Kadarini, S. Nurlaily
Unknown Affiliation

Published : 58 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Abillity To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) untuk Penetuan Tarif Pada Perencana Angkutan Umum BRT di Kota Pontianak Zohra, Elia; Suyono, Rudi S.; Kadarini, S. Nurlaily
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.574 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.30771

Abstract

Bus Rapid Transit adalah angkutan umum berorientasi pelanggan dan memberikan fasilitas halte, kendaraan, perencanaan dan sistem transportasi, ke dalam sebuah sistem bus yang cepat, tepat  dan memiliki ciri khas tersendiri yang cepat dan tepat waktu Salah satu faktor penting dalam pengelolaan angkutan jasa transportasi angkutan umum BRT  salah satunya  tarif. Untuk menentukan  tarif angkutan umum BRT (Bus Rapid Transit) tarif dapat di lihat dari beberapa aspek utama dalam sistem angkutan umum Ability to Pay (ATP) / Willingness to Pay (WTP).Hasil penelitian yaitu kemampuan membayar masyarakat (Ability To Pay) terhadap tarif jasa angkutan umum BRT yaitu berkisar Rp. 1.750 – 3.250 dengan presentase melebihi 60%. Dan WTP realitis berkisar Rp. 3.000 – 3.500 dengan presentase sebesar lebih dari 80%, dan WTP setelah penambahan berada pada kisaran Rp. 4.000 – 5.500.Kata Kunci : BRT, Kemampuan membayar,kemauan membayar
EVALUASI KINERJA SIMPANG JALAN SUNGAI PINYUH-MEMPAWAH Kartika, -; S . Suyono, Rudi.; Kadarini, S. Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.489 KB)

Abstract

Simpang merupakan tempat terjadinya konflik lalu lintas.Volume lalu lintas yang dapat ditampung jaringan jalan ditentukan oleh kapasitas jalan pada jalan tersebut. Kinerja suatu simpang merupakan faktor utama dalam menentukan penanganan yang paling tepat untuk mengoptimalkan fungsi simpang yang mencakup kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian. Dengan menurunnya kinerja simpang akan menimbulkan kerugian pada pengguna jalan karena terjadi penurunan kecepatan, peningkatan tundaan, dan antrian kendaraan yang mengakibatkan naiknya biaya operasi kendaraan dan menurunnya kualitas lingkungan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui kinerja simpang serta melakukan perencanaan geometrik simpang tersebut untuk mengetahui kapasitas jalan, tundaan,peluang antrian dan derajat kejenuhan pada simpang tersebut saat sebelum dan sesudah dilakukan perencanaan geometrik simpang tersebut. Pengamatan ini diharapkan dapat mengetahui kinerja simpang tak bersinyal pada simpang Jalan Sungai Pinyuh berdasarkan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Pada penelitian ini pengambilan data primer berupa survey volume lalu lintas, geometrik jalan, serta hambatan samping yang dilaksanakan pada pukul 06.00-21.00 hari sabtu,minggu dan senin serta data sekunder yaitu peta lokasi dan jumlah penduduk Simpang Pinyuh. Selanjutnya data dianalisis volume lalu lintas,  kinerja simpang dan derajat kejenuhan untuk simpang tak bersinyal. Berdasarkan hasil analisa diketahui perhitungan kinerja yang dilakukan pada simpang Jalan Sungai Pinyuh pada jam puncak sore yaitu pukul 17.00-18.00 WIB terjadi sebesar 3032 smp/jam dengan kapasitas sebenarnya 3087 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 1,00. Dan selain itu juga terjadi tundaan 19,958 det/smp, serta terjadi peluang antrian sebesar 40,132%-79,421%.Sedangkan menurut MKJI 1997 derajat kejenuhan mendekati 0,8 (DS> 0,8), maka diperlukan evaluasi Kinerja Simpang tersebut. Dengan tingginya derajat kejenuhan maka perbaikan geometrik simpang tersebut perlu dilakukan untuk menambah kapasitas. Pada Jalan Simpang Pinyuh pelebaran jalan menjadi 17,7 meter dengan tipe simpang menjadi 324  dengan jumlah lengan 3, 2 lajur minor, 4 lajur mayor sehingga derajat kejenuhan menjadi DS = 0,78 dengan tundaan simpang 13,808 det/smp dimana tingkat pelayanan simpang (c) keadaan arus lalu lintas mulai stabil, kecepatan dan pergerakan lebih ditentukan oleh volume yang tinggi sehingga pemilihan kecepatan mulai terbatas dalam batas – batas kecepatan jalan yang cukup memuaskan. Kata kunci: Jalan Sungai Pinyuh, Kinerja Simpang Tak Bersinyal, Volume Lalu Lintas, Derajat Kejenuhan, Tundaan, Peluang Antrian, Tingkat Pelayanan
PENGGUNAAN SOFTWARE VISSIM UNTUK ANALISIS SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS JALAN SULTAN HAMID II – JALAN GUSTI SITUT MAHMUD – JALAN 28 OKTOBER – JALAN SELAT PANJANG) Wikayanti, Novia; Azwansyah, Heri; Kadarini, S. Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.2 KB)

