Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MEDIA VIDEO ANIMASI DORATOON TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK BAHASA ARAB SISWA MI ROUDLOTUL BANAT SIDOARJO Taufik, Taufik; Mas’ud, Sulthon; Azizah, Risalah; Mustapa, Al Muslim; Murwanti, Murwanti
Al-Af'idah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2023): September
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v7i2.1968

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak bahasa Arab siswa kelas IV MI Roudlotul Banat Sidoarjo dan kurang diminati serta minimnya variasi dalam penggunaan media pembelajaran, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang media animasi doratoon terhadap kemampuan menyimak Bahasa Arab. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif jenis quasi eksperimental dengan desain kelompok kontrol dengan menggunakan tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diantarnya; (1) Hasil pembelajaran Bahasa Arab siswa kelas IV pada kelas eksperimen sebelum perlakuan diperoleh nilai rata-rata sebesar 65,00 dan pada kelas kontrol sebesar 64,62. (2) Hasil pembelajaran Bahasa Arab siswa kelas IV sesudah perlakuan yakni diperoleh nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 86,54 dan pada kelas kontrol sebesar 76,54. (3) Terdapat pengaruh media animasi berbasis doratoon terhadap kemampuan menyimak Bahasa Arab siswa dan terdapat peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yang dibuktikan dengan nilai signifikansi dari kelas eksperimen sebesar 0,000 < 0,05 dan pada kelas kontrol sebesar 0,001 < 0,05. Yang mana artinya H0 ditolak dan Ha diterima.
Teacher Professionalism in Indonesia, Malaysia, and New Zealand Kholis, Nur; Murwanti, Murwanti
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i2.11487

Abstract

AbstractIssues related to teacher professionalism may differ among countries. In Indonesia, the problems of teacher professionalism are connected to pre-service education and the lack of continuous professional development. In Malaysia, the major issues are concerned with teaching and management skills of teachers. In New Zealand, teachers face major issues related to work overload and the feeling of poor payment. Using a qualitative approach, this conceptual research paper discusses the issues of teacher professionalism and how the government takes roles in the continuing professional development of teachers in Indonesia, Malaysia and New Zealand. The research data was collected from the existing literature containing descriptions and discussions on the research topic and then analyzed using content analysis. The major findings of the study include that these three counties have issued laws, legislation, and regulations regarding the teacher profession. Then, teachers in the three countries are required to have the teacher’s standard competence embodied with a certificate. In addition,  before entering the classroom, all New Zealand teachers must have a certificate of teaching eligibility, while in Malaysia and Indonesia, the teacher certification is executed when teachers are already in the service. Finally, compared to Indonesia and Malaysia, New Zealand has a complete plan for improving teacher professionalism. The study concludes that the three countries put serious effort into improving the teaching profession. Similar research with more country samples would enrich the understanding of ways in which teacher professional development is conducted, thus providing valuable lessons for future reflections.AbstrakMasalah terkait dengan profesionalisme guru mungkin berbeda di setiap negara. Di Indonesia, masalah profesionalisme guru terkait dengan pendidikan pra-jabatan dan kurangnya pengembangan profesional berkelanjutan. Di Malaysia masalah utama berkaitan dengan keterampilan mengajar dan manajemen guru. Di Selandia Baru, guru menghadapi masalah besar terkait dengan kelebihan beban kerja dan persepsi terhadap rendahnya gaji guru.  Menggunakan pendekatan kualitatif, artikel penelitian konseptual ini membahas masalah profesionalisme guru dan bagaimana pemerintah berperan dalam pengembangan profesional guru berkelanjutan di Indonesia, Malaysia dan Selandia Baru. Data penelitian dikumpulkan dari literatur yang berisi deskripsi dan diskusi tentang topik penelitian, dan kemudian dianalisis menggunakan analisis konten. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa tiga negara ini telah mengeluarkan undang-undang, peraturan perundang-undangan, dan peraturan tentang profesi guru. Kemudian, guru di tiga negara harus memiliki kompetensi standar guru yang diwujudkan dengan sertifikat. Selain itu, sebelum memasuki ruang kelas, semua guru Selandia Baru harus memiliki sertifikat kelayakan mengajar, sementara di Malaysia dan Indonesia sertifikasi guru dilaksanakan ketika guru sudah berada dalam layanan. Akhirnya, dibandingkan dengan Indonesia dan Malaysia, Selandia Baru memiliki rencana yang lebih lengkap dalam meningkatkan profesionalisme guru. Studi ini menyimpulkan bahwa ketiga negara melakukan upaya serius dalam meningkatkan profesi guru. Penelitian serupa dengan lebih banyak sampel negara akan memperkaya pemahaman tentang cara-cara di mana pengembangan profesional guru dilakukan, sehingga memberikan pelajaran berharga untuk refleksi di masa depan.How to Cite: Kholis, N., Murwanti. (2019).   Teacher Professionalism in Indonesia, Malaysia, and New Zealand. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 179-195. doi:10.15408/tjems.v6i2. 11487. 
ANALISIS PENGARUH SURPLUS ARUS KAS BEBAS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN LEVERAGE SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Survei Perusahaan Sub SektorTransportasi Yang Terdaftar Di BEI Periode 2015-2019) Murwanti, Imawati Hari; Saptantinah, Dewi; Sunarti, Sunarti
Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi Vol 17 No 1 (2021): Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Earnings management is a policy of accounting to achieve specific goals.The purpose of this research is to determine (1) the effect of free cash flow surpluson profit management (2) the influence of the independent board ofcommissioners on profit management (3) the influence of managerial ownershipon profit management (4) the effect of free cash flow surplus on leveraged profitmanagement as a moderation variable. The study used secondary data in the formof profit management data, free cash flow surplus, independent board ofcommissioners, managerial ownership and leverage. The population in this studywas a transportation sub-sector company registered with IDX during the period2015-2019. The sampling techniques in this study use purposive samplingtechniques. The data analysis techniques used are descriptive analysis, classicassumption test, multiple linear regression analysis and absolute difference testwith the results showing that free cash flow suplus has a significant impact onprofit management, independent board of commissioners and managerialownership has no effect on profit management. The results of the moderationvariable regression analysis with absolute differences indicate that leveragevariables moderate the relationship between free cash flow surplus to earningsmanagement.
Eksistensi Pendidikan Islam di Indonesia: Analisis Terhadap Kurikulum dan Implementasinya Murwanti; Taufik
Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jak.v4i2.263

