Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kondisi Kelembaban dan Suhu Optimum untuk Pertumbuhan Maggot dalam Proses Penguraian Sampah Organik: Analysis of Optimum Humidity and Temperature Conditions for Maggot Growth in the Organic Waste Decomposition Process Defriatno, Mawan Eko; Rikhmasari, Dwi Nur; Aswan, Muhammad Syaifudin
Jurnal Engineering Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, 2025
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v7i1.41266

Abstract

Pengelolaan sampah organik merupakan tantangan penting dalam pengelolaan limbah domestik, terutama di Indonesia, di mana lebih dari 50% sampah terdiri dari limbah organik yang sering kali tidak terkelola dengan baik. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) dalam penguraian sampah organik. Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada faktor lingkungan, khususnya suhu dan kelembaban, yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan dan efisiensi penguraian maggot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan kelembaban terhadap pertumbuhan maggot dan penguraian sampah organik. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan kelembaban (60%, 70%, 80%) dan suhu (25°C, 30°C, 35°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi suhu 30°C dan kelembaban 80% menghasilkan bobot maggot tertinggi (1,2 g) dan volume sampah terurai tertinggi (60,2%). Hasil analisis ANOVA dua arah menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban memiliki pengaruh signifikan terhadap kedua parameter tersebut, dengan interaksi antara suhu dan kelembaban yang juga berpengaruh. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa kondisi optimal untuk pertumbuhan maggot dan penguraian sampah organik adalah suhu 30°C dan kelembaban 80%, yang dapat digunakan untuk pengelolaan sampah organik yang lebih efisien di lingkungan tropis.
Exploring the Antibacterial Activity of Banana Peel Waste From Agung Semeru Variety in Lumajang againts Gram Positive and Gram-Negative Rikhmasari, Dwi Nur; Ratih Purwandari, Anggraini
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2465

Abstract

Banana peels, a by-product of banana consumption, remain underutilized despite their promising bioactive potential. This study aims to assess the antibacterial properties of the peel extract from the Agung banana variety (Musa paradisiaca var. sapientum L.) against two pathogenic bacterial strains: Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus. The extract was prepared through a maceration method, and antibacterial activity was tested using the disk diffusion technique. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, involving five concentration levels (0%, 25%, 50%, 75%, and 100%) with four replicates each. Data were analyzed using ANOVA, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) to determine significant differences between treatments. The results demonstrated that the Agung banana peel extract significantly inhibited the growth of both test bacteria. The 100% concentration yielded the largest inhibition zones, with mean diameters of 17.55 ± 3.39 mm for P. aeruginosa and 19.25 ± 0.91 mm for S. aureus. According to the classification of antibacterial strength, these results are considered strong. These findings suggest that the Agung banana peel has considerable potential as a natural and eco-friendly antibacterial agent.  
Biomonitoring Kali Asem Lumajang secara Mikrobiologi: Microbiological Biomonitoring of the Asem River in Lumajang Rikhmasari, Dwi Nur; Herdianto, Agung; Purwandari, Anggraini Ratih
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 01 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v2i01.1881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas mikrobiologis baku mutu air sungai di Kali Asem Lumajang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan pengambilan sampel di 3 titik stasiun dan selanjutnya dilakukan isolasi bakteri pathogen, isolasi baketeri halotolerant lemah, isolasi bakteri heterotrofik, dan uji mikrobiologis air menggunakan metode MPN seri 333 dengan 3 tahap pengujian yaitu uji pendugaan (presumptive test), uji penguat (confirmed test), dan uji pelengkap (completed test). Hasil pengujian selama inkubasi 6 hari membuktikan terdapat isolate bakteri pathogen dari kelompok Escherichia coli, Salmonella thypii, Vibrio sp., sebanyak 110 isolat koloni bakteri halotolerant lemah, terdapat 6 koloni bakteri heterotroph, dan nilai MPN bakteri kelompok koli fekal (7,5x103); bakteri hidrokarbon (< 3 sel / 100 ml.).
Karakteristik Kombucha yang Diasosiasikan dengan Sari Tebu (Saccharum officinarum) Rikhmasari, Dwi Nur; Mahbubah, Fina Saffanatul; Ervania Anggita, Lukna Diana; Alifiya, Risatul
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1721

