Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Terapi Perilaku, Terapi Kognitif Perilaku dan Psikoedukasi Keluarga pada Klien Halusinasi Menggunakan Pendekatan Teori Berubah Kurt Lewin Ricky, Denny Paul; Keliat, Budi Anna; Daulima, Novy Helena C
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.292 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.2.2014.149-165

Abstract

Hallucination is the most nursing diagnose found in mental health hospital. The purpose of this scientific report is to determine the effect of behavioral therapy, cognitive behavioral therapy and family psychoeducation therapy on client’s skill and signs and symptoms of hallucination using Kurt Lewin’s Change Theory Model approach. The method used is the application of behavioral therapy, cognitive behavioral therapy and family psychoeducation to 16 clients with hallucination. Clients are grouped into three groups: 8 clients were given behavioral therapy, 4 clients were given behavioral therapy and family psychoeducation, and 4 clients were given cognitive behavioral therapy. The results showed cognitive behavior therapy increases client’s skills and family’s skills but reduces most signs and symptoms of hallucination than clients who received behavioral therapy and psychoeducation or client who received behavior therapy only. Cognitive behavior therapy is strongly recommended in treating client with hallucination.
Penerapan Assertiveness Training dan Terapi Kelompok Suportif Menggunakan Teori Stres Adaptasi Stuart dan Teori Adaptasi Roy Winahayu, Neng Esti; Hamid, Achir Yani S.; Daulima, Novy Helena Catharina
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.605 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.275-280

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan perilaku atau tindakan seseorang ketika tidak mampu mengatasi stressor yang dialaminya, ditunjukkan dengan perilaku aktual berupa kekerasan baik pada diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan baik secara verbal maupun non verbal (Stuart, 2013). Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penerapan assertiveness training dan terapi kelompok suportif menggunakan Teori Stres Adaptasi Stuart dan Adaptasi Roy pada klien resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertiveness training pada 6 klien dan kombinasi terapi assertiveness  training dan terapi kelompok suportif pada 12 orang klien. Pelaksanaan assertiveness training dan terapi kelompok suportif dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kogitif, afektif, fisiologis, perilaku, dan sosial serta meningkatkan kemampuan adaptif dalam menghadapi peristiwa yang menimbulkan perilaku kekerasan. Kata kunci: risiko perilaku kekerasan, assertiveness training, terapi kelompok suportif, teori stres adaptasi stuart, adaptasi roy APPLICATION OF ASSERTIVENESS TRAINING AND SUPPORTIVE GROUP THERAPY USING THEORY OF STRESS ADAPTATION STUART AND THEORY OF ROY ADAPTATION APPROACH ABSTRACTViolent behavior occurs when a person is not capable of responding to stressors.  This behavior can be manifested by hurting oneself, others, or environment verbally or non verbally (Stuart, 2013). The purpose of this scientific paper was to report the application of assertiveness training and supportive group therapy utilizing the Stuart’s Stress-Adaptation Theory and Roy’s Adaptation Theory towards the clients with potential risk violent behavior who were hospitalized at  Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor. Assertiveness training was conducted to six clients and combination of assertiveness training and supportive group therapy to twelve clients. The result of assertiveness training and supportive group therapy depicted that there were decreased signs and symptoms of violent behaviors at all aspects of cognitive, affective, physiological, behavior, and social as well as improvement of ability of clients to be more adaptive in responding to the any stressful situation that can stimuli violent behaviors.  It is recommended that assertiveness training and supportive group therapy can be used as a standard of mental health-psychiatric nursing specialized therapy.   Keywords: violent risk behavior, assertiveness training, supportive group therapy, stuart’s stress-adaptation theory and roy’s adaptation theory
HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA TERHADAP INTENSI KEPUTUSAN PASUNG PADA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA Dewi, Apri Rahma; Daulima, novy Helena Catharina; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v4i1.1578

