Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Pengaturan Jarak Tanam dan Dosis Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak (Raphanus sativus L.) Merdeka, Dhika Adhelya Eka; Aini, Nurul; Yurlisa, Kartika
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 04 (2025): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman lobak merupakan salah satu jenis tanaman berumur pendek sehingga dapat dipanen pada 40-90 hari setelah tanam. Penurunan produksi tanaman lobak dapat disebabkan karena pengaturan jarak tanam dan pemupukan yang kurang tepat sehingga diperlukan adanya upaya perbaikan teknik budidaya. Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan tanaman dapat didukung dengan adanya penambahan pupuk KCl. Percobaan dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2023, di Desa Sumberejo, Kota Batu, Jawa Timur. Metode dengan RAK dua faktor yaitu jarak tanam dan dosis pupuk KCl. Analisis data dengan anova dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Berdasarkan hasil percobaan, jarak tanam dan dosis pupuk KCl tidak saling mempengaruhi pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Jarak tanam 20 cm × 30 cm dan 15 cm × 30 cm memiliki hasil yang lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 10 cm × 30 cm pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan, bobot umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan bobot umbi per tanaman. Dosis pupuk KCl 150 kg ha-1, dan 175 kg ha-1 menghasilkan jumlah daun, luas daun, bobot umbi destruktif, diameter umbi, bobot umbi per tanaman bobot umbi per petak dan bobot umbi per hektar pada tanaman lobak lebih tinggi dibandingkan dosis pupuk KCl 100 kg ha-1.  
Pengaruh Pupuk NPK dan Asam Humat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Jannah, Amalia Nurul; Yurlisa, Kartika; Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 9 (2025): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.09.02

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi cabai rawit yaitu melalui penggunaan pupuk kombinasi antara pupuk NPK dan asam humat. Penggunaan asam humat sebagai pelengkap pupuk kimia NPK dapat mendukung peningkatan kesuburan tanah pada sistem pertanian melalui perbaikan kualitas lahan serta meningkat-kan efisiensi pupuk anorganik untuk mendukung praktik budidaya tanaman yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan asam humat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan bulan September 2021 hingga Januari 2022 di Kebun Percobaan Jatimulyo, Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain meteran, oven, gelas ukur, timbangan digital, sprayer, ember, Leaf Area Meter (LAM). Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain benih cabai rawit hibrida Dewata 43 F1, pupuk NPK 16:16:16, asam humat dan air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan tanpa pemupukan (kontrol), asam humat, pupuk NPK, NPK fertilizer 50% + HA 2 g L?1, NPK fertilizer 50% + HA 4 g L?1, NPK fertilizer 50% + HA 6 g L?1, NPK fertilizer 75% + HA 2 g L?1, NPK fertilizer 75% + HA 4 g L?1, NPK fertilizer 75% + HA 6 g L?1, NPK fertilizer 100% + HA 2 g L?1, NPK fertilizer 100% + HA 4 g L?1, and NPK fertilizer 100% + HA 6 g L?1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan kombinasi pupuk NPK 100% + asam humat 6 g L- mampu meningkatkan jumlah buah sebesar 40,22% dan nyata lebih tinggi dibandingkan perlakuan pupuk NPK tanpa asam humat.
