Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KELURAHAN BANSIR DARAT Zamzani, Tania Putri; Pratiwi, Nana Novita; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.61442

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu sub sektor infrastruktur yang memiliki fungsi aksesibilitas untuk membuka daerah kurang berkembang dan fungsi mobilitas untuk memacu daerah yang telah berkembang. Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan pembangunan infrastruktur jaringan jalan untuk memenuhi kebutuhan kota yang semakin kompleks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan pembangunan infrastruktur jalan di Kelurahan Bansir Darat. Metodologi penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Jumlah segmen jalan pada penelitian ini sebanyak 54 segmen jalan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yakni peningkatan kualitas jalan, pelebaran jalan, pembangunan jalan baru, dan terbukanya akses jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur jalan pada lokasi penelitian memiliki kondisi yang baik dengan total panjang jalan sebesar 28.919 m dan lebar jalan sebesar 3,5 m-9 m. Perkembangan pembangunan infrastruktur jalan selama 10 tahun (tahun 2011-tahun 2021) di Kelurahan Bansir Darat terjadi setiap tahun. Pembangunan peningkatan kualitas jalan terjadi pada tahun 2011-2021 dengan total panjang jalan yang ditingkatkan sebesar 33.715,8 m. Pelebaran jalan terjadi pada tahun 2012, 2013, 2014, dan 2016 dengan total panjang jalan yang dilebarkan sebesar 10.160 m. Pembangunan jalan baru terjadi pada tahun 2011, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, dan 2019 dengan total panjang pembangunan jalan baru sebesar 11.458,5 m. Terbukanya akses jalan terjadi pada tahun 2016 dan 2021 dengan panjang jalan sebesar ± 2889 m.
KARAKTERISTIK FISIK, SOSIAL, DAN EKONOMI WILAYAH DESA-DESA PESISIR DI KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Ziliwu, Nike Falukha Sari; Pratiwi, Nana Novita; Danial, Mochammad Meddy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98992

Abstract

Desa-desa pesisir di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, memiliki peranan penting sebagai pusat pertumbuhan wilayah pesisir sekaligus pintu gerbang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Namun demikian, kawasan ini masih menghadapi berbagai tantangan serius, antara lain keterbatasan infrastruktur dasar, ketimpangan sosial antar kelompok, serta pemanfaatan sumber daya lokal yang masih belum optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik desa pesisir berdasarkan tiga aspek utama, yaitu aspek fisik, sosial, dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta wawancara mendalam, dan data sekunder yang didapatkan dari instansi terkait. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi variabel-variabel dari ketiga aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan terkait kondisi infrastruktur, termasuk ketersediaan jalan, dermaga, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta akses terhadap air bersih. Dari aspek sosial ditemukan perbedaan tingkat pendidikan penduduk, bentuk partisipasi kelembagaan masyarakat, serta peran komunitas lokal. Sementara itu, bidang ekonomi memperlihatkan dominasi mata pencaharian non-nelayan dengan ketahanan ekonomi yang tidak merata. Perbedaan kondisi antar desa menimbulkan kesenjangan perkembangan wilayah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pengembangan yang menekankan pemerataan infrastruktur, penguatan kapasitas sosial, serta diversifikasi ekonomi masyarakat lokal. Kata Kunci: Desa Pesisir, Karakteristik Wilayah, Kecamatan Muara Pawan
Arahan Pengembangan Jalur Pedestrian Di Koridor Jalan Jenderal Ahmad Yani Berdasarkan Walkability Index Ramadhanti, Annisa Fitri; Wulandari, Agustiah; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60580