Abstract

Abstrak  Pemasungan pada penderita gangguan jiwa sebagian besar dilakukan oleh keluarga. Keluarga dengan penderita gangguan jiwa merasakan beban, takut, dan faktor lainnya yang dialami keluarga selama merawat penderita. Selain beban dan perilaku penderita, terdapat faktor pada keluarga yang menimbulkan intensi untuk mengambil keputusan pasung pada keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik keluarga terhadap intensi pasung penderita gangguan jiwa. Metode penelitian adalah deskriptif korelasi pada keluarga dengan gangguan jiwa sebanyak 72 keluarga. Pengukuran intensi menggunakan kuesioner keputusan pasung daulima (KPPD). Hasil dari penelitian ini karakteristik usia, jenis kelamin, dan hubungan keluarga dengan penderita tidak memiliki hubungan terhadap intensi keputusan pasung, sedangkan pendidikan dan pendapatan memiliki hubungan terhadap intensi keputusan pasung pada keluarga dengan gangguan jiwa (p value < 0,05). Karakteristik keluarga dapat menjadi faktor dalam meningkatkan intensi keluarga dalam mengambil keputusan pasung pada penderita gangguan jiwa. Memperhatikan karakteristik keluarga dapat menjadi upaya preventif dalam mengatasi masalah pemasungan pada penderita gangguan jiwa. 
Intervensi Cognitive Behavior Therapy dan Self Help Group untuk Menurunkan Kecemasan pada Remaja yang Kecanduan Pornografi: Case Series Mariyati, Mariyati; Daulima, Novy Helena Catharina; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Ners Widya Husada Vol 4, No 3 (2017): NOVEMBER
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.809 KB) | DOI: 10.33666/jners.v4i3.320

Abstract

Perkembangan teknologi seperti internet memudahkan seseorang mengakses informasi. Dampak negatif dari hal tersebut adalah peningkatan terhadap akses situs porno. Sebanyak 80% remaja di Indonesia merupakan pengguna internet dan sebagian besar remaja sudah mengenal pornografi pada usia 12 tahun. Dampak pornografi pada remaja kompulsif, adiksi dan perilaku kekerasan. Adiksi pornografi menyebabkan remaja mengalami masalah kejiwaan. Masalah kejiwaan yang paling sering terjadi adalah kecemasan (ansietas). Ansietas merupakan rasa takut yang tidak jelas disertai dengan perasaan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi dan ketidakamanan. Studi ini bertujuan untuk menguraikan kasus pada penanganan ansietas pada 3 remaja dengan adiksi pornografi. Metode yang digunakan adalah serial kasus (case series) dengan menguraikan pemberian terapi kognitif perilaku dan terapi kelompok swabantu untuk mengatasi ansietas remaja dengan adiksi pornografi. Pengukuran ansietas menggunakan HAM-A (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat ansietas remaja dari ansietas sedang dan berat menjadi ansietas ringan. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi kognitif perilaku dan terapi kelompok swabantu bisa menjadi alternatif untuk penanganan ansietas pada remaja dengan adiksi pornografi.Kata kunci: kecemasan, cognitive behavior therapy, kecanduan pornografi, self help groupCOGNITIVE BEHAVIOR THERAPY AND SELF HELP GROUP INTERVENTION TO REDUCE ANXIETY IN ADOLESCENCE WITH PORNOGRAPY ADDICTION: CASE SERIESABSTRACTThe development of information technology such as internet enables someone to access information efficiently. The negative impact of this is the increase on the access to porn sites. Approximately 80% of adolescences in Indonesia are internet users and most of them are familiar with pornography since the age of 12 years old. The impact of pornography on adolescence leads to the compulsive, addictive and violent behavior. Pornography addiction causes teenagers to experience the mental problems. The most common mental problem experienced by the teenagers is anxiety. Anxiety is an uncertain fear accompanied by the feelings of uncertainty, helplessness, isolation and insecurity. This study aims to describe the cases on anxiety management of the 3 teenagers suffering from pornography addiction. The method used in this study is case series method by describing the provision of cognitive behavior therapy and self-help group therapy to overcome the anxiety of adolescences suffering from pornography addiction. The anxiety measurement uses HAM-A (Hamilton Anxiety Rating Scale). The result shows a decreased level of adolescence anxiety from moderate and severe anxiety to mild anxiety. This result suggests that the cognitive behavior therapy and self-help group therapy are able to be an alternative of the anxiety treatment for the adolescences suffering from pornography addiction.Keywords: anxiety, cognitive behavior therapy, pornography addiction, self help group
Karakteristik Keluarga Pasien Gangguan Jiwa yang Mengalami Stres PH, Livana; Daulima, Novy Helena Catharina; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Ners Widya Husada Vol 4, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.907 KB) | DOI: 10.33666/jners.v4i1.299

