Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENDAMPINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERSIHAN RAWA DESA BURAI Sumah, Astrid Sri Wahyuni; Genisa, Marlina Ummas; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Hidayat, Saleh; Wardhani, Sri; Sidik, Bagas Rasid; Helida, Asvic
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JP2N: Mei - Agustus 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/rr9tw768

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Berbicara merupakan keterampilan produktif dalam artian pembicara menghasilkan bunyi bahasa dan komunikasi dalam dua arah. Pembicara dan pendengar dapat menegosiasikan arti dari apa yang mereka katakan. Era industri 4.0, kemampuan berbicara dan mengemukakan sebuah masalah di depan umum sangat penting karena informasi yang didapatkan tidak lagi terbatas. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahpahaman terhadap isi informasi, diperlukan kemampuan berbicara di depan umum. Kemampuan tersebut membantu seseorang untuk mencari dan memahami informasi dengan benar. Selain itu, kemampuan berbicara di depan umum juga mengajarkan cara meyakinkan orang lain untuk mendapatkan informasi yang benar dan berguna untuk yang membutuhkan. Tulisan ini membahas tentang keterampilan berbicara mahasiswa di depan masyarakat Desa Burai mengenai pengelolaan sampah di daerah rawa. Para mahasiswa didorong untuk melatih kemampuan berbicara mereka dengan topik permasalahan mengenai pembuangan sampah masyarakat di daerah rawa melalui teknik wawancara. Metode kegiatan dimulai dari kegiatan pendampingan oleh dosen pendamping dimulai dengan pendahuluan, pemberian materi, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapatkan bahwa mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dengan rasa percaya diri dan termotivasi, tanpa harus takut mengemukakan pendapat atau butir pertanyaan yang dapat menyinggung masyarakat. Kata kunci: Desa Burai, kemampuan berbicara, rawa, wawancara
Exposure of Social Media Advertising Media to Corn Farmers Ali Alamsyah Kusumadinata; Astrid Sri Wahyuni Sumah; Suryatna, Undang
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 11 (2023): November, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i11.6825

Abstract

Agriculture has an important role in improving food security and food availability which is also a source of income for farming communities in the village.  The decision of farmers in cultivation has started from one month of planting. This activity is carried out by farmers to ensure good results. This study uses a quantitative approach that looks at farmers' activities in media exposure on social media related to managed farming. The farmers who were respondents were South Sumatran farmers in two districts of Ogan Ilir and Banyuasin. Sampling of 100 people by considering the adequacy of data to generalize. The data extracted is seen from the use of social media and the management of cultivation carried out. The results showed that the use of social media was carried out more than the entertainment used by farmers. Very few farmers use social media as part of decision-making considerations. Decisions are taken from the accumulation of information received directly by farmers and conditions in the field
Analysis of Needs for the Development of Electronic Teaching Materials Based on Problem-Based Learning (PBL) Mahendra, Reno Esa; Sumah, Astrid Sri Wahyuni
BIOEDUSCIENCE Vol 7 No 2 (2023): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/10900

Abstract

Background: The learning process emphasizes students' active involvement and is oriented towards applying the concept of learning by doing and prioritizing personal experiences through observing, asking, and communicating to increase student creativity. However, reality proves that the application and implementation of learning in schools are not as expected. Some problems include the learning process only focusing on completing the subject matter, not on forming an understanding of the subject matter for students. This study aimed to analyze the need to develop electronic teaching materials according to the needs of students based on problem-based learning (PBL) learning models in biology subjects at MAN 1 Palembang school. Methods: The research used a qualitative descriptive method with a survey method by conducting interviews and questionnaires with biology teachers and students. Questionnaires, observations, and interviews provided data collection techniques. Results: The results obtained are textbooks and learning videos are the teaching materials most often used by teachers using discovery learning and project-based learning (PjBL) models. Students' activeness can be seen when the discussion activities and presentations of assignments take place, but it does not make students think critically. Conclusion: Teachers want problem-based learning (PBL) electronic teaching materials so that students can learn the material earlier and improve learning outcomes in material that is difficult for students to understand.
Pengembangan LKPD tentang Biodiversitas Vegetasi Rawa Berbasis Kearifan Lokal Desa Burai Terintegrasi Model Inkuiri Terbimbing Hastiana, Yetty; Anjelia, Bella; Sumah, Astrid Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10958

Abstract

Contextual and environment-based science learning remains a challenge, especially in enhancing students' science process skills (SPS). At MTs Nurul Ula Desa Burai, the lack of learning materials based on environmental exploration and the minimal use of active learning models pose obstacles. However, the swamp ecosystem in Desa Burai is rich in biodiversity and can be utilized as a learning resource. This study aims to develop a guided inquiry-based LKPD incorporating swamp vegetation biodiversity to improve SPS. Using the R&D method with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate), the study involved seventh-grade students at MTs Nurul Ula Desa Burai. The results show that the LKPD is highly valid (94.74%), practical for students (75%) and teachers (95%), and effective in enhancing SPS based on observation, pretest and posttest results. In conclusion, this LKPD is valid, practical, and effective while also promoting and preserving the local wisdom of Desa Burai.
The Insects Visitor on Wild Israeli Grass Flowers (Asystasia gangetica (L.) T. Anderson) Sumah, Astrid Sri Wahyuni
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 5 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v5i2.484

