Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PROGRAM EDUKASI K3 PADA GURU DI SURAKARTA UNTUK MENCEGAH KELELAHAN MATA Fajariani, Ratna; Qadrijati, Isna; Sumardiyono, Sumardiyono; Wardani, Tyas Lilia; Rinawati, Seviana; Atmojo, Tutug Bolet
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2604

Abstract

Saat ini, pekerjaan seorang guru sangat erat dengan penggunaan perangkat gadget, seperti komputer, laptop atau handphone sebagai alat utama dalam bekerja karena tuntutan pembelajaran dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Intensitas penggunaan gadget pada guru semakin meningkat sejak munculnya pandemi Covid-19 memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan guru dalam mengakses teknologi untuk pembelajaran yang lebih kreatif. Namun, kondisi tersebut juga berisiko untuk menimbulkan kelelahan mata berupa mata terasa perih dan kering, hingga sakit kepala. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan kelelahan mata pada guru melalui program edukasi ini. Sasaran pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu para guru MTsN 1 Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan metode pemberian edukasi berupa seminar online dan pendampingan pembuatan buku panduan penggunaan gadget yang aman. Kegiatan pengabdian dilakukan secara daring dan luring. Analisis kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pemberian soal pre-test dan post-test pengetahuan para guru pada saat edukasi dengan menggunakan google form. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dengan menggunakan kuisioner diperoleh sebanyak 88,8% responden mengalami peningkatan skor setelah mengikuti kegiatan seminar online pencegahan kelelahan mata. Selain itu, hasil rekapan jawaban responden menunjukkan adanya peningkatan rerata persentase responden yang menjawab benar sebesar 32,2% setelah diberikan materi. Sehingga, kegiatan seminar sudah efektif, dapat meningkatkan pengetahuan peserta terhadap materi yang disampaikan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kelelahan mata antara lain: pembiasaan perilaku penggunaan gadget secara benar, melakukan istirahat mata dengan menerapkan kaidah 20-20-20 atau segera beristirahat sejenak jika mata sudah mulai lelah, mengatur tampilan layar gadget, dan intensitas pencahayaan ruangan yang memadai.
INSTRUMENTAL MUSIC RELAXATION TO REDUCE WORK STRESS AMONG OFFICE WORKERS AT PT X Priambodo, Prayuda Mukti; Qadrijati, Isna; Faradisha, Jihan
Kesmas Indonesia Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2025.17.2.16691

Abstract

Work stress is a common issue among employees. One non-pharmacological method to reduce stress is instrumental music relaxation. This study aimed to evaluate the effect of a 10-minute instrumental music session, conducted over three consecutive days, on reducing work-related stress among office workers at PT X. A quasi-experimental design with a control group and pre-test–post-test measurements was employed. Sixty office workers were selected through total sampling and equally assigned to intervention and control groups. The intervention group listened to piano and nature-sound music for 10 minutes during each break for three days, while the control group received no treatment. Stress levels were measured using the Stress Diagnosis Survey (SDS) before and after the intervention. Data analysis used the Wilcoxon test for within-group comparison and the Mann–Whitney test for between-group comparison. Results showed a significant reduction in stress levels in the intervention group (p = 0.000), with 87% moving from moderate to mild stress. In contrast, the control group showed no significant change (p = 0.317). The post-test comparison between groups was also significant (p = 0.000). These findings suggest that instrumental music relaxation is an effective, low-cost intervention to improve employee mental well-being in the workplace.
PENYULUHAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN DETEKSI DINI TUBERKULOSIS (TB) PADA PEKERJA TEKSTIL DI SRAGEN Fauzi, Rachmawati Prihantina; Wardani, Tyas Lilia; Qadrijati, Isna; Wijayanti, Reni; Faradisha, Jihan; Harjono, Afrian Eskartya; Sari, Rizqi Kartika; Riansyah, Rici; Kinasih , Eka Ayu Putri
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2716