Abstract

In essence, Islamic education in Indonesia has been going on since the entry and development of Islam in this country. The large number of people's acceptance of Islam makes religion a pillar of life for the wider community, of course, balanced with the learning process to know and understand Islamic teachings so that it becomes evidence that Islamic education as a sub-system of national education has historical importance in the development of Indonesian education. It can be studied that Islamic education during colonialism, the independence period until the process of integrating Islamic education into the national education system is thus real, as well as being evidence of the birth of Islamic education. In fact, development is inseparable from the existence of Islamic education.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAHᾹRAH QIRᾹ’AH DENGAN MENGGUNAKAN BOOK CREATOR Taufik, Taufik; Rifki, Ahmad; Faiqotul Ilmiyah, Dina; Dinda Aghnia, Charity; Yani, Achmad; Murwanti, Murwanti
Al Mi'yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 6 No 2 Oktober 2023
Publisher : STIQ Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.2522

Abstract

With the rapid development of technology today, it is an opportunity for education to continue to innovate in creating an enjoyable learning environment. Conventional learning media has often become commonplace for students. Therefore, a breakthrough is needed in the form of web-based learning media. The method used in this research uses a type of research and development using the ADDIE (Analysis Design Development Evaluation) model. So, this research aims to develop Book Creator media to increase students' interest and motivation in studying Arabic and improve language skills; both Maharah Istima' wal Kalam and Qiro'ah wal Kitabah, which on this website have specifications in the form of input files, both text, images, audio, and video, which are arranged systematically to produce interactive learning media, so that the use of learning media using Book Creator is very feasible to develop. There are 23 steps in creating media using Book Creator. Still, there are only four steps in creating it, starting with creating a concept and preparing materials, then logging in, designing, and then distributing.
Literature Review: Faktor Penyebab Stunting di Indonesia Hidayati, Nur; Luvi Dian Afriyani; Iswardani, Ratih; Muskhofah Oviyanti; Ulfiana, Alfa; Sulpiana; Lallo, Polina; Sani, Nur Qhomaril Andrea; Handayani, Dwi; Murwanti; Muchtar, Warni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition of chronic malnutrition in children over an extended period, resulting in impaired growth, marked by a height that is shorter than the average for their age (Fitriani et al., 2022). UNICEF reported that in 2022, approximately 148.1 million children under five experienced stunting (UNICEF et al., 2023).  This research aimed to identify the factors that affect the prevalence of stunting in toddlers.  This research is based on a review of the literature derived from five articles selected in accordance with the research objectives. The literature was sourced from databases including Google Scholar, PubMed, Journal Center, and Sinta, covering the period from 2020 to 2025. The terms employed are factors and stunting. The literature study concludes that the determinants of stunting incidence in toddlers include nutritional status, dietary intake, nutritional status during pregnancy, family income, and environmental sanitation. Recommendations for Public Health Center to educate mothers of toddlers regarding appropriate nutrition, to regularly supply supplementary food for toddlers, to inform families about their crucial role, to disseminate knowledge on the significance of maintaining good environmental sanitation for children's optimal growth and development, and to consistently monitor children's nutritional status to prevent stunting.   Abstrak Stunting ialah kekurangan nutrisi pada anak dalam jangka waktu lama sehingga pertumbuhan anak menjadi terhambat yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan usianya (Fitriani et al. 2022). UNICEF mencatat di tahun 2022 sebanyak 148,1 juta balita mengalami stunting (UNICEF et ai., 2023). Penelitian ini  dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini di review dari literatur yang telah di identifikasi dari 5 artikel yang telah diseleksi sesuai dengan tujuan penelitian, adapun literatur yang direview melalui database yang digunakan  dalam pencarian artikel adalah google scholar, Pubmed, journal center,  dan sinta antara tahun 2020-2025.  Kata kunci yang digunakan yaitu faktor-faktor dan stunting. Kesimpulan dari literatur yang di teliti bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah status gizi, pola makan, status gizi saat hamil, pendapatan keluarga dan sanitasi lingkungan. Saran bagi Puskesmas agar meberikan edukasi ataupun pemahaman kepada para ibu yang memiliki balita tentang pola makan yang benar, memberikan makanan tambahan bagi balita secara rutin, memberikan edukasi pentingnya peran keluarga, memberikan informasi lebih lanjut tentang sanitasi lingkungan yang baik terhadap lingkungan anak-anak agar tumbuh dan kembang anak lebih optimal sesuai usia,  rutin memantau status gizi anak agar anak tercegah dari kejadian stunting.
