Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Comprehensive Information Learning Training for Productive Age Mothers in the Cervical Cancer Prevention and Care Movement (GERCEP) in the Community Lufthiani; Nasution, Siti Zahara; Karota, Evi; Siregar, Suri Mutia
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v8i2.11327

Abstract

Cervical cancer is the leading cause of cancer death for women in developing countries. The incidence of cervical cancer will increase four times greater in family planning acceptors who use hormonal contraceptives with a duration of more than five years. The high incidence of cervical cancer requires counseling for the community to conduct early detection of the possibility of cervical cancer. Through training and mentoring activities with comprehensive learning in productive age mother groups in the cervical cancer prevention and care Movement (GERCEP) efforts in the community that can increase knowledge as well as early prevention of cervical cancer and health maintenance efforts for productive age mothers. The method of implementing community service activities is carried out by providing education, learning training in the form of quizzing to 50 productive age mother groups. Education is carried out by providing health counseling about cervical cancer and how to prevent it through PHBS. The results of the implementation of this community service activity show that the mother's knowledge about cervical cancer and its prevention is in the good category (100%), after learning training activities. The results of the paired t-test test before and after being given learning training obtained a p value of 0.000. The results of this activity are expected that mothers are able to increase knowledge and insight in efforts to prevent cervical cancer through clean and healthy living behaviors.
Pengaruh Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap Masalah Kesehatan di Pesantren Novita, Ari; Nasution, Siti Zahara; Karota, Evi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.16127

Abstract

ABSTRACT Health issue and disease in Islamic boarding schools (pesantren) often receive inadequate attention from residents, the community and the government. This is primary due to the insufficient implementation of clean and healthy living behavior (PHBS). This research aims to identify the influence of clean and healthy living behavior (PHBS). This study aims to identify the impact of PHBS education on health problems occurring in pesantren. This research employs a Quasi-Experimental design with a Two Group Pretest and Posttest approach. The population comprises all male and female student at Pondok Pesantren An-Nabawi and Dayah Tarbiatul Muta'allimin. The sampling technique used is quota sampling ,with 30 respondents in  the intervention group and 30 in the control group. Based on statistical tests using the Wilcoxon Signed Rank test, the p-value for knowledge, attitudes and actions/behavior was 0.000 < ɑ = 0.05. This indicate a significant effect of PHBS (knowledge, attitudes, actions) on students before and after the intervention, leading to the rejection of H0 and so that H0 and acceptance of  Ha. In contrast, the control group showed no change in health issues as they did not receive PHBS education, with a p-value of 0.698 > 0.05.  The study concludes that knowledge, attitudes and behavior towards PHBS are generally lacking. Therefore, health workers are encouraged to continuosly educate students on clean and healthy living behaviors. Keywords: Clean And Healthy Living Behavior, Students, Health Issue  ABSTRAK Masalah kesehatan dan penyakit di pesantren sangat jarang mendapat perhatian dengan baik dari warga pesantren itu sendiri maupun masyarakat dan juga pemerintah. Hal ini disebabkan karena kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap masalah kesehatan yang terjadi di pesantren.  Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment berupa pendekatan Two Group Pretest and Posttest Design. Populasi dalam Penelitian ini merupakan seluruh Santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren An-Nabawi dan Dayah Tarbiatul muta’allimin. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah kouta sampling dengan menentukan 30 responden untuk kelas intervensi dan 30 responden untuk kelas kontrol.  Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank di dapatkan nilai p-Value pengetahuan, sikap, dan tindakan/ perilaku adalah 0,000 < ɑ = 0,05. Artinya ada pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (pengetahuan, sikap, tindakan) santri dalam PHBS sebelum dan sesudah intervensi, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan pada kelas kontrol tidak ada perubahan masalah kesehatan karena tidak diberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hal ini dilihat dari nilap p-value 0.698 > 0.698. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, tindakan memiliki kategori kurang, sehingga petugas kesehatan diharapkan selalu mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada santriwan-santriwati. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Santri, Masalah Kesehatan
Determinan Penyakit Hipertensi pada Peserta Posbindu PTM di Desa Meunasah Timu Kecamatan Peusangan Aceh Gusva, Nadya; Bukit, Evi Karota; Nasution, ⁠Siti Zahara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.16131

