Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Capsaicinoids from Capsicum annuum as an Alternative FabH Inhibitor of Mycobacterium Tuberculosis: In Silico Study Krisnamurti, Gabriella Chandrakirana; Sari, Dewi Ratih Tirto; Bare, Yohanes
Makara Journal of Science Vol. 25, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of tuberculosis (TB) cases worldwide reached 1.5 million in 2018; thus, TB is considered a deadly disease. TB is caused by Mycobacterium tuberculosis and involves lipid synthesis. Considering the importance of lipid metabolism in bacteria, FabH may be an essential protein target for repressing lipid synthesis. Capsaicinoids from Capsicum annuum demonstrate potent antibacterial activity. This study predicted the ability of capsaicinoid compounds to inhibit FabH. In silico analysis was performed by retrieving the structure of FabH from PDB and those of selected capsaicinoid derivatives from PubChem. The compounds were docked using AutoDock Vina in PyRx 0.8 software. The interactions of FabH and different capsaicinoid derivatives showed identical binding characteristics. The bonding type most frequently observed was hydrogen bonds. In conclusion, capsaicinoid derivatives could block lipid synthesis through FabH. The relevant mechanism and biological processes should be studied further.
Kajian in silico Penghambatan Spesifik 3C-like Protease SARS-CoV-2 Senyawa Quinic Acid, Gluconic Acid, dan Ferulic Acid pada Kulit Kopi Yohanes Bare; Frederiksen Novenrius Sini Timba; Dewi Ratih Tirto Sari; Oktavius Yoseph Tuta Mago; Maria Marcelina Dua Nurak
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v8i2.3971

Abstract

This study aims to explore the chemical compounds of the coffee pulp as an anti-covid-19 (anti-3C-like protease). In silico modeling was carried out by structure retrieval, protein preparation, and docking simulation. Specific Grid docking was used for ligands – protein interacting by using Molegro Virtual Docker 5, followed by visualizing Discovery studio version 21.1.1. Compounds contained in coffee pulp, quinic acid, gluconic acid, and ferulic acid separately bind to the same amino acid residues of 3CL Protease or each other. Furthermore, three compounds inhibited 3CLPro activity by catalytic site blocking of 3CLPro, indicating that coffee compounds have potential as molecular therapeutic materials for the coronavirus by inhibiting SARS-CoV-2 genome replication.
Studi in Silico Prediksi Potensi 6-Gingerol sebagai inhibitor c-Jun N-terminal kinases (JNK): Prediction Potential of 6-gingerol as c-Jun N-terminal kinases (JNK): In Silico approach Bare, Yohanes; Maulidi, Andri; Sari, Dewi Ratih Tirto; Tiring, Sri Sulystyaningsih Natalia Daeng
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 1 No. 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.v1i2.211

Abstract

Revolusi industri 4.0 mendorong pendidikan harus sesuai perkembangan teknologi. Penggunaan in silico merupakan metode dalam bidang biologi yang menggunakan komputer dan internet dalam kajiannya. Penyembuhan penyakit diabetes melitus tipe 2 (DMT2) menjadi perhatian dalam kajian in silico. Senyawa 6-gingerol dari jahe diinteraksikan dengan protein JNK. Tujuan dari penelitian dari penelitian ini untuk menganalsisi potensi 6-gingerol sebagai inhibitor JNK. Penelitian ini menggunakan metode in silico. Protein JNK (ID: 464Y) diperoleh dari Protein Data Bank (PDB) sedangkan ligan 6-gingerol (CID: 44559528) diperoleh dari database PubChem. Ligan dan protein diinteraksikan menggunakan HEX 8.0.0, visualisasi dan analisis data menggunakan Discovery studi client 4.1. Analisis yang dikaji adalah jumalah residu asam amino yang berinteraksi dengan JNK, ikatan hidrogen, dan energi yang dibentuk. Interaksi 6-gingerol dan JNK terdapat dua residu Arg107 dengan ikatan hidropobik dan Ser217 dengan ikatan hydrogen. Gaya van der Waals yang terbentuk pada residu asam amino ALA74, GLN75, ALA211, ALA214, LYS106, THR213, THR103, GLN1022, GLU384, dan HIS104. Energi yang terbentuk adalah -299.65cal/mol. Ligan 6-gingerol diprediksi memiliki potensi sebagai inhibitor JNK.
KAJIAN IN SILICO 6-PARADOL SEBAGAI HERBAL ALTERNATIF PENGOBATAN PENYAKIT ALZHEIMER: IN SILICO REPURPOSING OF 6-PARADOL AS AN ALTERNATIVE HERBAL MEDICINE FOR ALZHEIMER DISEASE Yohanes Bare; Dewi Ratih Tirto Sari; Wa Ode Ujiana; Paula Yunita Seku Ra'o; Krisna Pada
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.289