Abstract

Gangguan jiwa dapat terjadi pada semua usia. Pasien gangguan jiwa masih menjadi stigma di masyarakat, Keluarga yang merawat pasien gangguan jiwa harus menanggung beban baik secara fisik maupun psikis sehingga mengalami stres. Tingkatan stres yang terjadi antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lainnya tergantung dari karakteristik keluarga. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluarga pasien gangguan jiwa yang mengalami stres di poli jiwa RSUD Dr. Soewondo Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian kuanitatif dengan pendekatan metode deskriptif. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan sampel berjumlah 96 orang. Alat yang digunakan untuk penelitian adalah kuesioner dengan 14 pertanyaan tentang stres yang diambil dari kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42). Data dianalisis menggunakan univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas keluarga pasien gangguan jiwa rata-rata berusia 44 tahun, lama merawat rata-rata 3 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir SD, menikah, bekerja, dan berpenghasilan rendah. Tingkat stres keluarga pasien gangguan jiwa mayoritas pada tingkat sedang. Kata kunci: karakteristik, keluarga, pasien gangguan jiwa, stres CHARACTERISTICS OF FAMILY PATIENTS DISORDERS WHO ARE EXPERIENCED STRESS ABSTRACTMental disorders can occur at any age. Mental patients are still a stigma in the community, families who care for mental patients must bear the burden both physically and psychologically so that they experience stress. The level of stress that occurs between one family and another family depends on the characteristics of the family. The study aims to determine the characteristics of families of mental patients who experience stress in psychiatric hospitals Dr. Soewondo Kendal. This research is a quantitative research with a descriptive method approach. The sampling technique in this study used purposive sampling with a sample of 96 people. The tool used for the study was a questionnaire with 14 questions about stress taken from the Depression Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42) questionnaire. Data were analyzed using a univariate frequency distribution. The results showed that the majority of families of mental patients with an average age of 44 years, average length of care for 3 years, female sex, educated last elementary school, married, working, and low income. The majority of families with mental disorders are at a moderate level. Keywords: characteristics, family, mental patients, stress
Penurunan Ansietas Dalam Menghadapi Ujian Nasional Pada Siswa Kelas XII SMAN X Melalui Pemberian Terapi Suportif Swasti, Keksi Girindra; Helena C.D., Novy; Pujasari, Hening
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 08 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2013.8.2.479

Abstract

Penelitian bertujuan menjelaskan pengaruh terapi suportif terhadap ansietas siswa dalam menghadapi UN. Menggunakan desain quasi experiment pre-post test with control group. 82 sampel dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner data demografi dan pengukuran skala ansietas yang valid dan reliabel. Analisis data menggunakan independent ttest, dependent t-test dan regresi linier ganda. Hasil menunjukkan penurunan ansietas pada kedua kelompok (p-value 0,000 < α 0,025) dengan selisih score ansietas kelompok intervensi (0,821) dan kelompok kontrol (0,454). Penurunan ansietas dipengaruhi oleh terapi suportif, jenis kelamin dan penghasilan orang tua, dengan peluang perubahan 27,9%. Terapi direkomendasikan untuk mengatasi ansietas pada siswa yang menghadapi UN.
The Association Between Children's Sex and Their Mothers' Occupation to Children's Body Mass Index Wanda, Dessie; Daulima, Novy Helena Chatarina; Novitasari, Prihatini Dini
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 16, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2021.16.3.1695

