Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Media Economics During The Pandemic: Study Case of Beritasatu TV Nisa, Pia Khoirotun; Iswatunnisa, Iis
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v4i2.28968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi salah satu stasiun televisi swasta yaitu BeritaSatu Tv dimasa pandemik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif sedangkan metode pengumpulan datanya dengan wawancara mendalam dan sumber kepustakaan. Teori yang digunakan dalam peneltian ini adalah teori ekonomi media milik Robert G. Picard. Robert G. Picard menggaris bawahi bahwa studi ekonomi media mempelajari bagaimana tekanan ekonomi dan keuangan membawa dampak yang beragam kepada aktivitas, sistem, organisasi, dan perusahaan media serta telekomunikasi. Picard membagi tradisi yang berkembang didalam kajian ekonomi media menjadi tiga,yaitu; tradisi teoritis (theoretical), tradisi terpaan(applied), dan tradisi kritis (critical). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa pandemik ini sangat berpengaruh terhadap industri media yang salah satunya adalah media televisi, khususnya BeritaSatu TV. Yang dimana perusahaan melakukan beberapa hal untuk bisa mempertahankan eksistensinya, diantaranya melakukan koevolusi yaitu merambah kepada new media, lalu melakukan rasionalisasi yaitu pengurangan karyawan dan menekan angka pengeluaran pada produksi program yang membutuhkan biaya yang besar.
Strategi Komunikasi OIC Youth Indonesia dalam Meningkatkan Kualitas Pemuda Muslim melalui Program Kepemimpinan Rahayu, Rahma Putri; Nisa, Pia Khoirotun
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v1i2.23891

Abstract

The Indonesian Islamic Cooperation Youth Organization is a youth organization that builds the quality of youth through leadership programs. As in IIYLS 2019, there are two agenda of activities, namely the OIC Model and YES. Methods in this research are qualitative. Data collection techniques consist of observation, interviews, and study documentation to be analyzed in the descriptive data analysis technique. Laurie J. Wilson and Joseph D. Odgen about the stages of communication strategy. There are four stages on Research, Action Plans, Communication and Evaluation. The results of this study indicate that the strategy research conducted by the Youth Organization of Indonesian Islamic Cooperation has been going well. This is evidenced by the formation of a leadership program team, coordination and cooperation with the government that is managed, the use of appropriate publication media, as well as the packaging of interesting activity programs.
Interaksi Simbolik Komunitas Bintang Ungu dalam Kegiatan Amal Syafani, Nur Arisyah; Nisa, Pia Khoirotun
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v2i2.28990

Abstract

Gelombang Korea (Korean Waves) menciptakan berbagai produk salah satunya K-Pop, yang saat ini banyak digandrungi oleh masyarakat dibuktikan dengan eksistensi salah satu boygroup asal Negeri Ginseng yaitu BTS. Dengan jumlah massa yang kian menjamur, penggemar BTS atau yang disebut ARMY khususnya di Indonesia dalam pandangan umum dilekatkan dengan stigma negatif, tapi ternyata menciptakan beberapa kegiatan-kegiatan kemanusiaan memberi kepada yang membutuhkan, melalui interaksi dengan pemaknaan simbol-simbol yang disepakati. Berdasarkan konteks di atas, riset ini fokus pada pertanyaan mayor ‘Bagaimana interaksi simbolik dalam menjalin komunikasi di Komunitas Bintang Ungu?’ Sedangkan pertanyaan minor ‘Apa saja simbol-simbol dan pemaknaan dari terjalinnya interaksi simbolik oleh Komunitas Bintang Ungu pada kegiatan amal? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori Interaksi Simbolik Herbert Blumer di mana memiliki 3 premis yaitu, meaning (pemaknaan), language (bahasa), dan thought (pemikiran). Peneliti menemukan bahwa terdapat 8 simbol yang dipertukarkan pada saat tahap interaksi, melalui tindakan atas pemaknaan program- program Bintang Ungu sebagai amal kepada Allah, healing, bahagia, bantuan, rasa syukur, menyebarkan pesan positif, terinspirasi oleh BTS, dan bantahan ujaran kebencian yang dilakukan bukan hanya pihak internal saja, tetapi pihak eksternal yang juga bersinggungan langsung dengan Bintang Ungu.
Propaganda Politik dalam Media Sosial: Studi Kasus Penyebaran Hoaks Pilpres 2024 di X Yanti, Dewi Yulia; Rizqiana, Septi; Fadhilah, Faiz Nur Aziz; Nisa, Pia Khoirotun
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1295

