Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Training in Harmonizing Langgam and Modern Music as Accompaniment for Makassar Regional Songs Jayadi, Karta; Saputra, Andi Taslim; Al Ansyari, Mas’ud Uqbah; Khaeruddin, Khaeruddin; Aj, Andi Agussalim
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.83677

Abstract

This Community Service Program (PKM) focuses on strengthening local identity thru training, performances, and the digitalization of Makassar regional songs using an approach that harmonizes traditional and modern music. This activity is a response to the lack of appreciation from the community for Makassar regional songs, the low number of traditional music performances, and the absence of effective dissemination strategies in the digital era. The implementation of the activity began with socialization to local artists, traditional musicians, art communities, and the general public. This stage introduces the basic concepts of Langgam Makassar, its musical history, and its potential as a bridge between tradition and modernity. The socialization continued with the exploration of the repertoire of Makassar regional songs and the analysis of old recordings to understand the vocal character, rhythm, and melody that are the main identities of this regional music. The core stage of the activity involved musical training. After the training, the activities continued with performances held in several areas such as Barru, Sidrap, Makassar, Malino, and other cities. This performance serves as a space for appreciation as well as a performative test of the training outcomes. This program has a significant impact on the development of local musicians' capacities, the revitalization of regional songs, and the enhancement of cultural appreciation. In addition, this activity demonstrates that the collaboration between tradition and modernity, along with the utilization of digital technology, can create models of art production and learning that are relevant to the contemporary context. In the future, this program is designed to continue thru the development of new repertoires, the formation of community study groups, the expansion of performances, and the establishment of a digital portal as a center for the documentation of Makassar Langgam music.
ORGANOLOGI KITOKA SEBAGAI BENTUK PENGEMBANGAN KECAPI TRADISIONAL DI AMPARITA KECAMATAN TELLUE LIMPOE KABUPATEN SIDRAP Ihsan, Andi; Saputra, Andi Taslim
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i1.83645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan organologi Kitoka sebagai bentuk pengembangan Kecapi tradisional. Kitoka merupakan inovasi kecapi tradisional yang dikembangkan oleh Karsin Kati pada tahun 1992 dan mulai diproduksi secara resmi pada 1995 di Kecamatan Amparita, Kabupaten Sidrap. Inovasi ini didasarkan pada kebutuhan akan instrumen musik yang lebih adaptif terhadap perkembangan musik modern, mengingat keterbatasan kecapi tradisional dalam menjangkau variasi nada yang lebih luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan bentuk organologi dari Kitoka di Amparita Kecamatan Tellue Limpoe Kabupaten Sidrap sekaligus menganalisis Kitoka sebagai bentuk pengembangan Kecapi Tradisional di Amparita. Metode yang digunakan tergolong penelitian kualitatif dengan menggunakan data dari studi pustaka, observasi partisipan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keberadaan Kitoka tidak menggantikan kecapi tradisional, tetapi justru berperan sebagai sarana adaptasi musik tradisional dalam lanskap musik modern. Dengan karakteristik yang lebih fleksibel, Kitoka banyak digunakan di sanggar seni dan lembaga pendidikan, bahkan telah dikenal hingga luar negeri. Meskipun pemasaran masih dilakukan secara terbatas, inovasi ini menjadi kontribusi penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan musik tradisional di Indonesia.
PEMBELAJARAN TARI KREASI MELATIH KETERAMPILAN MENARI SISWA SMPN 4 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Yatim, Heriyati; Syakhruni, Syakhruni; Linda, Johar; Suyudi, Muhammad; Saputra, Andi Taslim
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84883

Abstract

Pelatihan tari ini adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian, observasi dan wawancara terhadap siswa SMP Neg 4 Gowa, Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan nilai tambah siswa secara signifikan dimana mereka memiliki kemampuan mengekspresikan diri melalui gerak tari yang aspiratif dan kreatif, disamping itu siswa diharapkan punya karya tari kreasi melalui kolaborasi dengan memadukan sentuhan budaya kearifan lokal yang terintegrasi ke dalam tari kreasi. Melalui pelatihan ini diharapkan siswa lebih berkompeten dalam  pembelajaran seni tari yang kreatif, inovatif dan aspiratif, khususnya bagaimana siswa dapat berkarya untuk pengembangan seni tari. Selain itu khasanah ilmu pengetahuan pendidikan dimana seni tari memiliki peran penting dalam perkembangan motorik pengetahuan, kognitif, sosial, dan emosional siswa SMP, disamping  sebagai  wujud  transformasi  ilmu dalam mencipta karya seni tari terhadap diri siswa pada mata Pelajaran seni budaya.  Dalam konteks dan realitas ini maka peran pelatihan  seni tari bagi siswa merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik, sehingga dapat menciptakan banyak karya yang signifikan  baik dalam memahami aspirasi serta   suasana kebhatinan siswa   dalam metode proses pembelajaran langsung  yang indah dan  menyenangkan juga  ketercapaian sasaran pelatihan melalui transformasi ilmu dengan pengintegrasian nilai-nilai budaya kearifan lokal ke dalam seni tari kreasi budaya lokal. Proses pembelajaran dan pelatihan  yang meliputi  pelaksanaan sosialisasi, penerapan teknolog informasi, pendampingan dan evaluasi serta program yang berkelanjutan menunjukan hasil  bahwa, pembelajaran seni tari adalah upaya peningkatan kreativitas siswa  yang pembelajarannya dapat menyenangkan dan tidak menjemukan. Siswa mendapatkan kemerdekaan untuk mengembangkan daya imajinasi dan pribadinya  sehingga  gampang menyerap dan memainkan dengan baik  sebuah karya seni tari secara kreatif , aspiratif,  mandiri dan inovatif.   Workshop ini juga  menyoroti peran pentingnya  sekolah dalam merespons dan menindaklanjuti program pelatihan selanjutnya, mengingat bahwa nilai-nilai budaya tradisional khususnya melalui pengembangan seni tari dan semacamnya guna revitalisasi, validasi serta pelestarian warisan sejarah untuk kepentingan peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan kepariwisataan di Kabupaten Gowa.