Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA BATANG BAWAH DENGAN BATANG ATAS PADA METODE TOPWORKING TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr) DI KECAMATAN NGANTANG Widiatmoko, Edwin; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.449 KB) | DOI: 10.21776/612

Abstract

Teknik top working dapat diterapkan untuk mengganti varietas tanaman yang sudah berproduksi namun kwalitasnya rendah dengan varietas lain yang lebih superior. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pertumbuhan batang bawah dengan batang atas tanaman durian system top-working. Hipotesis penelitian yang diuji dalam penelitian ini adalah kondisi batang bawah yang sehat (diameter besar dan kuat) akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan batang atas tanaman durian top-working. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara diameter batang bawah dengan diameter batang, tinggi tanaman, jumlah cabang dan jumlah daun batang atas. batang bawah dengan batang atas dapat disimpulkan bahwa metode topworking dapat digunakan untuk perbaikan genetis tanaman durian.
STUDI VIABILITAS DAN FERTILITAS SERBUK SARI MUTAN MANDARIN SoE (Citrus reticulata Blanco) HASIL RADIASI SINAR GAMMA Aprilia, Gethar Windi; Mariana, Baiq Dina; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/651

Abstract

Jeruk tanpa biji merupakan karakter ekonomi yang penting yang diinginkan konsumsi buah segar. Selain tanpa biji, rasa serta ukuran dan ketebalan daging buah jeruk juga merupakan elemen penting dan sangat diharapkan. Mutasi dengan sinar gamma telah digunakan untuk perbaikan varietas jeruk Mandarin terutama pada jeruk Keprok SoE dan ditujukan untuk memper-baiki karakter jumlah biji. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Batu Jawa Timur selama 3 bulan pada bulan September 2015 hingga Desember 2015. Penelitian ini menggunakan dua jenis rancangan. Uji Viabilitas menggunakan Rancangan Acak Lengkap nonfaktorial, sedangkan pada uji Fertilitas menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 5 kali ulangan. Tanaman yang diujikan terdapat 6 tanaman, tanaman kontrol SoE, dan 5 tanaman aksesi, diantaranya Aksesi 76.3; 76.27; 86.7; 86.6; dan 86.16. Lima tanaman aksesi secara nyata memiliki viabilitas, fertilitas dan panjang tabung sari lebih rendah dibandingkan dengan tanaman kontrol.
POTENSI HASIL OYONG (Luffa acutangula) BERDASARKAN LETAK BENIH Wcaksana, Kukuh Arif; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.943 KB) | DOI: 10.21776/734

Abstract

Tanaman oyong atau gambas merupakan tanaman semusim termasuk famili Curcubitaceae yang dikonsumsi buah mudanya. Buah yang  berbentuk panjang oyong memungkinkan terjadinya deposit asimilat yang berbeda pada benih. Perbedaan asimilat ini akan berdampak terhadap mutu benih. Posisi benih merupakan faktor yang berasal dari dalam benih yang mungkin mempengaruhi fisik benih seperti berat dan fisiologis seperti viabilitas  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak benih pada buah oyong terhadap kualitas benih dan hasil panen. Bahan tanam diperoleh dari buah oyong yang telah kering berwarna kecoklatan yang berumur 110 hari. Buah dibagi menjadi 3 bagian sepanjang 10 cm. Penelitian Menggunakan rancangan acak kelompok  (RAK) 3 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Penelitian dilaksanakan bulan April - Juli 2016 di Desa KarangTalun Kecamatan Kras Kabupaten Kediri dengan ketinggian 67 mdpl. Hasil penelitian menunjukan bahwa benih yang berasal dari bagian ujung (B1) dan benih yang berasal dari bagian tengah (B2)  memiliki pengaruh terhadap ukuran benih, bobot 100 butir, jumlah benih dan uji mutu fisiologis seperti uji daya kecambah, vigor, kecepatan tumbuh dan keserempakan tumbuh lebih baik jika dibandingkan dengan benih yang berasal dari bagian pangkal (B3). Benih yang berasal dari ujung (B1), yang berasal dari tengah (B2) dan yang berasal dari pangkal (B3) tidak tidak berbeda nyata terhadap parameter pengamatan dilapang seperti panjang tanaman, jumlah daun, luas daun per daun, panjang akar serta tidak memberikan perbedaan terhadap potensi hasil yang didapatkan.
KERAGAAN DUA VARIETAS PEPAYA (Carica papaya L.) BERDASARKAN KARAKTER KUANTITATIF DAN KUALITATIF Putri, Dyas Dyasmita; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/776