Abstract

Jalur pedestrian adalah bagian dari delapan elemen perancangan kota yang berfungsi sebagai pemisah jalur lalu lintas dengan pejalan kaki dan ruang publik masyarakat. Jalur pedestrian koridor Jalan Jenderal Ahmad Yani merupakan ruang publik yang dibangun untuk menciptakan Kota Pontianak ramah terhadap pejalan kaki. Namun, memiliki permasalahan minimnya ketersediaan fasilitas pendukung sehingga memengaruhi minat masyarakat dalam berjalan kaki. Sejalan dengan konsep tersebut, diperlukan penilaian menggunakan metode Global Walkability Index (GWI) berdasarkan preferensi peneliti dan preferensi pejalan kaki terhadap sembilan parameter pengamatan. Hasil perhitungan sembilan parameter merupakan nilai walkability yang menunjukan kualitas jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan arah pengembangan jalur pedestrian koridor Jalan Jenderal Ahmad Yani menggunakan skoring hasil Global Walkability Index (GWI). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan permintaan data ke instansi. Hasil penelitian menunjukan nilai walkability berdasarkan preferensi peneliti dan preferensi pengguna adalah 49, artinya fasilitas jalur pedestrian dan lingkungannya sedikit sulit dijangkau dengan berjalan kaki. Berdasarkan walkability index, dapat dilakukan arahan pengembangan didasari dari nilai parameter GWI yang rendah yakni melalui penyediaan, perbaikan, dan perawatan jalur pedestrian dan fasilitas pendukungnya.
ANALISIS KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN SANGGAU DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH Nafisa, Irba; Pratiwi, Nana Novita; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67830

Abstract

Kabupaten Sanggau merupakan satu di antara kabupaten yang memiliki fungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah dan berperan vital sebagai perbatasan Indonesia-Malaysia. Namun, keberadaan infrastruktur di Kabupaten Sanggau saat ini masih sangat kurang. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan infrastruktur di Kabupaten Sanggau dalam pengembangan wilayah. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan standar Keputusan Menteri Kimpraswil 534/KPTS/M/2001 dan SNI 1733-03-2004. Infrastruktur yang dikaji berupa jalan, telekomunikasi, kelistrikan, air bersih, pendidikan dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan, infrastruktur jalan sudah memenuhi standar panjang jalan minimum dengan jumlah ketersediaan jalan eksisting berlebih dari standar sepanjang 743,447 km. Sementara, infrastruktur telekomunikasi belum memenuhi standar jaringan telepon dengan kebutuhan sesuai standar masih kurang 54.895 sambungan telepon. Infrastruktur kelistrikan sudah memenuhi standar aliran listrik minimum dan berlebih dari standar yaitu 196.544.165 kWh. Begitu juga dengan infrastruktur air bersih sudah mencukupi standar minimum kebutuhan air rumah tangga bahkan berlebih 3.660.280 m ³. Infrastruktur pendidikan masih terdapat fasilitas yang kurang seperti Taman Kanak-kanak sebanyak 326 unit dan Sekolah Menengah Atas 50 unit. Sama halnya dengan infrastruktur kesehatan masih ada yang kurang yaitu fasilitas balai pengobatan warga sebanyak 185 unit dan apotik sebanyak 5 unit. Dibutuhkan peningkatan jumlah unit infrastruktur yang kurang dalam mendukung pengembangan wilayah Kabupaten Sanggau.
Analisis Perkembangan Kegiatan Perdagangan dan Jasa Pada Kelurahan Sungai Bangkong, Kota Pontianak Yulianti, Ayu Ayu; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.61444

Abstract

Kelurahan Sungai Bangkong merupakan salah satu wilayah di Kota Pontianak yang mengalami perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa sehingga ditetapkan sebagai bagian wilayah Sub Pusat Pelayanan Kota/Kawasan Perkotaan (SPPK) 2 dengan salah satu fungsinya sebagai pusat perdagangan skala kota. Perkembangan mulai terjadi pada tahun 2013 hingga saat ini yang ditandai dengan bertambahnya jumlah dan berkembangnya jenis usaha pada setiap tahunnya. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong perlu diteliti untuk diketahui karakteristik perkembangannya berupa klasifikasi usaha, luas lahan, jenis bangunan usaha dan besaran perkembangan yang terjadi pada setiap koridor jalan dengan fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa pada Kelurahan Sungai Bangkong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis pemetaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perdagangan dan jasa di Kelurahan Sungai Bangkong pada tahun 2013 berjumlah 176 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan sedang. Kemudian tahun 2017 bertambah menjadi 437 bangunan usaha dan tahun 2021 menjadi 845 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan tinggi. Klasifikasi usaha tertinggi pada seluruh koridor jalan berdasarkan KBLI 2020 adalah perdagangan eceran. Adapun luasan lahan untuk bangunan usaha sebesar 14,61 Ha dengan jenis bangunan usaha berupa ruko, toko, warung dan toko modern. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong dipengaruhi oleh fungsi jalan, dimana jumlah bangunan usaha tertinggi hingga terendah secara berurutan berada pada fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN BANGUNAN RUMAH TINGGAL MENJADI KOMERSIAL DI KORIDOR JALAN URAY BAWADI KECAMATAN PONTIANAK KOTA Hayat, Zahratul; Pratiwi, Nana Novita; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.97717