Teacher Professionalism in Indonesia, Malaysia, and New Zealand Kholis, Nur; Murwanti, Murwanti
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i2.11487

Abstract

AbstractIssues related to teacher professionalism may differ among countries. In Indonesia, the problems of teacher professionalism are connected to pre-service education and the lack of continuous professional development. In Malaysia, the major issues are concerned with teaching and management skills of teachers. In New Zealand, teachers face major issues related to work overload and the feeling of poor payment. Using a qualitative approach, this conceptual research paper discusses the issues of teacher professionalism and how the government takes roles in the continuing professional development of teachers in Indonesia, Malaysia and New Zealand. The research data was collected from the existing literature containing descriptions and discussions on the research topic and then analyzed using content analysis. The major findings of the study include that these three counties have issued laws, legislation, and regulations regarding the teacher profession. Then, teachers in the three countries are required to have the teacher’s standard competence embodied with a certificate. In addition,  before entering the classroom, all New Zealand teachers must have a certificate of teaching eligibility, while in Malaysia and Indonesia, the teacher certification is executed when teachers are already in the service. Finally, compared to Indonesia and Malaysia, New Zealand has a complete plan for improving teacher professionalism. The study concludes that the three countries put serious effort into improving the teaching profession. Similar research with more country samples would enrich the understanding of ways in which teacher professional development is conducted, thus providing valuable lessons for future reflections.AbstrakMasalah terkait dengan profesionalisme guru mungkin berbeda di setiap negara. Di Indonesia, masalah profesionalisme guru terkait dengan pendidikan pra-jabatan dan kurangnya pengembangan profesional berkelanjutan. Di Malaysia masalah utama berkaitan dengan keterampilan mengajar dan manajemen guru. Di Selandia Baru, guru menghadapi masalah besar terkait dengan kelebihan beban kerja dan persepsi terhadap rendahnya gaji guru.  Menggunakan pendekatan kualitatif, artikel penelitian konseptual ini membahas masalah profesionalisme guru dan bagaimana pemerintah berperan dalam pengembangan profesional guru berkelanjutan di Indonesia, Malaysia dan Selandia Baru. Data penelitian dikumpulkan dari literatur yang berisi deskripsi dan diskusi tentang topik penelitian, dan kemudian dianalisis menggunakan analisis konten. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa tiga negara ini telah mengeluarkan undang-undang, peraturan perundang-undangan, dan peraturan tentang profesi guru. Kemudian, guru di tiga negara harus memiliki kompetensi standar guru yang diwujudkan dengan sertifikat. Selain itu, sebelum memasuki ruang kelas, semua guru Selandia Baru harus memiliki sertifikat kelayakan mengajar, sementara di Malaysia dan Indonesia sertifikasi guru dilaksanakan ketika guru sudah berada dalam layanan. Akhirnya, dibandingkan dengan Indonesia dan Malaysia, Selandia Baru memiliki rencana yang lebih lengkap dalam meningkatkan profesionalisme guru. Studi ini menyimpulkan bahwa ketiga negara melakukan upaya serius dalam meningkatkan profesi guru. Penelitian serupa dengan lebih banyak sampel negara akan memperkaya pemahaman tentang cara-cara di mana pengembangan profesional guru dilakukan, sehingga memberikan pelajaran berharga untuk refleksi di masa depan.How to Cite: Kholis, N., Murwanti. (2019).   Teacher Professionalism in Indonesia, Malaysia, and New Zealand. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 179-195. doi:10.15408/tjems.v6i2. 11487. 
IMPLEMENTASI PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS KERAGAMAN ALAM INDONESIA PADA PEMBELAJARAN IPS Erli Ananda Runikasari; Nuansa Bayu Segara; Dwi Murwanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.18476

