Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Literacy Activities in the Go Green Program to Increase Environmental Awareness among Elementary School Students Nurullah, Mohamad Husein; Sutisno, Aliet Noorhayati; Rahayu, Fanny Septiany
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.7901

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of literacy activities in the Go Green program in improving elementary school students’ environmental awareness, which includes cognitive, affective, and conative dimensions. The research subjects were 40 fifth-grade students (class V.B) at SDN 1 Arjawinangun. The program was implemented from February to June 2025 with literacy activities focusing on greening, waste management, reduction of single-use plastics, and energy and water conservation. The study employed a one-group pretest–posttest design using questionnaires before and after the program, accompanied by observations to capture students’ behavior during the activities. The results of the paired sample t-test indicated a significant increase in students’ environmental awareness, with posttest scores on average 9.75 points higher than pretest scores (t = -18.004; p < 0.001). Simple regression analysis revealed that literacy activities in the Go Green program had a positive and significant effect on improving overall environmental awareness. Meanwhile, multiple regression analysis showed that the four literacy activities contributed differently to students’ cognitive, affective, and conative dimensions. These findings demonstrate a strong effect size. However, this study is limited by the use of a one-group design, reliance on self-reported measures, and restricted generalization since it involved only one class from a single school.
PENGARUH MULTIMEDIA BERBASIS FUN LEARNING MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM MATERI KEKAYAAN BUDAYA INDONESIA DI SDN 1 CEMPAKA Kurniasih, Dwi Ghina; Jannah, Widia Nur; Rahayu, Fanny Septiany
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 7 No. 2: OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v7i2.15531

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan guna menguji pengaruh multimedia berbasis fun learning terhadap hasil belajar peserta didik pada materi kekayaan budaya Indonesia di SDN 1 Cempaka, melalui desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Peneliti menguji peserta didik melalui pemberian soal pretest dan posttest guna melihat perbandingan hasil belajar sebelum dan sesudah diberi treatment. Penelitian ini menggunakan sampel satu kelas dengan teknik samplingnya purposive sampling. Teknik ini dipilih berdasarkan sasaran penelitian yang mempunyai karakteristik yang sesuai dengan tujuan penelitian. Untuk itu, peneliti memilih kelas empat SD Negeri 1 Cempaka dengan jumlah 45 peserta didik sebagai sampel penelitiannya. Penelitian ini mengimplementasikan instrumen soal pretest dan posttest pilihan ganda yang berjumlah 15 butir soal, wawancara kepada wali kelas, dan kuesioner respon peserta didik terhadap penerapan multimedia berbasis fun learning yang berjumlah 15 item pernyataan. Instrumen ini sudah dipastikan kevalidannya oleh ahli. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dibuktikan bahwa multimedia berbasis fun learning memiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan melalui pengujian uji non parametrik yaitu menggunakan uji wilcoxon, dimana signifikansi signifikannya sebesar 0,000 yang artinya taraf signifikansi ≤ 0,005. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yang mana membuktikan adanya pengaruh penerapan multimedia berbasis fun learning terhadap hasil belajar materi kekayaan budaya Indonesia karena nilainya meningkat apabila menerapkan multimedia berbasis fun learning dalam pembelajarannya.
Revealing Widespread Misconception: A Multitier Science Instrument (MscI) to Assess Pre-Service Elementary Teachers' Understanding Yulianawati, Dewi; Rochmah, Eliya; Jannah, Widia Nur; Fikriyah, Fikriyah; Septiany Rahayu, Fanny
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 12, No. 2, August 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ppd.v12i2.10069

Abstract

Prior studies demonstrate that numerous pre-service teachers retain scientific misconceptions, and existing assessment instruments are inadequate for accurately distinguishing levels of comprehension. This research developed the Multitier Science Instrument (MScI), a reliable diagnostic tool for improving the evaluation of conceptual comprehension.  The research utilised the 4D model, which consists of four phases: defining, designing, developing, and disseminating. The study involved thirty-one pre-service elementary school teachers, with an average age of 19 years, at an Islamic university in Cirebon, Indonesia. CVR analysis and other statistical techniques evaluated the instrument's validity and reliability while analysing the distribution of misconceptions. The results demonstrate that the Multitier Science Instrument (MScI) possesses high validity, evidenced by a Content Validity Ratio of 0.966, surpassing the benchmark of 0.672, and robust reliability, as indicated by a Cronbach's alpha coefficient of 0.827.  The responses from participants were divided into four groups: sound understanding, partial understanding, misconceptions, and no understanding. Fluid statics exhibited the highest degree of misconceptions among the evaluated subjects.  These findings underscore the pressing necessity for enhanced diagnostic instruments in education.  Conventional assessment techniques, such as multiple-choice examinations and essay prompts, inadequately reflect the genuine depth of pre-service elementary educators' conceptual comprehension
PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 1 PAMENGKANG Afendi, Arief Hidayat; Rahayu, Fanny Septiany
Jurnal PGSD Vol. 9 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v9i1.4312