Abstract

Koridor Jalan Uray Bawadi sebagai jalan kolektor sekunder dalam RTRW Kota Pontianak Tahun 2013-2033 memiliki fungsi sebagai perumahan kepadatan sedang-tinggi. Sebagai kawasan strategis, Koridor Jalan Uray Bawadi menunjukkan adanya perkembangan kegiatan komersial di sepanjang jalan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perubahan pemanfaatan lahan perumahan menjadi komersial di Koridor Jalan Uray Bawadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis overlay, dimana digunakan untuk mengetahui perubahan penggunaan pemanfaatan bangunan rumah tinggal yang terjadi di wilayah kajian. Hasil penelitian menunjukkan dari tahun 2016-2024, perkembangan kegiatan komersial naik sebesar 1,49 Ha atau 11,64% dari totalan wilayah kajian dan lahan permukiman berkurang sebesar 1,32 Ha atau 10,27% dari total wilayah kajian. Bangunan yang mengalami perubahan fungsi umumnya beralih dari hunian menjadi usaha kecil seperti warung, toko kelontong, bengkel, atau jasa rumahan lainnya. Perubahan yang terjadi tidak hanya mencakup alih fungsi lahan permukiman menjadi kawasan komersial, tetapi juga mencakup dinamika aktivitas ekonomi, seperti pergantian jenis usaha pada toko-toko dalam kurun waktu tertentu. Hal ini berkontribusi terhadap meningkatnya intensitas aktivitas pada koridor jalan, yang berdampak pada peningkatan keramaian dan kenyamanan hunian sekitar. Kata Kunci: Komersial, Koridor Jalan, Bangunan Rumah, Perubahan Lahan, Pontianak
Analisis Kesiapan Lokasi Kabupaten Sintang Sebagai Calon Ibu Kota Provinsi Kapuas Raya Dianutami, Asri; Pratiwi, Nana Novita; Yuniarti, Erni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64014

Abstract

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengajukan pembentukan wilayah baru di bagian timur yang disebut Provinsi Kapuas Raya. Kapuas Raya merupakan hasil penggabungan 5 kabupaten di wilayah timur, dan di antara 5 kabupaten tersebut yang dicalonkan sebagai ibu kota Provinsi Kapuas Raya yaitu Kabupaten Sintang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapan lokasi Kabupaten Sintang. Pendekatan yangã…¤digunakan dalamã…¤penelitianã…¤ini yaituã…¤deskriptifã…¤kuantitatif. Hasil penelitian terkait kesiapan lokasi Kabupaten Sintang menunjukkan bahwa wilayah ini sangat potensial. Hal tersebut ditinjau dari posisi geografisnya yang berada di sentral administrasi wilayahã…¤timur Provinsiã…¤Kalimantan Barat, dan secara umum wilayah Kabupaten Sintang merupakan dataran rendah serta memiliki wilayah perbatasan dengan negara lain. Selain itu, Sintang memiliki luas wilayah yang sangat potensial untuk pembangunan sebagai ibu kota, dimana luas wilayah yang dimiliki melebihi dari luas wilayah ideal suatu calon lokasi ibu kota. Luas wilayah tersebut juga didukung dengan luas lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan yang dapat dilihat berdasarkan luas kawasan budidaya. Kabupaten Sintang memiliki luas kawasan budidaya yang melebihi dari parameter paling ideal untuk luasan kawasan budidaya. Jarak antara kabupaten lain dan Kabupaten Sintang juga tidak terlalu jauh, sehingga rentang kendali pemerintahan tidak terlampau jauh. Kabupaten Sintang memperoleh persentase kesiapan aspek lokasi sebesar 96 persen.
ANALISIS ASPEK FISIK YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KELURAHAN PARIT TOKAYA Cahyani, Maulidia Dwi; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67813

