Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Kepatuhan Pengobatan dan Outcome Klinis Pasien DM Tipe 2 Puskesmas Mulyoharjo Rahmadha Syifannisa; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum; St Rahmatullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v15i2.1127

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolism karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja atau sekresi insulin. Kegagalan terapi DM disebabkan oleh kurangnya kemampuan pasien dalam melakukan manajemen diri termasuk ketidakpatuhan penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengaruh konseling apoteker di Puskesmas Mulyoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design dengan menggunakan data pendekatan yang bersifat prospektif dan dianalisis dengan uji normalitas, uji paired sample t-test, dan uji chi-square. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 54 responden. Hasil penelitian ini memberikan gambaran kepatuhan pasien terjadi peningkatan kepatuhan pengobatan dengan kategori rendah 100% menjadi 22,2%, kategori sedang 0% menjadi 64,8%, dan kategori tinggi 0% menjadi 12,9%. Dan hasil dari outcome klinis memberikan penurunan rata-rata kadar gula darah dari 225,69 menjadi 190,98, dibuktikan dengan uji parametric paired sample t-test dengan nilai p=0,000 (p<0,05), dan kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan pengobatan pasien DM. Adapun saran dari penelitian ini yaitu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat kepatuhan keseluruhan terapi pengobatan pasien diabetes mellitus hingga penderita sembuh atau dapat melihat kualitas hidup yang lebih baik, dan puskesmas diharapkan mampu meningkatkan segi pelayanan kesehatan khususnya kegiatan konseling untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat.
Perpesi Tentang Penggunaan Antigout Konvensional-Fitoterapi Terhadap Efektivitas Terapi Pasien Gout Arthritis di Puskesmas Kedungwuni I Sisca Windy Prastika; Wulan Agustin Ningrum; Ainun Muthoharoh; St. Rahmatullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v16i2.1502

Abstract

Based on data from the Pekalongan District Health Office in 2022 the highest gout arthritis occurs in the Kedungwuni area. Gout arthritis patients at Kedungwuni I Public Health Center use conventional antigout-phytotherapy to treat gout arthritis. One of the factors that influence a person in solving health problems is perception. Good perception results in good therapeutic effectiveness. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions about the use of conventional antigout-phytotherapy on the effectiveness of therapy for gout arthritis patients at the Kedungwuni I Public Health Center. This type of research was non-experimental with an observational method. This study uses a prospective design. Sampling of 36 respondents using total sampling with purposive sampling technique. Data was collected using a validated questionnaire, consisting of statements of perceptions about the use of conventional antigout-phytotherapy. The data obtained was carried out by univariate analysis and bivariate analysis. The results of the univariate analysis showed that the majority of respondents were female (80.6%); aged 45-59 years (55.6%); work as a housewife (44.4%); graduated from elementary school (58.3%); suffer from gout arthritis for a long time (52.8%); type of conventional drug used Allopurinol (100%); The most widely used phytotherapy was soursop leaf decoction (33.3%). Most of the respondents have a good perception (52.8%); and the effectiveness of therapy is good as seen from controlled uric acid levels (66.7%). The results of bivariate analysis using the Chi Square test obtained a significance value of 0.002 (p <0.05), which means that there is a relationship between perceptions about the use of conventional antigout-phytotherapy to the effectiveness of therapy
Hubungan Pelayanan Informasi Obat Terhadap Tingkat Kepuasan Dan Pengetahuan Pasien Wulan Agustin Ningrum; Nafisa Aufa Azzahra; Irma Suryani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v15i2.1627