Abstract

Insects are invertebrate fauna that are important in various ecosystems and have high diversity and adaptability to various habitats. Insect diversity plays an important role (pollinator, pest control, or natural enemy) in several sectors, such as agriculture, ecology, human health, and natural resources. Apart from their beneficial role, the presence of insects can also be detrimental to humans; for example, insects can cause damage to agricultural products. Therefore, this research aimed to determine the diversity and role of insect visitors to the flowers of the Israeli grass plant (Asystasia gangetica). The research was carried out using a scan sampling survey method around community settlements, especially locations that various wild plants still cover. The research results showed that ten species and 255 individual insects visited Israeli grass flowers, which were divided into five orders, namely Lepidoptera, Coleoptera, Hemiptera, Diptera, and Hymenoptera. The order Lepidoptera is a flower-visiting insect species with the highest abundance and is a pollinator. Flowering plants that grow wild, such as Israel grass, benefit society indirectly by being used as traditional medicine. However, they also positively impact the diversity of flower-visiting insects. The presence of flower-visiting insects that work around grass indirectly has the potential to conserve beneficial grass plants but is underestimated by the community.
KEANEKARAGAMAN KUMBANG CERAMBYCIDAE (COLEOPTERA) DI PERKEBUNAN DUKU DESA GUNUNG BATU, KABUPATEN OKU TIMUR Sumah, Astrid Sri Wahyuni; Kusumadinata, Ali Alamsyah
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.1681

Abstract

Kumbang antena panjang (Cerambycidae: Coleoptera) adalah salah satu serangga kumbang yang penting dalam ekosistem karena ketergantungan mereka pada sumber makanan di berbagai jenis pohon, memiliki peran penting dalam siklus nutrisi dan beberapa spesies berperan sebagai polinator. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman kumbang Cerambycidae yang hidup di pohon duku Desa Gunung Batu, Kabupaten OKU Timur. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari menggunakan perangkap jebak dan perangkap cabang pohon duku (Lansium domesticum Corr). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 6 tribe dari 20 spesies dan 58 individu kumbang Cerambycidae yang termasuk dalam subfamili Lamiinae dengan nilai indeks Shannon-Wiener (H’) secara keseluruhan sebesar 2,80 yang menunjukkan bahwa keanekaragaman kumbang Cerambycidae di sekitar pemukiman warga masih tergolong tinggi dan tersebar secara merata (E = 0,69). Faktor abiotik yang berpengaruh terhadap keanekaragaman kumbang ini adalah suhu dan kelembaban, karena dua faktor ini berhubungan langsung dengan ketersediaan makanan kumbang Cerambycidae. Tantangan di masa depan untuk kumbang Cerambycidae adalah pendeskripsian morfologi dan distribusi agar dapat dilakukan analisis pola sebaran kumbang dengan data resolusi tinggi.
KENEKARAGAMAN COLEOPTERA DI SEKITAR KAWASAN CAGAR BIOSFER GIAM SIAK KECIL- BUKIT BATU RIAU Hasni Ruslan; Astrid Sri Wahyuni Sumah
Bioma Vol. 17 No. 1 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(1).1

Abstract

Penelitian mengenai Coleoptera di Kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu Riau masih sedikit publikasi. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui keanekaragaman Coleoptera di sekitar kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu Riau. Penelitian Coleoptera dilakukan pada tanggal 5-11 Mei 2019, Penelitian dilakukan dengan metoda pitfall trap dengan mengunakan wadah plastik. Penelitian dilakukan pada dua lokasi yang berbeda yaitu Zona inti (Hutan sekunder) dan Hutan tanaman industri (HTI). Dari hasil penelitian ditemukan ditemui di Hutan sekunder 9 spesies, dan 42 individu, sedangkan di HTI ditemui 10 spesies dan 153 individu. Komposisi Coleoptera pada habitat hutan sekunder berbeda dengan komposisi Coleoptera yang terdapat pada habitat HTI (IS <50 %). Indeks keanekaragaman Coleoptera di Hutan sekunder, dan HTI tergolong sedang. Spesies yang paling tinggi INP (Dominan) di habitat Hutan sekunder, ditemukan pada Xyleborus sp (61.90 %), dan diikuti Baeocera sp (42.86%). Sedangkan di HTI ditemukan pada adalah Xyleborus sp (122.15%). Coleoptera yang berperan sebagai fungivora memiliki persentase jumlah yang tinggi di kedua habitat
Analisis Kebutuhan untuk Pengembangan Modul Ajar Materi Klasifikasi Makhluk Hidup di SMA Negeri 3 Sungai Keruh Idul Fitri; Astrid Sri Wahyuni Sumah; Saleh Hidayat
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1559

Abstract

Era Kurikulum Merdeka menuntut satuan pendidikan untuk menyusun modul ajar yang inovatif sebagai panduan implementasi model pembelajaran. Pengembangan modul ajar mandiri diperlukan dalam rangka mencapai tujuan kurikulum tersebut. Analisis kebutuhan bahan ajar merupakan langkah utama untuk mengetahui pengembangan modul ajar yang tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kebutuhan murid dan guru terhadap modul ajar yang diperlukan di SMAN 3 Sungai Keruh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh dari pengisian lembar angket dan wawancara terstruktur. Hasil analisis angket menyatakan bahwa bahan ajar yang digunakan murid dinilai belum mendukung, 85% menggunakan buku cetak. Materi Klasifikasi Makhluk Hidup dianggap sulit oleh mayoritas murid (73%). Tingginya validasi kebutuhan akan solusi (92%) menunjukkan bahwa guru dan murid di SMA Negeri 3 Sungai Keruh sangat memerlukan pengembangan modul klasifikasi makhluk hidup untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar.