Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BULLYING DI PONDOK PESANTREN Fradianto, Ikbal; Mita, Mita; Arisanti Yulanda, Nita; Rahmawati, Nadia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4588-4592

Abstract

Perilaku bullyng merupakan perilaku yang memiliki dampak secara psikologis maupun dampak secara fisik. Perrilaku bullyng di sekolah berasrama yang jauh dari keluarga perlu mendapatkan kewaspadaan agar tidak terjadi, karena resiko yang ditimbulkan dapat lebih besar karena rendahnya control dari keluarga dan sepenuhnya berada pada sekolah. Maraknya kasus bullyng yang terjadi menyebabkan tim pengabdian kepada masyarakat membuat sebuah kegiatan dengan melakukan edukasi bullyng sebagai langkah dalam peningkatan pengetahauna pencegahan bullyng di sekolah berasrama atau dikenal dengan pondok pesantren. Hasil pengetahuan yang didapat peserta saat sebelum diberikan sebuah edukasi mendapatkan nilai rerata yaitu 57,86 setelah diberikan sebuah edukasi maka  nilai rerata meningkat menjadi 96.23. terdapat pengaruh yang efektif dalam pemberian edukasi guna meningkatkan pengetahuan pencegahan bulyng di pondok pesantren.
Improving Handwashing Behavior of School-Age Children Through a Game-Based Educational Program Fradianto, Ikbal; Andriyanto, Arief; Akbar, Nur; Yulanda, Nita Arisanti; Bahtiar, Bahtiar
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Handwashing plays an essential role in overcoming health problems. Washing hands is a straightforward exercise but will not be done if not adequately informed and drilled on it. School-age children are a vulnerable group relative to health problems, but at the same time, is an excellent group to be given appropriate education. Educating school- age children on the importance of washing their hands is critical to improving health behavior. This community-based research aims to increase school-age children’s handwashing knowledge, attitudes, and practices using a game-based educational program. As a result, there are improvements in the handwashing behavior of around a hundred children in Curug Village, Cimanggis Depok, Indonesia, after a twelve- month-long program. This suggests that through appropriate approaches for promoting healthy living behavior to the children, such as a game board, the project can be successful and sustainable.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja tentang Pencegahan Penularan HIV/AIDS di Club Malam Sukmawati, Sukmawati; Yulanda, Nita Arisanti; Budiharto, Ichsan
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1482

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sel darah putih sehingga sistem kekebalan tubuh menurun dan menjadi AIDS jika serangkaian gejala infeksi HIV terus berkembang. Jumlah kasus HIV/AIDS meningkat setiap tahunnya, terutama di kalangan remaja, yang menyumbang sebanyak 51 persen kasus. Salah satu penyebab tertinggi kasus HIV/AIDS adalah kurangnya paparan informasi terkait HIV / AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS di lingkungan tempat hiburan malam. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis menggunakan uji Spearman Rank. Responden dalam penelitian ini adalah remaja berusia 13–21 tahun yang mengunjungi tempat hiburan malam, dengan instrumen berupa kuisioner pengetahuan dan sikap tentang HIV/AIDS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS (p = 0,000), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,707 yang menunjukkan hubungan yang kuat. Artinya, semakin tinggi pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS, maka semakin positif sikap mereka dalam mencegah penularannya. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan sikap remaja tentang mencegah penularan HIV / AIDS di klub malam. Semakin tinggi pengetahuan remaja, semakin positif sikapnya terhadap pencegahan HIV/AIDS.
PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR ANAK DENGAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) Nita Arisanti Yulanda; Nadia Rahmawati; Annisa Mega Puspita; Pavita Arista Widya; Heriye Heriye
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4186-4190