Abstract

Abstract Education is a learning process that is carried out consciously by creating an atmosphere of teaching and learning that aims to bring about a change in positive things and can actively develop the potential that exists in students, be it religious spiritual abilities, personality, intelligence, noble character and skills. is in him. The first and foremost education comes from the family or parents, where parents play an active role in providing education to children. The role of parents is very important for the development of student learning where students need the role of parents in supporting students while studying. The problems that exist are related to the role of parents in fostering student learning motivation at SD Negeri 1 Pamengkang. This study aims to find out what motivates students to learn and to find out the role of parents in growing students learning motivation. This research is a qualitative research. This research was conducted at SD Negeri 1 Pamengkang. The technique in data collection is using the method of interviews, observation and documentation. Based on the results of research that has been carried out, student learning motivation is based on the desire to learn and the desire to succeed, the encouragement and needs in learning, the hopes and aspirations of the future, the appreciation in learning, and the existence of a conducive learning environment, but there are no activities. interesting in learning. Then, the role of parents in fostering student learning motivation is as a facilitator, mentor or teacher and motivator, while the form of motivation given by parents is knowing the results, giving rewards and punishments and providing the tools or facilities needed. Keywords : Education, Parental Role, Learning Motivation. Abstrak Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara sadar dengan menciptakan suasana belajar mengajar yang bertujuan untuk mewujudkan suatu perubahan pada hal yang positif dan secara aktif dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri siswa baik itu kemampuan spiritual keagamaan, kepribadian, kecerdasaan, akhlak mulia serta keterampilan yang ada dalam dirinya. Pendidikan yang pertama dan utama datang dari keluarga atau orang tua, dimana orang tua berperan secara aktif dalam memberikan pendidikan kepada anak. Peran orang tua sangatlah penting bagi perkembangan belajar siswa dimana siswa membutuhkan peran orang tua dalam mendukung siswa saat belajar. Permasalahan yang ada yaitu terkait peran orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 1 Pamengkang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi siswa untuk belajar serta untuk mengetahui peran orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Pamengkang. Adapun teknik dalam pengumpulan data yaitu menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan motivasi belajar siswa didasari karena adanya hasrat belajar dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, dan adanya lingkungan belajar yang kondusif, namun belum terdapat kegiatan yang menarik dalam belajar. Kemudian, peran orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa yaitu sebagai fasilitator, pembimbing atau pengajar dan motivator, adapun bentuk motivasi yang diberikan orang tua, yaitu mengetahui hasil, memberikan hadiah dan hukuman dan menyediakan alat atau fasilitas yang dibutuhkan. Kata Kunci : Pendidikan, Peran Orang tua, Motivasi Belajar
The Effectiveness of Using Movie Media on The Understanding of Learning Islamic Culture of Elementary School Students Jajuli, Jajuli; Susilawati, Susilawati; Rahayu, Fanny Septiany; Pratama, Reza Rahman
Mimbar Sekolah Dasar Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v12i4.91603

Abstract

The learning process of Islamic cultural history in elementary schools is often dominated by conventional methods such as lectures and textbook readings, which can lead to low student engagement, limited understanding, and reduced learning motivation. These challenges indicate the need for alternative instructional media that are more interactive and appealing to students. This study aims to measure the effectiveness of using movie media in improving students' cognitive understanding and self-efficacy in learning Islamic culture. This study uses a quantitative approach with a group pretest–posttest experimental design, conducted in three phases: pretest, treatment using movie media, and posttest to assess changes in students’ understanding and self-efficacy. Fifteen fourth- through sixth-graders made up the study's population. Pre- and post-test data show that the kids' learning outcomes have improved dramatically. After receiving therapy, which included of seeing an animated film on the life of Prophet Ayyub AS, the subjects' scores improved from 22 on the pretest to 23. experienced an average increase to 65. Therefore, movie learning media is effective in increasing elementary school students' understanding of Islamic cultural history. The implications of this research emphasize the potential of movie media as an effective alternative to traditional text-based methods in enhancing students’ understanding of Islamic cultural learning.
PLAYING ONLINE GAMES AND ITS IMPACT ON ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' LEARNING RESPONSIBILITIES Marwan Supriyanto; Aliet Noorhayati Sutisno; Fanny Septiany Rahayu
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i4.15280