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the major non-communicable diseases (NCD) worldwide, significantly contributing to the burden of cardiovascular disease (CVDs), stroke, kidney failure, disability and premature death. Aprpoximately 49% of heart attack cases and 62% of stroke cases each year result from hypertension complications. Therefore, hypertension can adversely impact the economic, such as loss of household income due to illnes or disability. This research aims to identify the determinants of hypertension in PTM posbindu participants in Meunasah Timu Village, Aceh. This quantitative research employs an analytical observational design with a cross sectional approach, observing or measuring variables at one specific point in time with a sample size 50 individuals.The research results of the study indicate that hypertensive patients visiting Posbindu for health checks predominantly aged 45 – 59 years (68.0%), female (78%), and all of them are of Acehnese ethnicity and islam. The study concludes that non-modifiable risk factors, such as age, gender, and family history of hypertension, influence the occurrence of hypertension. However, some research finding suggest that age, gender, and family history are not always risk factors for hypertension. On the other hand modifiable factors such as smoking habits, consumption of salty foods or foods containing salt, coffe consumption, and obesity are not always determinants of hypertension. Several physiological and hormonal reasons, as well as the type of food or substance consumed, can be well tolerated by the body. It is hoped that health centers will continue to provide regular education to improve the knowledge, attitudes and actions of the community regarding the many risk factors for hypertension. Keywords: Hypertension, Posbindu Participants, PTM  ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) utama di seluruh dunia, yang secara signifikan berkontribusi terhadap beban penyakit kardiovaskular (CVD), stroke, gagal ginjal, kecacatan, dan kematian dini. Sekitar 49% kasus serangan jantung dan 62% kasus stroke setiap tahunnya diakibatkan oleh komplikasi hipertensi. Oleh karena itu, hipertensi dapat berdampak buruk pada ekonomi, seperti hilangnya pendapatan rumah tangga karena sakit atau kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan hipertensi pada peserta posbindu PTM di Desa Meunasah Timu, Aceh. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu mengamati atau mengukur variabel sekaligus pada satu titik waktu tertentu dengan jumlah sampel 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi yang berkunjung ke Posbindu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagian besar berusia 45-59 tahun (68,0%), berjenis kelamin perempuan (78%), dan seluruhnya berasal dari etnis Aceh dan beragama Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat hipertensi dalam keluarga, mempengaruhi terjadinya hipertensi. Namun, beberapa temuan penelitian menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga tidak selalu menjadi faktor risiko hipertensi. Di sisi lain, faktor-faktor yang dapat dimodifikasi seperti kebiasaan merokok, konsumsi makanan asin atau makanan yang mengandung garam, konsumsi kopi, dan obesitas tidak selalu menjadi faktor penentu terjadinya hipertensi. Beberapa alasan fisiologis dan hormonal, serta jenis makanan atau zat yang dikonsumsi, dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Diharapkan puskesmas terus memberikan edukasi secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat mengenai banyaknya faktor risiko hipertensi. Kata kunci: Hipertensi, Peserta Posbindu, PTM     
Model Ketahanan Keluarga Dalam Menghadapi Bencana Banjir Di Kelurahan Aur Kota Medan Ade Andrian; Evi Karota Bukit; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30202

Abstract

Bencana banjir beresiko tinggi mengancam keselamatan jiwa, merusak infrastruktur dan juga berdampak buruk terhadap fisik maupun psikologis seseorang, sehingga membutuhkan kemampuan ketahanan yang tinggi. Ketahanan keluarga menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki keluarga karena hal ini dapat mempengaruhi kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas model ketahanan keluarga dalam menghadapi bencana banjir di Kelurahan AUR Kota Medan. Jenis penelitian ini studi kuantitatif pre experimental design dengan pendekatan one group pre test - post test design. Sampel penelitian 42 orang kepala keluarga yang mengalami bencana banjir. Adapaun teknik pengambilan sampel purvosive sampling dan pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner ketahanan keluarga dan kesiapsiagaan keluarga. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi ketahanan keluarga dan latihan kesiapsiagaan keluarga efektif terhadap ketahanan dan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana banjir dengan hasil nilai p-value = 0,001 (p<0,005). Diharapkan kepada pemberi pelayanan kesehatan dan keperawatan memberikan edukasi ketahanan keluarga dan latihan kesiapsiagaan dalam penanganan banjir agar keluarga dapat mempertahankan dan beradaptasi terhadap masalah yang mereka hadapi
Efektivitas Emotional Freedom Technique Terhadap Kualitas Tidur Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan Many Flora; Dudut Tanjung; Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30819

Abstract

Salah satu aspek penting masalah yang dialami pasien hemodialisis adalah kualitas tidur yang buruk. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah Emotional Freedom Technique (EFT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas EFT terhadap kualitas tidur pada pasien hemodialisis. Metode yang digunakan adalah quasi experimental design nonequivalent control group pretest posttest design. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode convenience sampling. Responden dalam penelitian ini adalah pasien hemodialisis yang berjumlah 58 orang. Data dianalisis menggunakan wilcoxon signed rank test dan mann whitney u test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kualitas tidur pada kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p-value=0.003 (p<0,05). Ketukan yang diberikan selama EFT dapat mengirimkan sinyal ke area otak yang dapat meningkatkan serotonin serta mengurangi kortisol dalam tubuh sehingga menimbulkan rasa tenang. Kesimpulan diketahui Emotional Freedom Technique efektif terhadap kualitas tidur pada pasien hemodilisis dan disarankan dapat menjadi pilihan dalam intervensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien hemodialisis.
Efektivitas Self-Care Management Terhadap Perilaku Penderita Hipertensi Pada Lansia : Literature Review Deskrisman Stefan Mendrofa; Evi Karota; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41470

