Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sunscreen effectivity and physical characterization of avocado oil in nanoemulsion using isopropyl myristate variations Shabrina, Ayu; Firdausi, Zuhriya Muna; Poerba, Agnes Theresya; Setyani, Diana Anisa; Heroweti, Junvidya
Pharmaciana Vol. 14 No. 1 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i1.28214

Abstract

Unsaturated fatty acids in avocado oil can help reduce erythema brought on by prolonged UV-B exposure. The effectivity of sunscreen absorption into the skin will be enhanced by the use of isopropyl myristate (IPM) in nanoemulsion. The purpose of this study was to determine the physical characteristics and sunscreen effectiveness of avocado oil nanoemulsion (AVN) modified with IPM. 1% (FI), 3% (FII), and 5% (FIII) IPM variation were used to make AVN with 5% oil. The AVN were tested for physical characteristics such as organoleptic, pH, viscosity, rheology, particle size and polydispersity index (PI). The products were also tested for sunscreen effectivity by in vitro and Minimum Erythemal Dose (MED) method. The data obtained were analyzed statistically. The results showed that the AVN was pale yellow and clear with transmittance percentage were 96%. The rheogram showed that the products were newtonian. The pH values range were from 6.62 to 6.66; viscosity 1.65-1.84 dPa.s; particle size < 17 nm, zeta potential was in range of -30,54±1,72 to -37,85±3,11 and PI < 0.5 for all formula. In vitro SPF values were 16.43 ± 4.50 (FI), 16.27 ± 4.20 (FII) and 17.88 ± 3.20 (FIII) (p >0.05), and categorized as ultra protection. MED value were 12.28 ± 1.34 (FI); 12.51 ± 1.68 (FII); and 13.22 ± 1.84 (FIII) (p< 0.05) and categorized as maximum protection. Isopropyl myristate increased the sunscreen product's MED value without changing its physical characteristics.
Aktivitas Penumbuh Rambut Sediaan Hair Tonik Minyak Esensial Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) and Minyak Kelapa Heroweti, Junvidya; Wibowo, Danang Novianto; Khoeriyah, Himatul; Adelia, Ramadhania
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 21 No 2 (2023): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v21i2.1369

Abstract

Cinnamaldehyde in cinnamon essential oil, lauric acid, myristic acid, and oleic acid in virgin coconut oil (VCO) were used in hair tonic preparations as hair growth agents. This study aimed to evaluate particle size and obtain optimum formulation of the hair tonic preparation and to observe growth activity with various levels of cinnamon essential oil and VCO. This research an experimental with rabbit used 4 test were divided into 6 treatment groups: 1) positive control (Regrou®); 2) normal control (without treatment); 3) negative control (hair tonic basis); 4) F1(1% cinnamon essential oil: 2.5% VCO); 5), F2 (3% cinnamon essential oil : 2.5% VCO); and 6), F3 (5% cinnamon essential oil: 2.5% VCO). The particle size analysis selected in formula 2 that cycle stable during storage, and fall into the microemulsion size range of 20-200 nm and there was no difference cycle because the significance was >0.05. The hair growth activity was determined using Average Growth Daily Gain.(AGD) formula and then.was analyzed.statistically using.One Way Anova. The results showed that had hair growth activity that was not significantly different. However, when compared with the positive control, formula 3 has hair growth activity above the positive control.
Pelatihan Daur Ulang Limbah Organik Dapur Menjadi Eco Enzyme Multiguna di Lingkungan Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal Prihantini, Malinda; Windriyati, Yulias Ninik; Rochman, M Fatchur; Wibowo, Danang Novianto; Fresiva, Urva; Heroweti, Junvidya; Ikhsan, Muhammad; Sholehah, I Ana; Mahardika, Muhammad Farel; Najibah, Muna Ulya; Wafa, Nurul
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.7870

Abstract

Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal merupakan salah satu desa yang terletak di dalam area perkebunan yang jauh dari perkotaan. Lokasinya berjarak 28 km dari pusat Kabupaten Kendal dan 35 km dari pusat Kota Semarang. Sebanyak tiga perempat bagian wilayah desa adalah tanah perkebunan milik pemerintah yang terdiri dari ± 43,37% Tanah Perkebunan PTPN IX Merbuh dan ± 30,86% Tanah Perhutani RPH Ngareanak. Warga Desa Ngareanak selama ini membuang sampah organik ke wilayah perkebunan tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan merusak asset pemerintah.  Diperlukan adanya gerakan yang massif dan terstruktur sebagai upaya pengelolaan limbah yang berdayaguna optimal. Pembuatan eco enzyme dapat mengolah sampah organik menjadi larutan yang berdayaguna. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan daur ulang limbah organik dapur menjadi eco enzyme dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode participatory action melalui pendekatan partisipatif berkelanjutan untuk pemberdayaan kelompok masyarakat di Desa Ngareanak. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu penyampaian materi eco enzyme oleh tim dosen sebagai pembicara, pelatihan pembuatan eco enzyme dengan melibatkan masyarakat, dan evaluasi. Sebanyak 20 peserta dibagi menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok didampingi oleh 2 orang fasilitator dari tim pengabdian. Setiap kelompok membuat 1 wadah eco enzyme di dalam galon bekas air mineral.  Hasil pengabdian berupa empat wadah eco enzyme dengan komposisi dan jenis sampah organik yang berbeda untuk setiap kelompok. Keempat wadah eco enzyme tersebut disimpan oleh masing-masing kelompok untuk melalui masa fermentasi selama minimum dua bulan.
Pemberdayaan Kelompok Fatayat NU di Desa Karimunjawa Melalui Sistem Hidroponik Berbasis IoT Heroweti, Junvidya; Prabowo, Rossi; Wijaya, Akhmad Pandhu; Maulana, Muhamad Amir; Sofiyulloh, Muhammad Wahyu; Pratama, Arvian Randitya; Mas’ud, Muhammad; Wirayudha, Halim; Apriliyani, Dwi Nur Anisa; Shabrina, Ayu
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.7694

Abstract

Desa Karimunjawa, yang terletak di wilayah kepulauan Jawa Tengah, menghadapi tantangan serius dalam ketahanan pangan akibat keterbatasan lahan pertanian, kondisi tanah berpasir dengan nutrisi rendah, serta ketergantungan pada pasokan sayuran dari Jepara yang harganya relatif lebih tinggi. Cuaca ekstrim juga sering mengganggu jalur transportasi, sehingga distribusi pangan tidak menentu. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan lokal melalui penerapan budidaya hidroponik yang dipadukan dengan teknologi Internet of Things (IoT). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, meliputi penguatan kapasitas kelompok Fatayat NU, pelatihan sistem hidroponik, pendampingan teknis, serta implementasi perangkat IoT untuk pemantauan dan pengaturan air serta nutrisi tanaman secara otomatis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem hidroponik berbasis IoT mampu menurunkan konsumsi air hingga 30% dan memperpendek siklus panen, sehingga menghasilkan produksi sayuran yang lebih konsisten. Selain itu, program ini memperkuat kapasitas institusional mitra komunitas, meningkatkan keterampilan anggota, serta membuka peluang ekonomi berbasis pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat pesisir seperti Karimunjawa.
Efek Hepatoprotektor Ekstrak Etanol Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) Pada Tikus Yang Diinduksi Doksorubisin Junvidya Heroweti; Ibrahim Arifin; Nurul Arlin Hidayati; Rizki Suciantika
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7348

