Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI DAYA TARIK WISATA PANTAI SUNGAI KINJIL KECAMATAN BENUA KAYONG KABUPATEN KETAPANG Pratiwi, Atania Putri; Yuniarti, Erni; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.80199

Abstract

Pantai Sungai Kinjil memiliki berbagai potensi yang berpeluang untuk pengembangan wisata di Kecamatan Benua Kayong sebagai kawasan peruntukan pariwisata alam karena termasuk kawasan strategis pesisir pantai yang telah tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ketapang Tahun 2015-2035. Pantai Sungai Kinjil merupakan salah satu objek wisata alam yang letaknya strategis di Pusat Kota Ketapang. Daya tarik yang terdapat di objek wisata ini, yaitu tersedia fasilitas bagi wisatawan yang berkunjung, seperti adanya saung untuk bersantai, cafe ditepian pantai, dermaga pantai, tempat bermain anak-anak, serta kuliner khas masyarakat lokal. Namun, potensi tersebut masih memiliki berbagai permasalahan diantaranya abrasi pantai, kurang terjaga kebersihan lingkungan, serta kurang memadainya fasilitas penunjang seperti toilet dan musholla. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi daya tarik wisata Pantai Sungai Kinjil. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif untuk menganalisis potensi daya tarik wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai ini  termasuk golongan natural resources berupa keindahan sumberdaya alam dan  atraksi buatan masyarakat di kawasan wisata dapat dilihat, dilakukan, dan dibeli. Aksesibilitas yang tergolong baik dan mudah dijangkau hanya membutuhkan sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Ketapang. Objek wisata ini memiliki Fasilitas dan pelayanan yang cukup lengkap, sebagian besar kondisi fasilitasnya tergolong baik atau layak digunakan, namun ada sebagian kondisinya rusak.
Konsep Peningkatan Daya Tarik Kawasan Wisata Riam Solakng Di Kabupaten Landak Putra, Adventus Tagas Hersy; Wulandari, Agustiah; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.68604

Abstract

IDENTIFIKASI KEPENDUDUKAN DAN KONDISI PERMASALAHAN AIR BERSIH DOMESTIK DI DESA AMBOYO SELATAN KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Defiantari, Nyemas Aulia; Nurhidayati, Ely; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.79239

Abstract

Penyediaan air bersih di wilayah pedesaan, khususnya Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, merupakan tantangan utama yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan penduduk yang signifikan menambah kompleksitas permasalahan ini, terutama pada musim kemarau. Sungai Semuhut dan Sungai Mengkuas, sebagai sumber air utama, rentan terhadap fluktuasi musiman dan risiko pencemaran. Air hujan, sebagai alternatif, dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kebersihan sistem pengumpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan data primer dan sekunder, termasuk data kependudukan dari BPS dan pemerintah setempat. Temuan menunjukkan perlunya perbaikan infrastruktur, pengelolaan sumber air yang berkelanjutan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang kebersihan air. Kesimpulannya, langkah-langkah terintegrasi dan berkelanjutan harus diambil untuk meningkatkan ketersediaan air bersih di Desa Amboyo Selatan. Ini tidak hanya akan memberikan solusi konkret terhadap permasalahan air, tetapi juga akan memberikan dampak positif pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat setempat
STUDI KELAYAKAN LOKASI PUSAT DAUR ULANG PERSAMPAHAN KABUPATEN LANDAK Pratiwi, Nana Novita
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v21i1.46119

Abstract

Waste management with classical management (collect-transport-throw) in Landak Regency can not only cause aesthetic and environmental problems, but can also cause a large load on landfills. One alternative to solve the problem of solid waste is to build a waste recycling center. In order for the development to be right on target, it is necessary to carry out a location feasibility study in terms of physical and economic aspects. Thus, the aim of this research is to analyze the feasibility of waste recycling center location in Landak Regency. This research uses quantitative methods with scoring analysis. The results of the analysis concluded that the location classified as feasible to build a waste recycling center is the location in the Tebedak"™s landfills. Tebedak"™s landfills is considered feasible due to several factors, namely having sufficient area, long distance from settlements, fairly complete waste facilities, good accessibility, has the fastest payback period, an IRR value that is greater than the bank interest rate and has an NPV value and BCR 1.
PEMETAAN JALUR WISATA BUDAYA RUMAH ADAT DAYAK BEKATI"™ MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Studi Kasus: Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang Pratama, Ricky; Yuniarti, Erni; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.82831

