Claim Missing Document
Check
Articles

Validitas Dan Keterbacaan Booklet Capung Untuk Mahasiswa Pada Mata Kuliah Zoologi Invertebrata Zaini Akbar; Bunda Halang; Nurul Hidayati Utami
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.126 KB) | DOI: 10.55784/jupeis.Vol1.Iss2.42

Abstract

Capung merupakan salah satu jenis insekta yang merupakan bioindikator dalam lingkungan. Insekta dapat ditemukan di sawah, sehingga sawah merupakan salah satu habitat ditemukannya capung sehingga keberadan capung di sawah dapat meningkatkan sumber belajar yang menarik untuk mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman keanekaragaman ordo odonatan pada mata kuliah zoologi invertebrata. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Menganalisis Keanekaragaman capung jenis ordo odonata yang ditemukan di kawasan persawahan desa Beringin Kencana Kecamatan Tabunganen. (2) Mendeskripsikan validitas booklet yang di susun dari data keanekaragaman capung di kawasan persawahan Beringin Kencana Kecamatan Tabunganen Sebagai bahan ajar mata kuliah zoologi invertebrata. (3) Mendeskripsikan uji keterbacaan booklet yang di susun dari data keanekaragaman capung di kawasan persawahan Beringin Kencana Kecamatan Tabunganen Sebagai pengayaan zoologi invertebrata. Metode penelitian ini menggunakan model R&D yang dikembangkan oleh Borg and Gall dengan tahapan penelitian pengembangan menggunakan langkah-langkah yaitu research and Information collecting,  planning, develop preliminary form of product,  preliminary field testing,  main product revision. Berdasrkan hasil penelitian diketahui bahwa (1)  terdapat 7 spesies capung yaitu Orthetrum sabina, Neurothemis fluctuans, Brachytemis contaminata, Agriocnemis pygmaea, Ceriagrion cerinorubellum, Tholymis tillarga, dan Ischnura senegalensis. (2) Berdasarkan uji validitas Booklet yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh tiga dosen ahli dengan skornvaliditas pada aspek isi yaitu 88,89%, pada aspek bahasa yaitu 88,89%, dan pada aspek penyajian yaitu 94,44%. (3) Ujinketerbacaann oleh 6 mahasiswa mendapatkan hasil nilai 86,76% sehiingga Booklet  mendapatkann kriteriia sangatnbaik.
Pengembangan Field Guide Genus Rasbora Di Kawasan Sungai Barito Desa Bantuil Kabupaten Barito Kuala Sebagai Bahan Penunjang Pembelajaran Konsep Animalia Di SMA Jayyid Azhrofi; Mahrudin Mahrudin; Nurul Hidayati Utami
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2022): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.905 KB) | DOI: 10.55784/jupeis.Vol1.Iss3.194

Abstract

Field guide merupakan panduan lapangan digunakan untuk  mengidentifikasi makhluk hidup. Field guide untuk genus Rasbora dapat dikembangkan sebagai salah satu penunjang pembelajaran di tingkat SMA. Hal ini dikarenakan genus Rasbora di kawasan Sungai Barito sering ditemukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar desa Bantuil. Rasbora memiliki karakteristik tidak memiliki sungut, corak warna pada tubuh dan sirip. Penelitian bertujuan untuk (1) mendeskripsikan genus Rasbora yang ditemukan di sungai Barito Desa Bantuil, (2) mendeskripsikan hasil validitas dan (3) mendeskripsikan kepraktisan isi field guide sebagai penunjang pembelajaran konsep Animalia di SMA. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif pada penelitian genus Rasbora dan dilanjutkan pengembangan bahan ajar berbentuk field guide yang kelayakannya diuji melalui Evaluasi Formatif Tessmer dengan tahapan self evaluation, expert review, dan one-to-one. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan (1) ditemukan 5 jenis genus Rasbora di kawasan sungai Barito Desa Bantuil yaitu Rasbora dusonensis, Rasbora tornieri, Rasbora einthovenii, Rasbora borneensis, dan Rasbora lateristriata; (2) hasil validitas field guide mendapat kriteria sangat valid dengan persentase 89,40% dan (3) hasil uji kepraktisan isi mendapat kriteria baik dengan persentase 73,33% dapat digunakan sebagai bahan penunjang pembelajaran materi Animalia di SMA.
Pendampingan Perencanaan Pembelajaran IPA Berpendekatan STEM di Wilayah Kota Banjarmasin Aminuddin Prahatama Putra; Nurul Hidayati Utami; Suyidno Suyidno; Fahmi Fahmi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i3.853