Abstract

Kombucha dikenal karena kandungan probiotiknya yang baik bagi sistem pencernaan dan kekuatannya sebagai antioksidan alami. Umumnya kombucha menggunakan gula sebagai bahan baku sumber energi mikroorganisme di dalamnya, namun belum adanya penelitian yang meneliti karakteristik teh kombucha yang berasosiasi dengan sari tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki karakteristik sensoris  teh kombucha yang diasosiasikan dengan penggunaan sari tebu sebagai bahan baku, termasuk analisis rasa dan morfologi kombucha. Pengumpulan data dilakukan dengan menguji kualitas teh kombucha meliputi beberapa parameter, antara lain pH teh kombucha, warna teh kombucha, aroma dan rasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombucha hasil asosiasi dengan sari tebu menghasilkan warna kuning keruh menuju cream. Turut terjadi penurunan pH sebesar 1.47, dari nilai 3 pada hari pertama sebelum fermentasi, hingga 1.53 pada hari ke 14 fermentasi. Aroma teh kombucha terasa menyengat, dan rasa teh kombucha menjadi sangat asam.  
Potensi Ekstrak Daun Rhizophora mucronata Sebagai Antibakteri Pada Staphylococcus aureus Karundeng, Edward Debari Bintar; Hanizar, Evi; Sari, Dwi Nur Rikhma
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 1 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i1.642

Abstract

The purpose of the study was to determine the antibacterial properties of mangrove leaves on Staphylococcus aureus, and to determine the optimal antibacterial concentration of mangrove leaf extract. This research is an experimental type of research using the Diffusion and Dilution test to determine the MIC and MBC extracts. The sample is pure culture of S. aureus. The concentrations of mangrove leaf extracts were 0, 25, 50, 75 and 100 (%). The results of the data obtained were analyzed statistically using the Kruskal-Wallis statistical test. The results of this study showed a significant difference (95%) for the diameter of the clear zone of paper disk on the growth of S. aureus with a concentration of 0% (0.00 mm); 25% (11.04 mm); 50% (11.56 mm); 75% (12.95 mm); 100% (13.94 mm), where the higher the power the resulting resistor will widen. For MIC and KBM in the study using mangrove leaf extract, there were treatments with concentrations of 50, 75 and 100 (%).
Aktifitas Ekstrak Tangkai Daun Coloccasia esculanta Terhadap Staphylococcus aureus Putri, Retno Widyaqori Asyari; Sari, Dwi Nur Rikhma; Hanizar, Evi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 1 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i1.643

Abstract

Taro leaf stems have antibacterial compounds, namely tannins, flavonoids, saponins and alkaloids that have anti-bacterial effects. The purpose of this study was to determine the antibacterial ability of the taro leaf stalk extract using the Staphylococcus aureus test bacteria. This research is an experimental study with samples using pure cultures of S. aureus. The treatments in this study were taro leaf stalk extract concentrations, including 0, 25, 50, 75 and 100 (%) concentrations and used diffusion and dilution methods. The results of the study were analyzed statistically with the Kruskal-Wallis test. The results obtained showed that the diameter of the clear zone of S. aureus at various treatment concentrations was 0% (0 mm); 25% (10.98 mm); 50% (11.93 mm); 75% (13.06 mm); 100% (13.14 mm) with significant results between treatments (5%). For the determination of MIC (Minimum Inhibitory Level) and MBC (Minimum Killing Level) there is a treatment with a concentration of 100%.
Potensi Keragaman Tumbuhan Bawah Di Lingkungan Kampus II Universitas PGRI Argopuro Jember Sari, Dwi Nur Rikhma; Anitasari, Septarini Dian; Uliyah, Intan Choirul
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 2 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i2.688

Abstract

Lingkungan Universitas PGRI Argopuro Jember merupakan kawasan perbukitan dengan keragaman flora yang bervariasi. Objek penelitian berupa tumbuhan bawah yang sering kali dianggap gulma sehingga dalam penelitian ini dikaji tentang potensi dari keragaman tanaman yang ada. Pengumpulan data menggunakan metode jelajah. Berdasarkan analisis data secara eksploratif didapatkan hasil bahwa keragaman tanah bawah memiliki potensi sebagai tanaman obat, tanaman herbisida, tanaman sayur, tanaman hias, tanaman aromatik dan kosmetik
Pengaruh Air Cucian Beras Terhadap Pematahan Dormansi Dan Pertumbuhan Biji Veitchia merillii Dengan Metode Sayatan Hanizar, Evi; Nur Rikhma Sari, Dwi; Nurul Purwardini, Ardita
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i1.1722

