p-Index From 2021 - 2026
6.972
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Jurnal Bahasa dan Sastra Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia BAHASTRA Poetika: Jurnal Ilmu Sastra Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA Kajian Linguistik dan Sastra Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Bindo Sastra Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Puitika Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Pena Literasi Tonil, Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Anaphora: Journal of Language. Literary and Cultural Studies Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Front matter vol.6 no.1 April 2022 Eggy Fajar Andalas
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back matter vol.6 no.1 April 2022 Eggy Fajar Andalas
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekologi Budaya Suku Bajau dalam Novel Mata dan Manusia Laut Karya Okky Madasari Noviatussa’diyah Noviatussa’diyah; Sugiarti Sugiarti; Eggy Fajar Andalas
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.3780

Abstract

Novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari menggambarkan bentuk relasi antara manusia dengan lingkungan serta ekologi budaya masyarakat pesisir. Adapun penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan (1) gambaran ekologi budaya masyarakat daerah pesisir (2) bentuk relasi antara manusia dan lingkungan (3) dampak relasi manusia dan lingkungan dalam novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan ekologi budaya. Sumber data yang digunakan adalah novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari.  Data berupa narasi dan dialog tokoh dalam novel Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari. Untuk mendapatkan data tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik baca catat. Maksud dari teknik baca catat yaitu membaca keseluruhan novel, kemudian mencatat hal-hal yang berkaitan dengan ekologi budaya atau objek penelitian.  Adapun analisis data yang dilakukan diantaranya adalah mengklasifikasi data, mengkategori data dan menemukan permasalahan penting yang berkaitan dengan perspefktif ekologi budaya yang ada pada masyarakat pesisir khususnya wilayah pesisir suku Bajau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) gambaran ekologi budaya masyarakat darah pesisir (2) bentuk relasi antara manusia dan lingkungan (3) dampak relasi antara manusia dan lingkungan. Relasi-relasi yang mengakibatkan munculnya sebuah dampak positif maupun negatife harus terus diperhatikan agar mencapai ekologi budaya yang ideal.
Representasi Kehidupan Religius Masyarakat Islam Kejawen Di Yogyakarta Pada Tahun 1868 M – 1912 M dalam Novel Dahlan: Sebuah Novel Karya Haidar Musyafa Naufal Iman; Eggy Fajar Andalas
Pena Literasi Vol 2, No 1 (2019): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.2.1.30-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi kehidupan religius masyarakat Islam kejawen di yogyakarta yang terjadi pada tahun 1868 M – 1912 M dalam novel Dahlan: Sebuah Novel karya Haidar Musyafa. Dalam menjawab permasalahan yang ada di dalam novel Dahlan: Sebuah Novel yaitu menggunakan teori pendekatan tujuh unsur kebudayaan universal antropologi C. Kluckhohn. Pendekatan ini menggunakan pendekatan antropologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Dahlan: Sebuah Novel karya Haidar Musyafa proses pengumpulan data dilakukan dengan metode simak-catat dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut, pertama masyarakat masih mempercayai hal-hal yang berhubungan dengan Tahayul-Bid’ah-Churafat, kedua masyarakat menjalankan ajaran sadranan dan oburampe yang tidak ada dasar dalilnya di Al-Quran dan Hadits.Kata kunci: Tujuh elemen kebudayaan antropologi, Tahayul-Bid’ah-Churafat, kejawen, sadranan, oburampe.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MADURA DALAM NOVEL SILSILAH DUKA KARYA DWI RATIH RAMADHANY Meliani Risdiana; Eggy Fajar Andalas
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.105 KB) | DOI: 10.23917/kls.v7i1.11184

