Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Produksi 5 Varietas Tanaman Melon (Cucumis melo L) Pada Sistem Pertanian Kota (Urban Farming) Prananda, Fauzian Gilang; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini banyak terjadi urbanisasi khususnya ke kota-kota besar. Hal ini dapat menimbulkan ledakan populasi di perkotaan dan berakibat meningkatnya kebutuhan pangan. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menanam komoditas pangan di areal perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dari 5 varietas tanaman melon yang ditanam di rooftop. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2019 hingga September 2019 di rooftop Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan ketinggian 550 mdpl. Alat yang digunakan antara lain adalah timbangan, bak semai, lanjaran, poly bag, jangka sorong, paranet dan meteran. Bahan yang digunakan adalah 5 varietas tanaman melon (Melindo-15, Gracia, Madesta, Action dan Glamour), tanah, abu sekam, pupuk kandang, pupuk majemuk NPK (16-16-16), pupuk tunggal KNO3 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Parameter yang diamati adalah Jumlah bunga betina, waktu munculnya bunga betina, jumlah daun, panjang tanaman, diameter batang, berat buah dan reduksi buah. Data yang didapatkan dianalisis dan diuji F dengan menggunakan analisis ragam (ANNOVA) dengan taraf 5%. Jika terdapat pengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing varietas memiliki perbedaan pada pertumbuhan dan produksi buahnya. Dari hasil yang didapatkan, varietas Melindo memiliki potensi yang paling baik.
Pengaruh Berbagai Umur Panen Beberapa Varietas Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Terdahap Viabilitas Benih Saat Musim Hujan Kristianti, Ira Icha; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang penting sebagai sumber vitamin dan mineral. Rendahnya produksi benih kacang panjang dapat disebabkan oleh waktu panen yang tidak sesuai, terutama pada saat musim hujan pemanenan kacang panjang dilakukan lebih cepat daripada waktu masak fisiologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai umur panen pada beberapa varietas kacang panjang saat musim hujan terhadap viabilitas benih. Kegiatan dilaksanakan di PT. BISI International Tbk., Farm Karangploso, Malang, pada bulan Desember-Maret 2020. Umur panen yang terdiri dari umur panen 20 HSB (P1), 23 HSB (P2), 26 HSB (P3), 29 HSB (P4) dan 32 HSB (P5). Varietas kacang panjang terdiri dari 4 taraf yaitu varietas KP 01 (V1), KP 12 (V2), KP 13 (V3), dan KP 15 (V4). Uji mutu fisik dan fisiologis benih menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari Rendemen benih, Uji kadar Air, Bobot 1000 butir dan Uji daya kecambah. Hasil analisis ragam pengaruh varietas dan umur panen terhadap mutu fisik dan fisiologis benih terung dengan variabel rendemen benih, bobot 1000 butir, kadar air, daya berkecambah menunjukkan setiap varietas mempunyai viabilitas benih yang berbeda dalam setiap masa panen. Waktu terbaik untuk menghasilkan benih kacang panjang bermutu pada KP-1, KP-12 dan KP-15 adalah 23 HSB dan untuk KP-13 waktu terbaik adalah  26 HSB.
Evaluasi Karakter Durian F1 Hasil Persilangan Varietas Lai (Durio kutejensis) X Monthong (Durio zibethinus) Fauziah, Nikmatul; Ashari, Sumeru; Bayu, Eko Muhammad
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) telah menjadi komoditas buah utama di negara ASEAN termasuk Indonesia. Durian merupakan buah yang sangat digemari masyarakat Indonesia sehingga mempunyai nilai ekonomis tinggi. Di Indonesia durian memiliki keragaman genetik yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai genetis tanaman adalah dengan melakukan persilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter durian hasil persilangan dari Monthong dengan Lai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2020. Penelitian dilakukan di ATP UB kebun Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengkarakterisasi karakter morfologi kualitatif dan kuantitatif kemudian menjabarkan secara deskriptif. Data kualitatif hasil karakterisasi  dianalisis menggunakan software NTSYS pc 2.02 dan disajikan dalam bentuk dendogram dan nilai matriks kemiripan. Hasil analisis berdasarkan karakter morfologi pohon, daun, dan buah menunjukkan bahwa durian F1 dengan tetua Monthong memiliki kemiripan genetik sebesar 0.89 atau 89%. Sedangkan durian F1 dengan tetua Lai memiliki kemiripan genetik sebesar 0.87 atau 87%. Nilai matriks menunjukkan semakin besar angkanya, semakin tinggi kemiripan yang diwariskan tetuanya.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa durian F1 adalah durian hibrida hasil persilangan antara tetua Lai dengan Monthong yang memiliki banyak karakter unggul yaitu bobot buah sedang, daging buah tebal bertekstur lembut kering, rasa manis, warna daging buah kuning, dan panjang duri sedang sesuai dengan ideotipe keinginan konsumen. 
