Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Unraveling FOMO: Exploring the Factors Behind Fear of Missing Out among College Students Zainita, Ulfi Hida; Anshari, Dien
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 14 NO 1 MARCH 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.30694

Abstract

The increasing use of social media among college students can trigger mental health problems such as FOMO (Fear of Missing Out). There are not many studies that look at the relationship between the intensity of social media use and FOMO in college students. This study aims to provide an overview of FOMO among college students and assess the factors associated with FOMO. This quantitative study used a cross-sectional design with purposive sampling. Data collection was conducted through an online survey filled out by 104 college students. The variables measured were respondent characteristics, duration of social media use, number of social media accounts, and FOMO scale. The results of this study showed that 73.1% of students were classified as high duration users, 77.9% had less than 10 accounts, and 43.3% had high FOMO. There was a significant relationship between age (p=0.003) and undergraduate program (p=0.001) with FOMO. This study also found the significant relationship between duration (p=0.012) and number of accounts (p=0.007) with FOMO. There was a significant relationship between age, undergraduate program, duration, and number of accounts with FOMO in undergraduate students.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PRIMA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK Anugerahwati, Dwi Lestari; Rita Damayanti; Dien Anshari
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.608

Abstract

Penggunaan smartphone sangat membantu dalam layanan kesehatan, promosi kesehatan, dan meningkatkan derajat kesehatan. IDAI meluncurkan aplikasi Prima dengan tujuan untuk membantu memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan anak usia 0-18 tahun demi terwujudnya generasi prima mengingat 37,2% kasus stunting terjadi di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Prima terhadap pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental pre-test post-test with control group dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang pada kelompok aplikasi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan terdapat perbedaan pengetahuan ibu sesudah diberikan aplikasi Prima dengan rata-rata pengetahuan post-test 88,05 pada kelompok aplikasi dan 57,43 pada kelompok non aplikasi (p=0,005, α=0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa aplikasi Prima berpengaruh untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah menyempurnakan aplikasi Prima sehingga dapat digunakan sebagai media baru dalam proses penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat agar dapat digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak secara terus menerus.
Analisis Motivasi dan Hambatan Pegawai Puskesmas Melakukan Aktivitas Kebugaran Jasmani dan Pengukurannya (Teori Determinasi Diri) Henny Arida Purba; Dien Anshari
Journal of Sport Coaching and Physical Education Vol. 9 No. 1 (2024): Mei 2024 (The Current Innovation in Sport Siences)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on employee fitness measurement data in the 2020 of Sports Health program in Puskesmas Permata Sukarame, employee Vo2max results were obtained with 34% in the sufficient category and 66% in the insufficient category and Vo2max results were found bad category. A fit physical condition has a positive impact on the workforce. This study was designed with a qualitative research approach to fenomenology design. This study found that there was an intrinsic motivation, to measure physical fitness, namely an interest in these activities which had a positive effect on health. Informants got refreshment outside of their daily routine, as well as the need for self-awareness by employees. For extrinsic motivation, namely: appreciation, supervision, responsibility, personal relationships, working conditions, policies and administration. Unfit body condition, weather, lack of time and family become obstacles in measuring physical fitness. It can be concluded that in order to obtain optimal results, interest in the form of hobbies, challenges and responsibilities in the form of self-awareness is needed which comes from intrinsic motivation. For extrinsic motivation, respect, supervision, interpersonal relationships, working conditions and policies and administration are needed. There are also social environmental and physical environmental barriers that prevent employees from measuring physical fitness
DETERMINAN SOSIAL YANG BERKAITAN DENGAN LITERASI GIZI PADA MAHASISWA PROGRAM SARJANA REGULER UNIVERSITAS PATTIMURA ANGKATAN 2018 (ANALISIS DATA SEKUNDER: STUDI LITERASI KESEHATAN 2019) Sopamena, Yoslien; Anshari, Dien
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.148

