Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perkembangan Kegiatan Perdagangan dan Jasa Pada Kelurahan Sungai Bangkong, Kota Pontianak Yulianti, Ayu; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.60200

Abstract

Kelurahan Sungai Bangkong merupakan salah satu wilayah di Kota Pontianak yang mengalami perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa sehingga ditetapkan sebagai bagian wilayah Sub Pusat Pelayanan Kota/Kawasan Perkotaan (SPPK) 2 dengan salah satu fungsinya sebagai pusat perdagangan skala kota. Perkembangan mulai terjadi pada tahun 2013 hingga saat ini yang ditandai dengan bertambahnya jumlah dan berkembangnya jenis usaha pada setiap tahunnya. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong perlu diteliti untuk diketahui karakteristik perkembangannya berupa klasifikasi usaha, luas lahan, jenis bangunan usaha dan besaran perkembangan yang terjadi pada setiap koridor jalan dengan fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa pada Kelurahan Sungai Bangkong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis pemetaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perdagangan dan jasa di Kelurahan Sungai Bangkong pada tahun 2013 berjumlah 176 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan sedang. Kemudian tahun 2017 bertambah menjadi 437 bangunan usaha dan tahun 2021 menjadi 845 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan tinggi. Klasifikasi usaha tertinggi pada seluruh koridor jalan berdasarkan KBLI 2020 adalah perdagangan eceran. Adapun luasan lahan untuk bangunan usaha sebesar 14,61 Ha dengan jenis bangunan usaha berupa ruko, toko, warung dan toko modern. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong dipengaruhi oleh fungsi jalan, dimana jumlah bangunan usaha tertinggi hingga terendah secara berurutan berada pada fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA TELUK BERDIRI DI DESA SUNGAI KUPAH, KECAMATAN SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBU RAYA Restudinni, Yayuk; Pratiwi, Nana Novita; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.94773

Abstract

Ekowisata Teluk Berdiri yang terletak di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu program pengembangan wilayah pesisir melalui ekowisata mangrove yang diresmikan pada Maret 2019. Destinasi ini menawarkan berbagai atraksi wisata alam dan edukatif seperti panorama senja, susur sungai, bermain kano, pengamatan fenomena ekuinoks, serta kegiatan edukatif seperti mangrove edu-camp dan penanaman mangrove digital. Daya tarik wisata ini juga diperkuat oleh kegiatan lokal masyarakat seperti pembuatan tikar daun nipah dan penjualan suvenir khas desa. Meskipun memiliki potensi yang besar, Ekowisata Teluk Berdiri masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain minimnya fasilitas penunjang, kerentanan terhadap abrasi dan badai, serta keterbatasan insfrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Ekowisata Teluk Berdiri di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan analisis SWOT. Identifikasi daya tarik wisata dilakukan berdasarkan empat komponen utama, yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan ancillary. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa Ekowisata Teluk Berdiri berada pada kuadran III (strategi W-O), yang menunjukkan bahwa kelemahan dapat diminimalisir dengan memanfaatkan peluang yang ada. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan 10 rekomendasi strategi pengembangan yang diharapkan mampu mendorong kemajuan Ekowisata Teluk Berdiri secara berkelanjutan. Kata Kunci: ekowisata, Teluk Berdiri, SWOT, strategi W-O, pengembangan pariwisata, mangrove, Desa Sungai Kupah, atraksi wisata
ANALISIS POTENSI DAN PERMASALAHAN PADA PUSAT KEROHANIAN KARMEL BANDOL BERDASARKAN ATRAKSI, AKSESIBILITAS DAN FASILITAS Junianti, Junianti; Yuniarti, Erni; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.97947