Abstract

Desa Pisak merupakan salah satu desa di Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang yang memiliki potensi alam dan budaya. Potensi wisata budaya ini terdapat pada Rumah Adat Dayak yang terletak di Kampung Segiring dan Kampung Segonde. Rumah Adat Dayak Bekati"™ menawarkan potensi wisata budaya yang terjaga, sehingga menarik perhatian pengunjung yang datang. Potensi yang begitu besar tersebut tidak menutup adanya permasalahan yang dihadapi seperti aksesibilitas untuk menuju objek wisata tersebut, pada sarana dan prasarana yang belum cukup lengkap. Informasi yang kurang terakait titik rumah adat dayak bekati dan komponen wisata budaya yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan jalur wisata Rumah Adat Dayak Bekati di Desa Pisak menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). pendekatan penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang terdiri dari 4 aspek variabel, yaitu jarak tempuh, waktu tempuh, kondisi fisik jalan, dan titik objek. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa aksesibilitas menuju lokasi Rumah Adat mudah untuk diakses pengunjung karena sebagian besar jalur yang dilalui adalah jalan dengan perkerasan aspal. Dari segi sarana dan prasarana masih kurang dan dalam kondisi buruk.
KARAKTERISTIK PERDAGANGAN LINTAS BATAS INDONESIA-MALAYSIA (STUDI KASUS: KECAMATAN ENTIKONG, KABUPATEN SANGGAU) Darmanto, Prasdnya Dian Nugraha Putri; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.84535

Abstract

Negara Indonesia memiliki kondisi topografis perbatasan darat dengan Negara Malaysia pada Kecamatan Entikong dan Distrik Tebedu. Hal ini menjadikan Entikong berpotensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan salah satu kegiatan, berupa perdagangan lintas batas. Keberadaan PLBN Entikong dan Pos Sempadan Tebedu sebagai jalur resmi perdagangan lintas batas kedua negara berhasil memberikan kemudahan terhadap pergerakan orang dan barang ke/dari Indonesia dan Malaysia. Kerja sama "Sosek Malindo" telah memicu terciptanya hubungan perdagangan antara Indonesia-Malaysia di dalam menjaga kesejahteraan masyarakat masing-masing kawasan perbatasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik perdagangan lintas batas di Kecamatan Entikong. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perdagangan lintas batas Entikong-Tebedu dapat dilihat dari adanya perbedaan dan persamaan. Perbedaan terlihat dari jenis-jenis barang yang diperdagangkan, jumlah pelaku perdagangan, mobilitas pedagang, serta jumlah pergerakan orang dan barang. Sedangkan persamaan terlihat dari jenis kegiatan perdagangan, jenis-jenis pedagang, ketentuan dan syarat perdagangan lintas batas. Karakteristik menyatakan bahwa pedagang individu dan kelompok, memanfaatkan alat tradisional untuk memperjualbelikan hasil pertanian, perkebunan, minuman dan makanan kemasan. Kawasan PLBN Entikong dan Pos Sempadan Tebedu menjadi lokasi utama perdagangan. Banyaknya jumlah pedagang telah didukung dengan adanya kemudahan ketentuan dan syarat perdagangan lintas batas.Kata Kunci: Entikong-Tebedu, Kawasan perbatasan, Perdagangan lintas batas  [Characteristics Of Indonesia-Malaysia Cross-Border Trade (Case Study: Entikong Sub-District, Sanggau District)] Indonesia has a topographical condition of land border with Malaysia in Entikong District and Tebedu District. This makes Entikong a potential centre of economic growth with one of the activities, cross-border trade. The existence of PLBN Entikong and Pos Sempadan Tebedu as official cross-border trade routes between the two countries has facilitated the movement of people and goods to/from Indonesia and Malaysia. The "˜Sosek Malindo"™ cooperation has triggered the creation of trade relations between Indonesia and Malaysia in maintaining the welfare of the people of each border region. The purpose of this study is to analyse the characteristics of cross-border trade in Entikong Sub-district. The research approach used is a qualitative case study approach with descriptive analysis techniques. The results showed that the characteristics of Entikong-Tebedu cross-border trade can be seen from the differences and similarities. Differences can be seen from the types of goods traded, the number of trade actors, the mobility of traders, and the number of movements of people and goods. Similarities can be seen in the types of trading activities, types of traders, and terms and conditions of cross-border trade. Characteristics suggest that individual and group traders utilise traditional tools to trade agricultural products, plantations, beverages and packaged foods. PLBN Entikong and Pos Sempadan Tebedu are the main locations for trade. The large number of traders has been supported by the ease of cross-border trade terms and conditions.Keyword: Entikong-Tebedu, Border area, Cross-border trade
ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS SOSIAL DI KECAMATAN SUNGAI RAYA BERDASARKAN TIPOLOGI WILAYAH Saragih, Fikri Harits Dien; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.88632