Abstract

Issues related to double-burden malnutrition in children remain crucial. It involves undernutrition and obesity problems in children. Therefore, this study aimed to identify the relationship between mother’s culture and feeding practices along with other factors and the child’s body mass index (BMI). This study was a cross-sectional study and involving 219 mother-child dyad whose children were studying at public elementary schools in DKI Jakarta and selected by using cluster random sampling. Univariate analysis was used to describe the characteristics of children and their parents, followed by bivariate analysis to describe the correlation between children and parents characteristics and obesity. The findings showed that mother’s culture and feeding practices were not significantly correlated to the child’s BMI. However, there were several factors significantly associated with the child’s BMI, namely sex (p:0.009; CI 95%) and mother’s occupation (p:0.026; CI 95%). From the findings, it can be concluded that girls are likely to have higher BMI and mothers working as an entrepreneur are likely to have children with higher BMI. Therefore, it is expected that nurses can provide optimal education related to malnutrition prevention, including obesity in children.
Penerapan Family Psychoeducation Online dalam Mengurangi Anxietas pada Klien Terkonfirmasi Covid-19: Case Report Eli Saripah; Novy Helena Catharina Daulima; Herni Susanti; Ice Yulia Wardani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk302

Abstract

Backround: Covid-19 patients are prone to experiencing psychological disorders in the form of anxiety and fear. This psychological consequence strikes because the patient has excessive anxiety, especially physical conditions and limited interaction patterns in order to suppress the spread of the Covid-19 virus. Objective: The application of Family Psychoeducation to families based on standard mental nursing care is carried out online for clients to reduce anxiety levels in families who have family members with Covid-19. Methods: This case report uses the application of Family Psychoeducation and nursing care standards for Covid-19 clients who experience anxiety. This case report is based on the experience of clinical practice specializing in 2000 souls which was carried out online during the Covid-19 pandemic. Results: Evaluation has found a decrease in the level of anxiety in clients and families who are confirmed positive for Covid-19 which is done online. The therapist has also given pre and post test SRQ questionnaires where the client's score opens 8 and the SRQ opens 10. In this important case the intervention is carried out in order to reduce anxiety that occurs in the client and family. After the treatment process, the results of the client and family SRQ scores are 6 which means there is a decrease in the stress felt by the client and family during the client's treatment in the hospital. Conclusion: The application of Family Psycoeducation to families based on the standard of mental nursing care is carried out online for clients and families to reduce the level of anxiety in families whose family members have Covid-19 confirmed. The evaluation found that there was a decrease in anxiety levels in clients and families who were confirmed positive for Covid-19 which was carried out online.Keywords: anxiety; covid-19; family psychoeducationABSTRAKLatar belakang: Pasien covid-19 rentan mengalami gangguan psikologis berupa kecemasan dan ketakutan. Konsekuensi psikologis ini menyerang karena pasien memiliki kecemasan berlebih terutama kondisi fisik dan pola interaksi yang serba dibatasi dalam rangka menekan persebaran virus Covid-19. Tujuan: Penerapan Family Psycoeducation pada keluarga berdasarkan standar asuhan keperawatan jiwa dilakukan secara online pada klien untuk mengurangi tingkat kecemasan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan Covid-19. Metode: Laporan kasus ini menggunakan penerapan Family Psychoeducation dan standar asuhan keperawatan pada klien Covid-19 yang mengalami anxietas. Laporan kasus ini berdasarkan pengalaman praktik klinik peminatan keperawatan jiwa yangtelah dilakukan secara online dimasa pandemi Covid-19. Hasil: Evaluasi telah didapatkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada klien dan keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilakukan secara online. Terapis juga telah memberikan pre dan post test kuesioner SRQ dimana nilai skor klien berjumlah 8 dan SRQ pada keluarga berjumlah 10. Dalam hal ini pentingnya intervensi dilakukan dalam rangka mengurangi tingkat kecemasan yang terjadi pada klien dan keluarga. Setelah sebulan proses perawatan, hasil skor SRQ klien dan keluarga berada ≤ 6 yang berarti adanya penurunan stress yang dirasakan oleh klien dan keluarga selama dalam perawatan klien di rumah sakit.Kesimpulan: Penerapan Family Psycoeducation pada keluarga berdasarkan standar asuhan keperawatan jiwa dilakukan secara online pada klien dan keluarga untuk mengurangi tingkat kecemasan pada keluarga yang anggota keluarganya terkonfirmasiCovid-19. Evaluasi yang didapatkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada klien dan keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilakukan secara online.Kata kunci: kecemasan; covid-19; psikoedukasi keluarga
Faktor Penyebab Kekambuhan pada Mantan Penyalahguna NAPZA Wahyu Dini Candra Susila; Novy Helena Catharina Daulima
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 4 (2020): Oktober
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11412