Abstract

Local wisdom is part of a long journey of efforts to preserve culture or customs that have an influence and position that is rooted in people's lives. The purpose of this research is to describe the form and position of local wisdom in the life of Madurese people in the novel Silsilah Duka by Dwi Ratih Ramadhany. In answering this problem the Anthropology of Literature approach is used with the  Stuart Hall Representation theory. This research uses qualitative research with the source of data of Silsilah Duka novel by Dwi Ratih Ramadhany and used data in the form of narratives, thoughts, and actions taken by the characters in the novels of Griefs that contain forms of local wisdom and illustrates how local wisdom positions in the life of the Madurese community. The data collection technique used in the study is the note-taking technique. Data analysis techniques include data presentation, data reduction and conclusion drawing. The results of this study indicate that in the novel there is a form of local wisdom in the form of beliefs including the abstinence of pregnant women touching sea water, the myths of hunger, abstinence of pregnant women eating squid, to the danger of children not drinking herbal medicine and Festivals or Traditions including Traditions for distribution of fat starch or Rose-pote and Tradition for the dead. The position of local wisdom in community life in social and religious aspects has a strong role and influence in regulating the life structure of Madurese people and protecting people's lives despite the pros and cons regarding the view of local wisdom, namely strong belief in local wisdom, local wisdom by the elderly and the weakening of belief in local Madurese wisdom by young people.
Kepercayaan terhadap Berbagai Larangan pada Wanita Hamil di Dusun Tlogorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Sindy Ardina Ayu Firnanda; Eggy Fajar Andalas
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 1 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i1.3405

Abstract

The belief of the prohibitions on pregnant women in Tlogorejo, Lawang District, Malang Regency, is considered as one of the oral literary works. The community has various kinds of cultural traditions that still going on to this day, especially Javanese culture which is still preserved until now. This study aims to determine the community beliefs of the prohibitions on pregnant women and uses qualitative methods with data collection techniques using secondary and primary data. The data were obtained by conducting interviews with informants from the village and were analyzed using Roland Barthes semiotic theory. The results showed that the community believe that pregnant women (1) cannot go out at sunset, (2) cannot eat at the door, (3) cannot put a towel around their neck, (4) cannot kick the water, and (5) are not allowed to sleepover from place to place.  AbstrakKepercayaan terhadap larangan wanita hamil di Dusun Tlogorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, merupakan salah satu karya sastra lisan. Masyarakat memiliki berbagai macam tradisi kebudayaan yang melekat sampai saat ini, khususnya kebudayaan Jawa, dan masih dilestarikan, salah satunya kepercayaan terhadap larangan wanita hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan masyarakat terhadap larangan-larangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap narasumber yang berasal dari dusun tersebut. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes, yaitu analisis dengan menggunakan unsur tanda atau simbol dan terdapat dua makna, yaitu makna denotasi dan makna konotasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Tlogorejo memercayai jika wanita hamil (1) tidak boleh keluar pada saat magrib, (2) tidak boleh makan di depan pintu, (3) tidak boleh mengalungkan handuk di leher, (4) tidak boleh menendang-nendang air, dan (5) tidak boleh tidur berpindah-pindah tempat.
The Impact and Trust of The Sumbersuko Community on The Three Sources Meyvani Chintyandini; Eggy Fajar Andalas
Anaphora : Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol 5 No 1 (2022): JULY
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Prodi sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/anaphora.v5i1.6648

Abstract

Trust is a culture born and attached to the community that owns it. One of the beliefs that live in the community is the belief about Sumber Dawet, Sumber Kambang and Sumber Towo in Sumbersuko village, Purwosari sub-district. This study aims to 1) find out the stories that developed in the community regarding the origins of the three sources; 2) Community trust in the three sources in Sumbersuko village; 3) The impact caused by the existence of trust in three sources in Sumbersuko village. This research is descriptive research with a qualitative approach. The data source for this research is the people in Sumbersuko village, Purwosari sub-district, used as informants. The data of this research are in the form of observations: a) research location, b) resource persons (caretaker and the surrounding community), c) caretaker writing, d) condition of the three sources (Sumber Dawet, Sumber Kambang and Sumber Towo). Data collection procedures were carried out in various ways, namely a) Observation, b) Interview, c) Documentation, d) Recording, and e) Notes. The study results indicate various beliefs that live in the Sumbersuko village community towards these three sources, which will later affect how people think, act, and behave. The existence of a belief will give birth to an impact on people's lives. So it can be concluded that the people of Sumbersuko village still believe in the existence of ancestors and other supernatural things that still inhabit the three sources. This is still evident in their view of the sacred places in the form of these three sources.
PENGGALIAN IDE MALALUI PENGEMBANGAN BERFIKIR KRITIS BERDASARKAN GAMBAR BERTEMA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN Hari Sunaryo; Eggy Fajar Andalas
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 8 No 2 (2018): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.48 KB) | DOI: 10.23969/literasi.v8i2.1276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penggalian ide dalam proses penulisan cerita pendek dengan menggunakan media gambar bertema. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA II SMAN 9 Malang berjumlah 31 siswa, dengan rincian 12 siswa perempuan, 29 siswa laki-laki, dan guru. Sumber data penelitian tindakan kelas ini meliputi 1) peristiwa pembelajaran menulis cerita pendek, 2) narasumber, dan 3) dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kritis, yaitu teknik analisis yang bermaksud mengungkap kekurangan dan kelebihan kinerja siswa selama proses pembelajaran dilakukan. Analisis kritis dilakukan terhadap aspek 1) ide sesuai tema tugas, 2) ide bersifat baru, 3) ide cerita kontekstual, dan 4) ide cerita aktual. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I peningkatan kriterita ketuntatasan minimal (KKM) sebesar 25,8% dari sebelumnya 38,7% pada pra-tindakan. Melalui penerapan pada siklus II diperoleh hasil peningkatan pada kualitas proses pembelajaran dan hasil. Nilai yang diperoleh pada siklus ini meningkat menjadi 83,8% dan nilai ini sudah melampaui KKM dan ketuntasan klasikal mencapai 75%. Kata Kunci: penggalian ide; pengembangan berpikir kritis; gambar bertema; pembeajaran; menulis cerpen.
STEREOTIP ORANG PINGGIRAN PADA KUMPULAN CERPEN DI KALA PAGI KARYA RENI NURYANTI Aditya Akbaryan Satmoko; Eggy Fajar Andalas
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 5, No 2 (2020): Metalingua, Edisi Oktober 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v5i2.7414