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang berdampak pada produktivitas pekerja, terutama di sektor industri tekstil yang memiliki tingkat paparan terhadap debu kapas yang tinggi. Paparan debu jangka panjang akan menyebabkan kerusakan saluran pernapasan dan penurunan fungsi pertahanan paru. Penurunan  fungsi paru ini akan meningkatkan risiko pekerja terhadap berbagai penyakit infeksi paru, termasuk Tuberkulosis. Pada tahun 2021 tercatat sebanyak 969.000 kasus angka kejadian TBC di Indonesia, dan 54.800 diantaranya adalah kasus pada pekerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai penyakit TBC, termasuk gejala, penularan, dan pencegahannya melalui program penyuluhan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan deteksi dini TBC agar kasus dapat ditemukan lebih cepat dan penularan di tempat kerja dapat dicegah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan menggunakan media audio-visual, presentasi materi dan interaksi diskusi. Sasaran kegiatan ini adalah 40 pekerja bagian Spinning. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan pengetahuan sebelum (Pre-test) dan sesudah intervensi (post-test) menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pengetahuan pekerja mengenai TBC setelah mengikuti penyuluhan. Nilai median pengetahuan meningkat dari 70 menjadi 80, dengan uji wilcoxon yang menunjukkan p-value 0,001 (<0,005) yang menandakan perbedaan tersebut bermakna signifikan. Peningkatan terutama terjadi pada lima aspek utama, yaitu deteksi dini TBC, pemahaman program P2TB, sikap preventif terhadap rekan kerja yang terdiagnosis TBC, tindakan saat mengalami batuk lebih dari dua minggu, dan pengetahuan tentang cara penularan penyakit. Program penyuluhan penyakit TBC terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pekerja industri tekstil secara signifikan. Pengetahuan yang meningkat diharapkan dapat mendorong perilaku pencegahan yang lebih baik, sehingga berkontribusi pada upaya pengendalian TBC di tempat kerja secara berkelanjutan.
Hubungan Perilaku Penggunaan Laptop dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Dosen Wardani, Tyas Lilia; Fajariani, Ratna; Qadrijati, Isna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2610

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia mengharuskan adanya physical distancing dan pengurangan kegiatan di luar rumah. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengubah gaya hidup di berbagai bidang termasuk pada bidang pendidikan. Pendidik termasuk dosen, melakukan e-learning yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik akibat perilaku penggunaan laptop saat Work from Home (WFH). Salah satu dampak negatif pengunaan laptop yang buruk adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pada penelitian ini parameter perilaku penggunaan laptop adalah ukuran laptop, durasi dan frekuensi penggunaan laptop serta postur tubuh saat menggunakan laptop. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku penggunaan laptop dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada dosen. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik melalui cross sectional approach. Sampel penelitian ini sebanyak 175 dosen yang dipilih secara simple random sampling. Kuesioner perilaku penggunaan laptop yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta kuesioner Nordic Body Map yang dibagikan melalui Google form digunakan sebagai instrumen penelitian. Sebagai teknik analisis data digunakan uji korelasi Somers’d. Hasil uji korelasi Somers’d menunjukkan bahwa variabel ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop memiliki nilai p ​​= 0,003 dan 0,022, sedangkan variabel durasi dan frekuensi penggunaan laptop memiliki nilai p = 0,971 dan 0,732. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku penggunaan laptop yang berkorelasi signifikan dengan keluhan MSDs adalah ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop.
Hubungan Perilaku Penggunaan Laptop dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Dosen Wardani, Tyas Lilia; Fajariani, Ratna; Qadrijati, Isna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2610

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia mengharuskan adanya physical distancing dan pengurangan kegiatan di luar rumah. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengubah gaya hidup di berbagai bidang termasuk pada bidang pendidikan. Pendidik termasuk dosen, melakukan e-learning yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik akibat perilaku penggunaan laptop saat Work from Home (WFH). Salah satu dampak negatif pengunaan laptop yang buruk adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pada penelitian ini parameter perilaku penggunaan laptop adalah ukuran laptop, durasi dan frekuensi penggunaan laptop serta postur tubuh saat menggunakan laptop. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku penggunaan laptop dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada dosen. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik melalui cross sectional approach. Sampel penelitian ini sebanyak 175 dosen yang dipilih secara simple random sampling. Kuesioner perilaku penggunaan laptop yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta kuesioner Nordic Body Map yang dibagikan melalui Google form digunakan sebagai instrumen penelitian. Sebagai teknik analisis data digunakan uji korelasi Somers’d. Hasil uji korelasi Somers’d menunjukkan bahwa variabel ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop memiliki nilai p ​​= 0,003 dan 0,022, sedangkan variabel durasi dan frekuensi penggunaan laptop memiliki nilai p = 0,971 dan 0,732. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku penggunaan laptop yang berkorelasi signifikan dengan keluhan MSDs adalah ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop.
PROGRAM MITIGASI BENCANA KEBAKARAN PADA INDUSTRI PENGELOLAHAN PAKAN TERNAK KARANGANYAR Setyawan, Haris; Qadrijati, Isna; Fajariani, Ratna; Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Rinawati, Seviana; Atmojo, Tutug Bolet; Sari, Ica Yuniar; Putri, Pinka Widiani; Utami, Panca Anisa
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1707