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang melebihi nilai normal, hipertensi berpotensi menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah dan organ vital seperti jantung, ginjal, dan otak. Oleh karena itu diberikan self-care management dalam meningkatkan perilaku penderita hipertensi pada lansia untuk mengelola kondisi kesehatan mereka secara efektif. Tujuan : untuk memberikan gambaran tentang efektivitas self-care management dalam meningkatkan perilaku penderita hipertensi pada lansia. Metode: Penelusuran data literatur review dalam penelitian ini menggunakan tiga database yaitu database Google Scholar, Science Direct, dan Proquest. Artikel yang digunakan sebagai sumber literature dipilih berdasarkan kriteria inklusi secara tunggal, jurnal akreditasi nasional dan internasional ISSN, DOI, artikel full text. Hasil: Didapatkan 7 jurnal yang menyatakan bahwa self-care management mampu meningkatkan perilaku pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia. Kesimpulan : self-care management yang diberikan kepada pasien hipertensi secara signifikan meningkatkan tingkat pengetahuan hipertensi, kepatuhan terhadap pengobatan, dan manajemen perawatan diri.
Efektivitas Self-Care Management Terhadap Perilaku Lansia Penderita Hipertensi Deskrisman Stefan Mendrofa; Evi Karota; Siti Zahara Nasution; Kiking Ritarwan; Riswani Tanjung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46568

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang umum ditemukan pada lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Intervensi manajemen perawatan diri diyakini dapat meningkatkan perilaku kesehatan pada lansia yang menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas self-care management terhadap perilaku pasien lansia dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental non-equivalent control group pretest-posttest design. Sebanyak 64 pasien lansia dengan hipertensi dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi menerima edukasi berupa video tentang self-care management sebanyak dua kali seminggu selama dua minggu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta dianalisis menggunakan uji paired t-test dan uji t-test independen. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan, sikap dan tindakan juga meningkat secara signifikan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa self-care management berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam self-care management pada lansia dengan hipertensi.
Pengaruh Terapi Herbal Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus di Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara Angenia Itoniat Zega; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Khairunnisa Khairunnisa; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47000

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi secara global, yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Pengelolaan diabetes tidak hanya mengandalkan terapi obat, namun dapat dilengkapi dengan pendekatan non-farmakologis, seperti pemanfaatan tanaman herbal. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai agen antidiabetes alami adalah daun kelor (Moringa oleifera), yang diketahui mengandung senyawa aktif penurun gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi herbal daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasy Experimental Pretest-Postest Non-Equivalent with Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara, sampel yang diperlukan adalah 32 orang kelompok intervensi dan 32 kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T-test. Hasil penelitian kedua kelompok intervensi dan kontrol terbukti signifikan secara statistik dengan nilai p-value sebesar 0,002 atau <0,05 dengan rerata selisih kedua kelompok sebesar 106,74 mg/dl yang menunjukkan bahwa terapi herbal daun kelor efektif mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam perubahan penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus.
Pengaruh Terapi Herbal Jus Tomat Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir Lia Mayang Sari Sijabat; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Evawany Yunita Aritonang; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47046

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke, dll. Penanganan non-farmakologis, termasuk terapi herbal jus tomat menjadi suatu alternatif yang baik karena efek samping yang minimal Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian Quasy-Experiment Pretest-Postest Non-Equivalen With Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir, dengan total sampel sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok Kontrol yang dipilih dengan menggunakan Teknik simple random sampling, data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan uji statistic T-test. Terdapat perbedaan tekanan darah penderita hipertensi sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan dengan nilai P-Value sistol 0,000 dan P-Value diastole 0,000 dan nilai rerata selisih sistol kelompok kontrol dan intervensi adalah 13,73, pada diastol 4,69. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh terapi herbal jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi herbal jus tomat memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. sehingga jus tomat ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan non-farmakologis dalam manajemen hipertensi.
Efektivitas Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan Cahaya Artha Anastasia Gultom; Siti Zahara Nasution; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47689

Abstract

ABSTRAK Kecemasan merupakan respons psikologis yang umum dialami oleh pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi, yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan keberhasilan terapi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas relaksasi autogenik terhadap tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Jumlah sampel sebanyak 64 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri dari 32 orang. Intervensi relaksasi autogenik diberikan selama 15–20 menit selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran kecemasan dilakukan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa relaksasi autogenik efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam mengurangi kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kata Kunci: relaksasi autogenik, kecemasan, kanker payudara, kemoterapi ABSTRACT Anxiety is a common psychological response experienced by breast cancer patients undergoing chemotherapy, often affecting their quality of life and treatment adherence. One non-pharmacological intervention that can reduce anxiety is autogenic relaxation. This study aimed to evaluate the effectiveness of autogenic relaxation on the anxiety levels of breast cancer patients undergoing chemotherapy at Murni Teguh Hospital Medan. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was used. A total of 64 respondents were selected using purposive sampling and divided equally into intervention and control groups. The autogenic relaxation intervention was administered for 15–20 minutes over three consecutive days. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). The results showed a significant decrease in anxiety levels in the intervention group compared to the control group. These findings suggest that autogenic relaxation is effective as an independent nursing intervention to reduce anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Keywords: autogenic relaxation, anxiety, breast cancer, chemotherapy