Abstract

STEM merupakan perpaduan 4 disiplin ilmu yang berkaitan satu sama lain. Sains melibatkan matematika sebagai alat dalam mengolah data, sedangkan teknologi dan teknik merupakan aplikasi dari sains. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada guru IPA pada lingkup MGMP di kota Banjarmasin sudah mengenal pembelajaran STEM, namun diantaranya masih kesulitan dalam merencanakan dan mengintegarasikan STEM pada pembelajaran IPA di kelas terutama dengan menggunakan sumber belajar disekitar lingkungannya. Adapun pendampingan dilakukan pada seluruh guru IPA yang termasuk dalam MGMP IPA dengan jumlah 35 orang. Metode pengabdian dilakukan sebagai berikut : (1) melaksanakan focus group discussion pada beberapa guru pada perwakilan MGMP untuk menggali pembelajaran IPA di SMP atau sederajatnya. (2) melaksanakan bimbingan  teknis  mengenai STEM yang diikuti oleh seluruh anggota (3) merencanakan pembelajaran IPA berbasis STEM  dalam bentuk RPP (4) mengevaluasi dan (5) revisi hasil RPP yang dikembangkan oleh guru selama program berlangsung. RPP yang dihasilkan sudah memenuhi aspek dalam indikator, namun pada kelompok guru yang lain belum memenuhi kriteria yang ditetapkan terutama pada aspek penilaian STEM dan lingkungan sehingga perlu dilakukan perbaikan pada aspek yang belum maksimal. Pada kelompok guru terkategori sangat baik pada RPP yang dikembangkan hal ini terlihat rerata 85.5% sedangkan 5 kelompok lainnya yakni tergolong Baik. Hasil pengembangan yang dilakukan dapat dijadikan prototype dalam pembelajaran STEM. Assistance Planning Science Learning With A Stem Approach In  Banjarmasin STEM is science, technology, engineering, and mathematics. STEM is a combination of 4 disciplines that are related to each other. Science involves mathematics as a tool in processing data, while technology and engineering are applications of science. Based on survey conducted to science teachers community in Banjarmasin. The teacher already know about with STEM learning, but they still have difficulty planning and integrating STEM in science learning in the classroom, especially by using learning resources around their environment. The method of service is carried out as follows: (1) carrying out focus group discussions on several teachers at MGMP representatives to find science learning in junior high schools or the equivalent. (2) implementation STEM followed by all members teacher science community (3) planning STEM-based science learning in the form of lesson plans (4) developing and (5) revision of lesson plans developed by teachers during the program. The result showed that lesson plan has all aspects in the indikators, but a group is classified enough because of STEM and environmental assessment aspects. The other group is categorized as very good in the developed lesson plan on an average of 85.5%. Thus 5 groups are classified as good for their lesson plan.
PENGARUH PENGGUNAAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK KELAS X PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI Aminuddin Prahatama Putra; Nurul Hidayati Utami
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i2.14355