Abstract

Pergerakan manusia, kendaraan dan benda-benda dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan jaringan transportasi. Masalah dengan transportasi adalah macet, keterlambatan, polusi udara dan suara yang sering ditemukan setiap hari di beberapa kota besar, beberapa sudah dalam kondisi kritis. Misalnya di daerah sekitar persimpangan Jalan Sultan Hamid II. Gst. Jalan Situt Mahmud, 28 Oktober Jalan, Jalan Selat Panjang di Kota Pontianak yang juga dianggap sebagai persimpangan dengan tingkat kemacetan yang tinggi, karena itu adalah akses utama ke berbagai tempat, salah satunya adalah akses ke kota lain. Tujuan yang dimaksudkan oleh penulis adalah evaluasi dan penataan simulasi persimpangan Jl. Sultan Hamid II, Jl. Gusti Situt Mahmud, 28 Oktober Jalan, dan Jalan Selat Panjang dilakukan dengan evaluasi MKJI dan simulasi VISSIM. Untuk perencanaan dan evaluasi kinerja lalu lintas persimpangan yang dilambangkan meliputi waktu sinyal, kapasitas (C), kinerja lalu lintas yang diukur dengan derajat kejenuhan (DS), penundaan (T), panjang antrian (QL), kendaraan yang terhenti (NS).
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL JALAN VETERAN – JALAN PAHLAWAN – JALAN GAJAHMADA – JALAN BUDI KARYA KARYA BERDASARKAN PROGRAM ANALISIS LALU LINTAS KAJI Rawaljani, Muhammad Abham; Erwan, Komala; Kadarini, S. Nurlaily
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.335 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.26617

