Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Terapi Herbal Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus di Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara Angenia Itoniat Zega; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Khairunnisa Khairunnisa; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47000

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi secara global, yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Pengelolaan diabetes tidak hanya mengandalkan terapi obat, namun dapat dilengkapi dengan pendekatan non-farmakologis, seperti pemanfaatan tanaman herbal. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai agen antidiabetes alami adalah daun kelor (Moringa oleifera), yang diketahui mengandung senyawa aktif penurun gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi herbal daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasy Experimental Pretest-Postest Non-Equivalent with Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara, sampel yang diperlukan adalah 32 orang kelompok intervensi dan 32 kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T-test. Hasil penelitian kedua kelompok intervensi dan kontrol terbukti signifikan secara statistik dengan nilai p-value sebesar 0,002 atau <0,05 dengan rerata selisih kedua kelompok sebesar 106,74 mg/dl yang menunjukkan bahwa terapi herbal daun kelor efektif mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam perubahan penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus.
Pengaruh Terapi Herbal Jus Tomat Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir Lia Mayang Sari Sijabat; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Evawany Yunita Aritonang; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47046

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke, dll. Penanganan non-farmakologis, termasuk terapi herbal jus tomat menjadi suatu alternatif yang baik karena efek samping yang minimal Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian Quasy-Experiment Pretest-Postest Non-Equivalen With Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir, dengan total sampel sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok Kontrol yang dipilih dengan menggunakan Teknik simple random sampling, data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan uji statistic T-test. Terdapat perbedaan tekanan darah penderita hipertensi sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan dengan nilai P-Value sistol 0,000 dan P-Value diastole 0,000 dan nilai rerata selisih sistol kelompok kontrol dan intervensi adalah 13,73, pada diastol 4,69. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh terapi herbal jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi herbal jus tomat memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. sehingga jus tomat ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan non-farmakologis dalam manajemen hipertensi.
Efektivitas Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan Cahaya Artha Anastasia Gultom; Siti Zahara Nasution; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47689

Abstract

ABSTRAK Kecemasan merupakan respons psikologis yang umum dialami oleh pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi, yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan keberhasilan terapi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas relaksasi autogenik terhadap tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Jumlah sampel sebanyak 64 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri dari 32 orang. Intervensi relaksasi autogenik diberikan selama 15–20 menit selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran kecemasan dilakukan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa relaksasi autogenik efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam mengurangi kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kata Kunci: relaksasi autogenik, kecemasan, kanker payudara, kemoterapi ABSTRACT Anxiety is a common psychological response experienced by breast cancer patients undergoing chemotherapy, often affecting their quality of life and treatment adherence. One non-pharmacological intervention that can reduce anxiety is autogenic relaxation. This study aimed to evaluate the effectiveness of autogenic relaxation on the anxiety levels of breast cancer patients undergoing chemotherapy at Murni Teguh Hospital Medan. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was used. A total of 64 respondents were selected using purposive sampling and divided equally into intervention and control groups. The autogenic relaxation intervention was administered for 15–20 minutes over three consecutive days. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). The results showed a significant decrease in anxiety levels in the intervention group compared to the control group. These findings suggest that autogenic relaxation is effective as an independent nursing intervention to reduce anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Keywords: autogenic relaxation, anxiety, breast cancer, chemotherapy
Pengaruh Terapi Herbal Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Asam di Wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Yeriska Aprillina; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Khairunnisa Khairunnisa; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47931

Abstract

Abstrak Kadar asam urat yang tinggi pada penderita gout arthritis menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi herbal daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group pretest-posttest, melibatkan 62 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberi terapi air rebusan daun salam dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar asam urat yang lebih signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata kadar asam urat menurun dari 10,87 mg/dL menjadi 7,90 mg/dL. Terapi daun salam terbukti efektif menurunkan kadar asam urat melalui kandungan flavonoid dan efek diuretiknya. Penelitian ini mendukung penggunaan terapi herbal sebagai pendekatan non-farmakologis dalam keperawatan komunitas.Kata Kunci: terapi herbal, daun salam, asam urat, keperawatan komunitas, gout arthritis. Abstract High uric acid levels in gout arthritis patients are a significant health issue, particularly in the working area of Sibolangit Health Center, Deli Serdang Regency. This study aimed to analyze the effect of bay leaf herbal therapy on reducing uric acid levels. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group pretest-posttest was applied, involving 62 respondents divided into intervention and control groups. The intervention group received boiled bay leaf water therapy twice daily for 14 days. Results showed a more significant decrease in uric acid levels in the intervention group compared to the control. The average uric acid level decreased from 10.87 mg/dL to 7.90 mg/dL. Bay leaf therapy proved effective in reducing uric acid levels due to its flavonoid content and diuretic effects. This study supports the use of herbal therapy as a non-pharmacological approach in community nursing. Keywords: herbal therapy, bay leaf, uric acid, community nursing, gout arthritis.
Hubungan Aktivitas Perawatan Diri Diabetes dengan Kontrol Glikemik Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Bulan Medan Moris Samsul Lamhot Hutahaean; Mula Tarigan; Evi Karota; Muhammad Sukri Tanjung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48040

