Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Kelembaban untuk Penguraian Sampah Organik Kampus Unipar Menjadi Kompos dengan Metode Maggot Eko Defriatno, Mawan; Nur Rikhmasari, Dwi; Syaifudin Aswan, Muhammad
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 02 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah organik di lingkungan kampus menjadi tantangan utama karena tingginya volume limbah biodegradable yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kelembaban dalam proses biodegradasi sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot di Kampus Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR). Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima tingkat kelembaban (40%, 50%, 60%, 70%, dan 80%). Variabel yang diamati meliputi efisiensi penguraian sampah organik dan kualitas kompos (C/N ratio, pH, dan kandungan unsur hara). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji post-hoc Tukey. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kelembaban 80% memberikan efisiensi penguraian tertinggi sebesar 62% serta menghasilkan kompos berkualitas terbaik dengan C/N ratio 17:1, pH 7.5, dan kandungan unsur hara (N: 1.9%, P: 0.8%, K: 1.2%). Hubungan linier positif antara kelembaban dan efisiensi/kualitas kompos mengindikasikan bahwa kelembaban adalah faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan sampah menggunakan maggot BSF. Penelitian ini mendukung penerapan metode maggot BSF sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang efisien dan ramah lingkungan di kampus UNIPAR, dengan potensi manfaat tambahan berupa produk kompos berkualitas tinggi untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Analisis Kondisi Kelembaban dan Suhu Optimum untuk Pertumbuhan Maggot dalam Proses Penguraian Sampah Organik: Analysis of Optimum Humidity and Temperature Conditions for Maggot Growth in the Organic Waste Decomposition Process Defriatno, Mawan Eko; Rikhmasari, Dwi Nur; Aswan, Muhammad Syaifudin
Jurnal Engineering Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, 2025
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v7i1.41266

Abstract

Pengelolaan sampah organik merupakan tantangan penting dalam pengelolaan limbah domestik, terutama di Indonesia, di mana lebih dari 50% sampah terdiri dari limbah organik yang sering kali tidak terkelola dengan baik. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) dalam penguraian sampah organik. Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada faktor lingkungan, khususnya suhu dan kelembaban, yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan dan efisiensi penguraian maggot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan kelembaban terhadap pertumbuhan maggot dan penguraian sampah organik. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan kelembaban (60%, 70%, 80%) dan suhu (25°C, 30°C, 35°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi suhu 30°C dan kelembaban 80% menghasilkan bobot maggot tertinggi (1,2 g) dan volume sampah terurai tertinggi (60,2%). Hasil analisis ANOVA dua arah menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban memiliki pengaruh signifikan terhadap kedua parameter tersebut, dengan interaksi antara suhu dan kelembaban yang juga berpengaruh. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa kondisi optimal untuk pertumbuhan maggot dan penguraian sampah organik adalah suhu 30°C dan kelembaban 80%, yang dapat digunakan untuk pengelolaan sampah organik yang lebih efisien di lingkungan tropis.
Biostimulation of Indigenous Fungi with Agung Banana Semeru Lumajang Peel Extract in Reducing Ammonia Levels Rikhma Sari, Dwi Nur; Anitasari, Septarini Dian; Nadifa, Firda Sukma
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Borneo
Publisher : Prodi Biologi FMIPA Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v3i1.15640

Abstract

Indonesia is the second rubber producer in the world, in its processing rubber produces liquid waste that contains quite high ammonia levels. This study aims to provide an alternative solution to the problem of water pollution due to ammonia in rubber industry liquid waste using a bioremediation process with a simple bioreactor. This study used indigenous fungi treatment of 4% and banana peel extract of 0%, 5%, and 10%. This study studies the potential of indigenous fungi with banana peel extract nutrients to reduce ammonia levels in water. The parameter measured is the level of ammonia in the water in the bioreactor. The results showed that indigenous fungi with banana peel extract nutrients had an effect on ammonia parameters. Treatment with a concentration of indigenous fungi 4% and banana peel extract 10% had a significant effect on reducing ammonia levels. The more indigenous fungi inoculum and banana extract used, the more effective it is in reducing ammonia in water.
A Comparative Study on the Effectiveness of Azotobacter chroococcum and Beijerinckia indica as Biofertilizers for Enhancing the Growth of Alternanthera ficoidea Rikhma Sari, Dwi Nur; Amorim, Dinani
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 3 No. 2 (2025): Borneo
Publisher : Prodi Biologi FMIPA Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v3i2.19878