Abstract

Keragaan tanaman merupakan hasil interaksi potensi genetik dengan lingkungan tempat tumbuh. Lingkungan tumbuh yang berbeda akan memberikan keragaan tanaman yang berbeda pula. Di Agro Techno Park Unversitas Brawijaya telah ditanam dua varietas pepaya yaitu California dan Thailand. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keragaan pada karakter kuantitatif dan kualitatif dan mengetahui tanaman yang berpotensi sebagai induk pada dua varietas pepaya tersebut. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Jatikerto, Malang pada bulan November 2016 sampai Februari 2017. Metode pengambilan contoh tanaman dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dengan teknik mengundi anggota populasi (lottery technique). Contoh tanaman diambil 10% dari populasi. Variabel yang diamati berdasarkan karakter kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t untuk membandingkan antar varietas. Sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada karakter kuantitatif yaitu pada karakter diameter batang, panjang bunga dan jarak antar ruas bunga. Sedangkan karakter kualitatif menunjukkan adanya perbedaan pada karakter warna batang, bentuk daun, bentuk sinus daun, warna cuping mahkota bunga jantan, bentuk buah dari bunga hermaphrodit dan bentuk pangkal buah hermaphrodit. Berdasarkan keragaan tanaman, pertumbuhan pepaya California terbaik yang berpotensi menjadi induk yaitu pada sampel nomor 11, 26, 32, 36 dan 37. Sedangkan pepaya Thailand terdapat pada sampel nomor 4, 6, 20, 24 dan 30.
EFEKTIVITAS PEG-6000 SEBAGAI MEDIA OSMOCONDITIONING DALAM PENINGKATAN MUTU BENIH DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merr.) Aisyah, Diah Nur; Kendarini, Niken; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/784

Abstract

Penyimpanan benih kedelai pada suhu ruang untuk menunggu musim tanam berikutnya menyebabkan turunnya persentase perkecambahan. Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perkecambahan ialah invigorasi osmoconditioning.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkecambahan benih kedelai yang mengalami kemunduran mutu dan pengaruhnya terhadap produksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2016. Terdiri dari dua tahap. Tahap pertama mencari konsentrasi PEG-6000 terbaik dan tahap kedua untuk mengetahui pengaruhnya terhadap produksi.  Uji viabilitas dan vigor dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Green House Universitas Brawijaya. Penanaman kedelai dilaksanakan di Lowokwaru, Malang dengan ketinggian ±650 mdpl, suhu 24-28oC  kelembaban 68,8%.  Uji viabilitas dan vigor dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dua faktor. Faktor pertama varietas kedelai, Argo Mulyo dan Detam-4. Faktor kedua konsentrasi larutan PEG-6000, yaitu 0%, 10%, 15% dan 20%. Tahap kedua menggunakan RAK pada benih baru dan benih lama dengan perlakuan osmoconditioning. Interaksi antara varietas kedelai dengan konsentrasi PEG-6000 berpengaruh sangat nyata pada indeks vigor, bobot kering kecambah normal dan panjang hipokotil, serta berpengaruh nyata pada panjang akar dan daya hantar listrik.  Interaksi varietas Argo Mulyo dengan PEG-6000 konsentrasi 20% secara efektif menghasilkan nilai indeks vigor tertinggi (50,75%) dan menurunkan daya hantar listrik (140,5 dS cm-1). Interaksi tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh, daya tumbuh, laju perkecambahan, daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Kombinasi varietas kedelai dan osmoconditioning pada benih lama menunjukkan produksi yang lebih rendah 19,34% (Detam-4) dan 9,83% (Argo Mulyo) dibandingkan benih baru yang disimpan jangka pendek.
PENYERBUKAN PADA BUNGA SEMANGKA (Citrullus vulgaris) SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN BENIH UNGGUL Setyawan, Khaton Fajar; Adiredjo, Afifuddin Latif; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/794