Abstract

Pada penelitian ini memanfaatkan teknologi komputer dengan menggunakan  program kaji yang merupakan program komputerisasi dari MKJI atau Manual Kapasitas Jalan Indonesia  untuk memberikan kemudahan dalam menganalisa persimpangan,sehingga dapat menghemat waktu analisa. Lokasi penelitian adalah simpang bersinyal Jalan Veteran – Jalan Pahlawan –Jalan Gajahmada di Kota Pontianak. Untuk mengevaluasi simpang bersinyal dibutuhkan data lapangan berupa : kondisi geometric meliputi lebar pendekat, waktu sinyal dan volume lalu lintas, serta kondisi lingkungan berupa kelas ukuran kota, tipe lingkungan jalan, dan kelas hambatan samping sebagai data masukkan pada program KAJI. Komposisi kendaraan yang digunakan pada MKJI 1997 adalah LV,HV, dan Motor Cyle (MC). Data volume lalu lintas 93 % digunakan dalam evaluasi simpang. Dari hasil analisa yang dilakukan melalui program Kaji untuk tahun 2016 tingkat kinerja simpang   Jalan Veteran- Jalan Pahlawan- Jalan Gajahmada – Jalan Budi Karya Pendekat Utara (Jl. Pahlawan) sebesar 0.883, Pendekat Selatan(Jl.Veteran) sebesar 0.654, Pendekat Timur (Jl. Budi Karya) sebesar 0,888, dan Pendekat Barat (Jl. Gajahmada) sebesar 0.866. Derajat Kejenuhan  yang diisyaratkan pedoman MKJI yaitu DS < 0.85. Ini menunjukan bahwa kinerja rata-rata simpang yaitu 0.82  < 0.85 katagori mendekati simpang jenuh, dengan demikian solusi alternatif pada penelitian ini menganalisa perbaikan sinyal. Setelah di analisa perbaikan sinyal pada simpang bersinyal Jalan Veteran – Jalan Pahlawan –Jalan Gajahmada  - Jalan Budi Karya di dapatkan derajat kejenuhan kinerja simpang sebesar (Jl. Pahlawan) sebesar 0.743, Pendekat Selatan(Jl.Veteran) sebesar 0.753, Pendekat Timur (Jl. Budi Karya) sebesar 0,789, dan Pendekat Barat (Jl. Gajah mada) sebesar 0.786. Kata kunci : Evaluasi kinerja, Tundaan, Tingkat Pelayanan, Simpang bersinyal,
ANALISA KINERJA RUAS JALAN IMAM BONJOLDAN SIMPANG JALAN IMAM BONJOL – JALAN DAYA NASIONAL DI KOTA PONTIANAK Saldi, Angga Prialiadi; AS, Syafaruddin; Kadarini, S. Nurlaily
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.092 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.29428

Abstract

Road plays an important role in transportation activities and population mobility. The high activity at the intersection of Jalan Imam Bonjol - National Power Road causes a traffic flow conflict. So that it needs an analysis of the performance of Jalan Imam Bonjol and the intersection of Jalan Imam Bonjol - Jalan Daya Nasional in order to provide improvements to the problems of road and intersection performance. This study primary data collection in the form of a survey of road and intersection traffic volume, road geometric and intersection, and road side barriers on Friday, Saturday, Sunday, and Monday at 06.00 - 21.00 and secondary data, namely location maps, population and vehicles in Pontianak City . Then the data is analyzed traffic volume in units of junior high / hour followed by calculation of road capacity to the degree of traffic saturation, calculating road performance for the next 5 years and calculating intersection traffic volume, intersection capacity and degree of saturation for signalless and signaled intersections. Based on the results of the analysis it is known that the degree of saturation of Jalan Imam Bonjol = 0.90. In the year 2022 degrees of saturation = 1.12, while for the intersection of Jalan Imam Bonjol - National Power Road the degree of saturation is = 1.70. With the high degree of saturation, the geometric improvements in roads and intersections need to be done to increase capacity. On Jalan Imam Bonjol widening the road to 12 meters with 4 lanes 2 directions so that the degree of saturation = 0.59 and in 2022 degrees saturation = 0.73. The high degree of saturation at the intersection requires that the settings using traffic lights get the degree of saturation = 1.08. The still high degree of saturation requires a geometric change in the intersection of Jalan Imam Bonjol - Jalan Daya Nasional, on Jalan Imam Bonjol with a width of 12 meters with 4 lanes 2 directions and at Daya National Road with a width of 10 meters with 2 lanes 2 directions so that the degree of saturation is obtained = 0.87. Alternative repairs carried out are using traffic lights with 2 phases, degree of saturation = 0.74 with delay = 19 seconds / second where the level of intersection performance (c) traffic flow is still stable, and transferring vehicles from the National Power Road to the Road Imam Bonjol to turn left directly through the BRI office of Tanjungpura University towards the road of the old Post Office of Tanjungpura University.Keywords: Jalan Imam Bonjol, Degree Of Saturation, Road Performance, Intersection Performance
ANALISIS GEOMETRIK TIKUNGAN PADA JALAN YA’M SABRAN TANGJUNG HULU KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Singgih, Andre; Erwan, Komala; Kadarini, S. Nurlaily
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.135 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35632