Abstract

Penelitian ini mengkaji penyebaran hoax sebagai bagian dari strategi propaganda politik yang sistematis dan terstruktur pada pemilu presiden Indonesia tahun 2024, dengan fokus pada platform Twitter/X. Dalam konteks ini, hoax bukan sekedar informasi palsu; mereka adalah alat komunikasi politik yang dirancang untuk membentuk opini publik melalui pendekatan emosional, simbolik, dan berbasis algoritma. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma post-positivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang berlatar belakang politik digital, serta mendokumentasikan konten yang beredar di Twitter/X. Temuannya mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk propaganda politik mencakup kontra-narasi strategis, personal branding yang emosional, daya tarik empati yang salah, eksploitasi isu-isu sensitif, dan konstruksi realitas yang menyesatkan. Konten ini disebarluaskan secara terorganisir melalui akun besar dan buzzer serta dipersonalisasi berdasarkan preferensi audiens untuk menciptakan ilusi konsensus publik. Temuan-temuan ini menggarisbawahi dampak signifikan propaganda digital terhadap polarisasi sosial dan persepsi masyarakat, menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital dan menumbuhkan masyarakat yang lebih cerdas mengenai konten politik online.
Retorika Politik Anies Baswedan pada Kampanye Pemilu 2024 Terhadap Persepsi Publik di TikTok Hasanah, Maulida Rizki; Putri, Fingkan Aulia; Hamka, Hamka; Nisa, Pia Khoirotun
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.1302

Abstract

Perubahan signifikan dalam pola komunikasi politik telah terjadi di Indonesia dan negara lain akibat kemajuan teknologi informasi di era digital. Media sosial telah menjadi ruang strategis bagi politisi untuk menyampaikan pesan politik secara cepat dan efektif kepada berbagai segmen audiens. TikTok merupakan salah satu platform populer yang digunakan dalam kampanye pemilu 2024 karena menawarkan format video pendek yang menarik dan memungkinkan interaksi dua arah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis retorika politik Anies Baswedan di TikTok dan pengaruhnya terhadap persepsi publik, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan dokumentasi konten video kampanye TikTok Anies Baswedan dan wawancara terstruktur. Ini menunjukkan bahwa strategi retorika Anies menggabungkan unsur-unsur pendidikan, dialogis, emosional, dan substansial. Pendekatan edukatif terlihat dalam narasi nasional yang kritis, sedangkan pendekatan dialogis diwujudkan melalui program interaktif “Desak Anies.” Retorika emosional secara efektif membangun kedekatan emosional dengan audiens muda melalui cerita kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai manusiawi. Namun, pengaruh retorika ini bersifat segmented; lebih efektif di kalangan digital natives dan terbatas di kalangan pemilih yang sudah mapan. Studi ini menemukan bahwa algoritma TikTok memprioritaskan konten emosional, seringkali mengesampingkan pesan-pesan programatik. Ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan pesan substansial dengan narasi emosional dalam kampanye politik digital di Indonesia. Dalam lanskap politik digital Indonesia, retorika politik merupakan alat penting bagi politisi untuk membangun citra, mempengaruhi opini publik, dan memperluas basis dukungan melalui media sosial. Seiring dengan meningkatnya popularitas platform video pendek seperti TikTok, kampanye politik telah beralih dari komunikasi formal ke narasi visual yang emosional, ringan, dan dialogis.
Strategi Komunikasi Dakwah Ustazah Oki Setiana Dewi di Media Sosial dalam Membangun Keterhubungan dengan Audiens melalui YouTube Nisa, Pia Khoirotun; Zakaria, Zakaria; Istiqomah, Alfina Nur
Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Vol 28, No 2 (2024): Dakwah: Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dakwah.v28i2.42865