Abstract

Abstract One form of pharmaceutical service is drug information service (PIO). In addition to being a professional obligation, PIO can also be used to determine the level of patient satisfaction. In addition, drug information services can also be used as promotional media to patients about who is a pharmacist. The design of this study is descriptive with a non-probability sampling method through a cross-sectional approach, which means that samples must meet the inclusion criteria until the total sample reaches 95 samples. The results showed that there was a significant relationship between the participation of pharmaceutical personnel in drug information services with the level of satisfaction, with a P value of 0.006 and an OR value of 13.5, and there was a significant relationship between the participation of pharmaceutical personnel in drug information services with a level of patient knowledge with a P value of 0.001 and an OR value of 14.4 from these results it is expected that the clinic can increase the number of human resources in one installation pharmacy. Keywords: Patient Satisfaction, Drug Information Services, Knowledge, Clinic Abstrak Salah satu bentuk pelayanan kefarmasian adalah pelayanan informasi obat (PIO). Selain menjadi kewajiban profesional, PIO juga dapat digunakan untuk menentukan tingkat kepuasan pasien. Selain itu pelayanan informasi obat juga dapat dijadikan media promosi kepada pasien tentang siapa apoteker. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan dengan metode pengambilan sampel non-probabilitas melalui pendekatan cross-sectional, yang berarti sampel harus memenuhi kriteria inklusi sampai total sampel mencapai 95 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran serta tenaga kefarmasian dalam pelayanan informasi obat dengan tingkat kepuasan, dengan nilai P value 0,006 dan nilai OR sebesar 13,5, serta ada hubungan yang signifikan antara peran serta tenaga kefarmasian dalam pelayanan informasi obat dengan tingkat pengetahuan pasien dengan nilai P value 0,001 dan nilai OR sebesar 14,4 dari hasil tersebut diharapkan klinik dapat menambah jumlah SDM yang ada dalam satu instalasi farmasi. Kata kunci: Kata kunci : Kepuasan Pasien, Pelayanan Informasi Obat, Pengetahuan, Klinik
Peningkatan Pengetahuan Tentang Pencegahan Stunting dan Pemenuhan Gizi Anak pada Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah Sisca Windy Prastika; Nida Alfatwa; Puput Lisandra; Kholifatul Khikmah; Ayu Ferina; M. Arsyi Maulvi; Dwiky Pramana; Wulan Agustin Ningrum; Nuniek Nizmah Fajriyah
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol4.iss2.267

Abstract

Nutritional problems in Indonesia are still a serious problem. Nutritional problems in children are still ranked number one worldwide, especially in Indonesia, such as stunting. Stunting is a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutritional intake for a long time resulting from the provision of food that is not in accordance with nutritional needs. One of the main causes is the poor economic situation and limited knowledge about nutrition. Nutritional status is a measure of success in meeting the nutritional needs of children and the use of nutrients indicated by the child's weight and height. The purpose of this community service is to increase mothers' knowledge about stunting prevention and fulfilling child nutrition. The methods used were: (1) Counseling, (2) Video showing the making of pumpkin pudding, (3) Pre Test, (4) Post Test. The results of this counseling show an increase in mothers' knowledge and understanding regarding stunting prevention and nutritional fulfillment in toddlers which is know from the pos test result of 55%..
Persepsi dan Perilaku Swamedikasi Penyakit Jamur Kulit di Kelurahan Panjang Wetan Kota Pekalongan Tahun 2020 Viya Amalia; Ainun Muthoharoh; Fitriyani Fitriyani; Wulan Agustin Ningrum
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i1.156

Abstract

Kelurahan Panjang Wetan Kota Pekalongan merupakan salah satu daerah di wilayah pesisir yang rawan terhadap kejadian bencana banjir rob. Salah satu dampak signifikan banjir rob adalah masalah kesehatan, yaitu timbulnya penyakit jamur kulit. Salah satu respon seseorang apabila merasakan sakit yaitu dengan melakukan tindakan mengobati sendiri (swamedikasi) yang salah satunya dipengaruhi oleh persepsi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi tentang penyakit jamur kulit terhadap perilaku swamedikasi di Kelurahan Panjang Wetan Kota Pekalongan tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode deskriptif korelatif. Desain penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 96 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan lembar kuesioner yang telah tervalidasi, terdiri dari penyataan persepsi tentang penyakit jamur kulit dan perilaku swamedikasi. Data yang diperoleh kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh informasi untuk melakukan swamedikasi berasal dari pengalaman pribadi atau keluarga (71,9%); penyakit jamur kulit yang pernah dialami akibat rob ialah kutu air (tinea pedis) (97,9%); obat yang paling banyak digunakan ialah salep 88® (33,3%), salep 24® (31,3%), soffel® (13,5%). Sebagian besar responden memiliki persepsi tentang penyakit jamur kulit buruk (68,8%) dan perilaku swamedikasi buruk (51%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi square didapat nilai signifikansi sebesar 0,563 (p>0,05), yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara persepsi tentang penyakit jamur kulit terhadap perilaku swamedikasi.
EVALUASI KESESUAIAN DOSIS INSULIN PADA PROLANIS BERDASARKAN LITERATUR DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2019 Nadliyatul Umah; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum; Wirasti Wirasti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i1.159

