Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Application of Lemon Grass Compresses to Reduce Pain Scale in Older Age with Rhematoid Arthritis in the Perumnas Health Center Working Area Lubuklinggau City 2023 Zuraidah, Zuraidah; Oktaviani, Eva; Fadillah, Anzelli; Wibowo, Wahyu Dwi Ari; Aprilyadi, Nadi
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v2i10.6518

Abstract

One of the complementary treatments to reduce pain is lemongrass, which contains pharmacological and chemical effects and gives a spicy and warm effect, with bioactivity anti-bacterial and anti-inflammatory. The aim of the study is describing the results of the nursing implementation of warm lemon grass compresses for older adults with rheumatoid arthritis with chronic pain in the working area of the Perumnas Public Health Center, Lubuklinggau City, in 2023. This research used case study method with two subjects with rheumatoid arthritis. It found that warm lemongrass compresses for five straight days showed decreased pain intensity before and after the intervention. The decrease in the pain intensity of subjects I and II from the pain scale 6, with moderate pain category, decreased to pain scale 3, with mild pain intensity category. Warm lemongrass compresses can reduce pain intensity in older adults with rheumatoid arthritis.
Implementation of Family Nursing Care for Clients with Rheumatoid Arthritis to Physical Mobility Disorders with Active and Passive Movement Exercises Kumalasari, Intan; Oktaviani, Eva; Wahyudianto, Tri Agus
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v5i1.71

Abstract

Background: Rheumatoid Arthritis (RA) is a disease characterized by a chronic autoimmune inflammatory disorder or autoimmune response that causes weakening of the joints and synovial lining, especially in the hands, feet, and knees. Patients with RA often experience impaired physical mobility, a condition where a person cannot move freely due to conditions that hinder movement (activity). One of the interventions that can be given to RA patients is Range of motion (ROM) exercises, which are exercises performed to maintain or improve the perfection of the ability to move joints normally and completely to increase muscle mass and muscle tone. research to assess the effectiveness of implementing family nursing care with active and passive movement exercises against impaired physical mobility in Rheumatoid Arthritis sufferers in the work area of Taba Health Center, Lubuklinggau City, in 2022. Methods: This study uses a qualitative design with a case study approach to describe information descriptively. In-depth and explores nursing problems for families with rheumatoid arthritis with impaired physical mobility due to joint stiffness. Results: After implementation by giving active and passive motion exercises to both subjects (Mr. S and Mrs. E) for five consecutive days with a time of 10-15 minutes, both subjects said that stiffness in the extremities was reduced and the value of muscle strength increased to 5 and 4. Conclusion: Implementing nursing care with active and passive motion exercises can increase joint strength in clients with rheumatoid arthritis.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG P3K PADA GURU DAN SISWA DI SLB N PETANANG LUBUKLINGGAU Oktaviani, Eva; Ridawati, Indah Dewi; Aprilyadi, Nadi; Zuraidah, Zuraidah; Rehana, Rehana; Jawiah, Jawiah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30820

Abstract

Data kejadian cedera pada anak sekolah sebesar 13%, sehingga keselamatan diri anak-anak di sekolah merupakan perhatian penting bagi orang tua dan pihak sekolah. Kecelakaan atau cedera dapat menjadi suatu kasus kegawatdaruratan jika tidak diatasi dengan benar karena akan menimbulkan luka serius bahkan kematian. Penanganan yang tepat dapat mencegah perburukan kondisi penderita selanjutnya. Pendidikan keselamatan juga penting diajarkan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) karena berisiko tinggi mengalami cedera atau jatuh. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan penyuluhan dan pelatihan kesehatan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang dilakukan pada guru dan siswa SLB. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di SLBN Petanang Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktik P3K dengan metode simulasi. Total peserta sebanyak 25 Siswa ABK dan 5 orang guru. Evaluasi kegiatan adalah adanya peningkatan rerata pengetahuan dari kelompok guru dan siswa SLB setelah diberikan pelatihan P3K yaitu kelompok guru dari 55% meningkat menjadi 82,5% dan kelompok siswa dari 30,3% meningkat menjadi 60,5%. Kegiatan ini memberikan efek baik terhadap peningkatan kemampuan ketrampailan anak. Oleh sebab itu, pelatihan P3K di SLB dapat dilakukan secara periodik guna menungkatkan ketrampilan siswa dalam pendidikan keselamatan.
Inovasi Media Kantong Bilangan Untuk Peningkatan Kognitif Anak Usia Dini Berkebutuhan Khusus Oktaviani, Eva; Ridawati, Indah Dewi; Ratika, Rima
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v5i2.3546