Abstract

Permasalahan pada tikungan Jalan Ya’M Sabran Tanjung Hulu Pontianak Timur berupa kurangnya pelebaran perkerasan tikungan apabila kendaraan besar melintas membuat kendaraan pada arah berlawanan memakai bahu jalan agar tidak bertabrakan dengan kendaraan lainnya kondisi seperti ini membuat pengendara merasa tidak aman dan nyaman, Superelevasi tikungan terlalu kecil menyebabkan kesulitan mengikuti arah tikungan dapat membuat kendaraan keluar dari badan jalan. Metode yang digunakan metode deskriptif sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan studi literatur. Hasil identifikasi bentuk tikungan 1 yaitu spiral – circle - spiral nilai Rc = 340 m, lebar jalur = 6,8 m, superelevasi = 1,172 %, jarak pandang henti = 59.356 m, Es = 1,401 m, Ts = 36,757 m, E = 1,100 m dengan pelebaran pada perkerasan tikungan 6,790 m. Tikungan 2 dan 3 tidak bisa teridentifikasi karena jari-jari terlalu kecil dari peraturan RSNI tahun 2004 untuk kecepatan 50 km/jam. Rekomendasi perbaikan menggunakan kecepatan rencana 70km/jam bertujuan merencanakan tikungan yang landai membuat pengendara lebih aman dan nyaman. Pendekatan jenis tikungan FC, SCS dan SS untuk tikungan 1, 2 dan 3 ialah spiral-circle-spiral dari nilai Ts ,Es serta total panjang lengkung terpendek. Selain dari geometrik untuk meningkatkan rasa aman dan memaksimalkan fungsi jalan maka perlu adanya penambahan fasilitas.Kata Kunci : Kecepatan Rencana ( Vr ), Jari-jari ( RC ), Superelevasi ( e ), Pelebaran Perkerasan, Geometrik
STUDI TENTANG KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP PEMANFAATAN TROTOAR DI KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS JALAN SULTAN ABDURRAHMAN PONTIANAK) Illus, -; Syafaruddin, -; Kadarini, S. Nurlaily
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.19881