Abstract

The increasing global demand for food has driven the development of environmentally friendly technologies in agriculture, one of which involves the use of nitrogen-fixing bacteria-based biofertilizers. This study aims to evaluate the effectiveness of two nitrogen-fixing bacterial species, Azotobacter chroococcum and Beijerinckia indica, in enhancing the growth of red spinach (Alternanthera ficoidea) in acidic soil conditions. The results revealed that treatments with various concentrations of bacterial inoculants did not have a statistically significant effect on plant height, based on a two-way ANOVA test (α > 0.05). However, descriptively, B. indica demonstrated more optimal performance compared to A. chroococcum and their combination, particularly at a concentration of 15 mL, which produced the highest plant height (31.00 cm). B. indica exhibited better survival and functionality in acidic soil (pH 4–4.5), whereas A. chroococcum was less efficient under such conditions. These findings underscore the importance of selecting bacterial strains that are compatible with specific soil characteristics to enhance the efficacy of biofertilizers and support the growth of ornamental plants such as A. ficoidea.
Exploring the Antibacterial Activity of Banana Peel Waste From Agung Semeru Variety in Lumajang againts Gram Positive and Gram-Negative Rikhmasari, Dwi Nur; Ratih Purwandari, Anggraini
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2465

Abstract

Banana peels, a by-product of banana consumption, remain underutilized despite their promising bioactive potential. This study aims to assess the antibacterial properties of the peel extract from the Agung banana variety (Musa paradisiaca var. sapientum L.) against two pathogenic bacterial strains: Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus. The extract was prepared through a maceration method, and antibacterial activity was tested using the disk diffusion technique. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, involving five concentration levels (0%, 25%, 50%, 75%, and 100%) with four replicates each. Data were analyzed using ANOVA, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) to determine significant differences between treatments. The results demonstrated that the Agung banana peel extract significantly inhibited the growth of both test bacteria. The 100% concentration yielded the largest inhibition zones, with mean diameters of 17.55 ± 3.39 mm for P. aeruginosa and 19.25 ± 0.91 mm for S. aureus. According to the classification of antibacterial strength, these results are considered strong. These findings suggest that the Agung banana peel has considerable potential as a natural and eco-friendly antibacterial agent.  
Biomonitoring Kali Asem Lumajang secara Mikrobiologi: Microbiological Biomonitoring of the Asem River in Lumajang Rikhmasari, Dwi Nur; Herdianto, Agung; Purwandari, Anggraini Ratih
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 01 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v2i01.1881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas mikrobiologis baku mutu air sungai di Kali Asem Lumajang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan pengambilan sampel di 3 titik stasiun dan selanjutnya dilakukan isolasi bakteri pathogen, isolasi baketeri halotolerant lemah, isolasi bakteri heterotrofik, dan uji mikrobiologis air menggunakan metode MPN seri 333 dengan 3 tahap pengujian yaitu uji pendugaan (presumptive test), uji penguat (confirmed test), dan uji pelengkap (completed test). Hasil pengujian selama inkubasi 6 hari membuktikan terdapat isolate bakteri pathogen dari kelompok Escherichia coli, Salmonella thypii, Vibrio sp., sebanyak 110 isolat koloni bakteri halotolerant lemah, terdapat 6 koloni bakteri heterotroph, dan nilai MPN bakteri kelompok koli fekal (7,5x103); bakteri hidrokarbon (< 3 sel / 100 ml.).
Karakteristik Kombucha yang Diasosiasikan dengan Sari Tebu (Saccharum officinarum) Rikhmasari, Dwi Nur; Mahbubah, Fina Saffanatul; Ervania Anggita, Lukna Diana; Alifiya, Risatul
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1721

