Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Terapi Herbal Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Asam di Wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Yeriska Aprillina; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Khairunnisa Khairunnisa; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47931

Abstract

Abstrak Kadar asam urat yang tinggi pada penderita gout arthritis menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi herbal daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group pretest-posttest, melibatkan 62 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberi terapi air rebusan daun salam dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar asam urat yang lebih signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata kadar asam urat menurun dari 10,87 mg/dL menjadi 7,90 mg/dL. Terapi daun salam terbukti efektif menurunkan kadar asam urat melalui kandungan flavonoid dan efek diuretiknya. Penelitian ini mendukung penggunaan terapi herbal sebagai pendekatan non-farmakologis dalam keperawatan komunitas.Kata Kunci: terapi herbal, daun salam, asam urat, keperawatan komunitas, gout arthritis. Abstract High uric acid levels in gout arthritis patients are a significant health issue, particularly in the working area of Sibolangit Health Center, Deli Serdang Regency. This study aimed to analyze the effect of bay leaf herbal therapy on reducing uric acid levels. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group pretest-posttest was applied, involving 62 respondents divided into intervention and control groups. The intervention group received boiled bay leaf water therapy twice daily for 14 days. Results showed a more significant decrease in uric acid levels in the intervention group compared to the control. The average uric acid level decreased from 10.87 mg/dL to 7.90 mg/dL. Bay leaf therapy proved effective in reducing uric acid levels due to its flavonoid content and diuretic effects. This study supports the use of herbal therapy as a non-pharmacological approach in community nursing. Keywords: herbal therapy, bay leaf, uric acid, community nursing, gout arthritis.
Hubungan Aktivitas Perawatan Diri Diabetes dengan Kontrol Glikemik Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Bulan Medan Moris Samsul Lamhot Hutahaean; Mula Tarigan; Evi Karota; Muhammad Sukri Tanjung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48040

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a group of metabolic diseases that occur when the body cannot effectively use the insulin it produces, resulting in hyperglycemia. T2DM mostly affects adults and is usually caused by age, overweight and inactivity. To manage diabetes appropriately or achieve adequate glycemic control, patients must perform diabetes self-care activities by organizing a proper diet, doing physical exercise, monitoring blood sugar levels, complying with prescribed medications, performing foot care, and quitting smoking. The purpose of this study was to determine the relationship of diabetes self-care activities with glycemic control in type 2 diabetes patients in the Padang Bulan Medan Health Center. This research method is quantitative non-experimental with correlation design. The majority of respondents carried out insufficient self-care activities (47.1%) with 79.3% uncontrolled glycemic control. The relationship between diabetes self-care activities and glycemic control was significant with p = 0.000 (<0.001) with a value of r = 0.643. Health center workers are expected to provide diabetes self-care education. Improving the implementation of diabetes self-care activities is aimed at preventing further complications and improving the quality of life of patients. Keywords: Diabetes. T2DM, diabetes self-care activities, glycemic control
Dukungan Keluarga: Pengalaman Pasien Kanker yang Sedang Menjalani Pengobatan di Rumah Singgah YKI Sumatera Utara Farah Darayana; Siti Zahara Nasution; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dukungan keluarga yang dirasakan oleh pasien kanker selama menjalani pengobatan di Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik total sampling dan melibatkan delapan partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian mengungkapkan empat tema utama dukungan keluarga yang dirasakan pasien, yaitu: dukungan emosional, informasional, instrumental, serta penghargaan dan penilaian. Dukungan emosional seperti perhatian, semangat, dan kehadiran keluarga terbukti memberikan ketenangan psikologis. Dukungan informasional membantu pasien memahami proses pengobatan melalui peran aktif keluarga dalam pencarian informasi. Dukungan instrumental mencakup bantuan transportasi, finansial, dan kebutuhan harian. Dukungan penghargaan memberikan validasi terhadap ketahanan pasien dan mendorong motivasi untuk melanjutkan pengobatan. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan keluarga memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kepatuhan pasien terhadap terapi. Pendekatan keperawatan komunitas yang melibatkan keluarga sangat dibutuhkan dalam manajemen perawatan pasien kanker secara holistik.
Pengaruh Edukasi Manajemen Diri Diabetes Terhadap Pengetahuan dan Keyakinan Diri Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan Maria Uli Marselina Saragih; Siti Zahara Nasution; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50121

Abstract

Peningkatan jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 di Indonesia menimbulkan tantangan dalam pengelolaan penyakit kronik. Edukasi mandiri berbasis Diabetes Self-Management Education (DSME) dipandang efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME terhadap peningkatan pengetahuan dan self-efficacy pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sebanyak 66 pasien dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan self-efficacy yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada nilai pengetahuan dan self-efficacy kelompok intervensi setelah diberikan edukasi DSME, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 65,21 menjadi 85,45, dan self-efficacy dari 60,45 menjadi 88,12. Edukasi DSME terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman dan keyakinan pasien dalam pengelolaan diri. Hasil ini mengindikasikan pentingnya integrasi DSME dalam praktik keperawatan untuk pasien dengan penyakit kronis.