Abstract

Judul penelitian ini adalah “Studi tentang Tentang Kenyamanan Pejalan kaki Terhadap Pemanfaatan Trotoar di Kota Pontianak (Studi Kasus Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak). Kenyamanan merupakan salah satu nilai vital yang selayaknya harus dinikmati oleh manusia ketika melakukan aktifitas-aktifitas di dalam suatu ruang. Dalam penelitian ini kenyamanan yang akan dianalisis adalah tingkat kenyamanan pejalan kaki dalam pemanfaatan trotoar, dengan mengambil lokasi penelitian di Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak sebagai bahan studi kasus dalam spesifikasi pengambilan data penelitian. Sampel yang diambil berasal dari populasi penelitian, yakni para pejalan kaki yang melintas atau menempuh perjalanan di sepanjang Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah melalui teknik dokumentasi, kuesioner dan volume pejalan kaki. Sedangkan untuk metode analisis data yaitu analisis persepsi pejalan kaki tingkat kenyamanan yang ditinjau dari beberapa faktor. Hasil yang diperoleh dari perhitungan analisis deskriptif persentase, (dalam 4 zona pengambilan sampel populasi) mengenai persepsi pejalan kaki tentang kenyamanan yang ditinjau dari, 1) faktor umum dengan jumlah skor 1460 menghasilkan 48,67% tergolong kriteria kurang baik, 2) faktor keamanan dengan jumlah skor 1263 menghasilkan 50,52% tergolong kriteria kurang baik, dan 3) faktor kelengkapan fasilitas penunjang dengan jumlah skor 914 menghasilkan 45,07% tergolong kriteria kurang baik. Dari seluruh faktor tersebut dengan responden sebanyak 100 pejalan kaki dan total menunjukkan bahwa dalam pemanfaatan jalur trotoar pada jalan Sultan Abdurrahman Pontianak adalah dengan nilai skor 48,49% dan tergolong dalam kriteria kurang baik. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh faktor merupakan unsur-unsur pokok yang menunjang rasa kenyamanan pejalan kaki dalam pemanfataan jalur trotoar Jalan Sultan Abdrrahman Pontianak. Kata Kunci : kenyamanan, pejalan kaki, trotoar.
STUDI PENGEMBANGAN PENYEBERANGAN PERDESAAN DI SUNGAI KAPUAS, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT Tri Saputra, Angga Prabowo; Mulki, Gusti Zulkifli; Kadarini, S. Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu, memprediksi pertumbuhan penumpang 5 tahun kedepan berdasarkan pertumbuhan penduduk yang berpengaruh terhadap penyeberangan tersebut, dan menentukan jumlah armada yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan angkutan penyeberangan, Kecamatan Sungai Raya, khususnya di Dermaga Parit Bugis Laut dan Dermaga Parit Wonosari agar jumlah armada tidak terjadi kekurangan ataupun kelebihan. Penduduk Kecamatan Sungai Raya tahun 2017 berjumlah 211.590 jiwa, tahun 2022 menjadi 229.206 jiwa. Penduduk Kecamatan Rasau Jaya tahun 2017 berjumlah 26.886 jiwa, tahun 2022 menjadi 29.557 jiwa. Penduduk Kecamatan Pontianak Tenggara tahun 2017 berjumlah 50.991 jiwa, tahun 2022 menjadi 56.034 jiwa. Hasil prediksi pertumbuhan penumpang, daerah pengaruh Kecamatan Sungai Raya jumlah penumpang sekarang 680 orang dan tahun 2022 berjumlah 737 orang, daerah pengaruh Kecamatan Rasau Jaya jumlah penumpang sekarang 48 orang dan  tahun 2022 berjumlah 52 orang, daerah pengaruh Kecamatan Pontianak Tenggara jumlah penumpang sekarang 23 orang dan tahun 2022 berjumlah 25 orang. Jumlah armada optimal di Dermaga Parit Bugis Laut adalah 7 buah armada dari 9 armada yang tersedia dengan load factor 0,54, sedangkan di Dermaga Parit Wonosari adalah 9 buah armada dari 11 armada yang tersedia dengan load factor 0,6. Berdasarkan perencanaan kebutuhan yang maksimal maka, jumlah armada optimal adalah 2 buah dengan load factor pada jam sibuk adalah 0,89 dan load factor pada jam normal adalah 0,58. Pengembangan prasarana penyeberangan di Dermaga Parit Bugis Laut dan Dermaga Parit Wonosari dikembangkan dengan beberapa fasilitas diantaranya, dermaga/fasilitas sandar kapal, terminal penumpang/tempat istirahat, akses penumpang dan barang ke dermaga, dan gertak penghubung untuk naik turun penumpang dan barang. Kata Kunci : Transportasi Sungai, Motor Air, Load factor, Jam Sibuk dan Jam Normal
