Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Kesejahteraan Emosional dan Dukungan Keluarga dengan Kesehatan Mental Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah Hatibae, Sri Wita; Wulansari, Ika; Salawali, Siti Hajar
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2025): Volume. 1 No. 4 2025
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v1i4.35

Abstract

Ibu post partum rentan terhadap gangguan mental, World Health Organization mencatat sebanyak 13% ibu post partum mengalami permasalahan mental dengan angka kejadian depresi post partum mencapai 17.22% secara global. Kesejahteraan emosional adalah faktor internal yang mempengaruhi keparahan depresi post partum dengan dukungan keluarga sebagai faktor penting penyesuaian seorang ibu. tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Kesejahteraan Emosional dan Dukungan Keluarga dengan Kesehatan Mental Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 85 ibu post partum dengan menggunakan non probability sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Spearmen Rank. Hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi r = -0,383 (p-value 0,000 atau < 0,005) artinya ada Hubungan yang cukup signifikan antara Kesejahteraan Emosional dengan Kesehatan Mental Ibu Post Partum. Dan diperoleh hasil koefisien korelasi r = - 0,469 (p-value 0,000 atau < 0,005) artinya ada Hubungan yang cukup signifikan antara Dukungan Keluarga dengan Kesehatan Mental Ibu Post Partum. Diharapkan untuk institusi Puskesmas dapat mengintegrasikan skrining kesehatan mental postpartum dalam layanan rutin pemeriksaan ibu post partum.
Penguatan Literasi Anti-Bullying Remaja Melalui Edukasi Komprehensif Berbasis Media Visual Interaktif Salawali, Siti Hajar; Hiola, Dewi Suryaningsi; Auli Irfah; Hunawa, Rachmawaty D; Arsad, Sitti Fatimah Meylandri
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i2.1325

Abstract

Bullying remains a pressing global issue, particularly among adolescents in educational settings. This community service program was designed to enhance students' knowledge and awareness of SMK Tridharma Lab School UNG regarding the definitions, causes, types, impacts, warning signs, prevention strategies, and appropriate responses to bullying. A structured, one-day intervention was conducted using interactive educational methods supported by visual media, including PowerPoint presentations, animated videos, thematic posters, and a practical pocket guidebook. A total of 28 students actively participated in thematic sessions, group discussions, and reflective activities. The effectiveness of the intervention was evaluated using pre- and post-activity questionnaires. The results indicated a significant improvement across all indicators: 95% of participants demonstrated accurate understanding of the concepts, types, and prevention strategies, while 90% showed a solid grasp of the causes and consequences of bullying. These findings emphasize the effectiveness of multimodal, youth-centered educational strategies in fostering anti-bullying literacy. The program highlights the importance of integrating innovative visual media into community engagement efforts to promote safer, more inclusive school environments.
Literasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Dalam Menjaga Vulva Hygiene Hiola, Dewi Suryaningsi; Siti Hajar Salawali; Rachmawaty D. Hunawa; Sitti Fatimah M. Arsad
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i1.1333

Abstract

Vulva hygiene is the act of maintaining and preserving the cleanliness and health of reproductive organs for physical and psychological well-being (Hallimil, Rahmawati, and Maulida 2021). World Health Organization 2019 the incidence of reproductive disorders due to poor vulva hygiene in women is 35%. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 2020 found that 3.2 million adolescents have reproductive disorders. Good and correct vulva hygiene behavior is needed to improve women's reproductive health. Low knowledge and independent attitudes of reproductive health can endanger adolescent reproductive health. Efforts to increase knowledge and attitudes are through reproductive health literacy activities. The purpose of reproductive health literacy activities is to increase adolescent knowledge and independent attitudes in maintaining vulva hygiene. The results of the implementation have increased adolescent knowledge and independent attitudes in maintaining vulva hygiene.
The Breast Care Education and Breastfeeding Positions Hunawa, Rachmawaty D; Siti Hajar Salawali; Dewi Suryaningsi Hiola; Sitti Fatimah Meylandri Arsad
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i1.1334