Abstract

The digital era has presented social media as a new space for delivering da'wah messages. Ustazah Oki Setiana Dewi is one of the da'wah figures who utilizes Instagram and YouTube as the main platforms to build relationships with audiences. This research aims to answer two problem formulations: (1) How is Ustazah Oki Setiana Dewi's da'wah communication strategy on social media, especially Instagram and YouTube, in building a connection with the audience? (2) What are the forms of da'wah communication strategies applied by Ustazah Oki Setiana Dewi on the two platforms? This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. The paradigm used is interpretivism, which focuses on a deep understanding of the meaning behind the da'wah message and the audience's response to it. The theoretical foundation used is Al-Bayayuni's da'wah communication theory, which includes three main dimensions: informative, persuasive, and expressive. The data findings show that Ustazah Oki's da'wah communication strategy on Instagram and YouTube has significant differences. On YouTube, the da'wah content is educative and in-depth, utilizing a longer duration to discuss religious topics in a structured manner. This approach fulfills the informative dimension of Al-Bayayuni's theory. Meanwhile, on Instagram, Ustazah Oki uses a more concise, emotional, and interactive approach through reels, stories, and live features, which emphasize the persuasive and expressive dimensions. In-depth discussion reveals that Ustazah Oki's strategies on both platforms reflect adaptations to the characteristics of social media and their audiences. On YouTube, the audience is more focused on in-depth religious learning, while on Instagram, they are more interested in concise and inspirational dakwah content. This shows the importance of flexibility in da'wah communication strategies to reach diverse audiences in the digital era.
Ex-Terrorist Motivation in Reeducation Program: Case Study of Terrorism Convicts in Indonesia Nisa, Pia Khoirotun; Mustofa, Tutur Ahsanil; Albantani, Azkia Muharom; Syafri, Mohamad
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i1.35047

Abstract

AbstractTerrorism is one of the extraordinary crimes, creating terror based on ideological differences and misinterpreting religious teaching. This research focuses on how the re-education program for terrorist convicts is carried out and what are the factors that influence a person to be involved in criminal acts of terrorism. The research uses qualitative methods within the exploratory, investigative approach. The participants of the research are 36 terrorism convicts who are still serving their sentences. The research found that the re-education program given to terrorism convicts centered on strengthening ideology related to strong religious values and nationalism spirit. The ideological aspect is the main point in the re-education program, this is because the ideological aspect is more permanent and effective. The terrorists were still dominated by males and members of JAD (Jamaah Anshorut Daulah). The background of the individuals is also varied, ranging from uneducated to bachelor or higher, unemployed to civil servants. The convicts who join a terrorist group have different reasons. However, several reasons generally stated by convicts involved in terrorist groups are a strong belief in a particular ideology or religion, hatred of certain groups or ideologies, and the urge to make radical changes in society. In addition, convicts may also be affected by factors such as poverty, injustice, and discrimination they experienced. The research also unveils that the convicts have regret for their previous acts. Therefore, the re-education program's main role is to ensure the convicts are part of society once again.AbstrakTerorisme adalah salah satu kejahatan luar biasa yang menciptakan ketakutan berdasarkan perbedaan ideologi dan penafsiran yang salah terhadap ajaran agama. Penelitian ini berfokus pada bagaimana program reedukasi terhadap terorisme dijalankan dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi seseorang untuk terlibat dalam tindakan kriminal terorisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif dan investigatif. Peserta penelitian adalah 36 narapidana terorisme yang masih menjalani hukuman mereka. Penelitian menemukan bahwa program reedukasi yang diberikan kepada narapidana terorisme berpusat pada penguatan ideologi terkait nilai agama dan semangat berbangsa yang kuat. Aspek ideologis menjadi poin utama dalam program reedukasi, hal tersebut dikarenakan aspek ideologis lebih bersifat permanen dan efektif. Teroris masih didominasi oleh laki-laki dan anggota JAD (Jamaah Anshorut Daulah). Latar belakang individu-individu ini juga beragam, mulai dari yang tidak berpendidikan hingga sarjana atau lebih tinggi, dari pengangguran hingga pegawai negeri. Narapidana yang bergabung dengan kelompok teroris memiliki alasan yang berbeda. Namun, beberapa alasan yang umumnya dinyatakan oleh narapidana yang terlibat dalam kelompok teroris adalah keyakinan kuat pada ideologi atau agama tertentu, kebencian terhadap kelompok atau ideologi tertentu, dan dorongan untuk membuat perubahan radikal dalam masyarakat. Selain itu, narapidana juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan diskriminasi yang mereka alami. Penelitian juga mengungkapkan bahwa para narapidana menyesal atas tindakan mereka sebelumnya. Oleh karena itu, program reedukasi menjalankan peran utamanya untuk memastikan para narapidana kembali menjadi bagian dari masyarakat.How to Cite: Nisa,P.K., Mustofa, T. A., Albantani, A.M., Syafri, M. (2023). Ex-Terrorist Motivation in Reeducation Program: Case Study of Terrorism Convicts in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 69-86. doi:10.15408/tjems.v10i1.35047.
Interelasi Qawaid Ushul Fiqh dalam Komunikasi Dakwah pada Masyarakat Nisa, Pia Khoirotun; Asmawi, Asmawi; Misnan, Misnan
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 1, No 2 (2023): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interelasi Qawaid Ushul Fiqh dalam Komunikasi Dakwah pada Masyarakat. Untuk melakukan penelitian mengenai keterkaitan qawaid ushul fiqh dalam mengkomunikasikan dakwah kepada masyarakat penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun kesimpulan dari apa yang telah dipaparkan di atas adalah Ushul Fiqh merupakan kaidah-kaidah yang dipergunakan untuk mengeluarkan hukum dari dalil-dalilnya, dan dalil-dalil bukum  (kaidah-kaidah yang menetapkan dalil-dalil hukum). Komunikasi dakwah memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai Ushul Fiqih kepada masyarakat. Ushul Fiqih adalah ilmu yang membahas prinsip-prinsip hukum Islam, dan dakwah adalah upaya untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Interelasi Qawaid Ushul Fiqh dengan Komunikasi Dakwah pada Masyarakat adalah adanya hubungan erat antara prinsip-prinsip dasar Ushul Fiqh dan proses komunikasi dakwah dalam menyampaikan ajaran agama kepada masyarakat.
Peran Komunikasi Virtual sebagai Metode Pembelajaran Jarak Jauh Hudhriah, Syarifah; Rahman, Amanda Mutiara; Rayhansyah, Alfridho; Nisa, Pia Khoirotun
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 1 No. 5 (2024): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/3wz2nc74