Abstract

Pusat Kerohanian Karmel Bandol di Kecamatan Benyuke Hulu, Kabupaten Landak, merupakan pusat ziarah religi yang berperan penting sebagai tempat doa, refleksi, dan kegiatan rohani umat. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi. Potensi tersebut terlihat dari keberadaan atraksi rohani seperti Gua Maria, gereja utama, ruang doa, taman doa, dan aula, lingkungan perbukitan yang memberikan suasana hening dan damai. Aksesibilitas yang cukup baik karena sebagian besar jalan sudah beraspal. Serta fasilitas dasar berupa area parkir, sarana ibadah, dan ruang kegiatan. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kebutuhan untuk memahami potensi yang dapat dikembangkan sekaligus permasalahan yang masih menghambat agar kawasan ini dapat dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan permasalahan kawasan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi utama terletak pada suasana religius yang kuat dan panorama alam yang mendukung suasana kontemplatif. Aspek aksesibilitas masih menghadapi kendala berupa kondisi geografis berbukit dengan tanjakan dan turunan curam, meskipun sebagian besar jalan sudah beraspal. Pada aspek fasilitas, keterbatasan seperti toilet, penginapan, dan sarana penunjang lainnya masih menjadi keluhan pengunjung. Permasalahan utama mencakup akses jalan yang menantang serta keterbatasan fasilitas umum. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur, pengelolaan fasilitas berkelanjutan, dan penguatan promosi menjadi rekomendasi utama agar Karmel Bandol dapat berkembang lebih optimal. Kata Kunci: wisata religi, atraksi, aksesibilitas, fasilitas
Kajian Identifikasi Tingkat Kekumuhan Dusun Brahima Desa Wajok Hulu Kecamatan Jongkat Kurniawati, Leni; Wulandari, Agustiah; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63940

Abstract

Fenomena permukiman kumuh terjadi tidak hanya di wilayah perkotaanã…¤saja, beberapa kawasan pedesaan di Indonesia masih ditemukan kawasan kumuh. Pertumbuhan penduduk yang terus ada serta kondisi sarana prasarana permukiman yang kurang memenuhi persyaratan teknis merupakan salah satu penyebab terbentuknya permukiman kumuh karena adanya penurunan kualitas lingkungan hunian. Dusun Brahima merupakan salah satu Dusun di Desa Wajok Hulu dimana lokasi ini ditetapkan sebagai wilayah prioritas pengembangan sanitasi terkait persampahan, drainase dan air limbah karena desa ini termasuk dalam wilayah dengan tingkat resiko cukup tinggi. Identifikasi kondisi awal terkait kumuh menjadi hal yang perlu sebagai bentuk pencegahan dini akan terbentuknya permukiman kumuh baru. Tujuan penelitianã…¤ini untuk mengidentifikasi kondisi kekumuhan dan mengukur klasifikasi tingkat kekumuhan di Dusun Brahima Desa Wajok Hulu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian iniã…¤adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisã…¤deskriptif dan kuantitatif (pembobotan). Penelitian ini menghasilkan identifikasi kekumuhan dan kemudian masuk berdasarkan klasifikasi tingkat kekumuhanã…¤yaitu bukan kawasan kumuh, kawasan kumuh ringan, kawasanã…¤kumuh sedang dan kawasan kumuh berat. Hasil analisis yang diukur dari 7 (tujuh) indikator kekumuhan, lokasi penelitian masuk pada kawasan kumuh ringan dan legalitas lahan legal serta pertimbangan lain tinggi dengan pendekatan penanganan yaitu pemugaran.Kata Kunci: Permukiman, Tingkat Kekumuhan, Dusun Brahima
Konsep Peningkatan Daya Tarik Kawasan Riam Solakng Putra, Adventus Tagas Hersy; Wulandari, Agustiah; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.69832

Abstract

Di Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak terdapat air terjun Solakng. Akses ke lokasi menggunakan roda dua atau empat, menuju Riam Solakng cukup mudah. Jalan, rambu informasi, dan kamar kecil hanyalah beberapa dari infrastruktur dan layanan pendukung pariwisata yang disediakan. Namun, ada sejumlah persoalan yang menghadang potensi Riam Solakng sebagai destinasi wisata alam. Isu-isu tersebut antara lain tidak adanya pengelolaan kebersihan lingkungan di daerah tersebut, terbatasnya potensi pariwisata yang dipromosikan, dan kebutuhan akan lebih banyak fasilitas terkait pariwisata. Menetapkan rencana peningkatan daya tarik wisata Riam Solakng yang menjadi tujuan dari penelitian ini. Metodologi dalam penelitian ini yaitu secara kualitatif kemudian mengumpulkan data secara observasi, wawancara, dan kajian literatur. Metode analisis penelitian dengan pendekatan analisis SWOT dan deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dikembangkan adalah strategi SO, yang mendapat skor tertinggi 4,114 di Kuadran I. Hal ini menempatkannya pada posisi yang sangat menguntungkan untuk merancang atraksi dan hiburan sepanjang tahun, menciptakan rute dan jalur perjalanan untuk objek wisata, serta peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan produk tempat wisata.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI DI WILAYAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT STUDI KASUS: DESA GUNUNG TAMANG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Lamaya, Thania Tataneva; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98987