Abstract

Latar belakang: Anak berkebutuhan khusus (ABK) usia dini memiliki kerentanan tinggi terhadap keterlambatan perkembangan, terutama pada aspek kognitif dan sosial. Salah satu upaya stimulasi yang dapat digunakan adalah melalui media kantong bilangan, yang berfungsi melatih pengenalan angka dan warna sekaligus meningkatkan interaksi sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan inovasi media kantong bilangan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini berkebutuhan khusus di TK Uswatun Hasanah Kota Lubuklinggau. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus terhadap dua anak usia dini berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan checklist evaluasi perkembangan selama tiga hari pada Juni 2025. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa subjek I (ASD dan speech delay) mengalami peningkatan dari kemampuan mengenal angka 1–3 menjadi 1–7, serta mampu menyebutkan tujuh warna dasar, dengan perbaikan kontak mata dan interaksi sosial. Subjek II (ADHD dan ASD) pada awalnya hanya menyentuh angka secara acak, namun setelah intervensi mampu mengurutkan angka 1–5 dengan arahan, mengenali enam warna dasar, serta menunjukkan kemampuan duduk tenang dan mengikuti instruksi sederhana. Kesimpulan: Penggunaan media kantong bilangan berpotensi menstimulasi perkembangan kognitif dan sosial pada ABK usia dini, sehingga dapat mengurangi risiko keterlambatan. Media ini relevan untuk diterapkan di sekolah inklusi dan memerlukan penerapan konsisten agar hasil lebih optimal.
PENYULUHAN PENGENALAN TANDA BAHAYA KEGAWATDARURATAN PADA BAYI MUDA DAN PENANGANANNYA DI RUMAH Oktaviani, Eva; Feri, Jhon; Susmini, Susmini; Soewito, Bambang
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.620-626

Abstract

Permasalahan kesehatan pada bayi muda masih menjadi sorotan dibidang kesehatan. Kematian anak di Indonesia sering dijumpai pada usia neonatal dan bayi muda. Selama fase ini, bayi baru lahir sangat rentan mengalami permasalahan kesehatan karena proses adaptasi dari intrauterine ke ekstrauterin dan daya tahan tubuh yang rendah. Kegawatdaruratan neonatal dapat terjadi sewaktu-waktu terutama pada bayi risiko tinggi dan akibat penanganan awal yang tidak tepat. Pengenalan tanda bahaya sejak dini pada bayi muda dapat membantu menurunkan insiden angka kematian bayi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pengenalan tanda bahaya dan penanganan kasus kegawatdaruratan bayi yang sering terjadi di rumah. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi khususnya bayi dengan risiko tinggi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi intensif, dan demonstrasi. Tempat pelaksanaan di Puskemas Pembantu (Pustu) Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Kota Lubuklinggau. Jumlah peserta sebanyak 20 orang. Evaluasi hasil akhir yaitu kegiatan berjalan lancar, peserta sangat responsif, terjadinya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang pengenalan tanda bahaya kegawatdaruratan pada bayi muda dan mampu mempraktikkan penanganannya sesuai materi yang disampaikan. Pengenalan tanda bahaya pada bayi sejak dini penting untuk diberikan secara berkelanjutan untuk mencegah kasus kegawatdaruratan yang lebih kompleks.
Assessing English Needs for Vocational Animal Feed Technology Students Pratiwi, Gadis Kartika; Oktaviani, Eva; Mujianto, Gigit
Journal of English for Academic and Specific Purposes (JEASP) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jeasp.v8i2.33330

Abstract

This study investigates the English language needs, perceptions, and learning preferences of students in the Animal Feed Technology program at Politeknik Pertanian Negeri Kupang, located in Eastern Indonesia. Recognizing the region’s limited access to quality education and its impact on English proficiency, the research aims to answer three core questions: (1) What are the students’ English language needs and wants? (2) How do they perceive their academic and professional English requirements? (3) What are their preferred learning methods, materials, and classroom environments? Further, mixed-methods approach was employed, involving 97 student respondents who completed a structured questionnaire and seven students who participated in a focus group discussion (FGD). The findings reveal that most students self-identify as beginners in English, rarely use the language in academic contexts, and lack confidence in their communicative abilities. Despite these challenges, they are highly motivated by future career aspirations, identifying speaking, technical writing, and vocabulary development as crucial language skills. Students prefer multimedia and contextualized materials and favor collaborative and hands-on learning environments. The results highlight a significant gap between students’ current English proficiency and the demands of their academic and professional contexts. Based on these findings, the study recommends the development of an English for Specific Purposes (ESP) curriculum tailored to Animal Feed Technology, emphasizing functional communication, practical application, and learner-centered instruction. This research contributes to the literature on vocational ESP and provides actionable insights for educators and policymakers aiming to improve language education in underrepresented regions.
Optimalisasi Penggunaan Video Animasi untuk Meningkatkan Kemandirian Menyikat Gigi Anak Tunagrahita Oktaviani, Eva; Jawiah, Jawiah; Rehana, Rehana; Putra, Sumitro Adi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3691