Abstract

Pembelajaran dengan memanggunakan flipped classroomdibagi atas dua fase berupa (1) fase outclass kelas dengan mengungah bahan sebelum dilaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan LMS berupa Culture Literacy Digital Wetland,  kemudian (2) fase inclass dengan diskusi dan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji pengaruh flipped classroom pada hasil belajar peserta didik pada materi Biologi dan (2) mendeskripsikan kemandirian belajar peserta didik. Pada penelitian menggunakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan  The non equivalent Kontrol Group pretest-posttest Design. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 4 Banjarmasin pada kelas  X MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan  X MIPA 2 sebagai kelas ekperimen pada tahun ajaran 2021/2022. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian tes kognitif terkait dengan hasil belajar dan angket sikap terhadap kemandirian belajar dalam bentuk skala likert.  Hasil penelitian menunjukkan (1) penggunaan flipped clasroom mempengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada materi Biologi dibandingkan kelas kontrol (2) Kemandirian belajar peserta didik menunjukkan pada kategori tinggi pada kelas yang menggunakan flipped clasroom jika dibandingkan pada kelas kontrol yang terkategori sedang
PENGARUH PENGGUNAAN HANDOUT DIGITAL PADA SUB KONSEP HEWAN VERTEBRATA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Rusminah Rusminah; Kaspul Kaspul; Nurul Hidayati Utami
Vidya Karya Vol 37, No 2 (2022)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jvk.v37i2.14161

Abstract

Vertebrate Animals sub-concept learning involves the characteristics of vertebrates in each class and requires learning materials to overcome students' difficulties. Digital handouts are one of the teaching materials made to facilitate the delivery of material during the learning process, which includes teaching materials, questions, and independent practical instructions that can be used for online and offline learning. This research method uses a quasi-experimental or quasi-experiment to test the effect of using digital handouts on learning outcomes and student responses to the Vertebrate Animal sub-concept. The sampling of this research was carried out by random sampling technique in class X SMAN 4 Banjarmasin, which later became the research sample of 48 students in the experimental class (X MIPA 1) and the control class (X MIPA 2). The learning outcomes data were tested with the SPSS 21 program using the Wilcoxon Signed Ranks Test, while the student responses were analyzed descriptively. The research results, namely, student learning outcomes, indicate that the use of digital handouts affects learning outcomes with the Asymp value. Sig. (2-tailed) of 0.000<0.05. In addition, students' responses to the use of digital handouts received a positive response in classroom learning with an average of 80.57%, which included the category of strongly agree.Pembelajaran sub konsep Hewan Vertebrata melibatkan ciri karakteristik vertebrata pada setiap kelasnya dan memerlukan bahan pembelajaran untuk mengatasi kesulitan peserta didik. Handout digital merupakan salah satu bahan ajar yang dibuat untuk dapat mempermudah penyampaian materi pada saat proses pembelajaran yang memuat materi bahan ajar, soal-soal, dan petunjuk praktikum mandiri yang dapat digunakan untuk pembelajaran secara daring maupun luring. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu atau Quasi Experimen dengan tujuan untuk menguji pengaruh penggunaan handout digital terhadap hasil belajar dan respon peserta didik pada sub konsep Hewan Vertebrata. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling di kelas X SMAN 4 Banjarmasin yang kemudian menjadi sampel penelitian sebesar 48 peserta didik kelas eksperimen (X MIPA 1) dan kelas kontrol (X MIPA 2). Data hasil belajar diuji dengan program SPSS 21 menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test, sedangkan respon peserta didik dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian yang diperoleh yaitu hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa penggunaan handout digital berpengaruh terhadap hasil belajar dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.000<0,05. Selain itu, respon peserta didik terhadap penggunaan handout digital mendapatkan respon yang positif dalam pembelajaran di kelas dengan rata-rata 80,57% yang termasuk kategori sangat setuju.
Etnobotani Crataeva adansonii (Tigaron) Pada Suku Dayak Bakumpai Desa Bagus Kabupaten Barito Kuala Berbentuk Buku Ilmiah Populer Muhammad Syakran; Dharmono Dharmono; Nurul Hidayati Utami
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2022): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Yayasan Jompa Research And Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol1.Iss4.340

Abstract

Tumbuhan Crataeva adansonii terdapat di desa Bagus Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala yang dimanfaatkan secara tradisional yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek etnobotani Crataeva adansonii pada Masyarakat Dayak Bakumpai di desa Bagus dan mengetahui validitas serta keterbacaan isi buku ilmiah populer yang dikembangkan tentang etnobotani Crataeva adansonii. Metode ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan etnobotani Crataeva adansonii dan metode penelitian pengembangan Plomp (1997) untuk mengembangkan bahan ajar berbentuk buku ilmiah populer. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan 6 aspek etnobotani Crataeva adansonii. Aspek botani Crataeva adansonii merupakan tumbuhan berhabitus pohon, aspek etno-farmakologi Crataeva adansonii digunakan sebagai obat demam dan menambah tekanan darah (bagi orang yang memiliki penyakit darah rendah), restung pada rambut dan kalalah setelah melahirkan, aspek etno-ekologi Crataeva adansonii berdasarkan syarat hidupnya sebagian sudah memenuhi syarat optimal, aspek etno-sosioantropologi Crataeva adansonii dipercaya sebagai tempat tinggal hantu beranak, aspek etno-ekonomi Crataeva adansonii digunakan sebagai sayur jaruk, dan aspek etno-linguistik Crataeva adansonii diberi nama tigarun karena jumlah daun nya tiga. Hasil uji validitas terhadap buku ilmiah populer yang dikembangkan menunjukkan dengan kriteria validasi sangat valid. Adapun hasil uji keterbacaan isi terhadap buku ilmiah populer yang dikembangkan menunjukkan hasil kriteria sangat baik.
Student learning outcomes through technology-based online learning in the Biology Education Study Program Riya Irianti; Sri Amintarti; Nurul Hidayati Utami
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.14470

Abstract

Online learning is an alternative solution in the learning process in the Covid-19 pandemic era. Technology plays a vital role as a teaching medium in the online learning process. This study aims to describe the learning outcomes of 323 Biology Education study program students. This research is a descriptive study with data obtained using observation sheet instruments to collect data related to online learning and documentation of learning outcomes scores which were analyzed using descriptive statistics. The technology used in online learning is Zoom Meeting, Google Metting, WhatsApp, Youtube, and LMS (Learning Management system) in the form of SIMARI. The results of this study indicate that the average student learning outcomes of the Biology Education Study Program are 99%, having met the course completion criteria. This result shows that technology also plays a vital role in education, especially distance learning. Lecture activities experience a faster transformation in the use of technology.Abstrak Pembelajaran daring menjadi alternatif solusi dalam proses pembelajaran di era pandemic Covid-19. Teknologi berperan penting sebagai media ajar dalam proses pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar mahasiswa program studi Pendidikan Biologi sebanyak 323 orang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data diperoleh mengunakan instrument lembar observasi untuk mengumpulkan data terkait pembelajaran daring dan dokumentasi skor hasil belajar yang dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Teknologi yang digunakan dalam pembelajaran online yaitu Zoom Meeting, Google Metting, Whatsapp, Youtube, dan LMS (Learning Management system) berupa SIMARI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata rata hasil belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi 99% telah memenuhi kriteria ketuntasan mata kuliah. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi juga berperan penting pada dunia Pendidikan terutama pada pembelajran jarak jauh. Kegiatan perkuliahan mengalami transformasi lebih cepat dalam penggunaan teknologi.
Profile of Science Generic Skills in Biology Learning Materials for Students in Class X Muhammad Zainal Abidin; Nurul Hidayati Utami
Vidya Karya Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jvk.v38i1.16107