Abstract

Lack of maternal knowledge about the importance of breast care during pregnancy affects the baby's milk production and exclusive breastfeeding behavior from birth to 6 months of age, Breast care is an important organ and therefore a matter that needs to be considered in preparation for the next breastfeeding., Knowledge of the correct breastfeeding techniques is necessary to breastfeed the baby while ensuring the proper bond and position of mother and baby for breastfeeding to be successful. The purpose of this study is to provide education on Breast Care and Breastfeeding Position for Pregnant and Lactating Women. The method of implementation in this activity is breast health care counseling and breastfeeding positions aimed at pregnant women and breastfeeding mothers in Hulawa village, Telaga district. The results obtained were that all participants experienced the same increase in score, which was 30 points, which reflected a positive change in their understanding of the material presented, Before the counseling, the participants' scores were in the range of 40 to 60, which reflected a low to moderate level of knowledge. However, after being given counseling, participants' scores increased to 70 to 90, indicating a better level of understanding. The percentage increase in scores varies between 50% to 75%, depending on each participant's initial score. The conclusion of Health counseling is an activity carried out to increase one's knowledge and abilities through learning practice techniques or instructions to change or influence one's behavior in achieving healthy living goals, Advice for pregnant and lactating women can practice breast care directly to help increase milk expenditure for baby nutrition and a good breastfeeding position can increase comfort for mothers and babies.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Kecemasan dengan Kepatuhan Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara Akili, Nurain Lista; Wulansari, Ika; Salawali, Siti Hajar
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i1.3936

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering didiagnosis dan mengancam jiwa pada wanita. Untuk mengurangi angka kematian pengobatan seperti kemoterapi perlu untuk dilakukan. Keberhasilan pengobatan bergantung pada kepatuhan pasien yang dapat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kecemasan dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di dua rumah sakit yang ada di Provinsi Gorontalo yaitu RSUD. Prof. Dr. Aloei Saboe dan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Sampel pada penelitian ini berjumlah 37 responden yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling dengan kriteria telah menjalani kemoterapi minimal sebanyak 3 siklus berturut-turut . Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale (ZSAS) serta lembar observasi. Uji yang digunakan adalah Chi-square test untuk analisa data dengan hasil yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p-value 0,010) dan kecemasan (p-value 0,004) dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker. Dukungan keluarga yang baik dan kecemasan yang rendah dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani kemoterapi
Peningkatan Kapasitas Kader: Edukasi Terintegrasi Cegah Komplikasi Diabetes Fisik dan Mental Salawali, Siti Hajar; Ita, Sulistiani; Nasrun, Pakaya; Zainuddin, Zainuddin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qhtmm733

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menimbulkan komplikasi fisik serta gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Kasus DM di Indonesia, termasuk di Desa Langge, Kabupaten Bone Bolango, masih tinggi dan menjadi prioritas penanganan penyakit kronis. Rendahnya kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi pencegahan komplikasi DM, baik fisik maupun mental, menjadi tantangan dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan melalui edukasi terintegrasi tentang pencegahan komplikasi fisik dan mental pada pasien DM. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, koordinasi, pre-test, pelatihan partisipatif, simulasi, role play, dan evaluasi post-test. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar DM, skrining depresi ringan menggunakan PHQ-2, teknik relaksasi napas dalam, afirmasi positif, komunikasi efektif, serta perawatan diri kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan kader, dari 60% kategori sedang dan 40% rendah pada pre-test menjadi 90% kategori tinggi setelah pelatihan. Temuan ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi terintegrasi dalam memperkuat kapasitas kader sebagai agen perubahan di komunitas. Disarankan agar dilakukan pendampingan lapangan dan monitoring berkala untuk memastikan penerapan praktik yang berkelanjutan dan memperkuat peran kader dalam pencegahan komplikasi DM secara holistik.