Abstract

This study examines the implementation of the Discovery Learning model based on Culturally Responsive Teaching (CRT) to enhance students' analytical skills regarding Indonesia's natural diversity in Social Studies at SMP Negeri 1 Surabaya. The combination of CRT and Discovery Learning is expected to link the material with students' cultural backgrounds, improving their engagement and understanding. This Classroom Action Research was conducted in two cycles, with two learning sessions in each cycle. Data were collected through observation and tests, showing an increase in learning mastery from 48.57% in the first cycle to 85.71% in the second cycle. These results confirm the effectiveness of this method in enhancing students' understanding.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN TARL PADA MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS KERAGAMAN ALAM INDONESIA PADA PELAJARAN IPS Evie Rahmadhani Putri; Bayu Segara, Nuansa; Murwanti, Dwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan model pembelajaran problem based learning, pada peserta didik kelas VIII- I SMP Negeri Surabaya Tahun 2023/2024 dengan pendekatan Teaching at the Right Level. Penelitian ini menggunakan PTK yang didalam penelitian ini menggunakan dua siklus. Adapun subjek dari penelitian adalah peserta didik kelas VIII-I SMP Negeri 1 Surabaya dengan jumlah 35 peserta didik. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan deskriptif dengan membandingkan hasil dari siklus I dan siklus II. Adapun hasil belajar IPS terdapat peningkatan sebesar 31,43% dengan persentase 51,42% pada siklus I dan 82,85% pada siklus II. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dan pendekatan TaRL yang dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPS.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS: LITERATURE REVIEW Murwanti, Murwanti; Kusbaryanto, Kusbaryanto
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v5i2.405

Abstract

Strategi stop TB mencanangkan secara global kejadian TB 1 per 100.000 penduduk pada tahun 2050. Tetapi tuberculosis sampai saat ini masih menjadi isu utama kesehatan dunia karena tetap menjadi pembunuh utama pada tahun 2016. Tujuan Strategi Stop TB pada tahun 2015 sesuai dengan MDGs dirancang diantaranya untuk mencapai tujuan mengurangi penderitaan dan sosioekonomi beban yang terkait dengan TB. Meskipun berbagai upaya pemberantasan tuberculosis sudah dilakukan tetapi hasilnya kurang maksimal. Salah satu penyebab kegagalan pengobatan tuberculosis adalah ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan. Berdasarkan hal ini maka salah satu cara yang bisa kita gunakan adalah melibatkan keluarga secara langsung sabagai dukungan dalam menangani pasien tuberculosis. Tujuan Penelitian Menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis. Metode dalam penelitian ini melakukan Pencarian artikel dimulai dari bulan November 2017, literature review dengan melakukan penelusuran artikel publikasi pada EBSCO, PubMed, Sciencedirect.com, dan Proquest dengan menggunakan kata kunci family support and tuberculosis+medication adherence, family support and tuberculosis+treatment adherence, kemudian dilakukan pemilihan berdasarkan kriteria inklusi dan dilakukan critical appraisal sehingga artikel yang relevant berjumlah 10 artikel, kemudian data diekstraksi dari artikel lalu dikelompokkan untuk dibahas dan disimpulkan. Kesimpulan penelitian ini adalah Mayoritas hasil riset menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap kepatuhan minum obat tuberculosis dan semakin baik dukungan keluarga semakin meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis.