Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENCOCOK PADA ANAK DI TK JOYKIDS NATIONAL PLUS Tworedo Ervina, Florence; Aprianti, Rika
Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol. 11 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/atthiflah.v11i1.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan mencocok di TK Joykids National Plus. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK yang terdiri dari 2 (dua) siklus. etiap siklus terdiri dari: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan bahwa kegiatan mencocok dapat meningkatkan keterampilan motorik halus di TK Joykids National Plus. Hal ini dibuktikan dengan terjadi peningkatan kempampuan memncocok. Pada Siklus I hanya terdappat 30% Peserta didik yang mampu mencocok, sedangkan pada Siklus II terdapat 75% peserta didik yang mampu mencocok. Selanjutnya peneliti merekomendasikan: (1) Bagi Guru yang mendapatan kesulitan yang sama dapat menerapkan kegiatan mencocok untuk meningkatkan motoric halus. (2) Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka diharapkan guru membuat gambar yang mudah, sedang, dan sulit untuk kegiatan mencocok.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Merancang Asesmen Digital Zakirman; Sukmayadi, Dodi; Aprianti, Rika; Widiasih
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi November 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i1.148

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan perancangan asesmen digital bagi guru Sekolah Dasar di Taman Pagelaran, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Topik pelatihan yang diberikan meliputi: Quizizz, Google form, Wordwall, Blooket, Quizlet, Quizmaker, Nearpod dan Kahoot. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi kegiatan secara luring dan daring. Dalam kegiatan pelatihan, peserta dibantu oleh LMS MOOCs yang dikembangkan oleh tim pelaksana dibawah naungan Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Terbuka. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dibagi menjadi beberapa tahap, diantaranya: orientasi peserta dalam mengenal MOOCs (luring), penyampaian materi pengantar dan konsep dasar asesmen digital (daring secara sinkronus), belajar terstruktur (daring secara asinkronus) dan gelar hasil produk pelatihan (luring). Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini berupa meningkatnya kompetensi dan wawasan peserta (guru SDN Taman Pagelaran) dalam merancang instrumen asesmen digital.  Guru-guru yang telah mengikuti pelatihan perancangan asesmen digital telah mampu mengimplementasikan materi yang didapat dalam proses pembelajaran. Antusiasme siswa yang tinggi terlihat dari hasil observasi dan wawancara Ketika guru mengimplementasikan produk yang dihasilkan setelah mengikuti program pelatihan. Pelatihan yang diberikan dapat melatih kreativitas guru dalam merancang berbagai instrumen untuk melakukan penilaian secara digital, serta mampu memotivasi siswa untuk lebih giat dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Konsep pembelajaran yang hangat, bersemangat dan menyenangkan dapat diwujudkan guru dengan mengimplementasikan ilmu yang didapat setelah mengikuti program pelatihan asesmen digital.
A New Pattern to Improving Student Physics Learning Outcomes Zakirman; Widiasih, Widiasih; Sukmayadi, Dodi; Aprianti, Rika; Nadiyyah, Khoirotun
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.3324

Abstract

The low student learning outcomes in Physics can be observed by the decreasing average student learning outcomes in the last 3 years at SMA 1 Suger. Lack of precise strategy selection is a major factor in influencing student learning outcomes in Physics. In addition to learning strategy factors, students' initial abilities can be considered by teachers in choosing learning strategies to improve student learning outcomes. The purpose of this study was to compare students' learning outcomes in physics between classes using guided inquiry and discovery strategies by considering initial ability as a moderator variable. This type of research is a quasi-experimental, the sampling technique used is random sampling. This research was conducted at SMA 1 Suger, Padang Pariaman Regency. The results of the study show 1) there is a significant difference between the learning outcomes of physics students who learn to use guided inquiry and discovery strategies, 2) there are significant differences in learning outcomes between students with high and low initial abilities, 3) there is no interaction between the use of strategies and abilities early in influencing student learning outcomes.
Digitalisasi Evaluasi Pembelajaran: Studi Kesiapan Guru SMP Jakarta di Era Transformasi Pendidikan Aprianti, Rika; Nadiyyah, Khoirotun; Safitri, Heni; Purwoningsih, Tuti; Firmansyah, Juli
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i1.70397

Abstract

Era transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk evaluasi pembelajaran. Artikel ini mengulas kesiapan guru IPA SMP di Jakarta dalam mengikuti pelatihan perancangan evaluasi digital melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Terbuka. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis data kuesioner yang mencakup aspek keterampilan teknologi, pengalaman digital, serta persepsi terhadap keunggulan dan kelemahan evaluasi digital. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil berdasarkan gender, yaitu guru laki-laki dan perempuan. Hasil menunjukkan sebagian besar guru memiliki akses memadai terhadap perangkat keras dan perangkat lunak digital serta pengalaman menggunakan platform seperti Kahoot dan Google Form. Guru perempuan lebih berpengalaman menggunakan platform evaluasi digital, sedangkan guru laki-laki lebih sering menggunakannya. Keunggulan utama evaluasi digital yang disepakati adalah kemampuannya menjadikan pembelajaran lebih interaktif, dengan banyak variasi jenis evaluasi dan umpan balik real-time yang meningkatkan motivasi siswa. Guru laki-laki mencatat keterbatasan fitur gratis sebagai kelemahan utama, sementara guru perempuan menyoroti berkurangnya interaksi personal. Temuan ini menjadi dasar pelatihan perancangan evaluasi digital, dengan fokus pada penggunaan Blooket sebagai salah satu platform interaktif yang diangkat dalam pelatihan luring.
Integrating Minangkabau Cultural Elements in Educational Games: A Mix-Methods Study for Science Learning Engagement Zakirman, Zakirman; Widiasih, Widiasih; Pandiangan, Paken; Aprianti, Rika; Nadiyyah, Khoirotun; Wahyudi, Ricky; Handayani, Raden Sumratul
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/njpi.2024.v4i4-6

Abstract

Purpose – Science learning often struggles to boost student engagement and understanding. Educational games offer an innovative approach, but they often overlook local cultural contexts, reducing their relevance for students. This study examines the views of science educators on the use of Edu Game Adventure based on Minangkabau culture in science learning.Method – This study uses a mixed-method approach with questionnaires distributed to 50 science teachers and lecturers in West Sumatra. Quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistics, while qualitative analysis focused on open-ended responses. The purposive sampling ensures diverse perspectives on the integration of local cultures in science learning, providing a deeper understanding of practitioners' views across different educational levels and experiences.Findings – The results indicate that most practitioners view the integration of Minangkabau culture in educational games positively. 80% believe it boosts student interest in science, 75% say it promotes cultural diversity and local values, 65% feel it encourages active involvement, and 70% think it broadens perspectives on cultural diversity. These findings suggest that integrating Minangkabau culture enhances student engagement and understanding, providing valuable insights for designing culturally relevant learning tools. Research Implications – The study's results offer practical guidance for curriculum developers and educators to integrate local culture into engaging, meaningful learning designs, highlighting the importance of culturally relevant content to enhance teaching effectiveness.
Comics as a Media to Understand Earthquake Disaster Mitigation for Elementary School Students: Komik Sebagai Media Untuk Memahami Mitigasi Bencana Gempa Bumi Pada Peserta Didik Sekolah Dasar Aprianti, Rika; Nadiyyah, Khoirotun; Zakirman; Widiasih
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i4.18592

Abstract

Community Service held by FKIP-UT at SDN Sukamaju I Cianjur aims to increase students' knowledge about earthquake disaster mitigation. This activity requires media that is appropriate to the level of development of students. Researchers created earthquake disaster mitigation comics as an interesting information medium equipped with colorful illustrations, communicative dialogue and easy to understand for elementary school students. Data collection was carried out quantitatively and qualitatively. Qualitative data was taken from expert input including educational technology lecturers and BNPB staff. Comics are revised based on expert input. Quantitative data was obtained from the results of expert validation tests and a score of 91% was obtained from all aspects including material, media, and language design. Comics were tested during Community Service and were assessed by teachers and students at 92% from all aspects, namely material, media, and language design. This score shows that the comic is suitable for use in the very good category.