Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : UMI Medical Journal

Seorang Penderita dengan Infeksi Entamoeba Histolytica pada Pleura Edward Pandu Wiriansya
UMI Medical Journal Vol 1 No 1 (2016): December 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.178 KB) | DOI: 10.33096/umj.v1i1.9

Abstract

Pada laporan kasus ini akan dipaparkan seorang penderita abses hepar yang menyebabkan terjadinya empiema. Tujuan laporan kasus ini adalah memaparkan kasus yang jarang terjadi dengan diagnosa empiema amuba torasis kanan dimana dibutuhkan diagnosa yang cepat dan tepat karena sering terjadi keterlambatan diagnosa dan penatalaksanaan yang tidak tepat akan memberikan prognosis yang buruk. Terapi antibiotik empirik yang diberikan sebelum pemeriksaan parasit pada penderita empiema dengan abses hepar dapat mengaburkan data insiden penyakit ini.
Perbedaan Status Gizi Penderita Tuberkulosis Paru Sebelum dan Sesudah Pengobatan Di RS Ibnu Sina Makassar Shofiyah Latief; Zulfahmidah zulfahmidah; Asrini Safitri; Edward Pandu Wiriansya; Muhamad Ilhamsyah Dandung
UMI Medical Journal Vol 6 No 1 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i1.133

Abstract

Latar belakang: Tercatat, angka prevalensi kejadian TBC di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 297 per 100.000 penduduk. Pada Sulawesi Selatan yang terkonfirmasi secara bakterilogis di antara semua pasien TB paru yang tercatat atau diobati mencapai 1,234 (20.97%) Hal ini belum mencapai target yang diharapkan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik komparatif dengan metode cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Analitik data menggunakan Uji t sampel berpasangan. Hasil: Jenis kelamin laki-laki lebih tinggi sebesar 64,7% (44 orang) dan perempuan 35,3%(24 orang). Sampel pada usia tertinggi yaitu usia 18-28 tahun 26,5%(18 orang). Sampel sebelum pengobatan terbanyak dengan status gizi underweight 64,7%(44 orang). Sedangkan sampel sesudah pengobatan terbanyak dengan status gizi normal 51,5%(35 orang). Berdasarkan hasil analisis statistik didapatkan perbedaan yang signifikan antara status gizi pada penderita TB paru dewasa sebelum dan sesudah pengobatan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara status gizi pasien penderita TB paru dewasa sebelum pengobatan dan sesudah pengobatan.
Mekanisme Kerja Antibiotik: Review Article Dwi Anggita; Siti Nurisyah; Edward Pandu Wiriansya
UMI Medical Journal Vol 7 No 1 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i1.149

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan obat-obatan yang tidak rasional adalah masalah yang tersebar luas di semua tingkat pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit. Penggunaan antibiotik di rumah sakit yang tidak perlu atau berlebihan mendorong berkembangnya resistensi terhadap bakteri tertentu. Adanya hubungan yang erat antara penggunaan antibiotik yang salah dengan timbulnya resistensi bakteri penyebab infeksi nosokomial. Sehingga penting diketahui mekanisme kerja antibiotik agar pemberiannya sesuai dengan bakteri penyebab suatu penyakit. Isi: Mekanisme kerja dari antibiotik yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar yaitu antibiotik yang menargetkan dinding sel bakteri, antibiotik yang menghalangi produksi protein baru, dan antibiotik yang menargetkan replikasi DNA atau DNA. Kesimpulan: Antibiotik yang menargetkan dinding sel bakteri adalah golongan ß-laktam (penisilin, cefalosporin, karbapenem, dan monobaktam), glikopeptida, daptomisin, kolistin. Adapun antibiotik yang menghalangi sintesis protein adalah rifamisin, aminoglikosida, makrolid dan ketolide, tetrasiklin dan glisilsiklin, kloramfenikol, klindamisin, streptogram, linezolid, nitrofurantoin. Sedangkan antibiotik yang menargetkan DNA atau replikasi DNA antara lain sulfa, kuinolon, metronidazol.
Pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada Pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar Nurfachanti Fattah; Zulfah Midah; Edward Pandu Wiriansya; Rachmat Faisal Syamsu; Arni Isnaini Arfah; Ahmad Fahd Alifian
UMI Medical Journal Vol 7 No 2 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i2.212

Abstract

Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Akut (PPOK) merupakan penyakit kronis yang berdampak pada derajat kesehatan pasien jangka panjang, salah satunya mempengaruhi status Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang. Perubahan tersebut dapat terjadi pada pasien yang menderita Penyakit Paru Obstruktif Akut (PPOK). Hubungan penting antara nutrisi dan PPOK ialah melalui efek katabolisme, salah satunya dengan melihat status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada pasien PPOK. Metode: metode penelitian cross sectional dengan pendekatan retrospektif dan menggunakan data sekunder berupa rekam medik yang diambil dari Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021. Hasil: Berdasarkan uji chi square antara hubungan IMT terhadap KVP diperoleh bahwa, nilai p-value Pearson Chi Square sebesar 0,864 artinya lebih besar dari tingkat signifikansi 5% (0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Kapasitas Vital Paksa (KVP) pasien PPOK (p=0,864).