Abstract

Generic Science Skills (GSS) are the ability to think and act based on the knowledge possessed by individuals. Every human being has generic science skills that need to be developed along with the development of the human brain. This is because generic science skills can be developed in accordance with the development of the level of human thinking. After the COVID-19 pandemic, teaching and learning activities experienced changes in the learning process. This resulted in learning originally carried out in the network (online) turning into offline learning (offline). Biology is a science that allows students to discover for themselves the concepts and facts contained in the biology material. Finding concepts in biology requires direct observation of biological objects. This study aimed to describe generic science skills among class X students at SMAN 1 Daha Utara. The research was conducted using a descriptive method. The description of students' generic science skills was obtained from filling out the questionnaire distributed to students. The generic science skills questionnaire used uses aspects that refer to Brotosiswoyo in 2001, which contain direct observation, indirect observation, awareness of scales, symbolic language, a framework of mind obeying the principles of natural law, logical inference, the law of cause and effect, mathematical modeling, and building the concept. This study took the population of all class X students of SMAN 1 Daha Utara. The sample for this study took 98 students randomly from six classes, namely classes X1-X6. This study uses data analysis techniques that are carried out by categorizing test results based on low, medium, and high categories. Based on the results of this study, it appears that students' generic science skills are included in the high category.
Kepraktisan Buku Ilmiah Populer Botani Tumbuhan Rawa Dalam Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Dharmono Dharmono; Nurul Hidayati Utami; Mella Mutika Sari
Wahana-Bio: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 14, No 2 (2022): Wahana-Bio Edisi November 2022
Publisher : Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/wb.v14i2.16099

Abstract

Researches on the development of teaching materials in universities in the learning process to Improving higher-order thinking in plant Botany courses based on local materials are currently very necessary. Various forms of teaching materials were developed to Improving critical thinking skills. One of them is a popular scientific book.  This study aims to test the practicality of the popular scientific book (BIP) Botany of Swamp Plants in improving students' critical thinking skills in studying Higher Plant Botany. The type of research was Research and Development (R&D). The research subjects were 13 students of the Biology Education Study Program at Lambung Mangkurat University, with the object of research being BIP Botany of Swamp Plants. Practicality data was obtained based on the readability tests of three students, and 10 students. The research data were analyzed descriptively. The results showed that the BIP Botany of Swamp Plants which was developed practically (very practical category) was used to improve students' critical thinking skills.
Penyuluhan Dalam Rangka Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Pagatan Besar Tentang Pemanfaatan Tumbuhan Obat Mochammad Arief Soendjoto; Nurul Hidayati Utami; Maulana Khalid Riefani
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1153

Abstract

Pada umumnya rumah tinggal masyarakat Desa Pagatan Besar memiliki pekarangan yang ditumbuhi atau ditanami berbagai jenis tumbuhan. Namun, tumbuhan itu lebih difungsikan sebagai penghias pekarangan atau sekedar penghasil buah dan tidak untuk sumber obat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait dengan pemanfaatan tumbuhan di pekarangan sebagai obat. Rangkaian selengkapnya pengabdian kepada masyarakat terdiri atas persiapan, pelaksanaan (penyuluhan), dan evaluasi. Penyuluhan dilaksanakan secara kolaboratif oleh dua orang fasilitator yang dibantu mahasiswa pendidikan biologi. Subjeknya adalah 25 anggota masyarakat Desa Pagatan Besar yang terdiri atas pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna dan para ibu anggota PKK. Peserta antusias mengikuti penyuluhan. Pengetahuan mereka tentang tumbuhan obat meningkat signifikan. Nilai tes pra-penyuluhan adalah 36,36 atau terkategori kurang, sedangkan pasca-penyuluhan mencapai 90.91 (terkategori sangat baik). Counseling In The Framework Of Increasing The Knowledge Of The Pagatan Besar Village Community About The Use Of Medicinal Plants In general, the houses of the people of Pagatan Besar Village have yards that are overgrown or planted with various types of plants. However, these plants functioned more as garden decorations or just as fruit producers and not as a source of medicine. This community service aims to increase community knowledge related to the use of plants in the yard as medicine. The complete series of community service consists of preparation, implementation (counseling), and evaluation. Counseling was carried out collaboratively by two facilitators who were assisted by biology education students. The subjects were 25 members of the Pagatan Besar Village community consisting of youths who were members of Karang Taruna and mothers who were members of the PKK. Participants enthusiastically participated in the counseling. Their knowledge of medicinal plants increased significantly. The pre-counseling test score was 36.36 or in the less category, while the post-counseling score was 90.91 (very good category).