Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap Masalah Kesehatan di Pesantren Novita, Ari; Nasution, Siti Zahara; Karota, Evi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.16127

Abstract

ABSTRACT Health issue and disease in Islamic boarding schools (pesantren) often receive inadequate attention from residents, the community and the government. This is primary due to the insufficient implementation of clean and healthy living behavior (PHBS). This research aims to identify the influence of clean and healthy living behavior (PHBS). This study aims to identify the impact of PHBS education on health problems occurring in pesantren. This research employs a Quasi-Experimental design with a Two Group Pretest and Posttest approach. The population comprises all male and female student at Pondok Pesantren An-Nabawi and Dayah Tarbiatul Muta'allimin. The sampling technique used is quota sampling ,with 30 respondents in  the intervention group and 30 in the control group. Based on statistical tests using the Wilcoxon Signed Rank test, the p-value for knowledge, attitudes and actions/behavior was 0.000 < ɑ = 0.05. This indicate a significant effect of PHBS (knowledge, attitudes, actions) on students before and after the intervention, leading to the rejection of H0 and so that H0 and acceptance of  Ha. In contrast, the control group showed no change in health issues as they did not receive PHBS education, with a p-value of 0.698 > 0.05.  The study concludes that knowledge, attitudes and behavior towards PHBS are generally lacking. Therefore, health workers are encouraged to continuosly educate students on clean and healthy living behaviors. Keywords: Clean And Healthy Living Behavior, Students, Health Issue  ABSTRAK Masalah kesehatan dan penyakit di pesantren sangat jarang mendapat perhatian dengan baik dari warga pesantren itu sendiri maupun masyarakat dan juga pemerintah. Hal ini disebabkan karena kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap masalah kesehatan yang terjadi di pesantren.  Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment berupa pendekatan Two Group Pretest and Posttest Design. Populasi dalam Penelitian ini merupakan seluruh Santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren An-Nabawi dan Dayah Tarbiatul muta’allimin. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah kouta sampling dengan menentukan 30 responden untuk kelas intervensi dan 30 responden untuk kelas kontrol.  Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank di dapatkan nilai p-Value pengetahuan, sikap, dan tindakan/ perilaku adalah 0,000 < ɑ = 0,05. Artinya ada pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (pengetahuan, sikap, tindakan) santri dalam PHBS sebelum dan sesudah intervensi, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan pada kelas kontrol tidak ada perubahan masalah kesehatan karena tidak diberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hal ini dilihat dari nilap p-value 0.698 > 0.698. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, tindakan memiliki kategori kurang, sehingga petugas kesehatan diharapkan selalu mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada santriwan-santriwati. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Santri, Masalah Kesehatan
Determinan Penyakit Hipertensi pada Peserta Posbindu PTM di Desa Meunasah Timu Kecamatan Peusangan Aceh Gusva, Nadya; Bukit, Evi Karota; Nasution, ⁠Siti Zahara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.16131

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the major non-communicable diseases (NCD) worldwide, significantly contributing to the burden of cardiovascular disease (CVDs), stroke, kidney failure, disability and premature death. Aprpoximately 49% of heart attack cases and 62% of stroke cases each year result from hypertension complications. Therefore, hypertension can adversely impact the economic, such as loss of household income due to illnes or disability. This research aims to identify the determinants of hypertension in PTM posbindu participants in Meunasah Timu Village, Aceh. This quantitative research employs an analytical observational design with a cross sectional approach, observing or measuring variables at one specific point in time with a sample size 50 individuals.The research results of the study indicate that hypertensive patients visiting Posbindu for health checks predominantly aged 45 – 59 years (68.0%), female (78%), and all of them are of Acehnese ethnicity and islam. The study concludes that non-modifiable risk factors, such as age, gender, and family history of hypertension, influence the occurrence of hypertension. However, some research finding suggest that age, gender, and family history are not always risk factors for hypertension. On the other hand modifiable factors such as smoking habits, consumption of salty foods or foods containing salt, coffe consumption, and obesity are not always determinants of hypertension. Several physiological and hormonal reasons, as well as the type of food or substance consumed, can be well tolerated by the body. It is hoped that health centers will continue to provide regular education to improve the knowledge, attitudes and actions of the community regarding the many risk factors for hypertension. Keywords: Hypertension, Posbindu Participants, PTM  ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) utama di seluruh dunia, yang secara signifikan berkontribusi terhadap beban penyakit kardiovaskular (CVD), stroke, gagal ginjal, kecacatan, dan kematian dini. Sekitar 49% kasus serangan jantung dan 62% kasus stroke setiap tahunnya diakibatkan oleh komplikasi hipertensi. Oleh karena itu, hipertensi dapat berdampak buruk pada ekonomi, seperti hilangnya pendapatan rumah tangga karena sakit atau kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan hipertensi pada peserta posbindu PTM di Desa Meunasah Timu, Aceh. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu mengamati atau mengukur variabel sekaligus pada satu titik waktu tertentu dengan jumlah sampel 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi yang berkunjung ke Posbindu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagian besar berusia 45-59 tahun (68,0%), berjenis kelamin perempuan (78%), dan seluruhnya berasal dari etnis Aceh dan beragama Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat hipertensi dalam keluarga, mempengaruhi terjadinya hipertensi. Namun, beberapa temuan penelitian menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga tidak selalu menjadi faktor risiko hipertensi. Di sisi lain, faktor-faktor yang dapat dimodifikasi seperti kebiasaan merokok, konsumsi makanan asin atau makanan yang mengandung garam, konsumsi kopi, dan obesitas tidak selalu menjadi faktor penentu terjadinya hipertensi. Beberapa alasan fisiologis dan hormonal, serta jenis makanan atau zat yang dikonsumsi, dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Diharapkan puskesmas terus memberikan edukasi secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat mengenai banyaknya faktor risiko hipertensi. Kata kunci: Hipertensi, Peserta Posbindu, PTM     
Pengaruh Edukasi Manajemen Diri Diabetes Terhadap Pengetahuan dan Keyakinan Diri Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan Saragih, Maria Uli Marselina; Nasution, Siti Zahara; Bukit, Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50121

Abstract

Peningkatan jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 di Indonesia menimbulkan tantangan dalam pengelolaan penyakit kronik. Edukasi mandiri berbasis Diabetes Self-Management Education (DSME) dipandang efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME terhadap peningkatan pengetahuan dan self-efficacy pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sebanyak 66 pasien dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan self-efficacy yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada nilai pengetahuan dan self-efficacy kelompok intervensi setelah diberikan edukasi DSME, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 65,21 menjadi 85,45, dan self-efficacy dari 60,45 menjadi 88,12. Edukasi DSME terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman dan keyakinan pasien dalam pengelolaan diri. Hasil ini mengindikasikan pentingnya integrasi DSME dalam praktik keperawatan untuk pasien dengan penyakit kronis.