Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Development of Web-Based Learning Media Using Google Sites for Lines and Angles Harahap, Adek Nilasari; Nurdalilah, Nurdalilah; Lubis, Susi Sulastri
JDIME: Journal of Development and Innovation in Mathematics Education Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Development and Innovation in Mathematics Education
Publisher : Insitut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jdime.v2i1.4116

Abstract

This study is motivated by the low understanding of students regarding the topics of lines and angles in mathematics, which is attributed to the lack of interactive and engaging learning media. The objective of this research is to develop a web-based learning media using Google Sites to enhance students' comprehension of these topics. The type of research conducted is Research and Development (R&D), adapted from the Borg & Gall model. The instruments used include achievement tests, interviews, and observations. The data analysis techniques employed are descriptive and inferential analysis for quantitative data and thematic analysis for qualitative data. The research results indicate that the web-based learning media developed using Google Sites is effective in improving students' understanding and motivation in learning. In conclusion, this media not only enhances learning outcomes but also increases student participation in the learning process. The implications of these findings suggest that the integration of web-based technology in mathematics education can enhance educational quality. However, the study's limitations include a restricted and specific sample, thus further research with larger and more diverse samples and application to other subjects is recommended.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Manalu, Elsadday Br; Nurdalilah, Nurdalilah; Wardani, Hizmi; Hasanah, Wilda; Hasugian, Grace Stela Lely
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14930

Abstract

Penelitiaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik menggunakan model pendekatan problem based learning. Subjek  penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X AKL 1  SMK Negeri 7 Medan yang berjumlah 36 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, yaitu siklus pertama terdiri dari dua pertemuan, siklus kedua terdiri dari dua pertemuan, dan siklus ketiga terdiri dari dua pertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, tes siklus, angket respon siswa, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir matematis siswa kelas X AKL 1  SMK Negri 7 Medan meningkat dibandingkan pada Siklus I, Siklus II dan Siklus III. Hal ini ditunjukkan oleh 32 siswa atau 89% mengalami peningkatan kemampuan berpikir matematis berdasarkan total skor setiap dimensi kemampuan berpikir matematis. Rata-rata persentase hasil tes meningkat dari 45,95% pada Siklus I menjadi 73,41% pada Siklus II dan  89,52% pada  kategori tinggi pada Siklus III. Berdasarkan observasi, pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model PBL sudah baik dan sesuai dengan karakteristik PBL. Hal ini tercermin dari peningkatan  rata-rata tingkat keterlaksanaan dari 71,43% pada Siklus I menjadi 85,71% pada Siklus II dan  100% pada Siklus III. Berdasarkan data wawancara dan angket, respon siswa terhadap pembelajaran matematika ditinjau dari kemampuan berpikir matematis tercatat mengalami peningkatan dari Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Model PBL menunjukkan respon positif pembelajaran matematika pada siswa sehingga berdampak pada peningkatan kemampuan penalaran matematis.
Analisis kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy menggunakan model problem-based learning di SMK Negeri 1 Patumbak Rahmadani, Rizki; Nurdalilah, Nurdalilah
Journal of Didactic Mathematics Vol 4, No 3 (2023): December
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jdm.v4i3.1968

Abstract

The purpose of the research conducted by the author was to describe problem-solving abilities and self-efficacy using the problem-based learning model conducted in class X students of SMK Negeri 1 Patumbak on statistics. The type of research used in this research is qualitative research with a descriptive approach. In this study, data was collected through the administration of problem-solving written tests, questionnaires and interviews. The results of this study are that after applying the problem-based learning learning model conducted in class X PPLG 1 SMK Negeri 1 Patumbak it has a good impact on problem-solving abilities and students' self-efficacy in statistical material, the percentage results in problem-solving abilities are 91.94% with very high category , then on students' self-efficacy after applying the problem-based learning model is 80,24% with a very strong category, and students show good responses to problem-based learning with an average of 80,83%. After applying the problem-based learning model to statistics mathematics learning material can make students' self-efficacy better and stronger, the problem-based learning model is very good to use in mathematics learning statistics material.
Implementasi Pendekatan TPACK Dalam Pembelajaran Pada Muatan PKn Kelas V SD IT Darussalam Delitua Yarshal, Dinda; Hts, Dina Hidayati; Nurdalilah, Nurdalilah; Rezeki, Ulfa Sari
Jurnal Pendidikan West Science Vol 2 No 02 (2024): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v2i02.1498

Abstract

Technological pedagogical content knowledge (TPACK) adalah pengetahuan tentang pentingnya integrasi antara teknologi dan pedagogik dalam pengembangan konten di dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) implementasi pendekatan TPACK dalam proses pembelajaran (2) Kendala implementasi pendekatan TPACK dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mana nantinya akan mendeskripsikan implementasi pendekatan TPACK dalam pembelajaran. Sampel penelitian ini seluruh jumlah populasi di 1 kelas yaitu 35 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian implementasi pendekatan TPACK dilakukan dengan menyelaraskan proses pembelajaran dalam hal pentrasferan ilmu pengetahuan melalui teknologi dimana pendidik mengimplementasikan pendekatan TPACK ini dengan memanfaatkan video pembelajaran pada muatan PKn yang interaktif dan menampilkannya dengan berbagai perangkat teknologi, namun masih terdapat kendala yang dialami pendidik bila menggunakan pendekatan TPACK ini yaitu masalah pemadaman arus listrik, kendala lainnya ditemukan bila video pembelajaran yang ingin ditampilkan harus membutuhkan jaringan internet maka pendidik membutuhkan sinyal yang stabil pada saat proses pembelajaran.
Optimalisasi Peran Mahasiswa KKN Sebagai Tenaga Pengajar Dalam Meningkatkan Pendidikan Di Desa Pematang Jering Putra, Andhika Dharma; Nurdalilah, Nurdalilah; Afridah, Nurul Ilmi; Khan, Sahrani Nazwa; Tarigan, Eni Surabini; Savitri, Novia Herma; Rani, Zulmai
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.919

