Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Sosialisasi dan Pembuatan Pupuk Kompos sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Organik Nurcahyanti, Desy; Putra Diningrat, Tomi Leo; Srikandi, Tamasya Aurora; Rahmawati, Risma Nur; Angelica, Geovany Ciesar; Putri Rachmawat, Onete Suzegy Semestha; Nur Ar-raffi, Eggar Sajid; Ratriningsih, Isnani; Hidayah, Risma Nur; Widiasari, Risna
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 09 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i09.2625

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga melalui sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk kompos. Permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya di Desa Widoro, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, adalah ketergantungan yang tinggi terhadap pupuk kimia serta minimnya pemahaman akan potensi pemanfaatan sampah organik sebagai sumber bahan baku pupuk. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, diskusi interaktif untuk memperkuat pemahaman peserta, serta praktik langsung pembuatan pupuk kompos dengan melibatkan kelompok tani setempat. Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif selama proses diskusi maupun praktik. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai manfaat pupuk kompos, teknik pembuatan yang tepat, serta cara penyimpanan agar proses fermentasi dapat berjalan optimal selama 21 hingga 30 hari. Selain itu, keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik meningkat sehingga mampu menghasilkan pupuk kompos secara mandiri. Dampak yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bertambahnya jumlah masyarakat yang mampu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, terciptanya kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, serta terwujudnya solusi berkelanjutan dalam mendukung pertanian ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Pelatihan Konten Digital Partisipatif sebagai Upaya Promosi Budaya melalui Tiktok di Desa Kreatif Pereng, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Ardianto, Deny Tri; Nurcahyanti, Desy; Purwantoro, Agus; Widayat, Rahmanu; Sulistyo, Bambang; Putri, Febi Rahma; Anshori, Siroj Ibnu Hajar Al; Ayob, Norhayati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2076

Abstract

Masyarakat Desa Pereng menghadapi keterbatasan kemampuan dalam memanfaatkan media digital secara optimal untuk mempublikasikan kekayaan seni dan budaya lokal, sehingga potensi desa belum terekspos secara luas di ranah digital. Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan kemampuan dasar pembuatan dan penyuntingan video, strategi distribusi konten, serta pemahaman tren digital yang mendukung publikasi seni budaya secara lebih luas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pelatihan dan praktik langsung, diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya publikasi digital. Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan teknis mulai dari perencanaan konten, teknik pengambilan gambar, penyuntingan video menggunakan TikTok dan aplikasi pengeditan video, hingga strategi distribusi dan optimasi algoritma. Pelatihan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari perwakilan masyarakat, pelaku seni, dan pengelola desa kreatif. Pendampingan pembuatan konten difokuskan pada penguatan citra seni, budaya, dan lingkungan desa, disertai evaluasi efektivitas melalui analisis keterlibatan audiens di media sosial. Dampak terhadap mitra melalui kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan digital masyarakat, tersedianya konten promosi yang konsisten, serta meningkatnya eksposur dan daya tarik Desa Pereng di platform digital. Dampak jangka panjang meliputi penguatan ekonomi kreatif desa dan pengokohan identitas budaya lokal dalam menghadapi tantangan era digital.
INNOVATING URBAN ENVIRONMENTAL CONSERVATION THROUGH COMMUNITY-BASED MURAL INITIATIVES IN PERENG, CENTRAL JAVA Nurcahyanti, Desy; Ardianto, Deny Tri; Mat Desa, Mohd Asyiek; Khwanrat Chinda
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 8, NUMBER 2, OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v8i2.23547