Abstract

Jahe mengandung beberapa senyawa volatil dan non-volatil yaitu 6-paradol yang memiliki manfaat kesehatan dan kinerja nutrisi dan antioksidan yang tinggi. Penelitian ini mengeksplorasi dan menyelidiki potensi senyawa bioaktif dari jahe sebagai anti-alzheimer. Aplikasi In silico dilakukan dalam penelitian, beberapa senyawa bioaktif disaring dan senyawa terpilih dari jahe digunakan 6-paradol (CID 94378), diperoleh struktur 3D dari Database PubChem. Choline acetyltransferase (PDB ID 2FY3) dipilih sebagai protein alzheimer dan berinteraksi dengan senyawa jahe. Kolin sebagai ligan asli untuk Choline acetyltransferase digunakan sebagai kontrol. Struktur tiga dimensi senyawa jahe dengan Choline acetyltransferase menunjukkan interaksi yang tepat, menunjukkan semua senyawa terpilih menurunkan aktivitas Choline acetyltransferase Menariknya, 6-paradol berinteraksi dengan Choline acetyltransferase di situs choline yang berarti menghambat interaksi kolin- Kolin asetiltransferase. Kesimpulan, senyawa 6-paradol memiliki aktivitas potensial untuk mengurangi Choline acetyltransferase Dinamika molekuler lebih lanjut, penelitian in vitro dan in vivo diperlukan
Analisis In silico Heksosa, D-Manitol dan Asam Malat Kulit Kopi sebagai Penghambat Infeksi Virus Corona Bare, Yohanes; Timba, Frederiksen Novenrius Sini; Nurak, Maria Marcelina Dua; Sari, Dewi Ratih Tirto
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i2.5970

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus corona, dan telah menjadi pandemik dari 2019 hingga 2022. Berbagai terapi telah dilakukan dan dikembangkan oleh banyak peneliti, termasuk pembuatan vaksin COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa pada kulit kopi sebagai agen penghambat kompleks antara spike glycoprotein SARS-CoV-2 dan Angiotensin-Converting Enzyme 2 (ACE2) secara in silico. Kajian in silico dilakukan dengan mengunduh struktur 3D senyawa yaitu heksosa, asam malat, dan D-manitol dari PubChem NCBI, serta kompleks spike glycoprotein SARS-CoV-2 – ACE2 dari Protein Data Bank. Interaksi masing-masing senyawa uji dan kompleks dianalisis dengan Molegro Virtual Docker dan divisualisasi dengan Discovery Studio. Hasil analisis menunjukkan bahwa heksosa, asam malat dan D-manitol mengikat bagian diantara spike glycoprotein SARS-CoV-2 dan ACE2. Residu sisi aktif ikatan antara kompleks dengan ketiga senyawa uji merupakan residu protein dari ACE2 dan spike glycoprotein SARS-CoV-2. Jenis ikatan yang terbentuk antara senyawa dan kompleks protein didominasi oleh ikatan hidrogen, dan beberapa gaya Van der Waals. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa senyawa heksosa, asam malat, dan D-manitol yang ada pada kulit kopi memiliki potensi sebagai anti SARS-CoV-2, namun demikian itu perlu dilakukan pembuktian secara in vitro dan in vivo. 
Virtual Screening: Prediksi potensi 8-shogaol terhadap c-Jun N-Terminal Kinase (JNK) Bare, Yohanes; S, Mansur; Tiring, Sri Sulystyaningsih Natalia Daeng; Sari, Dewi Ratih Tirto; Maulidi, Andri
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 4 No. 1: March 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e-saintika.v4i1.157

