karawang.
Pengaruh Self Esteem terhadap Forgiveness pada Remaja Akhir yang Mengalami Putus Cinta di Karawang Aditya Fahriansyah; Wina Lova Riza; Dinda Aisha
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 6 No. 2 (2026): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Late adolescence is a developmental phase characterized by increased emotional involvement in romantic relationships. At this stage, romantic relationships often become a source of happiness as well as psychological vulnerability. When such relationships end, many late adolescents experience emotional distress such as deep sadness, disappointment, anger, and feelings of blaming themselves or others. This study aims to determine whether self esteem influences forgiveness in late adolescents who have experienced a romantic breakup. Forgiveness is an effort to reduce negative emotions such as the desire for revenge and the tendency to avoid others, while also encouraging the intention to repair and reestablish relationships in a peaceful manner. This study employed a quantitative method with a causal research design. The sample consisted of 204 late adolescents aged 19–21 years from Karawang Regency. Data were collected using two scales: the Transgression-Related Interpersonal Motivations (TRIM) Inventory developed by McCullough, which has been adapted into Indonesian, and the Rosenberg self esteem Scale (RSES), also adapted into Indonesian. The results of the regression analysis showed that self esteem has a significant effect on forgiveness, with self esteem positively and significantly influencing forgiveness and contributing 24.7% to the variance. This means that late adolescents who have experienced a breakup and possess high levels of positive self esteem are more capable of exhibiting forgiveness.
Kualitas Tidur Dalam Tekanan Sandwich Generation: Pengaruh Stres Pada Dewasa Awal Di Karawang Dhiya Rachma Kintani; Wina Lova Riza; Mohamad Sopian
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1306

Abstract

Sandwich generation memiliki resiko mengalami kualitas tidur yang buruk karena harus menjalani peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh bagi anak dan orangtua secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh stress terhadap kualitas tidur pada sandwich generation dewasa awal, dengan rentang usia 20-40 tahun, yang berdomisili di Karawang. Sampel penelitian ini berjumlah 204 responden dengan menggunakan teknik non-probabilitas dengan teknik snowball sampling. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Alat ukur yang digunakan adalah skala PSQI  untuk mengukur kualitas tidur dan skala PSS untuk mengukur stres. Menggunakan uji , uji hipotesis regresi linear sederhana, dengan melakukan uji klasik asumsi normalitas, uji linearitas, serta uji tambahan berupa uji koefisien determinasi, uji kategorisasi dan uji beda. Hasil uji hipotesis linear sederhana penelitian ini sebesar 0,290 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, maka hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti bahwa stres memiliki pengaruh terhadap kualitas tidur. Hasil koefisien determinasi menunjukan stres memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas tidur sebesar  29,5%.