Abstract

This study aims to determine the effect of playing online games on the learning responsibility behavior of fourth-grade students at SDN 1 Watubelah. Online games have become part of children's daily lives, including elementary school students, so it is important to see how this activity impacts their academic attitudes and behavior. This study used a quantitative approach with a survey method. The sample in the study consisted of 33 students who were selected purposively. The instrument used was a questionnaire with a Likert scale to measure the intensity of playing games and learning responsibility. The results showed that most students had a high intensity of playing games, both in terms of duration, frequency, and less than ideal time. In addition, more than half of the students showed symptoms of decreased learning responsibility, such as frequently procrastinating assignments, lack of discipline, and loss of focus while studying.
Kecemasan Pedagang Pasar Tradisional Tentang Wabah Virus COVID-19 Di Era New Normal Fanny Septiany Rahayu
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v4i2.9662

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi fenomena kecemasan yang dihadapi oleh pedagang pasar tradisional tentang wabah virus Cpvid-19 di era new normal. Oleh sebab itu, tujuan utama penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap tingkat kecemasan pedagang pasar tradisional khususnya dalam menghadapi wabah virus covid-19 di Era new normal. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui desain deskriptif dengan subjek penelitian pedagang pasar tradisional Desa Jungjang Kecamatan Arjawinangun. Penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan dan perancangan konseptual instrumen kecemasan pedagang pasar tradisional. Studi pendahuluan dilakukan untuk mengkaji secara empirik masalah yang sedang terjadi pada saat penelitian dilakukan, yang hasilnya dijadikan dasar untuk mendeskripsikan karakteristik masalah yang dikaji, yakni deskripsi empiris permasalahan kecemasan pedagang pasar tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 55 responden pedagang pasar tradisional, menunjukkan bahwa terdapat 23 responden mengalami kecemasan berat, 10 responden  mengalami kecemasan sedang, 7 responden mengalami kecemasan ringan, dan 15 responden tidak mengalami kecemasan.
Inovasi Layanan Bimbingan dan Konseling di Masa Pandemi (Studi Kasus di SDN 1 Arjawinangun, Kab. Cirebon) Fanny Septiany Rahayu
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v5i2.12787

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi dengan adanya pembelajaran jarak jauh (daring) di masa pandemic Covid-19. Pada dasarnya tidak alasan untuk guru kelas untuk berhenti memberikan layanan  bimbingan dan konselin kepada peserta didik. Namun, pembelajaran daring harus dijadikan guru bimbingan dan konseling untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik walau dengan segala keterbatasan dimasa pandemi. Oleh sebab itu, tujuan utama penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap dan menggali inovasi-inovasi yang dimiliki guru kelas dalam memberikan layanan   bimbingan dan konseling kepada peserta didik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatran kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh dari guru sekolah dasar  dengan metode wawancara, observasi, dan mempelajari berbagai topik yang diteliti. Hasil dari penelitian yang dilakukan didapat bahwa guru kelas merangkap sebagai guru BK di SDN 1 Arjawinangun melakukan inovasi-inovasi pelayanan bimbingan dan konseling yaitu ada bimbingan via Zoom, Google Meet dan Google Classroom, konseling daring melalui Video Call Whatssapp dan Facebook, dan melakukan konselor sebaya di masa pandemic sehingga membuat peserta didik tetap merasakan dampak dari adanya layanan bimbingan dan konseling walaupun di masa pandemic.
Peran Konselor terhadap Anak Broken Home: Analisis Dampak Fanny Septiany Rahayu; Nurkholis Nurkholis
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v7i2.19437

Abstract

Broken home diartikan sebagai kondisi keluarga yang itdak serasi dan tidak berfungsi sebagai mana semestinya karena sering terjadi perselisihan yang berujung pada perrpisahan atau perceraian. Anak-anak yang broken home tidak hanya anak-anak yang berasal dari perceraian orang tua, tetapi juga anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak utuh atau tidak harmonis. Banyak faktor yang melatarbelakangi broken home, termasuk pertengkaran orang tua, perceraian, dan kesibukan orang tua sehingga memunculkan dampak broken home terhadap psikologis anak antara lain yaitu anak-anak mulai menderita kecemasan dan ketakutan yang tinggi. anak-anak merasa terjepit di tengah, karena harus memilih antara ibu atau ayah, anak sering memiliki rasa bersalah dan memungkinkan anak-anak dapat membenci salah satu orang tua mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan Konselor untuk mengatasi keluarga broken home adalah konselor dapat melaukukan konseling keluarga yaitu terdiri dari interaksi antar keluarga, kontrak awal sebelum melakukan konseling. Hal ini bertujuan untuk membantu keluarga berkomunikasi pada sesi awal, serta meningkatakan kesadaran dan dinamika keluarga, memadukan konseling individual dengan kerja keluarga keseluruhan. Konseling keluarga juga melibatkan seluruh anggota keluarga.