Abstract

Penelitian ini bersifat eksperimental dengan 2 faktor yaitu lama perendaman 0 jam, 6 jam, 12 jam, 18 jam, 24 jam dan dosis penyiraman 0 ml, 25 ml, 50 ml, 75 ml, 100 ml dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang digunakan adalah persentase perkecambahan, panjang radikula dan panjang bulu yang dianalisis dengan uji MANOVA taraf 5%, dan uji post hoc Duncan. Hasil analisis menunjukkan persentase perkecambahan tidak berbeda nyata, namun terdapat perbedaan nyata pada pertumbuhan panjang radikula dan panjang bulu. Parameter persentase perkecambahan perlakuan D4L0 mempunyai persentase yang rendah yaitu 5,33%. Hasil penelitian pada perlakuan 18 jam menunjukkan hasil maksimum pada panjang radikula (4,553±1,909b) dan bulu (2,386±1,030c). Dosis penyiraman 0 ml menunjukkan hasil maksimum untuk panjang radikula sebesar 4,413±1,909c dan dosis penyiraman 25 ml menunjukkan hasil untuk panjang bulu maksimum sebesar 1,900±1,030a. Dan untuk kombinasi yang menunjukkan hasil maksimal pada parameter panjang radikula perlakuan D1L4 (5.167±1,459b) dan parameter panjang plumula perlakuan D1L3 (2.900±0,833d).
Perbandingan Potensi Antibakteri Andrographis paniculata Dan Jatropa multifida Terhadap Escherichia coli Dan Staphylococcus auerus Putri, Syifa; Faridatus Solehah, Meilita; Nur Hakiki, Zulfa; Nur Rikhma Sari, Dwi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i2.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak Andrographis paniculata dan Jatropha multifida terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak diperoleh dengan metode perkolasi menggunakan pelarut etanol. Aktivitas antibakteri diuji dengan menyebarkan ekstrak pada media agar yang terinfeksi dengan bakteri uji. Diameter zona hambat diukur setelah inkubasi. Hasil menunjukkan bahwa kedua ekstrak memiliki efek antibakteri yang signifikan terhadap kedua bakteri. Andrographis paniculata menunjukkan diameter zona hambat rata-rata yang lebih besar dibandingkan Jatropha multifida, dengan nilai p < 0,05 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Selain itu, analisis fitokimia mengidentifikasi senyawa bioaktif, seperti andrographolide dalam A. paniculata dan flavonoid dalam J. multifida, yang diduga berkontribusi terhadap aktivitas antibakteri. Temuan ini menunjukkan bahwa Andrographis paniculata lebih efektif sebagai agen antibakteri dibandingkan Jatropha multifida, sehingga berpotensi digunakan dalam pengembangan alternatif pengobatan infeksi bakteri.
Diversity of Indigenous Fungi on the Roots of Eucalyptus deglupta in the Pelangi Forest at Ijen Geopark, Bondowoso Hanizar, Evi; Imamah, Annisa Nur; Sari, Dwi Nur Rikhma
Biota Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Biota 2026
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/biota.v12i1.27542

Abstract

Eucalyptus deglupta, a native tree species known for its ecological and economic value, forms unique associations with root fungi that play essential roles in nutrient cycling and plant health. Therefore, this study aims to explore the diversity of indigenous fungi associated with the roots of Eucalyptus deglupta in the Pelangi Forest, located within the Ijen Geopark area, Bondowoso Regency. The methods employed included the isolation of fungal cultures and subsequent identification through macroscopic and microscopic examination of morphological characteristics.  The isolation process yielded eight fungal isolates representing seven species: Microsporum gypseum, Aspergillus flavus, Mucor sp., Trichoderma sp., Geotrichum sp., Saccharomyces cerevisiae, and Cladophialophora sp. The results indicated a considerable diversity among the isolated fungal species, with several taxa being reported for the first time in the study areaThese findings provide a valuable baseline for future ecological, biotechnological, and conservation studies, particularly in exploring the potential roles of these indigenous fungi in forest health, ecosystem resilience, and sustainable land management practices.