Abstract

Misuse of Narcotics, Psychotropic and Other Addictive Substances is still a problem in the community. International drug abuse has increased. Drug dependence can be rehabilitated medically but rehabilitation does not guarantee that a drug addict will recover from his addiction. Many users, even though they have undergone rehabilitation programs, have not been able to truly leave drug or recover. The purpose of this paper is to find out in detail the factors that influence the relapse behavior of former drug users. The writing method used in this article was a literature review, which searched in 5 international databases were Science Direct, Willey Online Library, Sage Journal, and ProQuest. The author used several search keywords namely "factor"; "Cause"; "Drug", "abuse"; "Substance" and used boolean "AND" and "OR". Based on the 8 articles analyzed, it was found that the causal factors related to the recurrence of drug abuse can be broken down into 7 included individual emotional states, conflict, environment and family, peers, wrong treatment, failed treatment and the desire to return to use. The emotional state, the desire to re-use, family factors and peer influence were the most influential factors. Keywords: relapse; narcotics; caused ABSTRAK Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA) masih menjadi masalah di kalangan masyarakat. Tren penyalahgunan NAPZA internasional mengalami peningkatan. Ketergantungan narkoba dapat direhabilitasi secara medis namun rehabilitasi tidak menjamin pecandu narkoba akan sembuh dari ketergantungannya. Banyak pengguna yang meskipun telah menjalani program rehabilitasi, namun belum bisa benar-benar meninggalkan NAPZA atau sembuh. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui secara merinci faktor yang mempengaruhi perilaku kambuh mantan penyalahguna NAPZA. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah tinjauan literatur, yakni sebuah pencarian internasional yang menggunakan 5 database Proquest, Science Direct, Willey Online Library, Sage Journal, dan ProQuest. Penulis menggunakan beberapa kata kunci pencarian yaitu “factor”; “cause”; “drug”, “abuse”; “substance”. dengan menggunakann boolean “AND” dan “OR”. Berdasarkan 8 artikel yang dianalisis, didapatkan bahwa faktor penyebab yang berkaitan dengan kekambuhan penyalahgunaan NAPZA dapat di uraikan menjadi 7 antara lain keadaan emosi individu, konflik, lingkungan dan keluarga, rekan sebaya, pengobatan yang salah, pengobatan yang gagal serta keinginan kembali menggunakan. Keadaan emosional, keinginan kembali menggunakan, faktor keluarga dan pengaruh rekan sebaya adalah faktor yang paling berpengaruh. Kata kunci: kekambuhan; NAPZA; penyebab
Masalah yang Dialami Perawat Dalam Menangani Remaja Penyalahguna NAPZA: A Systematic Review Dwi Suratmini; Novy Helena Catharina Daulima
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk307