Abstract

Kasus penyakit diabetes melitus di Kabupaten Batang pada urutan dua setelah penyakit hipertensi. Jumlah prevalensi penyakit diabetes melitus sebanyak 17,53%. Kesesuaian dosis insulin sangat diperlukan, apabila tidak sesuai hiperglikemik tidak terkontrol. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran tentang evaluasi kesesuaian dosis insulin pada prolanis selama menjalani perawatan diabetes melitus. Metode yang digunakan yaitu deskriptif retrospektif univariat. Kriteria insklusi yaitu data rekam medik pasien yang mempunyai riwayat diabetes melitus yang menjalani prolanis dan menggunakan insulin. Kriteria eksklusi yaitu rekam medik yang tidak lengkap. Hasil dari evaluasi kesesuaian dosis berdasarkan literatur Standard of Medical Care In Diabetes 2018, Drug Information Handbook 19th Edition (Lacy dkk, 2010), The Renal Drug Handbook, MIMS edisi 17, ISO volume 51 yang sesuai sebanyak 100%, kemudian berdasarkan guideline Comparison of 2 intravenous insulin protocols : glycemia variability in critically ill patients yang sesuai sebanyak 34,1% dan guideline Update On Management Of In-hospital Hyperglycemia yang sesuai sebanyak 27,1%. Hasil dari karakteritik prolanis di RS X yaitu pada kelompok usia 60-74 tahun (lansia) sebanyak 49,4%, jenis kelamin lebih banyak laki-laki yaitu 52,9%, hasil diagnosa pasien prolanis yang paling banyak yaitu diabetes militus komplikasi 52,9%, jenis insulin yang sering diberikan untuk pasien prolanis yaitu novomix 30 flexpen sebanyak 84,7%, dan tingkat kepatuhan pasien prolanis yaitu 100%. Bagi pengguna insulin sebaiknya mengikuti anjuran dari program prolanis dan menjaga pola hidup yang sehat agar terapi insulin berhasil.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (ZIZIPHUS MAURITIANA LAMM) DALAM FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR SEBAGAI ANTISEPTIK TERHADAP BAKTERI STAPYLOCOCCUS AUREUS ATCC 25923 Khoirunnisak Khoirunnisak; Wulan Agustin Ningrum; Wirasti Wirasti; St Rahmatullah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i1.161

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritianaLamm) mempunyai senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan sabun cair  ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana Lamm) dan menguji efektifitas antibakteri sediaan sabun cair dengan pemberian ekstrak daun bidara pada formula 1 yaitu 0,3%, formula 2 yaitu 0,5% dan formula 3 yaitu 0,7%. Hasil uji  antibakteri pada formula 1 mempunyai daya hambat 5,0003 mm, formula 2 mempunyai daya hambat sebesar 9,0137 mm dan formula 3 memiliki daya hambat sebesar 12,003 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil analisis one way ANOVA pada uji antibakteri dengan nilai sig 0,00< 0,05 menunjukan adanya perbedaan dari masing-masing konsentrasi terhadap pengaruh daya hambat bakteri Staphylococcus aureus.Katakunci : Daun bidara, Sabun cair, Staphylococcus aureus
EVALUASI KERASIONALAN PENDOSISAN OBAT PASIEN PEDIATRI BRONKITIS AKUT INSTALASI RAWAT JALAN RSUD KAJEN TAHUN 2018-2019 Rizki Fajara; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum; Yulian Wahyu Permadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i2.189

