Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Geocivic

Faktor Berpengaruh dalam Produktivitas Tomat di Gurabunga Kota Tidore Kepulauan Kusrini Kusrini; Vrita Tri Aryuni
Jurnal Geocivic Vol 3, No 1 (2020): Issue April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i1.1871

Abstract

Horticulture is an important component in agriculture that continues to grow and develop over time. One type of horticulture that is often consumed by the public is tomatoes. Soil physical properties for tomato plants are maximum yield if the land is high with soil structure crumbs until clear, friable (deep) with deep soil depth (solum), good drainage, and moderate to high porosity. Gurabunga Village is located at an altitude of about 749 m above sea level. Topography Gurabunga Village is a plateau with a slope of between 8-15% in the form of a choppy relief area and a slope (15-25%) with a wavy relief. The data collection method used was a survey method with a questionnaire instrument and direct interviews with key informants at the study site. The data analysis technique used in checking the validity of interview data from respondents uses triangulation data analysis. Tomato Vegetable Productivity in Overall Gurabunga in general has the potential to be further developed to meet the needs of tomato vegetables in North Maluku Province. The characteristics of the land owned by tomato farmers in Gurabunga Urban Village have characteristics that are suitable for the development of tomato plants.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII-4 SMP NEGERI 5 KOTA TERNATE PADA MATERI DINAMIKA KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL Imron Ibrahim; Tamrin Robo; Vrita Tri Aryuni
Jurnal Geocivic Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.193 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v1i2.1103

Abstract

Membiasakan hidup belajar yang nyaman dan menyenangkan dalam proses timbal balik antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar dibutuhkan strategi dan model pembelajaran yang efektif yakni model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization ini akan terjadi interaksi yang aktif antara siswa dan siswa, serta siswa dengan guru sebagai pembimbing. Model pembelajaran Team Assisted Individualization ini juga merupakan tehnik untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individu dalam suatu kelompok. Tujuan Penelitian adalah agar dapat mengetahui hasil belajar siswa memelaui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization pada materi dinamika kependudukan dan pembangunan nasional di SMP Negeri 5 Kota Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengikuti taha-tahap penelitian sebagai berikut: (1) perencanan tindakan (planning), (2) penerapan tindakan (action), (3) observasi (observation) (4) refleksi (reflecting). Hasil penelitian ini menunjukan model pembelajaran Team Assisted Individualizatio, berhasil meningkatkan hasil belajar siswa serta penguasan materi mengenai Dinamika Kependudukan dan Pembangunan Nasional. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya aktivitas siswa, siswa memiliki keberanian bertanya, menjawab pertanyaan, berdiskusi dan bekerjasama dengan sesama anggota kelompok. hasil observasi aktivitas guru pada siklus I skor yang diperoleh 64,4% pada siklus II mengalami peningkatan hasil observasi aktivitas guru pada siklus II skor yang diperoleh 87%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan pada penguasaan materi dinamika kependudukan dan pembangunan nasional yang dapat dilihat dari perolehan nilai siswa, yakni terdapat 18 siswa (81,8%) yang belum mencapai KKM dan hanya terdapat 4 siswa (18,2%) yang mencapai KKM pada siklus I. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu terdapat 13 siswa (59%) sehingga jumlah ketuntasan siswa secara klasikal menjadi 17 siswa (77,3%) dan hanya 5 siswa (22,7%) yang belum mencapai KKM. Pembelajaran dengan Team Assisted Indivudalization dapat menciptakan suasana pembelajaran kreatif, aktif dan menyenangkan.