Penerapan teknologi budidaya bunga matahari di kelompok tani hortikultura Sumarni, Titin; Yurlisa, Kartika; Sebayang, Husni Thamrin; Wicaksono, Karuniawan Puji; Nugroho, Agung
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i1.11460

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan teknologi budidaya tanaman bunga matahari di kelompok tani Desa Bokor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknologi budidaya tanaman bunga matahari di kelompok tani, dan memberikan pemahaman dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membudidayakan tanaman bunga matahari. Program tersebut dilatarbelakangi oleh rencana desa untuk mengembangkan desa ke arah desa wisata. Keberadaan bunga matahari dapat menambah daya tarik dan nilai estetika lingkungan, sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke desa. Hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dari bulan Juli - November 2020 di Desa Bokor Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan adalah metode Training of  Trainer (TOT). Tahapan metode pengabdian yang dilakukan meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi. Tim pengabdian masyarakat melakukan  monitoring secara daring dan luring/langsung turun ke lapangan, untuk melihat langsung kondisi tanaman dan berkomunikasi sekaligus berdiskusi dengan perwakilan petani. Di akhir kegiatan pengabdian, tim pengabdian juga melakukan pemberian bantuan benih tanaman bunga matahari yang bermutu tinggi. Hasil program pengabdian yaitu telah meningkatnya keterampilan teknologi budidaya tanaman bunga matahari di kelompok tani Desa Bokor, pemahaman dan partisipasi masyarakat untuk membudidayakan tanaman bunga matahari juga meningkat
Consumers’ Preference on Quality of Three Indigenous Vegetables in East Java, Indonesia Yurlisa, Kartika; Dawam Maghfoer, Moch.; Aini, Nurul; Sumiya Dwi Yamika, Wiwin
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.312 KB) | DOI: 10.29244/jhi.9.3.158-166

Abstract

Produksi sayuran indigenous merupakan sumber pendapatan penting bagi petani sayuran skala kecil di Provinsi Jawa Timur. Namun demikian, kriteria kualitas yang diinginkan oleh konsumen masih belum seluruhnya dipetakan, oleh sebab itu, pengkajian dilakukan agar dapat di identifikasi preferensi konsumen terhadap kualitas sayuran kemangi, kenikir dan selada air dalam rangka perbaikan kualitas di tingkat petani. Survei konsumen dilakukan di tujuh wilayah di Jawa Timur, yaitu Surabaya, Malang, Kediri, Madiun, Jember, Bojonegoro, dan Pamekasan pada bulan Juli sampai Agustus 2017. Pemilihan wilayah didasarkan pada sosiokultur dan komposisi masyarakat yang beraneka ragam. Dari 7 wilayah tersebut, wawancara dilakukan dengan total 210 responden wanita yang ditentukan secara acak. Preferensi pengguna terhadap sifat kualitas sayur-sayuran dianalisis menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa, preferensi pengguna terhadap sifat kualitas tergantung pada jenis sayurannya. Sayur kemangi yang disukai adalah memiliki warna daun muda, jumlah daun banyak, ukuran daun medium (garis tengah 3.5 cm), tidak terdapat bunga, total cabang/tangkai lebat, rasa tidak pedas, dan berbau menyengat. Sayur kenikir yang disukai adalah warna daun muda, jumlah daun banyak, tidak terdapat bunga, berbau sedang, jumlah cabang/tangkai banyak, tekstur batang tidak berserat, dan rasa tidak getir. Sayur selada air yang disukai adalah warna daun muda, jumlah daun banyak, ukuran batang sedang, berdaun lunak, dan rasa agak manis. Kata kunci: kemangi, kenikir, kualitas sayuran, preferansi konsumen, selada air
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam pada Pertumbuhan dan Hasil 3 Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.) Febriandani, Hasna Luthfiyyan; Yurlisa, Kartika; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun merupakan salah satu tanaman hortikultura yang disukai konsumen dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi (Zuyasna dan Alfina, 2009). Produksi mentimun dari tahun 2009 sampai tahun 2012 mengalami penurunan dari 583.139 menjadi 511.525 ton/ha (Badan Pusat Statistik, 2017). Usaha peningkatan produksi mentimun dapat dilakukan melalui varietas unggul dan pemupukan yang memadai. Penelitian dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian Jatimulyo, Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yaitu dosis pupuk kandang ayam dan varietas. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam yang terdiri dari 3 taraf yaitu D1: 0 ton ha-1, D2: 15 ton ha-1, D3: 20 ton ha-1. Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari 3 varietas tanaman yaitu V1: Harmony, V2: Hercules, V3: Roman. Parameter pertumbuhan meliputi luas daun, bobot kering total tanaman dan laju pertumbuhan tanaman. Parameter panen meliputi jumlah buah per tanaman, panjang buah, diameter buah dan bobot buah per tanaman. Data pengamatan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) atau Uji F hitung. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan adanya interaksi pada variabel pengamatan luas daun, bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman, jumlah buah per tanaman, panjang buah dan bobot buah. Terdapat respon yang berbeda pada taraf dosis pupuk kandang ayam pada beberapa varietas tanaman mentimun. Pupuk kandang ayam yang optimal untuk varietas Harmony yaitu 20 ton ha-1 sedangkan untuk varietas Hercules dan Roman 15 ton ha-1.