Abstract

JNK adalah gen yang berperan dalam metabolisme DMT2. Dalam pengobatan T2DM digunakan JNK sebagai potensi terapi dengan menggunakan bahan alam. 8-shogaol adalah komponen kimia yang terkandung dalam jahe yang memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitina ini adalah menginversitagasi dan menganalisis peran 8-shogaol terhadap JNK. Protein JNK (ID: 464Y) diperoleh dari Protein Data Bank dan ligan 8-shogaol (CID:6442560 ) didapat dari pubchem. Ligan dan protein didocking menggunakan Hex 8.0.0. File dalam bentuk pdb divisualtisasi dan analisis menggunakan Discovery Studio Client 4.1 software. Interaksi ligan-protein menunjukan ikatan hidrogen pada residu asam amino LYS93 dan van der Waals pada 18 residu asam amino dengan energi ikatan-289.68cal/mol. Interkasi ini berpotensi sebagai penghambat kerja JNK dan dapat digunakan dalam terapi DMT2.Virtual screening: potential prediction of 8-shogaol againts c-Jun N-Terminal Kinase (JNK)AbstractJNK is one of gene that has a role in T2DM condition. To curve T2DM use JNK as potential healing using natural compounds. Eight-shogaol which found in ginger has function as a antioxidant.. The aim of the research is to investigate and analyze role 8-shogaol againts JNK. Protein JNK (ID: 464Y) was taken from Protein Data Bank and ligand 8-shogaol (CID:6442560 ) acquired from pubchem. Ligand and protein model were docked using Hex 8.0.0 software. Visualization and analysis molecular interactions by the Discovery Studio Client 4.1 software. Interaction ligand-protein showed one hydrogen bond in amino acid residue LYS93 and formed van der Waals in eighteen amino acid residues which energy binding -289.68cal/mol. This interaction has a potential to inhibit JNK role and lead to therapy T2DM.
Indonesian Cinnamon (Cinnamomum burmanni (Nees & T. Nees) Blume) as Promising Medicinal Resources: A Review Handayani, Aisyah; Lailaty, Intani Quarta; Rosyidah, A'liyatur; Sari, Dewi Ratih Tirto; Yunarto, Nanang; Suherman, Dadang
Jurnal Sylva Lestari Vol. 12 No. 3 (2024): September
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v12i3.929

Abstract

Cinnamomum burmanni (Lauraceae) is one of the Cinnamomum species native to Indonesia. Given the worldwide use of cinnamon, the famous spice derived from its bark, cinnamon is also considered to possess medicinal properties. Consequently, a comprehensive review of C. burmanni was conducted to explore its medicinal benefits. This paper reviews several studies on the traditional use of C. burmanni in Indonesia, its phytochemistry, and its pharmacological properties. Traditionally, C. burmanni is utilized not only as spices but also for medicinal purposes, food ingredients, and ritual purposes. The bark is the most commonly used part, while few other parts of the plant are used. Several phytochemical compounds of C. burmanni have been identified. C. burmanni also has been reported to exhibit a wide range of biological activities. From those studies, it can be concluded that the medicinal use of C. burmanni’s bark has been scientifically validated due to its rich content of active compounds. Furthermore, other parts of C. burmanni should be analyzed to determine their content of active compounds. Keywords: active compound, Cinnamomum burmanni, medicinal plant, spice, traditional medicine
Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Kadar Flavonoid Simplisia Daun Cermai (Phyllanthus acidus L. Skeels) Nisa, Mujiatun; Jannah, Raodatul; Qodri, Udrika Lailatul; Sari, Dewi Ratih Tirto
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (1) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(1).2