Abstract

Buah semangka banyak digemari karena rasanya yang manis dan segar. Benih merupakan salah satu komponen dalam budidaya tanaman yang merupakan kunci keberhasilan usaha tani. Waktu penyerbukan menentukan keberhasilan produksi benih semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyerbukan terhadap hasil dan kualitas benih serta untuk mengetahui waktu yang tepat dalam melakukan penyerbukan buatan pada tanaman semangka. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai bulan April pada lahan PT. East West Seed Indonesia di Desa Seputih, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan berupa waktu penyerbukan yaitu pukul 06.00-07.00 WIB (W1), pukul 09.00-10.00 WIB (W2), pukul 12.00-13.00 WIB (W3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan polinasi, bobot buah pertanaman, diameter buah, jumlah benih pertanaman, bobot benih kering pertanaman, persentase benih bernas, bobot 1000 biji, keserempakan perkecambahan dan daya berkecambah.
ANALISIS POTENSI PRODUKSI TANAMAN SAWIT (Elaeisguineensis ) DAN OBSERVASI POLINATOR POTENSIAL DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Abidin, M Sulhan; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.774 KB) | DOI: 10.21776/797

Abstract

Industri perkebunan sawit di Indonesia berkembang pesat, dibuktikan dengan peningkatan produksi sawit selama sepuluh tahun mencapai 11,09%. Peningkatan luas areal perkebunan sawit selama sepuluh tahun terakhir dari 5,28 juta ha pada 2004 menjadi 10,95 juta ha pada tahun 2014. Di UB terdapat 741 tanaman sawit yang potensial untuk dijadikan tanaman produksi. Tetapi hanya sedikit tanaman yang mampu menghasilkan buah. Untuk itu dilakukan studi potensi produksi dan observasi pollinator alami Elaeidobius kamerunicus Faust. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2016 di Fakultas Pertanian dan lingkungan kampus UB Malang dengan ketinggian tempat 450 mdpl. Penelitian menggunakan metode observasi dan wawancara yang kegiatannya meliputi (1) studi pendahuluan dan pemetaan, (2) pengukuran suhu dan kelembaban mikro, (3) penghitungan sawit produktif, (4) penghitungan rata-rata berat buah per tandan (BJR), (5) penghitungan fruit set, (6) menghitung bunga anthesis, (7) identifikasi polinator, (8) dan menghitung populasi polinator. Analisis data menggunakan metode deskriptif, analisis regresi dan  korelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam serangga yang mengunjungi bunga sawit, namun hanya dua yang berpotensi sebagai pollinator yakni Bactrocera carambolae (Diptera: Tephritidae) dan Elaeidobius kamerunicus (Coleoptera: Curculionidae). Peran pollinator alami ini sangat besar, ditunjukkan dengan tingginya nilai fruit set yang mencapai 85,02%, tingginya nilai ini membuktikan bahwa tanaman sawit di UB memiliki potensi produksi yang tinggi.
PENGARUH KEMATANGAN BUAH DAN JUMLAH TANAMAN PER POLIBAG TERHADAP PERTUMBUHAN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) Febriyani, Verayunita; Yulianah, Izmi; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/814