Abstract

Aim: This study aims to find out how the Pereng community receives education about environmental conservation and cultural creativity through murals, which villagers are familiar with, to ease the burden in terms of cleanliness, for example, dry leaves that fall to the ground because they will rot into compost by natural processes. Methodology and results: The quality of water and soil around Pereng is decreasing based on research results from a team from the Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret. Somebody took a series of approaches, including outreach from the Department of Regency Health. The Pereng people have the character of being able to easily receive information through an arts and cultural approach that is close to their lives. Direct socialization methods tend to be unacceptable because they are judgmental. Conclusion, significance, and impact study: This study show that sensitive people prefer mural images as a means of education compared to direct socialization, which takes up their activity time, are easier to interpret, and are non-judgmental. The Pereng people's busy lives as farmers and traders have been entertained by rich, colorful, and shape murals. The Pereng Creative Village pilot requires strengthening so that somebody can quickly understand the dynamic character of the Pereng community. Murals are an attractive visual medium to explain calls for environmental awareness through two-dimensional images. Murals scattered at several points in Pereng Village represent the village's nature, agricultural products, arts and culture, and productive activities of the community, such as planting rice.
Kajian Estetik Batik Jombangan Motif Jula-Juli sebagai Petuah Kehidupan dalam Bermasyarakat Kholis, Achmad Nur; Budi, Setyo; Nurcahyanti, Desy
Acintya Vol. 15 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v15i1.5062

Abstract

A Batik is a work of art that has a teaching value in the form of advice. The aim of this study was to determine the aesthetic value of visualizing Jula-Juli batik as a guide in society. The research method used to collect and present the data is descriptively qualitative. The aesthetic value assessment approach uses the elegant design theory of Luca Iandoli and Giuseppe Zello. Data were collected using observation, interviews and documentation of Jula-Juli Batik as a medium for preserving local wisdom in the form of advice with novelty value.Keyword: batik, aesthetic value,  Jombang, local wisdom, motifs
MOTIF BATIK JOMBANGAN SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM PENGUATAN LEADERSHIP SKILLS BERBASIS KEARIFAN LOKAL Kholis, Achmad Nur; Setyo Budi; Desy Nurcahyanti
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 4 No. 2 (2023): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v4i2.71