Abstract

Bronkitis akut merupakan salah satu kondisi penyakit teratas yang harus diberikan perawatan medis. Dengan ciri-ciri peradangan pada saluran bronkial atau bronkus, bronkitis akut dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Pemberian dosis yang tidak rasional dapat menurunkan efek terapi dan meningkatkan risiko efek samping. Tujuan penelitian ini mengetahui rasionalitas dosisobat pada pasien pediatri bronkitis akut di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kajen tahun 2018-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis secara non probability sampling berdasarkan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil adalah yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien rawat jalan diagnosa bronkitis akut, usia 0-18 tahun, mendapatkan terapi di RSUD Kajen dan memiliki rekam medis yang lengkap. Sampel yang didapatkan berjumlah 65 sampel. Data yang diperoleh evaluasi dosis pemberian obat yang digunakan oleh pasien berdasarkan literatur Informasi Spesialite Obat, Drug Information Handbook, Pediatric Drug Doses, Medscape, dan WHO Model Formulary For Children. Dosis diperhitungkan berdasarkan berat badan, umur, dan diagnosa pasien. Dalam penelitian ini, dosis yang rendah dan dosis yang tinggi jika dosis yang diberikan kepada pasien lebih rendah atau lebih tinggi dari dosis yang tertera di literatur yang digunakan. Hasil penelitian terhadap 65 sampel menunjukkan karakteristik pasien sebagian besar adalah berjenis kelamin laki-laki (64,4%), pada rentang kelompok usia 3-12 tahun (50,8%) dengan penyakit penyerta gizi buruk (9,2%). Evaluasi kerasionalan pemberian dosis obat pada pasien pediatri bronkitis akut mendapatkan hasil dosis rendah (15,4%), dosis sesuai (24,6%) dan dosis tinggi (60%). Persentase rasionalitas obat dalam penelitian ini adalah 24,6%. Kata kunci : Bronkitis Akut; Dosis Obat; Pediatri; Obat Rasional
Evaluasi kesesuaian dosis pasien pediatrik diare akut diruang rawat inap RSUD Kraton periode Januari-Desember 2019 Ayu Orimpa Nia Sekar tatik; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum; Yulian Wahyu Permadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i2.191

Abstract

Diare merupakan penyebab utama morbiditas dan motilitas di kalangan anak anak kurang dari 5 tahun. Perbedaan karakteristik yang mempengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik suatu obat yang dapat menimbulkan reaksi obat yang tidak dikehendaki seperti grey baby syndrome sehingga hal penting yang harus diperhatikan untuk pediatrik adalah dosis yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kesesuaian dosis pada pasien pediatrik diare akut rawat inap di RSUD Kraton periode Januari-Desember 2019. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan rancangan retrospektif dengan pengambilan sampel dari rekam medis berdasarkan teknik probability sampling dengan cara systematic sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 85 sampel. Jenis-jenis obat yang digunakan adalah elektrolit, probiotik, suplemen, antiemetik, antibiotik, antipiretik, analgesik dan antiulserasi. Kesesuaian dosis elektrolit berdasarkan literatur yang digunakan sebanyak 100% sesuai, zink sebanyak, 68,2%, probiotik sebanyak 100% sesuai, antibiotik terdapat 58,8% dosis yang sesuai, analgesik sebanyak 10,6% dosis yang sesuai, antiemetik berupa domperidone sirup sebanyak 12,9% dosis yang sesuai, antipiretik berupa parasetamol sebanyak 56,5%, antiulserasi berupa polysilen® terdapat 5,9% dosis yang sesuai. Dari penelitian ini diharapkan agar pemberiaan dosis pada pasien pediatrik untuk lebih tepat serta memperbanyak literatur atau referensi dalam mempertimbangkan pemberian dosis pediatrik.
Evaluasi penggunaan obat asma pada pasien geriatri di instalasi rawat jalan rsud kraton periode januari-desember 2019 Khafizah Ulfa Ulya; Ainun Muthoharoh; Wahyu Ersila; Wulan Agustin Ningrum
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i2.198