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran dari komunitass virtual dan apa saja bentuk peran komunitas virtual dalam mendukung pembelajaran jarak jauh. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan deskriptif dengan pengambilan data menggunakan hasil-hasil kajian dari penelitian terdahulu juga beberapa sumber berita yang menggambarkan kondisi yang faktual dan dapat dipercaya. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah komunitas virtual memiliki peran sebagai wadah untuk orang-orang yang memiliki hobi, ketertarikan bahkan tujuan yang sama dalam bertukar informasi atau berinteraksi secara aktif. Jika dilihat peran Aplikasi Duolingo memiliki kegunaan sebagai media dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris, di antaranya adalah para pengguna lebih mudah memahami materi. Selain sebagai wadah bagi individu dalam berinteraksi dan bertukar pikiran mengenai hal yang digemari, komunitas virtual atau dalam aplikasi Duolingo memiliki bentuk peran sebagai berikut: 1. Dukungan Emosional dan Sosial, maksudnya adanya komunitas virtual dapat menciptakan lingkungan yang mendukung, di mana para anggota komunitas saling memberikan dukungan emosional dan memotivasi satu sama lain dalam menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh sehingga menghadirkan semangat yang terus ada dalam diri individu untuk terus belajar. 2. Dukungan Pendidik dan Penyedia Materi. 3. Peningkatan Motivasi dan Keterlibatan.  
RETORIKA POLITIK DALAM ISU PALESTINA: ANALISIS PIDATO MAHMOUD ABBAS DI PBB DAN MEDIA DIGITAL Sari, Novi; Azzahra, Fathimah; Haq, Khaerunnisa Fajriatul; Ardiansyah, M. Rizky; Shabrian, Wildan Affad; Nisa, Pia Khoirotun
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 8 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i8.2025.3346-3354