Abstract

Kombucha dikenal karena kandungan probiotiknya yang baik bagi sistem pencernaan dan kekuatannya sebagai antioksidan alami. Umumnya kombucha menggunakan gula sebagai bahan baku sumber energi mikroorganisme di dalamnya, namun belum adanya penelitian yang meneliti karakteristik teh kombucha yang berasosiasi dengan sari tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki karakteristik sensoris  teh kombucha yang diasosiasikan dengan penggunaan sari tebu sebagai bahan baku, termasuk analisis rasa dan morfologi kombucha. Pengumpulan data dilakukan dengan menguji kualitas teh kombucha meliputi beberapa parameter, antara lain pH teh kombucha, warna teh kombucha, aroma dan rasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombucha hasil asosiasi dengan sari tebu menghasilkan warna kuning keruh menuju cream. Turut terjadi penurunan pH sebesar 1.47, dari nilai 3 pada hari pertama sebelum fermentasi, hingga 1.53 pada hari ke 14 fermentasi. Aroma teh kombucha terasa menyengat, dan rasa teh kombucha menjadi sangat asam.  
Potensi Ekstrak Daun Rhizophora mucronata Sebagai Antibakteri Pada Staphylococcus aureus Karundeng, Edward Debari Bintar; Hanizar, Evi; Sari, Dwi Nur Rikhma
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 1 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i1.642

Abstract

The purpose of the study was to determine the antibacterial properties of mangrove leaves on Staphylococcus aureus, and to determine the optimal antibacterial concentration of mangrove leaf extract. This research is an experimental type of research using the Diffusion and Dilution test to determine the MIC and MBC extracts. The sample is pure culture of S. aureus. The concentrations of mangrove leaf extracts were 0, 25, 50, 75 and 100 (%). The results of the data obtained were analyzed statistically using the Kruskal-Wallis statistical test. The results of this study showed a significant difference (95%) for the diameter of the clear zone of paper disk on the growth of S. aureus with a concentration of 0% (0.00 mm); 25% (11.04 mm); 50% (11.56 mm); 75% (12.95 mm); 100% (13.94 mm), where the higher the power the resulting resistor will widen. For MIC and KBM in the study using mangrove leaf extract, there were treatments with concentrations of 50, 75 and 100 (%).
Aktifitas Ekstrak Tangkai Daun Coloccasia esculanta Terhadap Staphylococcus aureus Putri, Retno Widyaqori Asyari; Sari, Dwi Nur Rikhma; Hanizar, Evi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 1 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i1.643

Abstract

Taro leaf stems have antibacterial compounds, namely tannins, flavonoids, saponins and alkaloids that have anti-bacterial effects. The purpose of this study was to determine the antibacterial ability of the taro leaf stalk extract using the Staphylococcus aureus test bacteria. This research is an experimental study with samples using pure cultures of S. aureus. The treatments in this study were taro leaf stalk extract concentrations, including 0, 25, 50, 75 and 100 (%) concentrations and used diffusion and dilution methods. The results of the study were analyzed statistically with the Kruskal-Wallis test. The results obtained showed that the diameter of the clear zone of S. aureus at various treatment concentrations was 0% (0 mm); 25% (10.98 mm); 50% (11.93 mm); 75% (13.06 mm); 100% (13.14 mm) with significant results between treatments (5%). For the determination of MIC (Minimum Inhibitory Level) and MBC (Minimum Killing Level) there is a treatment with a concentration of 100%.
Potensi Keragaman Tumbuhan Bawah Di Lingkungan Kampus II Universitas PGRI Argopuro Jember Sari, Dwi Nur Rikhma; Anitasari, Septarini Dian; Uliyah, Intan Choirul
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 2 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i2.688

Abstract

Lingkungan Universitas PGRI Argopuro Jember merupakan kawasan perbukitan dengan keragaman flora yang bervariasi. Objek penelitian berupa tumbuhan bawah yang sering kali dianggap gulma sehingga dalam penelitian ini dikaji tentang potensi dari keragaman tanaman yang ada. Pengumpulan data menggunakan metode jelajah. Berdasarkan analisis data secara eksploratif didapatkan hasil bahwa keragaman tanah bawah memiliki potensi sebagai tanaman obat, tanaman herbisida, tanaman sayur, tanaman hias, tanaman aromatik dan kosmetik