RENCANA PENGEMBALIAN FUNGSI (REVITALISASI) TERMINAL BATU LAYANG Kurnawan, Sandy; Suyono, Rudi S.; Kadarini, S. Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Batu Layang merupakan terminal penumpang yang berjenis terminal tipe C dan melayani angkutan dalam Kota. Adanya perubahan fungsi terminal dari tipe B menjadi tipe C pada tahun 2016 agar dapat mengoptimalkan kinerja terminal. Revitalisasi Terminal Batu Layang sebagai terminal penumpang, perencanaan revitalisasi terminal diharapkan Terminal Batu Layang dapat digunakan sebagai pelayanan publik bagi masyarakat serta menarik perhatian masyarakat dalam penggunaan pelayanan publik. Tujuan penelitian ini adalah memberikan arahan strategi pengembalian fungsi terminal angkutan umum dalam upaya peningkatan prasarana transportasi jalan di Kecamatan Pontianak Utara dan Kecamatan Pontianak Timur. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, kuesioner dan wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis IPA (Importance Performance Analysis) untuk mengetahui tingkat kinerja pelayanan di Terminal Batu Layang, Analisis keterkaitan Terminal Batu Layang terhadap Kota Pontianak dan Analisis SWOT untuk mengetahui strategi untuk mengembalikan fungsi pelayanan terminal Batu Layang. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi pelayanan di Terminal Batu Layang masih sangat minim dan terdapat tiga atribut pelayanan yang paling rendah yang berkaitan dengan tingkat kinerja di Terminal Batu Layang, Optimalisasi fungsi terminal dengan cara perbaikan/peningkatan manajemen terminal yang lebih baik sesuai dengan standar prosedur operasional terminal. Kata Kunci : Terminal, Importance Performane Analysis (IPA)
ANALISIS DAN EVALUASI KINERJA BUNDARAN TUGU JAM DI KOTA SINTANG Priyatmoko, Tegar Nova; Kadarini, S. Nurlaily; Sumiyattinah, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan empat lengan Jalan Lintas Melawi, Jalan MT Haryono Sungai Durian, Jalan Lintas Kapuas dan Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah  (bundaran Tugu Jam). Bundaran ini melayani arus penting yaitu arus lalu lintas masuk dan keluar ke Kota Sintang, lembaga pendidikan, perkantoran, pasar, dan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dari kinerja geometrik bundaran empat lengan tersebut, sehingga dapat mengetahui tingkat kejenuhan dari bundaran tersebut dan memberikan alternatif perbaikan bundaran. Untuk mengetahui kinerja bundaran Tugu Jam di Kota Sintang ini dilakukan pengambilan data selama 3 hari dengan bantuan alat survei berupa cctv sebagai perekamnya yang dimulai pukul 06.00-18.00 WIB. Kemudian data yang sudah terkumpul diolah dengan menggunakan teori perhitungan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Dari hasil pengamatan yang dilakukan waktu jam sibuk yang terjadi pada bundaran Tugu Jam di Kota Sintang ini adalah pada hari Sabtu jam 17.00-18.00 WIB. Derajat kejenuhan (DS) tertinggi pada kondisi existing didapat pada bagian jalinan DA yaitu sebesar 0,965. Tundaan bundaran rata-rata diperoleh sebesar 14,70 detik, Pada alternatif pertama didapat nilai derajat kejenuhan tertinggi pada kondisi existing atau tahun 2018 sebesar = 0,657 dan tundaan bundaran rata-rata sebesar  = 9,48 det/smp, sedangkan nilai derajat kejenuhan tertinggi pada tahun 2023 sebesar = 0,712 dan tundaan bundaran rata-rata sebesar = 10,20 det/smp. Kemudian pada alternatif kedua didapat nilai derajat kejenuhan tertinggi pada kondisi existing atau tahun 2018 sebesar = 0,538 dan tundaan bundaran rata-rata sebesar  = 8,90 det/smp, sedangkan nilai derajat kejenuhan tertinggi pada tahun 2023 sebesar = 0,582 dan tundaan bundaran rata-rata sebesar = 9,20 det/smp. Strategi perbaikan kondisi existing dengan melakukan perbaikan pada bagian jalianan yang memiliki nilai derajat kejenuhan yang tinggi. Kata-kata kunci : Bundaran, Kinerja, Derajat Kejenuhan, Tundaan, MKJI 1997