Response Initial Vegetative Growth of Local Durian (Durio zibethinus Murr.) with The Addition of Organic Fertilizers Ashari, Sumeru; Hariyono, Didik; Triliestyana, Yunita
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to observe the three cultivars of durian growth responds using organic fertilizer and to know the suitable type of organic fertilizer in the initial phase of vegetative growth on durian. The research was conducted in the Watulor, Waturejo village, district Ngantang, Malang with altitude 669 meters above sea level with rainfall 1588 mm/year. This research was conducted in February until June 2010. Research were using randomized block design with treatment three types of organic fertilizer 10 kg plant-1 on three local durian cultivars. Treatments were consist of: P1K1 (Durian Jingga using goat manure fertilizer), P1K2 (Durian Arab using goat manure fertilizer), P1K3 (Durian Sepanjang Musim using goat manure), P2K1 (Durian Jingga using chicken manure), P2K2 (Durian Arab using chicken manure), P2K3 (Durian Sepanjang Musim using chicken manure), P3K1 (Durian Jingga using green manure), P3K2 (Durian Arab using green manure), and P3K3 (Durian Sepanjang Musim using green manure).There were 9 treatments and each treatment had 3 repetition. The results of this research showed that in the variable number of leaves, usage of chicken manure and green manure on the Durian Arab had the highest response compared to Durian Jingga and Durian Sepanjang Musim. While in the variable leaf area, Durian Jingga and Durian Arab using chicken and green manure fertilizer was having higher leaf area than Durian Sepanjang Musim. Thesoil analysis of using organic fertilizeron durian showed that the N content in soil was increased, P and K nutrient in the soil was decreased, while the average N content in leaf was decreased, P and K nutrient in the leaves was increased.
HUBUNGAN KEKERABATAN DURIAN MERAH BANYUWANGI DENGAN DUGAAN TETUA BERDASARKAN ANALISIS MORFOLOGI DAN ISOENZIM Putri, Puput Pelita; Kendarini, Niken; Ashari, Sumeru
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara mega biodiversitas karena memiliki kawasan hutan tropika basah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satunya adalah durian. Durian merah Banyuwangi merupakan plasma nutfah lokal yang memiliki ciri khas pada warna daging buahnya. Durian merah Banyuwangi diduga silangan amalami antara Durio graveolens dan Durio zibethinus, untuk itu dilakukan pendugaan hubungan kekerabatan diantara durian merah Banyuwangi dengan dugaan tetua. Salah satu pendekatan untuk mengembangkan marka genetik koleksi ialah dengan penanda protein (isoenzim) dan didukung dengan penanda morfologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengetahui hubungan kekerabatan durian merah dengan dugaan tetua. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati pada bulan April sampai Juni 2016. Sampel yang digunakan adalah Dubang, Wayut, Musang Merah, Tretes Benel, Red King, Balqis, D. zibethinus putih dan kuning, D. graveolens dan D. kutejensis. Penelitian menggunakan metode analisis isoenzim yang telah dimodifikasi oleh Ariestin (2014) sedangkan analisis morfologi menggunakan buku panduan IPGRI. Hasil penelitian menujukan Dubang, Musang Merah, Wayut dan Tretes Benel diduga memiliki kemiripan dengan D. graveolens sebesar 83%. Semakin besar nilai koefisien kemiripan, menunjukkan bahwa memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.
Karakterisasi dan Pengukuran Keragaman Genetik Enam Galur Harapan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Putra, Tri Indra Singgih; Ashari, Sumeru
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.1.8

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan petani di Indonesia. Produktivitas cabai rawit yang ada di Indonesia sebenarnya masih dibawah dari potensi hasil yang dapat dicapai. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas cabai rawit adalah dengan merakit varietas unggul atau melakukan seleksi varietas yang dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi karakter dari enam galur harapan cabai rawit, mengetahui koefisien keragaman genetik enam galur harapan cabai rawit serta genotipe terbaik dari enam galur harapan tanaman cabai rawit yang diuji. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai dengan Desember 2022 di Lahan Milik CV. Borneo Seed yang bertempat di Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Kode genetik yang digunakan dalam penelitian ini adalah 6 galur harapan cabai rawit diantaranya CR1 (V1), CR2 (V2), CR3 (V3), CR4 (V4), CR5 (V5) dan CR6 (V6), dengan varietas pembanding ORI dan Mhanu. Deskripsi karakter pada keenam galur harapan cabai rawit menunjukkan bahwa terdapat keragaman pada semua karakter kualitatif kecuali pada antosianin pada hipokotil, antosianin pada ruas, pola bunga, antosianin pada daun, warna mahkota bunga dan warna kepala putik. Enam genotipe yang diuji memiliki nilai koefisien keragaman genetik yang rendah hingga sedang. Genotipe terbaik yang ditemukan adalah CR1 dimana memiliki hasil buah per hektar yang tinggi dengan 7,15 ton/ha.
Co-Authors Abidin, M Sulhan Abidin, M Sulhan Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Afsari, Meilani Aisyah Devita Larasati Aisyah, Diah Nur Aisyah, Diah Nur Andy Soegianto Anis Andrini, Anis Anita Firdaus Aprilia, Gethar Windi Aprilia, Gethar Windi Ariestin, Yuliamita Arifin Noor Sugiharto Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Bambang Tri Rahardjo Bayu, Eko Muhammad Bayu, Eko Muhammad Bobby Polii Budi Waluyo Budi Waluyo Cahyadiati, Mirna Cahyadiati, Mirna Catur Suciari Kurnia Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Dewi, Rendri Puspita Dewi, Rendri Puspita Didik Hariyono Dwi Budi Santoso Endang Gati Lestari Faidah, Ahmadah Farida Yulianti Farihul Ihsan Fathan, Naala Fathan, Naala Fauziah, Nikmatul Febriyani, Verayunita Febriyani, Verayunita Ghoffar, Amirul Ghoffar, Amirul Hadi, Shabrina Kusuma Handayani, Diah Rusita Handayani, Diah Rusita Hanif Fatur Rohman Hasana, Maulida Uswatun Hasana, Maulida Uswatun Indaryani, Patricia Martina Kusuma Indaryani, Patricia Martina Kusuma Izmi Yulianah Kenanga Arum Novi Salasa Khoiruddin, Ahmad Khoiruddin, Ahmad Kristianti, Ira Icha Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Latif Adiredjo, Afifuddin Lestari, Endang Gati Lita Soetopo Lulu Lazimatul Khoiriyah Mansur Mansur Mansur, Mansur Mariana, Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Marianus Marianus Matatula, Erfina Anace Maulidah, Nur Izzatul Maulidah, Nur Izzatul Meilani Afsari Niken Kendarini Ninuk Herlina Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Amalia Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Nisa, Masayu Nessya Khoirun Novi Salasa, Kenanga Arum Nur Azima Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Prananda, Fauzian Gilang Puput Pelita Putri Putra, Tri Indra Singgih Putri, Dyas Dyasmita Putri, Dyas Dyasmita Putri, Puput Pelita Putri, Regita Syahkirana Putri, Regita Syahkirana Rachmania, Nuzulul Rachmania, Nuzulul Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadan, Vani Rizki Ramadan, Vani Rizki Riady, Safarudin Slamet Riady, Safarudin Slamet Rifa’i, Hari Rifa’i, Hari Rohman, Hanif Fatur Rosyadi, Naufal Luthfi Santoso, Budi Saptadi, Darmawan Sarashati, Devi Cinintya Sarashati, Devi Cinintya Satriawan, Irfan Budhi Satriawan, Irfan Budhi Satriyono, Wahono Satriyono, Wahono Setyawan, Khaton Fajar Setyawan, Khaton Fajar Shabrina Kusuma Hadi Sholihatin, Rosyita Sholikah, Aminatus Sholikah, Aminatus Sirait, Ardi Wiranata Sirait, Ardi Wiranata Sri Lestari Purnamaningsih Sukartini Sukartini Triana Fatmawati Wcaksana, Kukuh Arif Wcaksana, Kukuh Arif Widiatmoko, Edwin Widiatmoko, Edwin Yuliamita Ariestin Yunita Triliestyana Yunita Triliestyana, Yunita Yustikasari, Evita Dwi Yusvita Maulidia Rahmi Zamzamiyah, Ita Nabila