Abstract

The current generation needs learning media that suits its characteristics and currentdevelopments. This affects each individual's skills mastery. The development of educationalmedia for leadership skills needs to be pursued as a solution to prepare a generation that is readyto face global change. This development can be linked to the inclusion of cultural elements. Theapplication of local wisdom, such as batik, can be one of the bases for creating this innovation.The aim of this research is to find out how Batik Jombangan with Ringin Contong (motif) can bea medium for educating leadership skills based on local wisdom. The research method uses aqualitative approach, where the findings will be presented analytical, depth, and in detail.Observation, interviews, documentation, and literature study are the techniques used in the datacollection process. Another approach uses the aesthetic theory of Luca Iandoli and GieuseppeZollo (2022) as a study to examine the outermost (visualization) and innermost(meaning/philosophy) parts of batik motifs. The research concludes that batik can be aneducational learning medium and can be a teaching tool to improve and strengthen leadershipskills for individuals, especially for teenagers and children. Two elements, namely education andculture, can be collaborated together, thereby creating new innovations in learning schemes/concepts. Thus, the values of locality can be maintained as education continues toimprove. Generasi saat ini membutuhkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristiknya danperkembangan zaman. Hal ini berpengaruh pada penguasaan keterampilan masing-masingindividu. Pengembangan media edukasi leadership skills perlu diupayakan sebagai solusi untukmenyiapkan generasi yang siap menghadapi perubahan global. Pengembangan tersebut dapatdikaitkan dengan memasukkan unsur kebudayaan. Penerapan kearifan lokal, seperti batik, dapatmenjadi salah satu basis dalam menciptakan inovasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui bagaimana Batik Jombangan motif Ringin Contong dapat menjadi mediaedukasi keterampilan kepemimpinan berbasis kearifan lokal. Metode penelitian menggunakanpendekatan kualitatif, di mana temuan akan disajikan secara terperinci, mendalam, dan detail.Observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka adalah teknik yang digunakan dalamproses pengumpulan data. Pendekatan lainnya menggunakan teori estetika dari Luca Iandoli danGieuseppe Zollo (2022) sebagai studi dalam mengkaji bagian terluar (visualisasi) dan terdalam(makna/filosofi) pada motif batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batik dapat menjadi salahsatu media pembelajaran edukatif dan dapat menjadi sarana dalam pengajaran untukmeningkatkan serta menguatkan keterampilan memimpin bagi individu, khususnya untuk remajadan anak-anak. Dua unsur, yakni pendidikan dan kebudayaan, dapat dikolaborasikan bersama,sehingga tercipta inovasi baru dalam skema/konsep pembelajaran. Dengan demikian, nilailokalitas dapat tetap terjaga seiring dengan berjalannya peningkatan pendidikan.
RAGAM ORNAMEN PADA POT GERABAH STUDI KASUS DI INDUSTRI KERAJINAN NARWAN KERAMIK Sudarman, Tria; Nurcahyanti, Desy
AMERTA Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2 (2024): Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has many pottery-producing regions that have different characteristics. One of the pottery producing areas is Sayangan Hamlet, Melikan Village, Klaten Regency. The majority profession of the people of Sayangan Hamlet is as pottery craftsmen. The people of Sayangan Hamlet have a pottery handicraft industry, one of which is Narwan Keramik. The products produced by Narwan Keramik are products made using the press molding technique. One of them is an earthenware pot, the production of pottery pots produced is an ornamental pottery pot. Product pottery products that are identical to the application of ornaments on the walls of pottery with the aim of adding aesthetic value. This research discusses the visualization of ornamental pots and describes the production process of pottery pots with the addition of ornaments. The method used in this research is qualitative research method with case study. The data collection technique used in this research is data reduction, data presentation and data analysis. data reduction techniques, presenting data and drawing conclusions. To strengthen validity of the data, data triangulation was carried out. The results of this research can The results of this research can show the works of various ornaments applied to pottery pots and the process of producing pottery pots by doing several stages, namely: 1.stages of producing pottery pots by doing several stages, namely: preparation (design idea), design validation, product realization. Keywords: Pottery, ornament, pot, variety.   Indonesia memiliki banyak daerah-daerah penghasil gerabah yang memiliki karakteriatik berbeda-beda. Salah satu daerah penghasil gerabah yaitu Dusun Sayangan, Desa Melikan Kabupaten Klaten. Profesi mayoritas masyarakat Dusun Sayangan adalah sebagai pengrajin gerabah. Mayarakat Dusun Sayangan memiliki industri kerajinan gerabah, salah satunya Narwan Keramik. Produk yang diproduksi Narwan Keramik merupakan produk yang dibuat menggunakan Teknik cetak tekan. Salah satunya pot gerabah, produksi pot gerabah yang dihasilkan merupakan pot gerabah hias. Produk pot gerabah yang identik dengan pengaplikasian ornamen pada dinding gerabah dengan tujuan untuk menambah nilai estetik. Penelitian ini membahas visualisasi ragam hias ornamen pot gerabah dan mendeskripsikan proses produksi pot gerabah dengan penambahan ornamen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Untuk memperkuat keabsahan data, dilakukan tringgulasi data. Hasil penelitian ini dapat menunjukkan karya-karya ragam ornamen yang diaplikasikan pada pot gerabah dan proses tahapan memproduksi pot gerabah dengan melakukan beberapa tahapan yaitu: persiapan (ide desain), validasi desain, perwujudan produk. Kata kunci: Gerabah, ornamen, pot, ragam.
“Mbok Mase” dan “Mbok Semok”: Reinterpretasi Karakter Perempuan Jawa dalam Kultur Batik Nurcahyanti, Desy; Sachari, Agus; Destiarmand, Achmad Haldani; Sunarya, Yan Yan
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1096