Abstract

Desa Gunung Tamang merupakan salah satu desa di Kecamatan Sungai Raya yang merupakan lokasi pengembangan perkebunan kelapa sawit. Adanya perkembangan perkebunan tersebut memberikan perubahan pada penggunaan lahan, yaitu adanya konversi lahan hutan, semak, dan rawa menjadi perkebunan kelapa sawit yang kemudian berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap perubahan aspek sosial dan ekonomi sebagai dampak keberadaan perusahaan kelapa sawit di Desa Gunung Tamang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang ada di Desa Gunung Tamang memiliki persepsi positif terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit pada aspek ekonomi dan sosial. Pada kondisi sosial, 39% responden setuju yang menunjukkan adanya peningkatan terhadap keberadaan infrastruktur dan layanan sosial, tetapi kualitasnya masih terbatas. Pada kondisi ekonomi, 47% responden memberikan penilaian sangat setuju menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mengakui perkembangan ekonomi di wilayahnya, tetapi juga merasakan langsung manfaatnya, seperti peningkatan pendapatan, ketersediaan lapangan kerja, dan munculnya usaha-usaha baru.
Identifikasi Kondisi Jalur Pedestrian di Kawasan Pasar Sungai Durian, Kecamatan Sintang Islami, Nur Alamil; Wulandari, Agustiah; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67651

Abstract

Kawasan Pasar Sungai Durian termasuk ke dalam kawasan perdagangan dan jasa yang berada di Kecamatan Sintang, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu. Aktivitas perdagangan dan jasa yang semakin meningkat serta bertambahnya penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana menyebabkan kawasan pasar berubah menjadi kumuh. Kondisi kekumuhan ini pada akhirnya memerlukan penataan kawasan yang dalam hal ini dapat diwujudkan melalui pembangunan jalur pedestrian. Jalur pedestrian di Kawasan Pasar Sungai Durian dalam penggunaannya terdapat ketidaksesuaian fungsi jalur seperti penggunaan jalur untuk berjualan dan memarkirkan kendaraan. Ketidaksesuaian ini pada akhirnya menimbulkan pertanyaan, seberapa ramah jalur ini untuk dapat dilalui dengan berjalan kaki sehingga dilakukan penelitian menggunakan metode observasi lapangan untuk melihat kondisi eksisting. Hasil dari penelitian ini yaitu telah terdapat jalur pedestrian yang sudah terintegrasi dengan jalur pemandu bagi disabilitas; terdapat berbagai fasilitas pendukung berupa lampu penerangan, tempat sampah pilah, bangku yang dilengkapi dengan tanaman, pagar pengaman yang membatasi aktivitas pejalan kaki dengan kendaraan, marka, hidran, serta foodstall bagi Pedagang Kaki Lima yang tersebar di sepanjang jalur; tidak terdapat fasilitas penyeberangan. Secara keseluruhan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa   kondisi eksisting jalur pedestrian sudah cukup baik dan memudahkan pejalan kaki karena aksesibilitas dan fasilitasnya yang baik, meskipun masih terdapat konflik dan kendala tidak memberikan pengaruh yang besar dalam penggunaan jalur pedestrian.
PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH RUMAH SAKIT PEMERINTAH DI KOTA PONTIANAK Fathana, Vidra Shinta; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67756