Abstract

Retorika politik merupakan alat strategis dalam komunikasi diplomatik, terutama dalam isu-isu krusial seperti konflik Palestina-Israel. Artikel ini menganalisis pidato-pidato Mahmoud Abbas di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan media digital, dengan menggunakan pendekatan retorika Aristoteles (ethos, pathos, logos) dan teori framing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pidato Abbas secara efektif membangkitkan solidaritas internasional melalui kombinasi kredibilitas, emosi, dan logika yang terstruktur rapi dalam lima tahap retorika klasik. Artikel ini menekankan pentingnya retorika sebagai strategi komunikasi politik dalam membentuk opini publik global dan diplomasi internasional.
Co-Authors .F, Muhammad Khadafi Suhaemi Ahmad Zaky, Ahmad Akbar, Fauzan Pahrezi Akbar, Muhammad Fauzi Al Hafiz, Rizki Azhar Alamsyah, Tegar Aleksa, Nur Eka Anahiz, Sarah Ardian, Abigail Syafinllah Ardiansyah, M Rizky Ardiansyah, M. Rizky Arief Subhan Arsyada, Syahru Alfin Asmawi Az Zarkasyi, Jafar M. Aziz, Hilmi Azizah, Adhiya Nur Azkia Muharom Albantani Azzahra, Dinda Putri Azzahra, Fathimah Azzahra, Syawla Malika Azzahra, Vendya Shifa ‘Aisy, Firyal Rohadatul Baskara, Vanza Aulia Candra, Adian Chomairha, Vistaufa Wardhatul Damayanti, Lisna Dewi, Shinta Komal Dwisatriyo, Bambang F.N., Daffa Atha Fadhilah, Faiz Nur Aziz Fadhilah, Jihan Fadilah, Fatimah Zahro Fadiyah, Ghaza Ryzki Fahmi, Muhammad Ikhsan Faiziyyah, Ragil Sadirah Faradilah, Nur Farizi, Abdurrahman Al Favian Sirait, Fariza Fitah, Shabrina Nawal Fudholi, Muhammad Ilham Hafair, Arya Putra Hafidz, Hilman Sulaiman Hamka Hamka, Hamka Hana, Mutia Haq, Khaerunnisa Fajriatul Hasanah, Maulida Rizki Hasidiqi, Hasbi Haya, Auriel Najma Hayyan, Nabil Hazami, Muhammad Haikal Hudhriah, Syarifah Husna, Radiatul Ibadurahman, Yasin Iffah, Ismina Ilham, Muhammad Fahriansyah Istiqomah, Alfina Nur Iswatunnisa, Iis Jazil, Alfan Khoirul Kamil, Abdul Fatah Khoerunnisa, Nabila Kultsum, Ummi Latifah, Latifatul Lila, Annisa Rahma M, Azka Aisul Mahdani, Ajriya Marwazy, Akhmad Mataharembu, Ridhan Maulana, Basyar Arif Mayufid, Ridwan Misnan, Misnan Mohamad Syafri Mubarroq, Farros Arkaan Muhammad Rizki Murodi Murodi Mustofa, Tutur Ahsanil Naftali, Muhammad Lazuardi Nasywa, Mayyada Alfi Novi Sari Nugroho, Yudi Cahyo Octaviona, Vivi Pamungkas, Rio Erdi Pangestuti, Bethari Hana Pasaribu, Salwa Ramadhani Prabandari, Ririn Dwi Prayoga, Muhammad Bintang Purnomo, Anisya Septiawati Putri, Fingkan Aulia Putri, Zhalsabila Maharani Putri. W, Zafira Azzahra Rachman, Fadly Arief Rahayu, Rahma Putri Rahman, Amanda Mutiara Rajabi, Jibran Aufa Ramadhan, Gema Akbar Ramadhan, M Rifki Ramadhan, Muhammad Rifqhi Rayhansyah, Alfridho Rifaldi, Bagus Rizkiyah, Adinda Zulfa Rizqiana, Septi Rozak, Abd. RR. Ella Evrita Hestiandari Sa’id Mubarok, Ilham Bakir Saputro, Puguh Sari, Septiana Shabrian, Wildan Affad Shofwan, Muhammad Hilmi Siti Khotimah Syafani, Nur Arisyah Syamsiar, Syamsiar Taqiyuddin, Muhammad Fathi Tasya, Lulu Mayla Tazakka, Bagas Bejaji Triyana, Devi Ulhaq, Rifqy Dhiya Uli S., Akhmad Yanti, Dewi Yulia Zakaria Zakaria