Abstract

Stigma masyarakat tentang karakter perempuan Jawa digambarkan sebagai sosok marginal yang tunduk pada kekuatan laki-laki, pengabdi, penurut, pelayan, bertutur kata lemah lembut, dan bergerak pelan dengan wajah menunduk. Deskripsi tersebut berubah secara dinamis dan mengalami reinterpretasi melalui peristiwa sejarah terkait peran perempuan Jawa dalam perjuangan penyetaraan hak dengan kaum laki-laki. Pemaknaan ulang karakter perempuan Jawa terjadi pada lingkup pengrajin batik di Girilayu, Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka bersepakat membentuk pencitraan untuk ciri khas produk batik dengan istilah “Mbok Semok”. Analisis perspektif sosio-kultural memperlihatkan bahwa karakter, kekuatan, dan peran para perempuan pengrajin batik tersebut sebagai motor penggerak perekonomian di Girilayu. Uraian tersebut memiliki kesamaan dengan karakter, kekuatan, dan peran perempuan juragan di Laweyan, Surakarta (Solo) dengan sebutan “Mbok Mase”, sebagai kunci keberhasilan perjalanan sebuah usaha batik keluarga. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya, analisis menggunakan metode komparatif berdasarkan konsep teori reinterpretasi dari Melville J. Herskovits. Hasil penelitian berupa deskripsi, latar belakang serta bentuk-bentuk reinterpretasi karakter perempuan Jawa dengan komparasi antara “Mbok Mase” di Laweyan, Surakarta dengan “Mbok Semok” di Girilayu, Karanganyar. Temuan penelitian adalah karakter, kekuatan, peran, sikap bahkan sistem di Girilayu dan Laweyan yang mereinterpretasi karakter perempuan Jawa merupakan etos kultur batik.
Analisis Konsep Spiritual “Earth and Air are His Homebody” Karya Ivan Sagita sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Al Anshori, Siroj Ibnu Hajar; Nurcahyanti, Desy; Kholis, Achmad Nur
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.298

Abstract

Ivan Sagita adalaah seorang pelopor seni surealisme Yogyakarta, yang menghasilkan karya dengan simbolisme spiritual, manusia, dan budaya lokal. Artikel ini menganalisis satu lukisannya yang berjudul “Earth and Air are His Homebody”. Menggambarkan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian esensial dari keberadaan manusia. Karya tersebut berkontribusi pada diskusi seni kontemporer yang mempertimbangkan isu ekologis. Elemen visual terkait tanah, udara, dan tubuh manusia merepresentasikan gagasan spiritual yang melampaui batas fisik dan harmoni hubungan antara manusia dengan alam. Berupaya mengeksplorasi makna yang terkandung dalam elemen visual, filosofi spiritualitas, dan konteks sosial-budaya Indonesia dalam karya tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi literatur, deskripsi visual, analisis formal, dan pendekatan semiotika. Mengasosiasikan visual karya terkait unsur dan prinsip seni rupa serta simbolisme yang dimunculkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa karya tersebut bukan hanya sarana ekspresi seni, tetapi juga refleksi filosofis yang mendorong orang untuk memahami nilai-nilai transendensi dan keberlanjutan dalam kehidupan modern. Perhatian terhadap kelestarian alam tetap menjadi keharusan demi menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan manusia di masa depan. Artikel ini menegaskan peran Ivan Sagita sebagai seniman surealis yang mampu memasukkan elemen lokal dan spiritual ke dalam konteks seni kontemporer global.
Rintisan Desa Kreatif Melalui Optimalisasi Pengolahan Minyak Jelantah di Desa Pereng Karanganyar Septiana, Carlinda; Ziven, Naira; Kartikasari, Novia; Nurcahyanti, Desy; Kholis, Achmad
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i06.1257

Abstract

Perintisan desa kreatif adalah upaya yang dilakukan demi meningkatkan perekonomian berkelanjutan dengan potensi alam sebagai unggulan ekonomi kreatif. Hal ini bertujuan untuk membangun desa kreatif yang memiliki ciri khas tersendiri. Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, terdapat sumber minyak jelantah yang berasal dari industri kecil kerupuk rambak. Inovasi menciptakan produk dengan nilai guna dan ekonomi berupa lilin aromaterapi muncul melalui pengolahan limbah minyak jelantah. Metode yang digunakan dalam mewujudkan desa kreatif ini adalah survei, eksperimen, dan partisipatif yang dilakukan melalui beberapa tahap. Hasil yang dicapai adalah: 1) Meningkatnya keaktifan masyarakat melalui kontribusi program yang direncanakan; 2) Meningkatnya minat masyarakat dalam mengelola limbah dan memanfaatkan sumber daya yang ada; 3) Menambah pengetahuan dan keterampilan dalam membuat produk dengan memanfaatkan potensi yang ada; 4) Terbentuknya kelompok Teralili yang didukung penuh oleh pemerintah desa; 5) Munculnya produk yang dapat dipasarkan melalui media sosial; 6) Disepakati rencana tindak lanjut untuk keberlangsungan program berkelanjutan.
Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Produk Lilin Aroma sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pereng Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah Nurcahyanti, Desy; Syalimar Z, Safira; Parahita, Pebrivana Sherly
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i06.1271

