Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Metode Spendle Boxes Terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Raudlatul Ulum Assaidi, Aas Muassaroh; Humaedi, Humaedi; Nurhayati, Is
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20418

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan langkah penting dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk perkembangan anak secara optimal, khususnya dalam masa emas usia 5-6 tahun. Di RA Raudlatul Ulum, metode Spindle Boxes digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak-anak, terutama dalam memahami konsep angka dan jumlah. Namun, penelitian yang ada belum memberikan data empiris yang cukup mengenai efektivitas metode ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu, di mana anak-anak diuji sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan kognitif anak, terbukti dari rata-rata peningkatan 14,18 poin antara pre-test dan post-test kelompok eksperimen. Analisis statistik melalui Paired Sample T-Test juga menunjukkan hasil signifikan dengan nilai t = -17,57 dan p-value = 7,57. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa metode Spindle Boxes efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif, dan penerapannya dapat dikembangkan lebih lanjut di berbagai konteks pendidikan anak usia dini.
Pengaruh Metode Kerja Kelompok terhadap Pengembangan Perilaku Sosial Anak di Kelompok B Khairunnisa, Masita; Humaedi, Humaedi; Awalunisah, Sita; Agusniatih, Andi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1589

Abstract

Pengembangan perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan, upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode kerja kelompok terhadap pengembangan perilaku sosial anak yang berjumlah 12 anak. Teknik pegumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik presentase dengan uji t (paired sample t-test). Berdasarkan hasil data perhitungan uji t diperoleh nilai thitung > ttabel ( 4.140 > 1.79588). dapat dijelaskan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima,  berarti terdapat  pengaruh metode kerja kelompok terhadap pengembangan perilaku sosial anak dikelompok B TK Negeri 1 parigi selatan. Berdasarkan hasil rekapitulasi pengaruh metode kerja kelompok terhadap pegembangan sosial anak sebelum diberikan perlakuan, tidak terdapat anak dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB),  dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 33%, dalam kategori Mulai Berkembang (MB) 54%,  dan13% dalam kategori  Belum Berkembang (BB).setelah diberikan perlakuan, terdapat 33% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), ada 45% dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), ada 22% dalam kategori Mulai Berkembang (MB) dan tidak terdapat anak dalam kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh metode kerja kelompok berpengaruh secara signifikan terhadap pegembangan perilaku sosial anak dikelompok B.
Penggunaan Media Pembelajaran Canva dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5 – 6 Tahun di TK As – Sofha Rachmawati, Yunita; Jamalulel, Habib Alwi; Humaedi, Humaedi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran canva dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5 – 6 tahun di TK As – Sofha. Jenis ini digunakan oleh penulis adalah penelitian kulitatif sifatnya deskriptif analitik karena mengingat data yang diperoleh berupa kata-kata atau kalimat dan dokumen dari hasil pengamatan yang penulis lakukan selama pelaksanaan penelitian, yaitu tentang “Penggunaan Media Pembelajaran Canva Dalam Meningkatkan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di TK As - Sofha”. Berdasarkan rancangan penelitian ini yang menjadi subjek Penelitian adalah anak-anak kelas B usia 5-6 tahun TK As-Sofha tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 13 anak, perempuan 8 dan laki laki 5. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik dalam pengumpulan data yaitu Metode Pengamatan (Observasi), Metode Wawancara (Interview), Teknik Dokumentasi. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interakif yang dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan di TK As-Sofha, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan kemampuan kognitif antara anak usia 5-6 tahun yang menggunakan media pembelajaran Canva dengan mereka yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Temuan ini secara langsung menjawab rumusan masalah dan mengkonfirmasi hipotesis penelitian.
Penerapan Pembiasaan Berwudhu dalam Membentuk Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini 5-6 Tahun pada Kelompok B di TK Islam An Nafis Uyun, Nadirotul; Humaedi, Humaedi; Taufiq, Taufiq
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3387