Abstract

Anak usia sekolah umumnya rentan terserang penyakit karena pada usia tersebut anak biasanya aktif bermain, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah. Perilaku kesehatan anak akan sangat mempengaruhi kondisi kesehatannya. Penyakit menular yang menjadi penyebab kematian terbesar pada bayi dan anak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut. Salah satu perilaku kesehatan yang bisa membantu mencegah anak tertular penyakit adalah dengan menjaga kebersihan tangan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai cara tepat mencuci tangan menggunakan sabun (CPTS) kepada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam pemberian edukasi adalah metode ceramah, diskusi dan demonstrasi yang disertai dengan nyanyian yang bertujuan untuk membantu anak-anak menghafal tahap mencuci tangan yang baik dan benar. Target pemberian edukasi dalam kegiatan ini merupakan 30 siswa sekolah dasar kelas 1 yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas KORPRI Kubu Raya. Data yang diperoleh dari pengisian kuesioner mengenai pengetahuan tentang penyakit menular dan cuci tangan pakai sabun yang diisi oleh siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan peningkatan rerata nilai sebesar 15,52. Metode pemberian edukasi dengan nyanyian cukup efektif karena merupakan hal yang menarik bagi anak usia sekolah dasar. Bagi tenaga kesehatan, pemberian edukasi kesehatan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk memutus rantai penularan penyakit. Untuk hasil yang lebih optimal, pemberian edukasi bisa dilakukan secara berkelanjutan dengan menggunakan video atau audio serta demonstrasi cuci tangan setiap akan memulai kegiatan belajar mengajar
SCREENING, EDUKASI DAN SENAM DIABETES BAGI KELOMPOK PROLANIS Titan Ligita; Nita Arisanti Yulanda; Winarianti Winarianti; Riski Konyan; Dinda Pratiwi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1375-1379

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Barat terutama Kota Pontianak. Prolanis merupakan sebuah program pemerintah yang memfokuskan pada penangan penyakit kronis, termasuk diabetes. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan kelompok Prolanis adalah senam. Pada kelompok prolanis, secara rutin dilakukan kegiatan senam, tetapi bukan senam diabetes. Agar mencapai sasaran bagi penderita diabetes, diperlukan kegiatan senam diabetes yang dilakukan secara rutin. Senam diabetes bertujuan untuk membantu penderita diabetes mengontrol kadar gula darah yang dilakukan sesuai kemampuan penderita diabetes. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi kadar gula darah penderita diabetes serta pengetahuan anggota kelompok prolanis mengenai diabetes dan latihan fisik terutama senam diabetes.   Peserta juga diberikan edukasi mengenai senam diabetes dan melakukan senam diabetes bersama kelompok Prolanis. Sasaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah penderita diabetes mampu melakukan sendiri senam diabetes di rumah sehingga dapat membantu individu dengan diabetes mengontrol kadar gula darahnya.
PENGARUH COACHING: SELF HEALING TERHADAP TINGKAT STRES DAN KADAR KORTISOL PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISIS Nita Arisanti Yulanda; H Herman
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.795 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i2.450