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pematang Jering difokuskan pada dua kegiatan utama, yaitu sosialisasi bullying di SD 010217 dan Kampung Inggris Mini bagi anak-anak desa. Kedua kegiatan ini dipilih karena masih banyak siswa yang belum memahami dampak buruk perundungan, sementara keterampilan bahasa Inggris anak-anak desa juga masih terbatas. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif melalui pemaparan materi, permainan edukatif, diskusi, dan praktik komunikasi sederhana. Hasil menunjukkan bahwa siswa SD 010217 lebih memahami bentuk dan dampak bullying serta mulai menunjukkan sikap empati terhadap teman. Sementara itu, anak-anak desa menjadi lebih berani menggunakan kosakata bahasa Inggris sederhana dengan suasana belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat berbasis pendidikan dapat membangun karakter sekaligus keterampilan anak, serta menjadi langkah awal menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI ERA 4.0 MELALUI TRANSFORMASI DIGITAL: PENGEMBANGAN LKPD INTERAKTIF BERBASIS RME DAN BUDAYA MANDAILING Nurdalilah, Nurdalilah; Harahap, Adek Nilasari; Lubis, Susi Sulastri; Hafni, Hafni; Harahap, Tinur Rahmawati
MINDA BAHARU Vol 9, No 2 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i2.8301

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan LKPD interaktif berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang dipadukan dengan nilai budaya Mandailing untuk memperkuat pembelajaran kontekstual di era 4.0. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, meliputi tahap persiapan (6 Agustus 2025), pelaksanaan workshop dan pendampingan (7–8 Agustus 2025), serta evaluasi. Sebanyak 25 guru SMP Negeri 4 Angkola Timur berpartisipasi aktif dalam pelatihan yang menekankan praktik langsung menggunakan aplikasi digital seperti Canva dan Liveworksheet. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang LKPD digital yang menarik dan relevan bagi siswa. Evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman peserta sebesar 88,75%, penyampaian materi 89,10%, dan praktik 87,80%, dengan peningkatan kompetensi rata-rata 32% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Peserta memberikan tanggapan positif dan merasa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan profesionalisme dan kreativitas mereka. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat literasi digital guru, menumbuhkan kemampuan inovatif dalam pembelajaran berbasis konteks lokal, serta menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Pendek dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching pada Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Utari, Vovi; Nurdalilah, Nurdalilah; Batubara, Irpan Apandi; Beutari, Ulfa
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas V Sekolah Dasar melalui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterampilan siswa dalam menulis cerita pendek, khususnya dalam mengembangkan ide, struktur alur, dan relevansi isi dengan pengalaman mereka. Pendekatan CRT dipilih karena mampu mengaitkan pembelajaran dengan latar budaya lokal siswa, sehingga lebih relevan dan memotivasi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas V SDN pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi keterlibatan siswa, tes menulis cerita pendek, angket persepsi siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan indikator keberhasilan jika minimal 75% siswa mencapai nilai ?75 dan terjadi peningkatan keterlibatan serta respons positif terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CRT mampu meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek secara signifikan. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 63 (pra-siklus) menjadi 83 (siklus II), dan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan naik dari 8 siswa (30,8%) menjadi 22 siswa (84,6%). Tingkat keterlibatan siswa meningkat dari 34,6% menjadi 84,6%, serta angket persepsi menunjukkan respon sangat positif dengan skor rata-rata 4,0. Pendekatan CRT terbukti efektif dalam menjadikan pembelajaran menulis lebih bermakna, kontekstual, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
Measuring Junior High School Students’ Critical Thinking Skills Through Set Operations Tasks Nurdalilah, Nurdalilah; Putri, Aziah Aulisa; Siregar, Luthfiyatul Adawiyah; Shaputra, Ramadan; Febrian, Feri Dwi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 4 (2025): October - December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i4.2515

Abstract

This study aims to describe students’ critical thinking skills. Critical thinking is essential for students, especially in 21st-century learning, where many students use technology to explore answers without fully understanding the questions and the solutions. This study focuses on students’ understanding of set operations in mathematics and identifies the difficulties they face. The participants were 27 ninth-grade students at Al-Manar Junior High School. The study employed a qualitative approach with a descriptive design to analyze students’ abilities to solve problems, decide and implement solution steps, perform operations, and apply mathematical induction related to set operations. The findings are expected to reveal students’ critical thinking skills and their understanding of basic mathematical concepts, particularly in set operations, as well as to identify factors influencing their understanding, thereby improving the quality of mathematics instruction at the primary and secondary education levels. The instrument used to collect data was a test administered to students on the topic of set operations. Data analysis followed these steps: data reduction, data display, and drawing conclusions. The results indicate that students’ ability to solve mathematical problems on set operations is uneven. Based on the critical thinking categories used in this study, no students reached the “very good” category; 80% were in the “good” category, 5% in the “fair” category, and 15% in the “low” category. This distribution was evident in students’ responses, suggesting that their overall problem-solving ability can still be considered good. Therefore, the researcher recommends that teachers pay greater attention to and further develop students’ critical thinking skills and their understanding of basic mathematical concepts.