Abstract

Fenomena perubahan lahan merupakan pergeseran fungsi lahan dari satu fungsi ke fungsi lainnya. Perubahan penggunaan lahan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor satu diantaranya yaitu faktor fisik yang berpengaruh terhadap aktivitas manusia. Kelurahan Parit Tokaya merupakan pusat pelayanan yang memiliki signifikansi ekonomi karena adanya pembangunan kawasan komersial Ayani Megamall. Selain itu, keberadaan kawasan perkantoran menjadi satu diantara faktor pendorong kelurahan ini berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisfaktor fisik yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan dengan metode analisis skoring. Variabel yang dianalisis meliputi status lahan, aksesibilitas, sarana, prasarana, dan kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan prasarana menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan dengan persentase 87,4%. Hal tersebut dikarenakan telah terlayaninya air bersih diseluruh wilayah penelitian serta ketersediaan jaringan listrik dan telekomunikasi. Ketersediaan sarana menjadi faktor kedua yang mempengaruhi perubahan lahan dengan persentase 82,8%. Hal ini dikarenakan ketersediaan fasilitas pendidikan baik sekolah dasar hingga perguruan tinggi, kawasan perkantoran, dan pusat perbelanjaan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Selain sarana dan prasaran status kepemilikan lahan yang jelas juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap perubahan lahan dengan persentase 82%. Status lahan dengan kemudahan proses mengurus persetujuan bangunan gedung (PBG) berpengaruh dalam proses perubahan penggunaan lahan terutama perkembangan permukiman.
KAJIAN KARAKTERISTIK KEMANDIRIAN DESA SUNGAI RENGAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP Kamaria, Siti; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63909

Abstract

Sungai Rengas Village has the status of an independent village with a Developing Village Index (IDM) value of 0.905. Sungai Rengas Village has the potential to be developed, but there are also problems that will become challenges in the future in maintaining the village's independent status, for this reason it is necessary to conduct a characteristic study to see the potential and problems that exist in Sungai Rengas Village. Thus, the purpose of this research is to identify the characteristics of the independence of Sungai Rengas Village with a qualitative approach, and descriptive analysis techniques. The results of the study show that Sungai Rengas Village has potential and problems from several aspects studied, namely geographical conditions with a fairly large area, but flooding still occurs in several village areas, the condition of the access road is good even though there are still access roads to other villages in damaged condition, overcrowding the population is relatively low, there are social and cultural activities, infrastructure is adequate although there are still problems in quantity and quality, economic productivity is supported by agriculture and plantations, but there are still constraints from supporting facilities and infrastructure, institutions have been formed but are still not active. Keywords: village, characteristics, independence
ANALISIS KONDISI KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH KOTA PONTIANAK BERDASARKAN ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Putri, Nabila Hardi; Pratiwi, Nana Novita; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67820

Abstract

Kota Pontianak memiliki total luas permukiman kumuh sebesar 97,6 ha yang mencakup 28 kawasan permukiman kumuh yang mana tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak. Selain kondisi fisik, kondisi sosial ekonomi masyarakat memengaruhi kondisi permukiman kumuh. Pekerjaan penduduk di sektor informal, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya tingkat pendapatan merupakan faktor sosial-ekonomi yang memengaruhi kekumuhan permukman. Pada tahun 2021, persentase masyarakat miskin di Kota Pontianak masih mencapai 4,58%, yang artinya sebanyak 4-5 orang dari 100 orang merupakan masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat permukiman kumuh di Kota Pontianak. Analisis Deskriptif Kualitatif dan metode Distribusi Frekuensi digunakan sebagai teknik analisis. Hasil penelitian ini adalah temuan terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bermukim di kawasan kumuh. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dari 28 kawasan kumuh Kota Pontianak, sebanyak 24 kawasan atau 85,71% kawasan ditinggali oleh masyarakat pekerja sektor informal pada kategori tinggi, 19 kawasan atau 67,86% kawasan ditinggali oleh masyarakat tidak tamat SMA pada kategori rendah, dan 13 kawasan atau 46,43% kawasan ditinggali oleh masyarakat yang berpendapatan kurang dari Rp578.615,04 pada kategori tinggi.