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a group of metabolic diseases that occur when the body cannot effectively use the insulin it produces, resulting in hyperglycemia. T2DM mostly affects adults and is usually caused by age, overweight and inactivity. To manage diabetes appropriately or achieve adequate glycemic control, patients must perform diabetes self-care activities by organizing a proper diet, doing physical exercise, monitoring blood sugar levels, complying with prescribed medications, performing foot care, and quitting smoking. The purpose of this study was to determine the relationship of diabetes self-care activities with glycemic control in type 2 diabetes patients in the Padang Bulan Medan Health Center. This research method is quantitative non-experimental with correlation design. The majority of respondents carried out insufficient self-care activities (47.1%) with 79.3% uncontrolled glycemic control. The relationship between diabetes self-care activities and glycemic control was significant with p = 0.000 (<0.001) with a value of r = 0.643. Health center workers are expected to provide diabetes self-care education. Improving the implementation of diabetes self-care activities is aimed at preventing further complications and improving the quality of life of patients. Keywords: Diabetes. T2DM, diabetes self-care activities, glycemic control
Dukungan Keluarga: Pengalaman Pasien Kanker yang Sedang Menjalani Pengobatan di Rumah Singgah YKI Sumatera Utara Farah Darayana; Siti Zahara Nasution; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dukungan keluarga yang dirasakan oleh pasien kanker selama menjalani pengobatan di Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik total sampling dan melibatkan delapan partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian mengungkapkan empat tema utama dukungan keluarga yang dirasakan pasien, yaitu: dukungan emosional, informasional, instrumental, serta penghargaan dan penilaian. Dukungan emosional seperti perhatian, semangat, dan kehadiran keluarga terbukti memberikan ketenangan psikologis. Dukungan informasional membantu pasien memahami proses pengobatan melalui peran aktif keluarga dalam pencarian informasi. Dukungan instrumental mencakup bantuan transportasi, finansial, dan kebutuhan harian. Dukungan penghargaan memberikan validasi terhadap ketahanan pasien dan mendorong motivasi untuk melanjutkan pengobatan. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan keluarga memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kepatuhan pasien terhadap terapi. Pendekatan keperawatan komunitas yang melibatkan keluarga sangat dibutuhkan dalam manajemen perawatan pasien kanker secara holistik.
Pengaruh Edukasi Manajemen Diri Diabetes Terhadap Pengetahuan dan Keyakinan Diri Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan Maria Uli Marselina Saragih; Siti Zahara Nasution; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50121

Abstract

Peningkatan jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 di Indonesia menimbulkan tantangan dalam pengelolaan penyakit kronik. Edukasi mandiri berbasis Diabetes Self-Management Education (DSME) dipandang efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME terhadap peningkatan pengetahuan dan self-efficacy pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sebanyak 66 pasien dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan self-efficacy yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada nilai pengetahuan dan self-efficacy kelompok intervensi setelah diberikan edukasi DSME, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 65,21 menjadi 85,45, dan self-efficacy dari 60,45 menjadi 88,12. Edukasi DSME terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman dan keyakinan pasien dalam pengelolaan diri. Hasil ini mengindikasikan pentingnya integrasi DSME dalam praktik keperawatan untuk pasien dengan penyakit kronis.
Literature Review : Pengalaman Ibu Merawat Anak Thalasemia Icceng Sidabutar; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56858