Abstract

Rumah sakit berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan rumah sakit juga akan ikut bertambah. Hal ini dapat menimbulkan persaingan dalam industri kesehatan, khususnya antar rumah sakit swasta dan pemerintah. Kota Pontianak memiliki total rumah sakit sebanyak 14 rumah sakit. Rumah sakit yang ada dominan dimiliki oleh swasta dan hanya 5 rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat Kota Pontianak dalam memilih rumah sakit pemerintah, sehingga dapat diketahui pilihan rumah sakit dan penilaian pelayanan rumah sakit oleh masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik teknik analisis distribusi frekuensi dan skoring. Dari hasil analisis didapatkan bahwa seluruh rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah di Kota Pontianak sudah mendapatkan skor kesesuaian preferensi tinggi. Adapun Rumah Sakit Bhayangkara menjadi rumah sakit yang paling banyak dipilih dikarenakan rumah sakit ini mendapatkan penilaian kesesuaian preferensi tinggi atau memenuhi penilaian kepuasan responden lebih banyak dibandingkan rumah sakit lainnya, dengan hasil skor preferensi sebesar 2,17.
Kajian Perkembangan Lahan Dari Tahun 2003-2021 Di Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat Suyono, Paskalis Bagus Sudiro; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianti, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.61277

Abstract

Kelurahan Sungai Beliung merupakan salah satu kelurahan dengan luas wilayah terbesar di Kota Pontianak. Perkembangan wilayah yang terjadi menyebabkan perubahan penggunaan lahan di Kelurahan Sungai Beliung dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran besaran perubahan penggunaan lahan selama 20 tahun terkahir atau selama 2, yaitu tahun 2003-2011 dan 2011- 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis overlay. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam mengkaji perkembangan lahan yang ada di Kelurahan Sungai Beliung adalah dengan cara pemetaan. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penggunaan lahan pada tahun 2003, 2011, dan 2021. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perkembangan lahan yang sebelumnya merupakan lahan non terbangun, yakni semak belukar, persawahan, perkebunan menjadi lahan terbangun yang cukup signifikan. Perkembangan lahan yang terjadi dalam kurun waktu dua puluh tahun tersebut cenderung mengarah ke bagian selatan dari Kelurahan Sungai Beliung. Adapun perkembangan lahan terbesar adalah penggunaan lahan permukiman. Dengan demikian, secara keseluruhan besaran alih fungsi lahan non terbangun menjadi terbangun adalah 110,52 Ha atau sekitar 34,35%.
Dampak Fisik Pembangunan Jembatan Landak II di Kota Pontianak Apriani, Veronica Windhi; Pratiwi, Nana Novita; Fitriani, Meta Indah; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64022

Abstract

Jembatan Landak adalah jembatan penyatu antara Pontianak Utara dan Pontianak Timur menuju pusat Kota Pontianakdan sebaliknya. Penambahan Jembatan Landak II juga akan mempengaruhi dampak penggunaan Jembatan Landak Iyang merupakan satu-satunya jembatan sebelum adanya Jembatan Landak II sehingga dapat mengetahui perbedaandari penambahan Jembatan tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak pembangunan Jembatan Landak 2dari aspek Fisik, yaitu perubahan guna lahan dan kemacetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karenasumber penelitian ini didominasi oleh sumber primer dari masyarakat yang merasakan dampak langsung daripembangunan Jembatan Landak II. Aspek fisik pembangunan didominasi oleh dampak positif, yaitu berkurangnyakemacetan dan perubahan tata guna lahan. Mengurangi kemacetan dapat memudahkan mobilisasi pergerakan barangdan orang, mempersingkat waktu tempuh sehingga dapat mempercepat aktivitas masyarakat dan aktivitas yangberkaitan dengan transportasi. Dampak positif dari aspek fisik juga berupa perubahan penggunaan lahan yangdisebabkan oleh pengalihan lahan untuk pembangunan Jembatan dan penambahan infrastruktur di sekitar Jembatanserta penambahan bangunan masyarakat yang tentunya mengubah pola spasial kawasan sekitar Jembatan Landak II.Ruas jalan yang paling banyak terdampak adalah di Jalan Sultan Hamid II dan Situt Mahmud.