Abstract

Bencana kebakaran akan menimbulkan banyak kerugian, baik kerugian pada manusia dan harta benda. Oleh karena itu, kesiapsiagaan darurat sangat diperlukan untuk dapat mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran, salah satunya melalui program mitigasi bencana kebakaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan 3 program mitigasi bencana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan tenaga kerja menghadapi kebakaran. Ada 3 metode program dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi program peringatan dini, program simulasi pemadaman api dan program evakuasi bencana. Evaluasi program menggunakan kuestioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan pekerja sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 22 pekerja berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan terjadi peningkatan skor pengetahuan kebakaran, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 6,82 meningkat menjadi skor post-test sebesar 7,6. Penerapan 3 program mitigasi bencana kebakaran ini dapat meningkatkan skor rata-rata pengetahuan pekerja, akan tetapi tidak menunjukkan hasil yang signifikan saat diuji perbedaan menggunakan Uji Paired Sample T-Test (p-value= 0.053).  
RISK FACTORS FOR COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) IN HOSPITAL ADMINISTRATION WORKER Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Qadrijati, Isna; Setyawan, Haris; Fajariani, Ratna; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Atmojo, Tutug Bolet; Rinawati, Seviana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2587

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah gangguan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer atau perangkat elektronik. Kondisi ini mengacu pada kumpulan gejala kelelahan mata yang timbul akibat kebiasaan menatap layar komputer atau gadget dalam durasi yang panjang. Pekerja administrasi rumah sakit merupakan bagian penunjang pelayanan pasien yang bekerja selama 8 jam per hari di depan layar komputer yang dituntut untuk mengerjakan pekerjaan administrasi secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit di Surakarta. Faktor risiko CVS pada penelitian ini yaitu usia, masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel peneltian ini yaitu pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta sebanyak 128 responden dengan menerapkan metode pengambilan sampel acak. Instrumen penelitian yang dipakai terdiri dari kuesioner faktor risiko CVS yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, serta kuesioner CVS-Q yang disebarkan melalui Google Form. Penelitian ini menggunakan uji Chi Square untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko usia berhubungan signifikan dengan CVS (p = 0,028 < 0,05), sedangkan faktor risiko masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata tidak berhubungan dengan CVS (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia merupakan faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta. Oleh karena itu, responden sebaiknya melakukan senam mata untuk menurunkan gejala CVS.
Analysis of stunting handling indicators based on SSGI 2022 data in Lampung Province: Multilevel analysis Betania, Sakha Ukta; Wiboworini, Budiyanti; Qadrijati, Isna
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 5, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(5).372-386

Abstract

Background: The implementation of specific and sensitive nutrition interventions is an effort to prevent the increasing prevalence of stunting in Indonesia. However, not all target indicators performed optimally in their implementation, which could affect the increase in stunting prevalence.Objectives: Analyze the dominant factors of stunting incidence among toddlers aged 12-13 months from suboptimal handling of stunting in Lampung Province.Methods: This study utilized a cross-sectional design with secondary data from the 2022 Indonesian Nutrition Status Survey. The variables in this study were iron tablet consumption, exclusive breastfeeding, growth monitoring, primary immunization, access to drinking water, access to sanitation, and the incidence of stunting, and considering heterogeneity in subdisctrict and regencies/municipalities. The subjects were 1.929 toddlers aged 12-23 months, selected by purposive sampling. Data were analyzed with a frequency distribution table, a Chi-Square test, and a multilevel binary logistic regression test.Results: Chi-square test showed there was no relationship between iron tablet consumption (p=0.362; OR=1.14), exclusive breastfeeding (p=0.164; OR=0.85), growth monitoring (p=0.807; OR=1.08), and access to sanitation (p=0.431; OR=1.18) with incidence of stunting. However, there was a relationship between primary immunization (p=0.008; OR=1.39) and acces to drinking water (p=0.023; OR=1.35). Multilevel test results showed that there was no effect of non-exclusive breastfeeding (aOR=0,84; p>0,05) not routine growth monitoring (aOR=1,03;p>0,05), inappropriate iron tablet consumption (aOR=1,14; p>0,05), inadequate access to sanitation (aOR=1,10; p>0,05), rural domicile (aOR = 1,03; p>0,05), number of community health centers (aOR=1,00; p>0,05) contour of mountain territory (aOR=0,89; p>0,05), and contour of water territory (aOR=0,83; p>0,05) with incidence of stunting. Household-level variation had the largest effect on stunting incidence, with an ICC of 7,63%.Conclusions: Incomplete primary immunization and inadequate access to drinking water were the dominant factors affecting stunting in toddlers aged 12-23 months in Lampung Province.