Abstract

Permasalahan rendahnya dalam penerapan pembiasaan berwudhu dalam membentuk kecerdasan interpersonal anak usia Dini  5-6 tahun Pada kelompok B di TK Islam An nafis. Adapun metode Pendekatan pada penelitian ini adalah kualitatif, dengan analisis deskriptif. Berdasarkan rancangan penelitian ini yang menjadi subjek Penelitian adalah anak-anak kelas A usia 4-5 tahun TK Islam An-Nafis tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 13 anak, perempuan 7 dan laki laki 6. Sedangkan objek penelitian ini adalah masalah yang diteliti yaitu Penerapan Pembiasaan Berwudhu Dalam Membentuk  Kecerdasan Intrapersonal Pada Anak Usia Dini Di TK Islam An-Nafis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interakif yang dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dapat disimpulkan mengenai penerapan pembiasaan berwudhu di TK Islam Annafis dilakukan secara terstruktur melalui pembiasaan sebelum memulai kegiatan belajar, sebelum melaksanakan shalat dhuha, dan setelah bermain. Guru senantiasa memberikan contoh langsung, bimbingan, serta pengawasan agar anak terbiasa melaksanakan wudhu dengan baik. Secara umum, pembiasaan berwudhu berkontribusi signifikan dalam membentuk kecerdasan intrapersonal anak usia dini, sehingga pembiasaan ini relevan untuk terus dikembangkan dalam pendidikan Islam di TK.
Technology-Enhanced Disaster Education for Early Childhood: Interactive Media to Build Safety and Resilience Humaedi; Nirmala, Besse; Annuar, Haerul; Marwany; Agusniatih, Andi; Rizal
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v27i2.58488

Abstract

Early childhood is one of the most vulnerable groups during disasters, yet disaster education at this level is often overlooked. This lack of early preparedness can increase risks when emergencies such as earthquakes occur. To address this problem, this study developed a disaster learning model for early childhood that integrates disaster risk reduction into a contextual and enjoyable learning process. Using a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research was conducted at TK Putra Kaili Permata Bangsa in Palu, involving 27 children aged 5–6 years. The model was designed through a play-based approach using child-friendly media such as videos, songs, storytelling, and a modified snakes-and-ladders game, structured in three stages: pre-play, during play, and post-play. Expert validation of instructional design, content, media, and language indicated high feasibility, with most aspects scoring above 80%. Effectiveness testing revealed significant improvements in children’s disaster preparedness across six key aspects, with N-Gain scores ranging from 0.59 to 0.74. These findings highlight the importance of introducing disaster education in early childhood, as the model not only strengthens safety and resilience but also offers a participatory and enjoyable strategy for disaster mitigation learning.
Sports Development Index as a Reflection of Disparities and Challenges in Sports Sector Equity Saparia, Andi; Humaedi, Humaedi; Abduh, Ikhwan
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v13i1.87953

Abstract

Ideal sports development is characterized by equal distribution of quality and access to sports across all regions. However, sports development in several regions still shows significant disparities. This study aims to analyze the Sports Development Index (SDI) in depth by synthesizing the values ​​of the dimensions of sports development to provide an objective picture of the condition and disparities in sports development. This study is an observational study with a quantitative descriptive design. The research subjects were the general public, sports practitioners, and government officials selected using a multistage random sampling technique, with 30 respondents. Data were collected through questionnaires, interviews, documentation, and physical fitness tests, using questionnaires and interview sheets as instruments. Data analysis was carried out by calculating the average SDI value for each region and comparing it with national norms. The results show that the three regions studied are in the low category. Each region has relative advantages in different dimensions, but not yet strong enough to improve the overall SDI classification. The conclusion of this study indicates that sports development in the Pasigala region is not evenly distributed and still requires more focused policy intervention. This research provides important implications for regional government strategic planning in accelerating equity and improving the quality of sustainable sports development.
PHYSICAL EDUCATION TEACHERS AND THE INDEPENDENT CURRICULUM: A STUDY OF PERCEPTION Gunawan; Humaedi; Saparia, Andi
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v5i1.5029

Abstract

This research aims to identify physical education teachers' perceptions of the independent curriculum. Quantitative descriptives were used in this research with a cross-sectional study design. The population is 56 physical education teachers spread across the city of Palu. The analysis technique uses descriptive statistics. The results show that the majority of respondents provided very positive support for the independent curriculum, with many feelings interested and finding it useful. However, there are still some respondents who doubt or disagree, indicating the need for more effective communication and deeper understanding to ensure broad and effective acceptance at all levels of education. The majority of respondents showed a strong interest in following developments in the independent curriculum, although there were doubts that needed to be overcome. Challenges in getting support were also apparent, with some respondents preferring other curricula and viewing the independent curriculum as a temporary policy. This emphasizes the importance of effective communication and transparency from the government. In particular, research shows that respondents have diverse views regarding the implementation of the independent curriculum in physical education.
Students' Knowledge Level About the Benefits of Sports at SMP Labschool UNTAD Palu Cantika, Fergiana Risky; Humaedi, Humaedi; Agusman, Muhammad; Ismail, Muhammad
Journal of General Education and Humanities Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v4i4.840