Abstract

Tanaman cermai merupakan salah satu herba dalam famili Euphorbiaceae yang diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif. Salah satu jenis senyawa bioaktif cermai yaitu flavonoid, yang banyak ditemukan pada daunnya. Pengolahan simplisia daun cermai menjadi penting untuk diperhatikan guna menjaga kandungan senyawa aktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kadar air dan flavonoid simplisia daun cermai dengan metode pengeringan sinar matahari, kering-angin dan pengeringan dengan oven suhu 40°C. Kadar air simplisia daun cermai dengan metode pengeringan oven menunjukkan kadar air paling rendah, yakni 7,87%. Sebaliknya, pengeringan dengan oven meningkatkan kadar flavonoid dengan kadar 3,32 mg QE/ g. pengeringan dengan teknik kering angin menunjukkan kadar flavonoid paling rendah yakni 2,04 mg QE/ g  dengan kadar air paling tinggi yakni 9,96%. Penelitian ini disimpulkan bahwa pengeringan daun cermai yang optimal yaitu dengan pengeringan oven bersuhu 40°C dengan kadar flavonoid yang tinggi dan kadar air yang masih memenuhi standar simplisia.
Berberine: A Potential Inhibitor of Dihydrofolate Reductase- Thymidylate Synthase (DHFR-TS) for Malaria Bare, Yohanes; Sari, Dewi Ratih Tirto; Nita, Angeliana Desimaris; Taek, Maximus M
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 13 No 1 (2022): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v13i1.11145

Abstract

The goal of this study was to genetically link natural materials derived from Tinospora crispa L with Berberine to dihydrofolate reductase-thymidylate synthase (DHFR-TS). Method: The ligand berberine (CID: 2353) was obtained from Pubchem, while the protein DHFR-TS (PDB ID 2bl9) was obtained from Protein Data Bank. The ligands and proteins interacted with HEX 8.0.0.0 and were visualized with Discovery Studio. The researchers discovered a positive interaction between berberine and DHFR-TS, observed at four amino acid residues that bind to the protein TYR125, ILE121, LEU45, and MET54. Van der Waals interactions, hydrogen bonds, Pi-Sulfur, Pi-Alkyl, and Pi-Stalked interactions all contribute to strength and stability. In conclusion, berberine has the potential to act as a DHFR-TS inhibitor and thus prevent malaria.ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan bahan alam yang berasal dari Tinospora crispa L dengan kandungan utama Berberin dengan dihydrofolate reductase-thymidylate synthase (DHFR-TS) secara genetik. Metode, Ligan berberin (CID: 2353 ) diperoleh dari Pubchem sedangkan protein DHFR-TS (PDB ID 2bl9) diperoleh dari Protein Data Bank, ligan dan protein diinteraksikan menggunakan HEX 8.0.0.0 dan divisualisasikan menggunakan discovery studio. Ditemukan interaksi positif antara berberin dan DHFR-TS yang menunjukkan interaksi pada empat residu asam amino yang berikatan dengan protein. Mereka adalah TYR125, ILE121, LEU45 dan MET54. Beberapa interaksi yang dilakukan Van der Waals, ikatan hidrogen, Pi-Sulfur, Pi-Alkyl dan Pi-Stalked juga memberikan dukungan dalam rangka meningkatkan kekuatan dan stabilisasi. Kesimpulannya, berberin memiliki potensi fungsi sebagai penghambat DHFR-TS dan mengarah pada malaria.
Edukasi Kesehatan Kulit dan Pelatihan Pembuatan Sabun Herbal Pada Santri Azkiyah, Siti Zamilatul; Laily, Siti; Jannah, Raodatul; Pranoto, M. Eko; Afza, Hadfina; Sari, Dewi Ratih Tirto
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i1.1732

Abstract

Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi pada santri. Factor penyebab penyakit kulit diantaranya kebersihan diri dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan pembuatan sabun herbal untuk penyakit kulit pada santri. Kegiatan dilaksanakan dengan dua tahap, sosialisasi dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan pembuatan sabun herbal. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui evaluasi dengan pre-tes dan pos tes yang meliputi pengetahuan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan serta pengetahuan tentang herbal untuk penyakit kulit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kebersihan diri, perawatan kulit bebas penyakit dan bahan herbal untuk pengobatan penyakit kulit hingga 100%. Kegiatan pelatihan meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat dan mengetahui tata cara pembuatan sabun herbal. Kegiatan ini disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan pada santri meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan sabunherbal untuk penyakit kulit.