Abstract

Thalasemia merupakan pengelompokan kelainan genetik hetegoren yang disebabkan oleh penurunan sintesis rantai alfa dan beta hemoglobin (Hb). Hemoglobin bekerja untuk membawa oksigen melalui darah merah. Penderita thalasemia harus melakukan transfusi darah secara rutin yang menyebabkan kelebihan zat besi sehingga penderita thalasemia harus mengkonsumsi obat kelasi besi untuk mengurangi zat besi yang berlebihan akibat keseringan transfusi darah. Peranan ibu selama pasien menjalani transfusi sangat diperlukan untuk mendampingi serta berperan sebagai perawat selama merawat anaknya, oleh karena itu evaluasi pengalamaan ibu dalam merawat anak thalassemia sangat diperlukan untuk keberhasilan dalam fase pengobatan. Artikel ini menggunakan 6 langkah diantaranya : merumuskan pertanyaan penelitian dan tujuan penelitian, dengan mencari literatur yang sudah ada, menyaring data sesuai inklusi, menilai kualitas artikel, mengekstrak data dan menganalisa data. Didapat hasil dari 4 database diperoleh 7 artikel dengan rincian 2 dari artikel dari Pubmed, 1 artikel KnE Life Sciences, 1 artikel dari ScienCE direct dan 3 artikel EBSCO. Dari 7 artikel didapatkan bahwa orang tua mengalami tingkat stres dan syok, dukungan keluarga, kekuatiran tentang masa depan anak, kendala merawat anak, upaya dalam mengobati anak. Hasil review ditemukan karakteristik dan kekhawatiran terhadap anak, tantangan terkait diagnosis dan pengobatan, distres sosio-emosional dan psikososial, beban finansial, tantangan keluarga dan peran orang tua, dukungan sosial, kurangnya pengetahuan dan sumber informasi
Pengaruh Intervensi Manajemen Diri Berbasis Peningkatan Self-Efficacy Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Tafrina Ginting; Evi Karota; Riswani Tanjung; Farida Linda Sari Siregar; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58143

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi dan mengontrol kadar glukosa darah. Salah satu pendekatan penting adalah intervensi manajemen diri berbasis peningkatan self-efficacy agar pasien mampu menjalankan perilaku perawatan mandiri secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi manajemen diri berbasis self-efficacy terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest nonequivalent control group design. Sebanyak 76 pasien DM tipe II dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi (n=38) di Puskesmas Binjai Kota dan kelompok kontrol (n=38) di Puskesmas Rambung. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah pada kelompok intervensi menurun signifikan dari 272,34 mg/dL menjadi 190,97 mg/dL (p=0,001), sedangkan pada kelompok kontrol hanya berubah dari 269,34 mg/dL menjadi 267,92 mg/dL (p=0,788). Uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,001). Simpulan yaitu intervensi manajemen diri berbasis self-efficacy efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II dan dapat dipertimbangkan sebagai strategi keperawatan di layanan kesehatan primer. Kata kunci: self-efficacy, manajemen diri, diabetes melitus, kadar glukosa darah
Nilai – Nilai dan Norma Budaya Batak Toba dalam Perawatan Diri Lansia Untuk Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus: Studi Ethnonursing Evi Metti Purba; Evi Karota; Siti Zahara Nasution; Farida Linda Siregar; Jenny Marlindawani Purba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58163

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan diri (self-care) optimal untuk mencegah komplikasi, khususnya pada lansia. Namun, penelitian mengenai peran nilai budaya dalam membentuk perilaku self-care pada komunitas etnis tertentu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai dan norma budaya Batak Toba dalam perawatan diri lansia dengan diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain ethnonursing yang mengintegrasikan Culture Care Theory dan Goal Attainment Theory. Sebanyak 15 informan dipilih secara purposive di wilayah kerja Puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan thematic analysis. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) penggunaan herbal tradisional dan praktik penyembuhan budaya, (2) pengaruh kepercayaan spiritual terhadap keputusan kesehatan, (3) peran keluarga dalam sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu, dan (4) norma budaya yang memengaruhi pola makan, kepatuhan pengobatan, dan interaksi sosial. Nilai budaya tersebut membentuk perilaku self-care lansia secara holistik. Penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan diri lansia Batak Toba bersifat multidimensional dan berbasis budaya. Oleh karena itu, intervensi keperawatan yang sensitif budaya dan berbasis keluarga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan diabetes dan pencegahan komplikasi. Kata kunci: Diabetes melitus, self-care, budaya Batak Toba, lansia, ethnonursing