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman sayuran yang sudah lama dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, kemangi juga dapat dimanfaatkan sebagi obat tradisional. Perbanyakan tanaman kemangi dilakukan dari benih. Namun pada proses pertumbuhannya, buah kemangi mengalami tingkat kematangan yang berbeda. Pada satu tangkai, buah dibagian bawah berwarna coklat sedangkan dibagian atas masih berwarna hijau. Setiap kegiatan budidaya tanaman tidak hanya memperhatikan kualitas benih yang digunakan tetapi juga faktor lingkungan, salah satunya adalah jumlah tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan kemangi pada tingkat kematangan buah dan jumlah tanaman yang berbeda. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kemangi, kompos, pupuk NPK, tanah dan pestisida. Alat yang digunakan yaitu petridish, kertas merang, germinator, meteran, timbangan analitik dan leaf area meter (LAM), Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan rata-rata suhu harian 320C dan kelembaban 58,3%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa perlakuan buah coklat memiliki nilai perkecambahan yang lebih tinggi dibandingkan buah hijau. Sementara itu pada karakter pertumbuhan, buah coklat 1 tanaman/polibag memiliki hasil yang lebih baik namun tidak berbeda dengan buah hijau. Pada karakter kualitatif, terdapat perbedaan pada morfologi daun yang disebabkan oleh genetik dan jumlah tanaman yaitu pada karakter bentuk helai daun, kedalaman gerigi helai daun, ujung daun dan pangkal daun.
PERTUMBUHAN LIMA VARIETAS DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DI AGRO TECHNO PARK UNIVERSITAS BRAWIJAYA JATIKERTO Dewi, Rendri Puspita; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/856

Abstract

Lima varietas durian telah ditanam di Agro Techno Park Universitas Brawijaya (ATP UB) di Jatikerto yaitu Monthong, D24, Musangking, Wonosalam dan Kan Yao. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan lima varietas durian tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai dengan Januari 2017. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung serta pendokumentasian bagian – bagian dan perkembangan tanaman durian lima varietas dengan pengambilan sampel secara sengaja (Purposive Random Sampling). Identifikasi morfologi dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter tajuk, panjang tangkai daun, panjang helaian daun dan lebar helaian daun durian kelima varietas tersebut berbeda. Sementara itu warna permukaan atas dan bawah daun, kekilauan permukaan atas dan bawah daun, tekstur daun, kondisi tangkai daun, warna kulit batang, dan permukaan batang serta untuk karakter kualitatif lainnya seperti tipe pertumbuhan, susunan daun, bentuk helaian daun, bentuk ujung daun dan bentuk pangkal daun tidak menunjukkan perbedaan. Varietas yang memiliki respon pertumbuhan terbaik adalah varietas Kan Yao. Perbedaan perbandingan terdapat pada panjang dan lebar tangkai daun dengan deskripsi yang ada pada varietas Kan Yao dan Monthong dan warna permukaan atas daun pada varietas D24. Karakter lainnya memiliki hasil yang sama dengan deskripsi yang sudah ada.
Variasi Pertumbuhan 3 Jenis Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) Sarashati, Devi Cinintya; Sugiharto, Arifin Noor; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/940