Abstract

Asma merupakan salah satu penyakit yang mungkin saja tidak bisa disembuhkan secara total dan tidak bisa disembuhkan dalam waktu dekat yang akan terbebas dari serangan asma berikutnya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terapi terkait dengan ketepatan penggunaan obat, tepat obat, tepat dosis, tepat indikasi, tepat lama pemberian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan obat pada pasien geriatri di instalasi rawat jalan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan periode Januari-Desember tahun 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode exhaustive sampling, sampel dianalisa secara deskriptif jumlah sampel sebanyak 35 sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi yaitu data rekam mediknya lengkap, pasien yang di diagnosa penyakit asma dan berusia 60 tahun keatas. Data diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien geriatri yang mengalami kasus asma yang terbanyak adalah perempuan (54%) dengan kelompok usia lanjut usia (60-74 tahun) sebanyak (82%). Hasil evaluasi penggunaan obat asma yang terjadi pada pasien geriatri meliputi tepat dosis sebanyak (85,7%), tepat indikasi sebanyak (100%), tepat obat sebanyak (100%), tepat cara pemberian (100%). Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketepatan dosis dan juga ketepatan obat belum tepat sehingga perlu adanya peningkatan ketepatan dosis dan obat asma pada pasien geriatri
Co-Authors A'yun, Qurrata Achmad Vandian Nur, Achmad Vandian Ahmad Hariz Surya, Pratama Ainin, Shabrina Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh Ainun Muthoharoh, Ainun Alifiani, Fitri Amudya, Farry Mushab Usaidy Arum Dwi, Nanda Atifah, Husnia Awaludin, Muhammad Mahruj Ayu Ferina Ayu Orimpa Nia Sekar tatik Azzahra, Nafisa Aufa Bahrie, M Syaeful Balqis, Fadia Indah Devi Melinia Diana Rosmalinda Diyas Septyarini Dwi Bagus Pambudi Dwiky Pramana Eko Mugiyanto, Eko Fadhilah, Isna Farry Mushab Usaidy Amudya Fatmawati, Fita Febriyani, Widya Fida Faiqatul Himmah Fitri Alifiani Fitriyani, F Fitriyani, Fitriyani husna Santika Rahmasari Irma Suryani Irma Suryani Jihan Amrina Rosyada khabibatul khikmah Khafizah Ulfa Ulya Khoirunnisak Khoirunnisak Kholidah, Nur Kholifatul Khikmah Khusna Santika Rahmasari Listiana, Tia M Syaeful Bahrie M. Arsyi Maulvi Mahdanya Putri AB Mar’atul Qoyimah Maulvi, M. Arsyi Melinia, Devi Miftahurohmah Ramadanti Muh Oktavid Indra, Haikal Muhammad Aditya, Prayoga Muthoharoh, Ainun Nadliyatul Umah Nadliyatul Umah Naela Afiya Nafisa Aufa Azzahra Nailati Syarifah Nida Alfatwa Nina Zuhana Nina Zuhana Nuniek Nizmah Fajriyah Nuniek Nizmah Fajriyah Nunung Mufida Nur Diana Oktaviani, Riska Kurnia Opi Nuriska Rais Rutini Pambudi, Dwi Bagus Prastika, Sisca Windy Puput Lisandra Putri, Wisula Qoyimah, Mar’atul Rahayuningtyas, Wanda Rahma Ayu Fadillah Rahmadha Syifannisa Rahmasari, husna Santika Rahmatullah, Sitti Rahmatullah, St Rahmatullah, ST. Ratna Ayu, Enjelita Rizka Nur Sabila Rizki Fajara Rosmalinda, Diana Rosyada, Jihan Amrina S Slamet S Slamet, S Salchah Prima, Shofa Septyarini, Diyas Sigit Prasojo Sisca Windy Prastika Slamet . Slamet, Slamet St Rahmatullah St Rahmatullah St. Rahmatullah St. Rahmatullah Sugeng, Prayugo Supriyanto, Lukman Syarifah, Nailati Tia Listiana Tri Sakti Wirotomo, Tri Sakti Ulhaq, M Daffa’ Dhiya’ Urmatul Waznah Vira Septiya Viya Amalia W Wirasti Wahyu Ersila Wijayanti, Tika Yusnia Wirasti Wirasti, W Yulian Wahyu Permadi Yulian Wahyu Permadi Yulian Wahyu Permadi Yuliyanti yuliyanti Yunika Aprilias , Farotin Zalfa, Saniyyah Ziyya Adelina , Maylashofa