Pengaruh Biourin Sapi dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kemangi (Ocimum americanum L.) Julianto, Nanok; Yurlisa, Kartika; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kemangi banyak digunakan masyarakat sebagai bahan pangan dan bahan obat tradisional. Rata-rata petani mengusahakan kemangi dengan proporsi lahan yang relatif kecil. Tanaman kemangi mempunyai potensi yang cukup baik untuk dikembangkan (Azmi, 2016). Biourin ialah salah satu pupuk organik cair yang terdiri dari urin sapi yang telah melalui proses fermentasi yang memiliki kandungan zat yang komplek seperti enzim, hormon, dan nutrisi (Rinanto, Azizah, dan Santoso, 2015). Tanaman kemangi ditanam pada lahan yang telah diolah dalam bentuk bedengan dengan menggunakan jarak tanam 30 cm x 30 cm. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2019 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Jatimulyo, Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Berada pada ketinggian 440-460 m (Badan Pusat Statistik, 2016). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Berdasarkan hasil penelitian, interaksi jarak tanam dan dosis biourin sapi tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman kemangi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat interaksi antara jarak tanam dan dosis biourin sapi terhadap beberapa parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang primer. Namun, tidak ada interaksi terhadap parameter hasil tanaman kemangi. Dosis biourin sapi yang ditingkatkan sampai dengan 17.000 L ha-1 memberikan pengaruh yang nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan seperti pada parameter tinggi, jumlah daun, jumlah cabang primer, dan luas daun tanaman serta pada parameter hasil yaitu berat segar total konsumsi per tanaman. Pengaturan jarak tanam 15 cm x 15 cm memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman dan luas daun. Namun, tidak berpengaruh nyata terhadap parameter hasil tanaman kemangi.
Pengaruh Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk Kandang Ayam pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra Merah (Abelmoschus esculentus L. Moench) Di Musim Hujan Christy, Maria Desi Widya San; Yurlisa, Kartika; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Okra merah (Abelmoschus esculentus L. Moench) adalah tanaman sayuran dengan kandungan nutrisi lengkap dan memiliki nilai estetika sebagai tanaman hias. Indonesia memiliki peluang dalam mengekspor okra dengan jumlah dan harga jual yang tinggi. Usaha yang dilakukan oleh petani untuk meningkatkan produksi okra ialah menggunakan pupuk anorganik. teknologi budidaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra yakni pengaplikasian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai pupuk hayati. Pengaruh PGPR tidak akan optimal dalam memacu pertumbuhan tanaman apabila tidak dikombinasikan dengan bahan organik. Bahan organik yang umum diberikan adalah pupuk kandang ayam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2019 di kebun percobaan Griya Shanta Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan  Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian  PGPR dan pupuk kandang ayam menunjukan pengaruh terhadap komponen pertumbuhan seperti jumlah buku, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman, serta terhadap komponen hasil pada jumlah buah per tanaman dan bobot segar buah per tanaman. Pemberian PGPR dengan konsentrasi 20 hingga 80 ml.l-1 ditambah dengan pupuk kandang ayam 10 t.ha-1 mampu menggantikan penggunaan pupuk anorganik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Terung Gelatik (Solanum melongena L.) Purboningtyas, Ditasari; Yurlisa, Kartika; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung gelatik merupakan komoditas hortikultura yang banyak diminati masyarakat karena harga yang terjangkau serta dapat dimanfaatkan sebagai obat pencernaan dan kesehatan kulit. Namun penelitian mengenai terung gelatik dan produksinya masih jarang dilakukan. Salah satu permasalahan dalam budidaya terung gelatik di Indonesia ialah masih banyaknya petani yang menggunakan pupuk anorganik berlebihan. Maka untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman ini perlu dilakukan aplikasi pupuk kandang ayam dan penggunaan varietas unggul. Selain menambah unsur hara tanah, pupuk kandang ayam mampu meningkatkan kemampuan tanah menahan air. Varietas unggul yang dapat digunakan yaitu varietas Jeno F1 dan Kenari karena keduanya mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil terung gelatik varietas Jeno F1 dan Kenari. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2019 di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian pupuk kandang ayam dosis 40 ton ha-1 pada varietas Jeno F1 memberi pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (54,54 cm), jumlah daun (19,95 helai), luas daun( 1249,74 cm2), diameter batang (8,27 mm), berat buah (42,91 gram), jumlah buah (25 buah), diameter buah (45,40 mm), indeks panen (0,88%), dan berat buah per hektar (52,94 ton ha-1). Pada varietas Kenari penambahan dosis pupuk kandang ayam 50 ton ha-1 mampu memberi pengaruh nyata terhadap jumlah daun (19,50 helai), diameter batang (8,19 mm), jumlah buah (17,8 buah), diameter buah (4,19 cm), indeks panen (0,73%), dan berat buah per hektar (22,57 ton ha-1).