Abstract

Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible yang memerlukan tindakan hemodialisis dan memiliki keterbatasan dalam kehidupannya. Keterbatasan ini mengakibatkan pasien rentan terhadap stres. Salah satu terapi self healing: mind body and spirit menggunakan do’a dan zikir mampu meningkatkan spiritual value dan mempengaruhi peningkatan kepribadian. Terapi ini mampu merubah stres negatif (distres) menjadi stres positif (eustres) dan perubahan respon biologis oleh potensi penurunan kortisol. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh self healing terhadap tingkar stres dan kadar kortisol pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian ini adalah quasy eksperimental (pre post test with control group design). Populasi penelitian adalah pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di dua Rumah Sakit yang berbeda di Kalimantan Barat namun memiliki tipe yang sama, yaitu tipe B. Jumlah sampel 40 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok (intervensi dan kontrol) masing – masing kelompok penelitian terdapat 20 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen DASS 42 dan pengukuran kadar kortisol dengan Elisa Kit. Hasil uji Independent T-test kedua kelompok pada variabel tingkat stres memiliki hubungan bermakna (p=0,004) sedangkan pada kadar kortisol memiliki hubungan tidak bermakna (p=0,148). Terdapat pengaruh self healing pada tingkat stres pasien hemodialisis. Sebagai seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan juga harus memperhatikan kebutuhan spiritual klien yang mampu menurunkan tingkat stres klien selama perawatan di rumah sakit. Chronic Renal Failure (CRF) is a progressive and irreversible renal function disorder that requires hemodialysis and CRF patients have several life limitation which make them vulnerable to stres. The self healing treatment:mind body and spirit therapy using prayers can increase spiritual value and influence personality improvement so that it changes negative stress (distress) to positive stress (eustress) and changes in biological responses by the effect for decreased cortisol. The purpose of the study was to analyze the effect of self healing on stress level and hemodialysis patient levels of cortisol in chronic renal failure patients. The design of this study is quasy experimental pretest-posttest with control group design. The population was hemodialysis patients in Hospitals Type B in West Kalimantan. The number of sample was 40 respondents who were divided into 2 groups (intervention and control). Purposive sampling technique was used to select the respondents. Data collection used DASS 42 instrument and measurement of cortisol levels. The results of the independent t-test of two groups on the stress level variable had a significant relationship (p = 0.004) whereas on cortisol levels the relationship was not significant (p = 0.148). There is a significant effect of self healing therapy on the stress level of hemodialysis patients. As a nurse in carrying out nursing care must also consider the spiritual needs of clients who are able to reduce the level of client stress during treatment in the hospital.
Co-Authors Adiningsih, Berthy Sri Utami Agustian, Ardi Akhmad, Arif Nur Aliviah Anggelisa Larasati Anna, Theodora Elvia Annisa Mega Puspita Arief Andriyanto Arief Andriyanto Arief Andriyanto, Arief Arif Nur Akhmad Arina Nurfianti Arizki Rahman Hakim Asmalia, Nur Bahtiar Bahtiar Budiharto, Ichsan Cindiarty Kurnia Saputri Delia, Delia Dika Putri, Uray Weza Azalia Dinda Pratiwi Djoko Priyono Ericha Rizki Ridhowati Ervina Lili Neri Faisal Kholid Fahdi Fauzan, Suhaimi Fitri Fujiana Fitri, Tasya Aulia Fitriasari, Andikawati Fradianto, Ikbal Gabby Novikadarti Rahmah Ghifari, M. Ikhsan H Herman Hania, Uray Putri Hastuti, Maria Fudji Heriye Heriye Heriye Heriye, Heriye Herman . Ichsan Budiharto Ichsan Budiharto Jonatan, Pendri Karitas, Mirdayata Diana Keti Andriani Kharisma Aji Martadi Kharisma Aji Martadi Kharisma Aji Martadi Konyan, Rizki Kurniawan, Cahya Dwi Larasati, Anggelisa Litaqia, Wulida M. Ali Maulana M. Ikhsan Ghifari Maharani, Emalia Maulana, M. Ali Maulana, Muhammad Ali Mita Mita Mita Mita Mita Mita Mita, Mita Murtilita, Murtilita Nadia Rahmawati Nadia, Priska Liz Nur Akbar, Nur Pavita Arista Widya Pondi, Muhamad Pratiwi, Dinda Priyono, Djoko Puspita, Annisa Mega Raden Mohamad Herdian Bhakti Raga M, Sigit Rahma W, Alvina Rahma, Alvina Rahmawati, Nadia Ramadani, Siska Putri RARASARI, DHITIA Rasyid, Agung Nur Ratih Sulistianingrum Raudhatul Jannah, Siti Riski Konyan Riszky Safitri Rosaldi Millenianto Selviani, Selviani Suhendri Suhendri Sukarni Sukarni Sukarni Sukarni Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sulistianingrum, Ratih Suptya, Adrian Putra Syafira, Kania Syifa Az-zahra Tari Dwi Sundari K Titan Ligita Triyana Harlia Putri Ucok Budiman Wibowo, Widya Astuti Widya, Pavita Arista Winarianti Winarianti Winarianti, Winarianti Wirdani Nurhidayati Yoga Pramana Zenita Indra Ramadhita