Abstract

This study aims to measure junior high school students' knowledge at Labschool UNTAD Palu regarding the health benefits of exercise. This quantitative descriptive study uses a questionnaire comprising 25 statements across five dimensions of knowledge: Basic Knowledge, Physical Benefits, Mental and Social Benefits, Exercise Habits and Frequency, and Healthy Lifestyle. The questionnaire uses a 5-point Likert scale with the following anchors: Strongly Agree (SA), Agree (A), Neutral (N), Disagree (D), and Strongly Disagree (SD). The determination of knowledge level categories is based on a maximum total score range of 125, where the High category is set at a score range of 100–125 (80–100%), Medium at 75–99 (60–79%), and Low at a score of <75 (<60%). The results showed that the majority of students had a knowledge level in the High category (75% of students). In general, the average total score was 102.5 out of 125, indicating a good understanding of the benefits of exercise across physical, mental, and social perspectives. However, item-by-item analysis found that consistency of behaviour, particularly in the exercise frequency indicator, had the lowest average score (3.75) among all items. The practical implication is that physical education programs need to strengthen the integration between cognitive awareness and behavioural habits, particularly by improving motivational strategies so that students can apply consistency and frequency in exercising regularly.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PERPLEXITY MELALUI LITERATURE CIRCLE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA TEKS DESKRIPSI: The Use of Perplexity-Based Artificial Intelligence Through Literature Circles to Improve Students’ Descriptive Text Reading Skills Febriansyah Yussup, Fio; Rini Utami, Sintowati; Humaedi
CARAKA Vol 12 No 1 (2025): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i1.20100

Abstract

Membaca merupakan suatu kegiatan yang harus dikuasai oleh peserta didik di lingkungan pendidikan. Salah satu bentuk kegiatan membaca yaitu membaca teks deskripsi. Akan tetapi, kegiatan membaca ini kurang disukai oleh peserta didik karena minimnya kreativitas serta inovasi guru dalam memilih model, metode, ataupun strategi dalam pelakasanaan pembelajarannya. Oleh karena itu, dalam penelitian ini ingin menunjukkan peningkatan keterampilan membaca teks deskripsi peserta didik dengan memanfaatkan artificial intelligence Perpelexity melalui model pembelajaran Literature Circle guna meningkatkan keterampilan membaca teks deskripsi peserta didik kelas VII-A SMP Labschoool Jakarta. Penilitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pada siklus I rerata nilai peserta didik yaitu 68,4; pada siklus II nilai rerata peserta didik yaitu 78,6; dan pada siklus III rerata nilai peserta didik yaitu 87,5. Berdasarkan hasil penelitian tersebut pembelajaran dengan memanfaatkan AI Perplexity melalui model pembelajaran Literature Circle dapat meningkatkan keterampilan membaca teks deskripsi peserta didik.
Meningkatkan kemampuan sikap lilin senam lantai melalui metode mengajar menggunakan bantuan tembok SD Inpres Biromaru Gunawan, Gunawan; Fatimah, Fatimah; Humaedi, Humaedi; Daipaha, Muh. Tris Maulana
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 13 No 3 (2025): Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v13i3/181

Abstract

The PJOK learning method at SD Inpres Biromaru is still conventional, without variations in techniques or supporting media to help students successfully learn the movement. This has an impact on fourth-grade students who are unable to perform the candle pose (shoulder stand) with the correct technique, resulting in their performance being considered incomplete based on the minimum mastery criterion (KKM) of 70 set by the school. This study aims to determine efforts to improve candle pose skills through the use of instructional aids among fourth-grade students at SD Inpres Biromaru. The method used was a descriptive method with a classroom action research (CAR) design. The research subjects consisted of 18 fourth-grade students. Data analysis was carried out using the percentage of mastery achievement. The results showed that in the pre-cycle stage, the lowest student score was 50.00 and the highest was 76.67, with an average of 64.62. In Cycle I, the lowest score increased to 60.00, the highest to 83.33, and the average to 72.55. In Cycle II, the lowest score reached 63.33, the highest 90.00, and the average 76.37. The percentage of student mastery in the pre-cycle was 22.16% (4 students), increased to 27.72% (5 students) in Cycle I, and reached 61.76% (21 students) in Cycle II. Overall, the mastery level reached 77.76% or 14 students, which falls into the moderate category.