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan sayuran yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Jenis dan asal kemangi beragam. Keragaman tersebut perlu dikaji potensinya sehingga didapatkan jenis baru yang lebih berharga baik gizi maupun preferensinya melalui teknik pemuliaan tanaman yaitu dengan mengukur serta membandingkan hasil dari parameter pengamatan dengan analisis ragam pada tanaman kemangi, sehingga dapat diketahui benih mana saja yang berpotensi untuk dijadikan varietas baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman kemangi dari tiga lokasi asal benih yang berbeda. Hipotesis penelitian ini yaitu terdapat hasil yang berbeda pada pertumbuhan tanaman kemangi dari tiga asal benih yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2017, di Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Tenologi Universitas Brawijaya, Desa Kepuharjo, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Malang. Bahan yang digunakan yaitu benih kemangi berasal dari Bandung, Jogja dan Malang. Data hasil pengamatan selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA). Untuk menguji perbedaan diantara perlakuan digunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase perkecambahan 3 jenis kemangi berbeda nyata, benih asal Jogja lebih tinggi dibandingkan varietas lain. Terdapat pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang,bobot segar,jumlah bunga, dan jumlah buah pertanaman, dimana benih Jogja memiliki hasil parameter yang lebih unggul dibandingkan benih lainnya.
Co-Authors Abidin, M Sulhan Abidin, M Sulhan Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Afsari, Meilani Aisyah Devita Larasati Aisyah, Diah Nur Aisyah, Diah Nur Andy Soegianto Anis Andrini, Anis Anita Firdaus Aprilia, Gethar Windi Aprilia, Gethar Windi Ariestin, Yuliamita Arifin Noor Sugiharto Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Bambang Tri Rahardjo Bayu, Eko Muhammad Bayu, Eko Muhammad Bobby Polii Budi Waluyo Budi Waluyo Cahyadiati, Mirna Cahyadiati, Mirna Catur Suciari Kurnia Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Dewi, Rendri Puspita Dewi, Rendri Puspita Didik Hariyono Dwi Budi Santoso Endang Gati Lestari Faidah, Ahmadah Farida Yulianti Farihul Ihsan Fathan, Naala Fathan, Naala Fauziah, Nikmatul Febriyani, Verayunita Febriyani, Verayunita Ghoffar, Amirul Ghoffar, Amirul Hadi, Shabrina Kusuma Handayani, Diah Rusita Handayani, Diah Rusita Hanif Fatur Rohman Hasana, Maulida Uswatun Hasana, Maulida Uswatun Indaryani, Patricia Martina Kusuma Indaryani, Patricia Martina Kusuma Izmi Yulianah Kenanga Arum Novi Salasa Khoiruddin, Ahmad Khoiruddin, Ahmad Kristianti, Ira Icha Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Latif Adiredjo, Afifuddin Lestari, Endang Gati Lita Soetopo Lulu Lazimatul Khoiriyah Mansur Mansur Mansur, Mansur Mariana, Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Marianus Marianus Matatula, Erfina Anace Maulidah, Nur Izzatul Maulidah, Nur Izzatul Meilani Afsari Niken Kendarini Ninuk Herlina Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Novi Salasa, Kenanga Arum Nur Azima Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Prananda, Fauzian Gilang Puput Pelita Putri Putri, Dyas Dyasmita Putri, Dyas Dyasmita Putri, Regita Syahkirana Putri, Regita Syahkirana Rachmania, Nuzulul Rachmania, Nuzulul Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadan, Vani Rizki Ramadan, Vani Rizki Riady, Safarudin Slamet Riady, Safarudin Slamet Rifa’i, Hari Rifa’i, Hari Rohman, Hanif Fatur Rosyadi, Naufal Luthfi Santoso, Budi Saptadi, Darmawan Sarashati, Devi Cinintya Sarashati, Devi Cinintya Satriawan, Irfan Budhi Satriawan, Irfan Budhi Satriyono, Wahono Satriyono, Wahono Setyawan, Khaton Fajar Setyawan, Khaton Fajar Shabrina Kusuma Hadi Sholihatin, Rosyita Sholikah, Aminatus Sholikah, Aminatus Sirait, Ardi Wiranata Sirait, Ardi Wiranata Sri Lestari Purnamaningsih Sukartini Sukartini Triana Fatmawati Wcaksana, Kukuh Arif Wcaksana, Kukuh Arif Widiatmoko, Edwin Widiatmoko, Edwin Yuliamita Ariestin Yunita Triliestyana Yustikasari, Evita Dwi Yusvita Maulidia Rahmi Zamzamiyah, Ita Nabila