Abstract

Stereotip merupakan suatu pelabelan atau pandangan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok sosial. Stereotip ini bersifat subjektif terhadap orang yang distereotipkan sehingga pihak tersebut dirugikan Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui stereotip orang pinggiran pada kumpulan cerpen Di Kala Pagi Karya Reni Nuryanti yang dibagi menjadi dua yaitu stereotip negatif dan stereotip positif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik penggumpulan data simak-catat serta teknik analisis dilakukan dengan tahapan (1) Mengumpulkan berbagai data yang dibutuhkan dalam penelitian (2) melampirkan data dalam bentuk potongan kalimat yang sesuai dengan rumusan masalah yang dimaksud (3) menganalisis potongan kalimat tersebut sesuai dengan landasan konsep stereotip melalui sudut pandang pengarang yang berfokus pada generalisasi dari masalah yang sudah dikemukakan. Dapat disimpulan bahwa stereotip pada kumpulan cerpen Di Kala Pagi bahwa penggambaran orang pinggiran memiliki sifat positif yang tabah dan tidak medendam sebagai perbedaan mereka dengan masyarakat yang berkecukupan dan berada,seseorang, pekerjaan menjadikan stereotip orang pinggiran itu timbul dan ada karena menjadi tolak ukur dalam tingkatan seseorang. Doktrin agama membuat seseorang mempunyai kriteria menilai orang pinggiran agamis dan religius. Sisi stereotip negatif dikarenakan sisi negative dari media sosial dan televisi yang memperlihatkan kesusahan orang pinggiran dan selalu menjadi korban masyarakat kapitalis dan tidak dapat menegakan hak nya sendiri.
Pribumi di Mata Kolonial dalam Kumpulan Cerpen Teh dan Pengkhianat Karya Iksaka Banu Mega Widyawati; Eggy Fajar Andalas
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 19, No 2 (2021): Medan Makna Desember
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v19i2.3434

Abstract

This research aims to discuss social and cultural aspects that are closely related to Indonesian history regarding events of colonialism in the collection of short stories entitled Teh dan Pengkhianat by applying new historicism. This is a descriptive qualitative research. The theory used to analyze the relevance of literary works as social documents is from new historicism, Stephen Greenblatt (1980). Besides, the theory used to investigate colonialist perspectives on indigenous peoples is form orientalism, Edward Said (1935). The results of this research are as follows. First, historical representations are marked by fear, restraint, compulsion, and counterforce of indigenous people in the colonial period before and after 1945. Second, social representation is marked by humanity, preparation, and persistence in dealing with the variola virus that occurred in 1644. Third, cultural representations are marked by the hard work of indigenous people for equal rights in clothing style until transportation. Data that demonstrates hard work is the existence (space, process, and object), identity (matching), and unity/multiplicity (merging) of indigenous peoples and colonialists.