Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Association between Age and Sex with Rectal Cancer Metastasis Occurrence Dhiya Nazhifah Putri; Ivan Kurniawan Bassar; Rita Halim; Moh. Rizal Syafiie; Harahap, Huntari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 34 No. 2 (2026): Article in Press 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Rectal cancer, a subtype of colorectal cancer, has shown a rising incidence; however, local epidemiological data from Jambi Province remain limited. This study aimed to determine the association between age and sex and the occurrence of metastasis among rectal cancer patients at Raden Mattaher Regional General Hospital, Jambi, from 2023 to 2025. An analytical observational study with a retrospective cross-sectional design was conducted using total sampling of 252 medical records, of which 147 subjects met the inclusion and exclusion criteria. Bivariate analysis using the Pearson Chi-square test assessed associations between variables, and multivariable Poisson regression with robust variance estimation determined the independent associations of age and sex with metastasis occurrence. Most subjects were aged 45–60 years (46.9%), male (68%), and had stage 2 disease (32.7%). Metastasis was identified in 31.3% of subjects. A significant association was found between age and metastasis (p = 0.008), with subjects aged 45–60 years showing a significantly higher prevalence ratio than the < 45-year group (PR 2.87, 95% CI 1.22–6.72). Metastasis was also significantly associated with sex (p = 0.011), with males having a 2.2-fold higher prevalence of metastasis than females (95% CI, 1.13–4.41). In the multivariable analysis, participants aged 45–60 years remained independently associated with metastasis occurrence (adjusted prevalence ratio [aPR] 2.72, 95% CI 1.17–6.30; p = 0.020). Male sex also remained independently associated with metastasis (aPR 2.09, 95% CI 1.06–4.08; p = 0.032). Conclusion: Both age and sex remained independently associated with metastasis occurrence in rectal cancer after adjustment in the multivariable analysis.
HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN ASUPAN KALORI TERHADAP MASSA LEMAK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2024: Studi Analitik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jambi Tahun 2024 M. FATUR REYHAN MEIDRIN; RITA HALIM; ANGGELIA PUSPASARI
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan massa lemak tubuh merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit metabolik yang dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik. Mahasiswa dengan beban akademik yang tinggi cenderung memiliki pola makan yang tidak teratur serta tingkat aktivitas fisik yang rendah, sehingga berpotensi mengalami perubahan komposisi tubuh. Penelitian ini bertujuanmenganalisis hubungan antara asupan kalori dan tingkat aktivitas fisik dengan massa lemak tubuh pada mahasiswa kedokteran. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 77 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Asupan kalori diukur menggunakan Food Record 3×24 jam, aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), sedangkan massa lemak tubuh diukur menggunakan alat Bioelectrical Impedance Analysis. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik rendah (46,8%), asupan kalori berlebih (40,3%), dan massa lemak tubuh dalam kategori normal (42,9%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalori dengan massa lemak tubuh (p=0,030) serta antara tingkat aktivitas fisik dengan massa lemak tubuh (p=0,022). Temuan ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik berperan penting dalam mempertahankan massa lemak tubuh pada mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mendorong penerapan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan energi serta peningkatan aktivitas fisik secara teratur sebagai bagian dari strategi menjaga komposisi tubuh yang sehat.
The Association between Age and Sex with Rectal Cancer Metastasis Occurrence Dhiya Nazhifah Putri; Ivan Kurniawan Bassar; Rita Halim; Moh. Rizal Syafiie; Harahap, Huntari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 34 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2026.034.02.5

Abstract

Rectal cancer, a subtype of colorectal cancer, has shown a rising incidence; however, local epidemiological data from Jambi Province remain limited. This study aimed to determine the association between age and sex and the occurrence of metastasis among rectal cancer patients at Raden Mattaher Regional General Hospital, Jambi, from 2023 to 2025. An analytical observational study with a retrospective cross-sectional design was conducted using total sampling of 252 medical records, of which 147 subjects met the inclusion and exclusion criteria. Bivariate analysis using the Pearson Chi-square test assessed associations between variables, and multivariable Poisson regression with robust variance estimation determined the independent associations of age and sex with metastasis occurrence. Most subjects were aged 45–60 years (46.9%), male (68%), and had stage 2 disease (32.7%). Metastasis was identified in 31.3% of subjects. A significant association was found between age and metastasis (p = 0.008), with subjects aged 45–60 years showing a significantly higher prevalence ratio than the < 45-year group (PR 2.87, 95% CI 1.22–6.72). Metastasis was also significantly associated with sex (p = 0.011), with males having a 2.2-fold higher prevalence of metastasis than females (95% CI, 1.13–4.41). In the multivariable analysis, participants aged 45–60 years remained independently associated with metastasis occurrence (adjusted prevalence ratio [aPR] 2.72, 95% CI 1.17–6.30; p = 0.020). Male sex also remained independently associated with metastasis (aPR 2.09, 95% CI 1.06–4.08; p = 0.032). Conclusion: Both age and sex remained independently associated with metastasis occurrence in rectal cancer after adjustment in the multivariable analysis.
DISTRIBUSI STADIUM KANKER REKTUM DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2023–2025 Dhiya Nazhifah Putri; Ivan Kurniawan Bassar; Rita Halim; Mohammad Rizal Syafiie; Huntari Harahap
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1188

Abstract

Pendahuluan: Kanker rektum adalah salah satu jenis kanker kolorektal dengan angka kejadian yang terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan global. Stadium memengaruhi pilihan terapi, prognosis, dan luaran pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi stadium kanker rektum di RSUD Raden Mattaher Jambi periode 2023–2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medis pasien kanker rektum di RSUD Raden Mattaher Jambi periode 2023–2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dari 252 rekam medis, sebanyak 147 subjek memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk dianalisis secara univariat. Hasil: Dari 147 pasien kanker rektum, stadium II merupakan stadium yang paling banyak ditemukan, yaitu 48 pasien (32,7%), lalu diikuti dengan stadium IV sebanyak 46 pasien (31,3%), stadium I sebanyak 24 pasien (16,3%), stadium III sebanyak 19 pasien (12,9%), dan stadium 0 sebanyak 10 pasien (6,8%). Pembahasan: Dominasi stadium II menunjukkan bahwa sebagian besar pasien telah terdiagnosis pada stadium menengah, sementara proporsi stadium IV yang masih tinggi mengindikasikan adanya keterlambatan diagnosis. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan deteksi dini, edukasi masyarakat, dan optimalisasi program skrining. Simpulan: Stadium II merupakan stadium kanker rektum yang paling banyak ditemukan pada pasien di RSUD Raden Mattaher Jambi periode 2023–2025, diikuti stadium IV. Sebagian besar pasien terdiagnosis pada stadium menengah hingga lanjut, sehingga peningkatan deteksi dini dan skrining diperlukan untuk memperbaiki luaran klinis.