Abstract

Kecamatan Sungai Raya ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan termasuk pada Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP) yang berhubungan langsung dengan Kota Pontianak. Dengan potensi lokasi dan fungsi yang strategis, Kecamatan Sungai Raya memiliki tarikan yang besar bagi penduduk perkotaan untuk bermukim pada wilayah ini. Dengan kondisi tersebut, menyebabkan Kecamatan Sungai Raya membutuhkan fasilitas sosial yang dapat mendukung seluruh kegiatan masyarakat dalam pemenuhan pendidikan dan kesehatan. Karakteristik wilayah dapat dilihat dari tipologi wilayah karena pengelompokkan tipologi wilayah berdasarkan karakteristik perkembangan wilayah dapat mempermudah dalam penyusunan rencana wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis   kebutuhan masyarakat Kecamatan Sungai Raya terhadap fasilitas sosial di Kecamatan Sungai Raya berdasarkan tipologi wilayah. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan mengacu pada Keputusan Menteri Kimpraswil 534/KPTS/M/2001 dan SNI 1733-03-2004. Fasilitas sosial yang dikaji ialah fasilitas pendidikan dan kesehatan. Hasil penelitian menemukan bahwa fasilitas pendidikan masih kurang pada jenjang Sekolah Menengah Umum/sederajat (SMU) sebanyak 2 unit, sedangkan fasilitas kesehatan sudah memenuhi standar bahkan berlebih. Puskesmas berlebih 2 unit dan Rumah Sakit berlebih 1 unit dibandingkan dengan standar kebutuhan perkotaan. Sehingga, perlu adanya peningkatan jumlah unit fasilitas pendidikan yang kurang dalam menunjang layanan fasilitas sosial di Kecamatan Sungai Raya.Kata Kunci: fasilitas sosial, Kecamatan Sungai Raya, layanan fasilitas.
ANALISIS KETIDAKSESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RTRW KABUPATEN MELAWI TAHUN 2016-2036 (STUDI KASUS: KECAMATAN TANAH PINOH) Rakonda, Vivo Toras; Pratiwi, Nana Novita; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.88603