Abstract

Isu degradasi lingkungan menjadi prioritas perhatian dan solusi dari berbagai multidisiplin ilmu. Lingkup terkecil yang berkontribusi sebagai penyebab kerusakan adalah limbah rumah tangga. Salah satu limbah tersebut adalah minyak jelantah. Jumlah minyak jelantah di Desa Pereng berdasarkan observasi awal melebihi ambang batas dan berpotensi besar menjadi pencemar kualitas air dan tanah. Pemecahan masalah yang paling baik adalah dengan mendaur ulang limbah tersebut menjadi produk baru yang bermanfaat dan (zero waste atau tanpa meninggalkan limbah baru). Kegiatan pemberdayaan minyak jelantah dilakukan, dengan tujuan mengedukasi masyarakat untuk mendukung terbukanya peluang usaha mandiri bagi masyarakat. Kegiatan pengolahan minyak jelantah ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui metode survei, dengan teknik observasi dan wawancara. Metode ini dilakukan untuk mengumpulkan data, penyuluhan, praktik, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Dampak positif dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pengolahan minyak jelantah ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Kegiatan penyuluhan pemanfaatan minyak jelantah dan pelatihan pembuatan lilin aroma terapi berpeluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan secara berkelanjutan menjadi produk unggulan desa kreatif.
Co-Authors Achmad Haldani Destiarmand Achmad Nur Kholis Adrian Nur Agus Sachari Agus Sachari Al Anshori, Siroj Ibnu Hajar Albi, Billy Inayatullah Amadio, Desmont Isaac Amboro, Lulut Angelica, Geovany Ciesar Annisa Meiliana Dewi Anshori, Siroj Ibnu Hajar Al Apriliana, Elisa Nur Arissuta, Dona Prawita Ariyanto, Syifa Azzahra Arsi Gardatami Athiyah, Akhras Ayob, Norhayati Azahra, Fatimah Bahari, Nooryan Baiti, Yunika Nur Bambang Sulistyo Budi, Setyo Deny Tri Ardianto Endang Sri Handayani Endri Sintiana Murni Fendi Geral Nuari Fitrah Raihan Fahreza Grahan, Tahta keanu Hartono, Lili Hastuti, Dian Lestari Hidayah, Risma Nur Indirani, Philosophia Ratu KARTIKASARI, NOVIA Kholis, Achmad Kholis, Achmad Nur Khwanrat Chinda Kristiandi, Kiki Loisia, Agnes Mat Desa, Mohd Asyiek Muhammad Luthfi Mulyanto Mulyanto Najma Mumtaza Ghoutsin Nada Nugroho, Dimas Yassin Agil Nur Ar-raffi, Eggar Sajid Nurkartikasari, Novia Nurkasanah, Ayu Aisah Panjaitan, Theograce Ulibasa Parahita, Pebrivana Sherly Paryanto Paryanto Prayitno, Firda Ayu Hari Purwantoro, Agus Putra Diningrat, Tomi Leo Putri Rachmawat, Onete Suzegy Semestha Putri, Febi Rahma Putri, Nabela Feronika Rahmanu Widayat Rahmawati, Risma Nur Ramadhani Ariyanto, Ovita Fitria Ramadhina, Novia Zahrani Rasendriya, Kenar Dhatu Ratriningsih, Isnani Rifai, Muh Aldo Rochimah, Ega Alfinna Rumantaka, Damara Dharma Samudra, Rafif Sari, Anisa Devita Septiana, Carlinda Setyo Budi Srikandi, Tamasya Aurora sriyono, Fitri Alvina Suha Sudarman, Tria Suherlan, Yayan Sunarni, Ani Syalimar Z, Safira Umdati, Fitriyati Latifatul Wahyuingsih, Novita Widiasari, Risna Yan Yan Sunarya Yayan Suherlan Zahra, Jihan Anisa Ziven, Naira