Abstract

Nurse’s efforts in adolescent as the most drug-abusing population have not been able to run optimally as indicated by the increase in prevalence and relapse rates, so further studies are needed regarding the problems experienced by nurses during the handling process. The aim of this systematic review was to find out the problems experienced by nurses while dealing in adolescent drug users. The database were used EBSCOhost, ProQuest, Sage Publication, and Springerlink identified and published from 2016-2020, in English, and in the nurse population both in hospitals or other rehabilitation. The keywords were "adolescent * OR youth * OR teen *" AND "nursing intervention" OR "nursing care" AND "drug abuse" OR "drug misuse" OR "drug addiction. Article identification was carried out using the PRISMA guidelines. Based on the inclusion and exclusion criteria there were 9 relevant articles. Analysis illustrated the existence of internal and external problems experienced by nurses. Internal problems consisted of values, morals, and perceptions. External problems consisted of the characteristics of youth development tasks, agency policies, and socio-cultural conditions. These problems affected the interaction of nurses with clients, family, peers, and other professions. Increased knowledge and ability of nurses as well as a review of policies in providing nursing care can be done to overcome internal and external problems experienced by nurses to optimize their duties and roles in dealing with adolescent drug users. Keywords: problems; nursing care; adolescent drug abusers ABSTRAK Upaya perawat dalam mengatasi masalah remaja sebagai populasi terbanyak penyalahguna NAPZA hingga saat ini belum dapat berjalan optimal ditunjukkan dengan meningkatnya angka prevalensi dan kekambuhan, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai masalah yang dialami perawat selama proses penanganan. Systematic review ini dilakukan untuk mengetahui masalah yang dialami perawat selama menangani remaja penyalahguna NAPZA. Penelusuran literatur secara sistematis melalui database EBSCOhost, ProQuest, Sage Publication, dan Springerlink. Artikel yang digunakan berada pada tahun 2016-2020 dan berbahasa Inggris pada populasi perawat baik di rumah sakit atau lembaga rehabilitasi lainnya. Kata kunci yang digunakan adalah “adolescent* OR youth* OR teen*” AND "nursing intervention" OR "nursing care" AND "drug abuse" OR "drug misuse" OR "drug addiction”. Identifikasi artikel dilakukan menggunakan pedoman PRISMA. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi terdapat 9 artikel relevan. Analisa artikel menggambarkan adanya masalah internal dan eksternal yang dialami perawat dalam menangani remaja penyalahguna NAPZA. Masalah internal terdiri dari nilai, moral, dan persepsi. Masalah eksternal terdiri dari karakteristik tugas perkembangan remaja, kebijakan instansi, dan kondisi sosial budaya. Masalah tersebut mempengaruhi interaksi perawat dengan klien, keluarga, rekan sejawat, dan profesi lain. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan perawat serta peninjauan kembali kebijakan dalam pemberian asuhan keperawatan dapat dilakukan untuk mengatasi masalah internal dan eksternal yang dialami perawat untuk mengoptimalkan tugas dan perannya dalam menangani remaja penyalahguna NAPZA. Kata kunci: masalah; penanganan perawat; remaja penyalahguna napza
Co-Authors Abdul Wakhid Achir Yani S Hamid Achir Yani S. Hamid Agus Setiawan Alber Tanjung Basmanelly Basmanelly Berlian Nurtyashesti Kusumadewi Budi Anna Keliat Cahyani, Eliza Deborah Ferdinanda Lumenta Denny Paul Ricky Dewi Eka Putri Dewi, Apri Rahma Dwi Heppy Rochmawati Dwi Suratmini Eka Malfasari Eka, Angelina Eka, Angelina Roida Eli Saripah Emi Wuri Wuryaningsih Eni Hidayati Evi Martha Fandy Yoduke Giur Hargiana Hargiana Hargiana, Giur Hasibuan, Shinta Yuliana Hening Pujasari Herni Susanti I Ketut Suada Ice Yulia Wardani Ida Ayu Putri Wulandari Ikhwanudin Ikhwanudin Imami Nur Rachmawati Junaiti Sahar Junardi Junardi Keksi Girindra Swasti Kellyana Irawati Lina Iffata Fauziya Livana PH Livana Ph, Livana Mandasari, Linda Manumba, Ruliyani mariyati mariyati Misesa Misesa Moch. Bahrudin Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Naedi Naedi Novitasari, Prihatini Dini Pasaribu, Jesika Puji Mentari Ria Utami P Ria Utami Panjaitan Robby Prihadi Aulia Erlando Rr Tutik Sri Hariyati Rudi Abas Safra Ria Kurniati Sambodo Sriadi Pinilih Sawab Sawab Setyowati Setyowati Sri Endriyani Subu, Muhammad Arsyad Suratmini, Dwi Susila, Wahyu Dini Candra Sutanto Priyo Hastono Sutanto Priyo Hastono Sutejo Sutejo Syisnawati Syarif Titik Suerni Tri Budiati Triaswati, Rusmai Usraleli Usraleli Wahyu Reknoningsih Wanda , Dessie Wardhani, Ice Yulia Wardhani, Ice Yulia Winahayu, Neng Esti Winda Ratna Wulan Yanuar Fahrizal Yoduke, Fandy Yossie Susanti Eka Putri Yuniar Mansye Soeli Yunita Astriani Hardayati