Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK POS DAN PUPUK GANDASIL Siregar, Elda Sari; Nasution, Fery Endang
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.17139

Abstract

ABSTRAK Pada Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu pupuk Organik POS dan pupuk gandasil. Pada parameter tinggi tanaman umur 4, 6, 8, 10, 12 mst, parameter diameter batang pada umur 4, 6, 10 dan 12 mst, parameter jumlah daun pada umur 4, 6, 8, dan 10 mst, dan para meter luas daun pada umur 4, 8, 10 dan 12 mst menunjukkan adanya pengaruh yang nyata terhadap pemberian pupuk organik tetapi, pada parameter diameter batang saat umur tanaman 8 mst dan parameter luas daun pada umur 6 mst tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Pada parameter tinggi tanaman umur 4, 6, 8, 10, 12 mst, parameter diameter batang pada umur 4 dan 6 mst, parameter jumlah daun pada umur 6 dan 8 mst, dan parameter luas daun pada umur 8, 10 dan 12 mst menunjukkan adanya pengaruh yang nyata terhadap pemberian pupuk gandasil, tetapi pada pengamatan diameter batang pada umur 8, 10 dan 12 mst, pengamatan di jumlah daun di umur 4 juga 10 mst, pengamatan luas daun pada umur 4 dan 6 mst tidak menunjukkan pengaruh yang nyata dengan pemberian Gandasil. Tidak berpengaruh nyata terhadap interaksi pemberian Pupuk Organik dan pupuk gandasil terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun pada umur 4, 6, dan 8, tetapi pada pengamatan luas daun di umur 10 dan 12 mst berpengaruh nyata untuk interaksi kedua pupuk tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pemberian pupuk organik POS dalam dosis 150 gr/polybag dan pemberian pupuk gandasil dalam dosis 6 gr/liter air memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman Kakao
IDENTIFIKASI MORFOLOGI TANAMAN SALAK SIDIMPUAN (Salacca sumatrana Becc) PADA ELEVASI YANG BERBEDA Siregar, Elda Sari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14470

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun, dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) di dataran tinggi, ntuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) didataran medium, Untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun, dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) didataran sedang. Hasil penelitian ini adalah: Hasil penelitian tanaman salak pada 3 elevasi di tapanuli selatan dengan elevasi yang berbeda tidak berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat tidak berpengaruh terhadap morfologi tanaman salak di buktikan dari dendogram yang telah di buat membuktikan bahwa tidak banyak didapatkan keragaman morfologi, yang membedakan hanya pada panjang pelepah,panjang tangkai daun, bentuk buah, dan rasa buah. Hasil penelitian di 3 elevasi terdapat beberapa aksesi yang memilki kemiripan AS1 dan AS2 semua morfologi mirip hanya saja yang membedakan pada bentuk buah, AB1 dan AB7 semua morfologi sama yang membedakan hanya pada warna buah, bentuk buah, dan warna biji, AB2 dan AT6 semua morfologi mirip tidak ada yang membedakan, dan AB2 dan AT5 memiliki kemiripan hanya saja yang membedakannya hanya bentuk buah dan rasa buah.
KEGIATAN PEMBUMBUNAN DAN PEMBERIAN PUPUK KANDANGKOTORAN LEMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMANWORTEL (Daucus carota L) DI DESA GUNUNG TUA PANYABUNGAN Erti Kumala Indah; Ritonga, Eka Nurwani; Siregar, Elda Sari; Harahap, Samsinar
Jurnal Transformasi Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPI January
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/cwkc5j57

Abstract

The purpose of this community service is as a community training activity on how to hill up and provide cow dung fertilizer for the growth and production of carrot plants (Daucus carotaL). This community service was carried out in Gunung Tua Panyabungan village in collaboration with lecturers from the Muhammadiyah University of South Tapanuli. This activity involved the Dos Niroha Gunung Tua Panyabungan Farmers Group. Carrot planting is a community service carried out using the method of surveying the location of rice fields in the Gunung Tua Panyabungan village area. By providing seeds to be planted and earthing up, the land is processed first. The provision of cow dung manure is processed first. Community service through extension plays a very important role in maintaining environmental sustainability by providing manure. Farmers realize that providing manure can reduce chemical use and is environmentally friendly. This training can improve the welfare of farmers and help the local economy.
Phonetic Reality of Plosive Consonants and Fricative Minangkabau Language in Bengkulu City Astuti, Dina Putri Juni; Seles, Susi; Siregar, Nelda Sari; Taulani, Andre
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026 in progress
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i2.1290

Abstract

The Minangkabau language is unique, having 19 consonant phonemes in the vocabulary used in daily communication. The existence of phonemes indirectly affects the meaning and shift of the original sound. This is due to the reduction of consonant phonemes when young Minangkabau speakers tend to absorb the consonant system of Indonesian or their local environmental language, rather than Minangkabau. Thus, this study aims to: 1) describe the phonetic reality of Minangkabau plosive consonants in Bengkulu City and 2) describe the phonetic reality of Minangkabau fricative consonants in Bengkulu City. The research method used is qualitative descriptive. The research data was in the form of native Minang speech in Bengkulu City with 50 samples based on 4 criteria: age > 60 years, 50-60 years, 25-50 years and < 24 years. Data collection techniques are in the form of interviews and recordings as well as documentation. The results of this study were obtained 6 plosive consonant phonemes, namely: p/, /b/, /t/, /d/, /k/, and /g/ and 3 fricative consonant phonemes, namely: phonemes /s/, /h/ and /f/ in the daily speech of the Minangkabau people which have similarities with the structure of the Malay language. The conclusion of this study is that the plosive consonants and fricative consonants of the Minangkabau language have been proven to appear productively in various word positions, with the phonological structure of Minangkabau still functioning consistently in daily speech practice. Illustrating that the Minangkabau community in Bengkulu City still maintains its strong phonological identity and pronunciation system with a relative, stable, conservative and consistent sound system.