Abstract

Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi ditetapkan sebagai pusat kegiatan lokal dan wilayah agropolitan sesuai misi kabupaten. Perkembangan aktivitas manusia dan kebutuhan ekonomi menyebabkan perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan RTRW Kabupaten Melawi Tahun 2016-2036. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kecamatan Tanah Pinoh pada tahun 2024 dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Melawi Tahun 2016-2036. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data utama berupa hasil observasi dan dokumentasi, serta data tambahan berupa file SHP Rencana Pola Ruang. Proses analisis meliputi identifikasi penggunaan lahan melalui teknik digitasi on-screen yang kemudian dilanjutkan dengan analisis spasial menggunakan metode overlay. Hasil penelitian menunjukkan ketidaksesuaian penggunaan lahan sebesar 2.060,00 Ha (5,51% dari total luas kecamatan), dengan kontribusi terbesar dari lahan perkebunan (1.399,72 Ha atau 3,74%), pertambangan (581,76 Ha atau 1,56%), tegalan/ladang (75,42 Ha atau 0,20%), dan lahan terbangun (3,08 Ha atau 0,01%). Hasil ini menunjukkan perlunya revisi dokumen RTRW Kabupaten Melawi dengan acuan data yang akurat untuk mengoptimalkan pengendalian pemanfaatan ruang melalui regulasi yang tepat. Kata Kunci: Kecamatan Tanah Pinoh, ketidaksesuaian penggunaan lahan, RTRW
PEMETAAN KARAKTERISTIK OBJEK WISATA PEMANDIAN BATU ANCAU DI DESA SUNGAI ABAU KECAMATAN BATANG LUPAR KABUPATEN KAPUAS HULU putri, Meisya Zurika Kurnia; Yuniarti, Erni; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.87855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi karakteristik dari objek wisata pemandian Batu Ancau yang terletak di Desa Sungai Abau, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu. Objek wisata ini dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, termasuk bebatuan besar, air sungai yang jernih dan dingin, serta lingkungan yang asri dan dikelilingi pepohonan hijau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kondisi objek wisata tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batu Ancau memiliki daya tarik utama berupa keindahan alam dan berbagai aktivitas wisata alam, seperti berenang, berfoto, bermain air, serta mengikuti acara adat. Namun, terdapat beberapa tantangan terkait aksesibilitas, seperti jalan yang licin akibat lumut, serta fasilitas yang masih perlu perbaikan, termasuk toilet dan area parkir. Meskipun demikian, objek wisata ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik. Oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas, aksesibilitas, dan layanan pendukung di Batu Ancau dengan tetap menjaga kelestarian alam sekitar.
ANALISIS KARAKTERISTIK LOKASI COFFEE SHOP DI KOTA PONTIANAK ( STUDI KASUS: KECAMATAN PONTIANAK KOTA) Hartanto, Sherene Mutiara Salsabila; Pratiwi, Nana Novita; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.85430

Abstract

Persebaran Coffee Shop di Kota Pontianak sudah banyak tersebar di penjuru kota khususnya di Kecamatan Pontianak kota. Coffee Shop di Kecamatan Pontianak kota memiliki jumlah lebih banyak dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kota Pontianak. Menganalisis pola sebaran Coffee Shop di Kecamatan Pontianak Kota untuk mengidentifikasi bentuk sebarannya dan mengetahui karakteristik lokasi Coffee Shop. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini observasi dan wawancara yang selanjutnya dianalisis menggunakan Nearest neighbor. Dalam melakukan analisis persebaran pusat pelayanan sering digunakan pendekatan geografi dalam permodelan Analisis Tetangga Terdekat/nearest neighbor analysis (NNA). Berdasarkan hasil dari analisis nilai NNR = 0.8 menunjukkan bahwa titik-titik berkelompok/ cluster; Observed Mean Distance (227 meters) lebih kecil daripada Expected Mean Distance (274 meters), mengonfirmasi clustering; z-Score = -2.4 lebih kecil dari -1.96, menunjukkan bahwa hasilnya signifikan secara statistik; p-Value = 0.01 lebih kecil dari 0.05, memperkuat bahwa clustering ini signifikan dan tidak terjadi secara kebetulan. Disimpulkan bahwa coffee shop di Kecamatan Pontianak Kota cenderung berkelompok di area tengah dan utara kecamatan. Mean center dan standard distance menunjukkan bahwa sebagian besar coffee shop terdistribusi dalam jarak yang relatif dekat dari pusat distribusi, mengindikasikan pola clustering.Kata kunci: Coffee Shop, Nearest neighbor, pola sebaran, Pontianak.