Abstract

ABSTRAK Doksorubisin adalah agen kemoterapi yang mempunyai efek samping hepatotoksik dengan cara pembentukan radikal bebas. Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) memiliki potensi untuk mencegah efek hepatotoksik akibat penggunaan doksorubisin. Penelitian bertujian untuk membuktikan potensi Ekstrak Etanol Daun Kenikir (EEDK) sebagai hepatoprotektor pada tikus yang diinduksi doksorubisin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan randomized matched post only control group design. Sebanyak 25 ekor tikus galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok secara acak. Kelompok I, control normal diberi asupan aquadest, kelompok II kontrol hepatotoksik diberikan doksorubisin dosis 5 mg/KgBB. Kelompok III, IV dan V merupakan kelompok perlakuan EEDK dengan dosis berturut-turut 250,500, dan 1000 mg/kgBB dengan doksorubisin dosis 5 mg/kgBB. Pemberian doksorubisin dilakukan pada hari ke-1, ke-5,ke-9 dan hari ke-13 secara intraperitonial (ip) dan pemberian EEDK dilakukan 1 kali sehari selama 14 hari secara peroral (po). SEluruh hewan uji diambil darahnya pada hari ke-15. Kadar SGOT dan SGPT dievaluasi untuk melihat adanya kerusakan hati. Data kadar SGOT dianalisis dengan one way anova, sedangkan data kadar SGPT dianalisis menggunakan Kruskall-wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doksorubisin dapat menyebabkan hepatotoksik ditandai dengan peningkatan kadar SGOT dan SGPT. Ekstrak etanol daun kenikir mampu memberikan efek hepatoprotektor yang signifikan (p≤0,05) pada tikus yang diinduksi doksorubisin ditunjukkan dengan penurunan kadar SGOT dan SGPT. Kata Kunci: doksorubisin, daun kenikir, hepatoprotektor, SGOT, SGPT  ABSTRACT Doxorubicin is a chemotherapeutic agent has hepatotoxic side effects through the formation of free radicals. Marigold leaves (Cosmos caudatus Kunth.) has the potential to prevent hepatotoxic effects caused by the use of doxorubicin. This study aims to prove the potential of Ethanol Extract of Marigold Leaves (EEDK) as a hepatoprotector in doxorubicin-induced rats. This study was an experimental study with a randomized matched post test only control group design. 25 wistar male rats were divided into 5 groups randomly. Group I as normal control was given aquadest intake, group II as hepatotoxic control was given doxorubicin dose 5 mg/Kg BW, group III, IV and V was EEDK treatment group dose 250, 500 and 1000 mg/Kg BW and doxorubicin dose 5 mg/Kg BW. Doxorubicin was given on day 1, 5, 9 and 13intraperitoneal (i.p) and EEDK was given once a day for 14 days orally (p.o). All blood samples were taken on the 15th day. SGOT and SGPT levels were evaluated to see liver damage. SGOT level data were analyzed statistically by One Way Anova, while SGPT level data were analyzed using Kruskall-Wallis. The results showed that doxorubicin-induced hepatotoxity characterized by increased SGOT and SGPT levels. Ethanol extract of marigold leaves can provide hepatoprotector effect significantly (p≤0.05) in doxorubicin-induced rats indicate by decreased SGOT and SGPT levels. Keywords: doxorubicin, marigold leaves, hepatoprotector, SGOT, SGPT
Pemberdayaan Fatayat Karimunjawa melalui Vertical Garden Cerdas untuk Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Shabrina, Ayu; Prabowo, Rossi; Pratama, Fandy Indra; Heroweti, Junvidya; Ma'ruf, Anang; Wulandari, Azzahra Nur; Salisa, Nabila Qisti; Ramadhani, Nanda Bagus; Pratama, Arvian Randitya; Ysnaini, Sofia; Maulana, Amir
Jurnal Teknologi dan Informatika Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus : Jurnal Teknologi dan Informatika
Publisher : STMIK Pesat Nabire

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70539/jti.v4i1.177

Abstract

Island communities face food-security constraints caused by dependence on sea transportation, limited residential land, fluctuating vegetable supply, and the need for efficient freshwater use. This community-service program is designed to empower the Fatayat NU group in Karimunjawa Village through an intelligent vertical garden integrating the Internet of Things (IoT) and artificial intelligence. The program combines organizational strengthening, cultivation and nutrition training, installation of two vertical-garden units, digital monitoring, mentoring, and evaluation. The proposed system monitors pH, electrical conductivity, temperature, and humidity and controls water and nutrient delivery to support more precise cultivation. Vertical cultivation is relevant to dense coastal settlements because production space can be expanded upward without requiring extensive flat land. It is also expected to reduce water use by approximately 30–35%, improve crop stability, and support local access to leafy vegetables during periods of disrupted sea transportation. Nutritionally, locally produced vegetables may improve access to fiber, vitamins, and minerals for households whose diets are strongly influenced by marine products. As the source document is a proposal, the satisfaction percentages presented in this manuscript are illustrative conversions rather than measured outcomes and must be replaced with actual survey data before publication. The program is expected to strengthen technological literacy, local food resilience, and community-based nutrition awareness in Karimunjawa.