Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Inovator

Briket Arang Dari Limbah Bonggol Jagung (Kajian Pengaruh Temperatur Karbonisasi, Rasio Arang Bonggol Jagung Dan Perekat Lem Kayu) Melani, Ani; Ariyanto, Eko; Robiah, Robiah; Ajie Tentara, Muhammad
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i2.388

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket arang dengan menganalisis pengaruh temperatur karbonisasi dan rasio perekat lem kayu terhadap sifat fisik dan kimia briket. Mengatasi kesenjangan dalam pemanfaatan limbah biomassa, penelitian ini mengoptimalkan temperatur karbonisasi (200°C hingga 400°C) dan rasio perekat (1:1, 1,5:1, dan 2:1) untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan stabilitas struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur karbonisasi 400°C dengan rasio perekat 1:1 menghasilkan briket dengan kadar air terendah (3,9%) dan kadar abu terendah (2,9%), serta nilai kalor tertinggi (6172 cal/g). Temuan ini menunjukkan potensi briket bonggol jagung sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi jenis perekat tambahan dan rentang suhu yang lebih luas guna menyempurnakan proses produksi dan memaksimalkan kinerja bahan bakar.
Briket Arang Dari Limbah Bonggol Jagung (Kajian Pengaruh Temperatur Karbonisasi, Rasio Arang Bonggol Jagung Dan Perekat Lem Kayu) Melani, Ani; Ariyanto, Eko; Robiah, Robiah; Ajie Tentara, Muhammad
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i2.388

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket arang dengan menganalisis pengaruh temperatur karbonisasi dan rasio perekat lem kayu terhadap sifat fisik dan kimia briket. Mengatasi kesenjangan dalam pemanfaatan limbah biomassa, penelitian ini mengoptimalkan temperatur karbonisasi (200°C hingga 400°C) dan rasio perekat (1:1, 1,5:1, dan 2:1) untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan stabilitas struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur karbonisasi 400°C dengan rasio perekat 1:1 menghasilkan briket dengan kadar air terendah (3,9%) dan kadar abu terendah (2,9%), serta nilai kalor tertinggi (6172 cal/g). Temuan ini menunjukkan potensi briket bonggol jagung sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi jenis perekat tambahan dan rentang suhu yang lebih luas guna menyempurnakan proses produksi dan memaksimalkan kinerja bahan bakar.
Oleoresin Kayu Manis (Cinnamomun Burmannii) Dengan Metode  Ekstraksi Sokhletasi (Mempelajari Pengaruh Waktu Ekstraksi Dan Volume Pelarut) Melani, Ani; Mardwita, Mardwita; Robiah, Robiah; Fitri , Jannatul
Jurnal INOVATOR Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal INOVATOR-On Progress
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/gth8e332

Abstract

Cinnamon is a spice product that is often found in Indonesia. Indonesia still exports it in the form of cinnamon rolls (quill) which have low economic value when compared to essential oils or oleoresin, consequently the welfare of farmers is still low. In this research, the production of cinnamon oleoresin was conducted by the Sokhlet Extraction method. The sample used was cinnamon powder with a size of 100 mesh with a weight of 20 gr, then the volume variation of the solvent (ethanol 96%) (80; 120; 160; 200; 240) ml and extraction times were 3; 3.5; 4; 4.5; and 5 hr at 80 °C. The extraction results are then distilled, to separate the solvent (ethanol) with oleoresin at a temperature of 80 °C. This study was conducted to determine the effect of solvent volume variation and extraction time on the production of cinnamon oleoresin, the percentage of yield, sinamaldehyde content and density. The results showed the highest pecentage was obtained at solvent volume (ethanol 96%) 200 ml, with 4.5 hr with a percentage of rendement 63,73%, levels of cinamaldehyde 74% and density of 1.0054 gr/l, these meets the quality standard of cinnamon bark oil (SNI 06-3734-2006).