Pengaruh Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Dosis Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays L. var. Saccharata) Krisnadhi, Janitra Dwicky; Yurlisa, Kartika; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan jagung manis (Zea Mays L. var. Saccharata) yang tinggi harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Metode tepat untuk meningkatkan produksi jagung manis ialah dengan kombinasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan pupuk organik. PGPR yang diaplikasikan pada tanaman dapat berperan sebagai biofertilizer, biostimulan dan bioprotektan. Peran PGPR dapat dioptimalkan dengan penambahan pupuk organik. Bahan organik merupakan nutrisi yang dapat meningkatkan aktivitas PGPR. Sebaliknya, PGPR dapat mempercepat dekomposisi bahan organik, sehingga unsur hara tersedia untuk tanaman. Bahan organik yang digunakan dalam penelitian ini ialah pupuk kandang kambing. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian PGPR dan dosis pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - September 2019 di kebun percobaan Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor pertama ialah pemberian PGPR (tanpa PGPR dan PGPR 10 ml l-1) dan faktor kedua ialah dosis pupuk kandang kambing (tanpa pupuk kandang kambing, pupuk kandang kambing 5 t ha-1, pupuk kandang kambing 10 t ha-1, pupuk kandang kambing 15 t ha-1 dan pupuk kandang kambing 20 t ha-1). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan aplikasi PGPR dengan dosis pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Aplikasi PGPR 10 ml l-1 memberikan hasil panen optimal dengan peningkatan mencapai 7,56% dibandingkan dengan perlakuan tanpa PGPR. Dosis pupuk kandang kambing 20 t ha-1 memberikan hasil panen optimal dengan peningkatan mencapai 52,6% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk kandang kambing.
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Kristianti, Natalia; Yurlisa, Kartika; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 7 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan bawang merah (Allium ascalonicum L.) yang meningkat harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Salah satu faktor untuk meningkatkan produksi bawang merah ialah melalui pengaplikasian PGPR dan pupuk kandang sapi. PGPR juga berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Tiga peran PGPR bagi tanaman yaitu biofertilizer, biostimulan dan bioprotectant. Dalam menjalankan perannya PGPR perlu dibantu dengan adanya penambahan bahan organik. Pengaplikasian bahan organik ke tanah dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik, salah satunya yaitu pupuk kandang sapi.  Bahan organik yang ada di dalam tanah dijadikan sebagai nutrisi bagi bakteri, sehingga dapat mengoptimalkan kinerja bakteri bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dan pengaruh pemberian PGPR dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan  dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Agustus 2019 di Kebun Percobaan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor pertama ialah pemberian PGPR (tanpa PGPR, PGPR 30 ml l-1 dan PGPR 60 ml l-1) dan faktor kedua ialah dosis pupuk kandang sapi (tanpa pupuk kandang sapi, pupuk kandang sapi  30 ton ha-1 dan pupuk kandang sapi 60 ton ha-1). Hasil Penelitian menunjukkan terjadi interaksi pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar umbi, diameter umbi dan produksi.