Abstract

Anak tunagrahita memiliki hambatan intelektual dan adaptif yang berdampak pada keterbatasan kemampuan perawatan diri, termasuk menjaga kebersihan gigi. Kondisi ini menuntut penggunaan metode edukasi yang sederhana, konkret, dan menarik agar informasi dapat dipahami serta diterapkan dengan lebih mudah. Video animasi dipilih sebagai media edukasi karena mampu menyajikan visual yang jelas, alur yang mudah diikuti, dan contoh perilaku yang dapat ditiru secara langsung oleh anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada 20 siswa tunagrahita di SLB Negeri Musi Rawas melalui penyuluhan, pemutaran video animasi, dan demonstrasi praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 40% (kategori kurang) menjadi 85,5% (kategori baik), serta peningkatan keterampilan menyikat gigi dari 40,5% (kategori kurang) menjadi 80% (kategori baik). Temuan ini menunjukkan bahwa video animasi memberikan dampak positif sebagai media edukasi yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak tunagrahita. Video animasi berpotensi menjadi model pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian perawatan diri pada anak tunagrahita
Biodiversity Conservation Strategy and Creative Economic Ecotourism in Tesbatan, Amarasi District, Kupang Regency Marpaung, Sutan Sahala Muda; Oktaviani, Eva; Rusadi, Nusrah; Kurniawan, Hendra; Syah, Firman; Rina, Timotius Ragga; Asalang, Protus Hyasintus; Pratiwi, Gadis Kartika
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10768

Abstract

The Tesbatan region, located in the Amarasi District of Kupang Regency, is rich in biodiversity and local cultural heritage, making it a potential hub for ecotourism development. This study aims to develop a comprehensive strategy for biodiversity conservation and creative economic ecotourism to promote sustainable growth in the region. The primary objective is to combine conservation efforts with local economic empowerment through creative industries such as handicrafts, traditional cuisine, and cultural performances. This research utilizes a systematic approach that includes field surveys, literature reviews, and the application of tools like MICMAC, MACTOR, and ISM for data analysis. Data was collected through observations, interviews, questionnaires, and Focus Group Discussions (FGDs) with local stakeholders. The study identifies key variables, influences, and stakeholders involved in the management of biodiversity and ecotourism. The findings suggest that integrating biodiversity conservation with ecotourism and creative economic activities can enhance both environmental sustainability and local community welfare. The proposed strategies involve strengthening local institutions, promoting participatory resource management, and developing integrated ecotourism attractions. In conclusion, this research provides a practical framework for managing Tesbatan’s natural and cultural assets sustainably, fostering both environmental protection and socio-economic development.  
Pendampingan bina diri mencuci tangan anak berkebutuhan khusus berbasis video animasi interaktif Oktaviani, Eva; Ridawati, Indah Dewi; Malasari, Elis
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37840

Abstract

AbstrakAnak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan hidup mandiri, termasuk dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu aspek PHBS yang penting adalah kemampuan bina diri dalam praktik mencuci tangan. Namun, keterbatasan kognitif, motorik, dan adaptif pada ABK sering menjadi tantangan dalam pembelajaran praktik mencuci tangan yang benar. Hasil survei awal di SLB Negeri Musi Rawas menunjukkan perlunya dukungan dan pendampingan berkelanjutan dalam penguatan keterampilan bina diri siswa terkait PHBS, khususnya praktik mencuci tangan, serta adanya tantangan bagi guru dalam memberikan edukasi kesehatan secara lisan yang mudah dipahami oleh siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bina diri mencuci tangan pada anak berkebutuhan khusus melalui optimalisasi penggunaan video animasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada siswa ABK semua jenjang. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, pendampingan praktik, serta pemanfaatan media video animasi interaktif yang terintegrasi. Media dirancang secara sederhana, menarik, dan dilengkapi unsur interaktif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan anak dalam proses pembelajaran. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi kemampuan bina diri mencuci tangan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam melakukan tahapan mencuci tangan menggunakan sabun secara lebih mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan video animasi interaktif dapat menjadi media edukasi PHBS yang efektif dan aplikatif bagi anak berkebutuhan khusus serta berpotensi mendukung peran sekolah dan keluarga dalam pembinaan kesehatan anak secara berkelanjutan. Kata kunci: anak berkebutuhan khusus; bina diri; cuci tangan; video animasi. AbstractChildren with special needs have the same rights to grow, develop, and live independently, including in the implementation of clean and healthy living behaviors. One important aspect of PHBS is the ability to self-manage handwashing practices. However, cognitive, motor, and adaptive limitations in ABK often present challenges in learning proper handwashing practices. The results of an initial survey at the Musi Rawas State Special Needs School (SLB Negeri) indicate the need for ongoing support and mentoring in strengthening students' self-management skills related to PHBS, particularly handwashing practices, as well as the challenge for teachers in providing oral health education that is easily understood by students. This community service activity aims to improve the ability to self-manage handwashing in children with special needs through optimizing the use of interactive animated videos. The activities were carried out with ABK students at all levels. The methods used included health education, practical mentoring, and the use of integrated interactive animated video media. The media was designed to be simple, attractive, and equipped with interactive elements to increase children's understanding and engagement in the learning process. Evaluation of the activity was carried out through observations of self-management handwashing skills before and after the intervention. The results of the community service showed an increase in students' ability to perform the stages of handwashing with soap more independently. This activity demonstrates that the use of interactive animated videos can be an effective and applicable PHBS education medium for children with special needs and has the potential to support the role of schools and families in fostering children's health on an ongoing basis. Keywords: children with special needs; self-care skills; handwashing; animated video.