Abstract

Literasi gizi merupakan salah satu prediktor penyakit tidak menular, namun belum banyak penelitian yang menilai kemampuan literasi gizi masyarakat, termasuk pada kelompok masyarakat berpendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara determinan sosial dan literasi gizi pada mahasiswa program sarjana di Universitas Pattimura angkatan 2018 dengan menggunakan data sekunder Studi Literasi Kesehatan 2019. Enam determinan yang diukur yaitu jenis kelamin, uang saku mingguan, status tempat tinggal, suku, partisipasi sosial dan program pendidikan. Tingkat literasi gizi diukur menggunakan kuesioner The Newest Vital Signs. Analisa deskriptif terdiri dari frekuensi untuk variabel kategorik dan mean, median, varian untuk variabel numerik. Uji non-parametrik Mann-Whitney dilakukan untuk mencari hubungan antar variabel dan regresi liner multivariabel untuk mencari variabel yang paling berpengaruh. Dari 382 partisipan, lebih banyak yang memiliki tingkat literasi yang tidak adekuat dibanding yang adekuat (54,7% vs 45,3%). Adapun rerata skor literasi gizi seluruh partisipan adalah 2,31 (SD=1,30) dari skala 6. Untuk determinan sosialnya, hanya keragaman suku yang diketahui memiliki hubungan yang signifikan dengan skor literasi gizi. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi determinan lain yang berkaitan dengan literasi gizi. Nutrition literacy is one of the predictors of non-comunicable diseases; however, research around nutrition literacy assessment is lacking in Indonesia, including among its well-educated population. This study aimed to examine the determinants of nutrition literacy among first year undergraduate students of the University of Pattimura, Maluku. Using data derived from the Health Literacy Study 2019, six determinants of nutrition literacy (i.e., sex, weekly expenditure, living place status, perceived ethnic diversity, social participation and education programs) were analyzed. Nutrition literacy was measured using the adapted 6-item Newest Vital Signs. Descriptive statistic of frequency, mean and median was used to describe each of the main variables. The non-parametric Mann-Whitney was performed to examine the association between independent and dependent variables. Linear regression linear was used to analyze association between independent variables and nutriton literacy. Of the 382 participants, the average score of nutrition literacy was 2,31 (SD=1,30), with more than half of them have inadequate nutrition literacy (54,7%) compared to those who have adequate nutrition literacy (45,3%). Perceived ethnic diversity was the only social determinant that significantly associates with nutrition literacy. Future research exploring association of other social determinants to nutrition literacy is recommended.
Efektivitas Komunikasi Perubahan Sosial dan Perilaku dalam Peningkatan Pengetahuan Gizi Remaja: Scoping Review Maulidiyanti, Mareta; Hawadi, Lydia Freyani; Anshari, Dien
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 4 (2024): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.101643

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja perempuan merupakan masa krusial dalam mengembangkan pola makan bergizi yang berdampak pada kesejahteraan reproduksi di masa depan. Upaya preventif melalui edukasi gizi yang efektif khususnya pada remaja yang memiliki peran penting pada kualitas sumber daya manusia sangat krusial untuk dilakukan dalam jangka panjang. Namun, studi evaluasi berbagai pendekatan komunikasi perubahan sosial dan perilaku belum komprehensif sehingga menunjukkan pentingnya penelitian dibidang ini.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana intervensi Komunikasi Perubahan Sosial dan Perilaku (KPSP)/Social Behavior Change Communication (SBCC) dengan berbagai platform dapat  meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja perlunya gizi seimbang, serta mendorong penerapan kebiasaan makan sehat.Metode: Penelitian menggunakan metode scoping review yang dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA. Terdapat 1142 artikel teridentifikasi diawal. Setelah ekstraksi dilakukan dengan melihat relevansi maka 13 artikel dipilih untuk dianalisis.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pendidikan gizi berbasis media sosial dan booklet menjadi platform yang paling efektif untuk menjangkau remaja, sementara pendekatan berbasis komunitas memberikan dampak yang lebih mendalam melalui dukungan personal.Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa penanganan  KPSP, yang diterapkan melalui berbagai platform secara efektif mendorong perubahan positif dalam perilaku melalui penggunaan pesan dan intervensi yang terfokus melalui berbagai media.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Intensi Pencarian Bantuan Kesehatan Mental pada Mahasiswa Sarjana FKM UI Muhammad Ma'shum; Caroline Endah Wuryaningsih; Dien Anshari
Jurnal Medika Hutama Vol. 7 No. 1 Oktober (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

University students are vulnerable to mental health problems such as anxiety and depression. However, there is still limited research examining factors associated with mental health help-seeking among educated populations. This study aims to identify factors associated with the intention to seek mental health help among undergraduate students at the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia (FKM UI). This quantitative study employed a cross-sectional design with quota sampling (n=108). The dependent variable was intention to seek help from mental health professionals, while the independent variables were attitudes toward help-seeking, subjective norms, and perceived behavioral control. Univariate analysis showed the mean score for intention was 2.64 (SD=0.53). The mean scores for attitudes toward behavior, subjective norms, and perceived behavioral control were 3.22 (SD = 0.47), 2.91 (SD = 0.4), and 2.88 (SD = 0.41), respectively. Spearman’s correlation test results showed that only perceived behavioral control was positively associated with help-seeking intention (p < 0.001), while attitudes and subjective norms were not associated with intention (p = 0.094 and p = 0.284). Based on these findings, health promotion efforts to improve mental health help-seeking among FKM UI undergraduate students should place greater emphasis on strengthening perceived behavioral control.
The Life Experiences of Female Survivors of Intimate Partner Violence in Abortion Decisions: A Qualitative Study in DKI Jakarta and Yogyakarta 2019–2020 Jatusari, Bethani Putri; Anshari, Dien; Suparno, Heru; Simbolon, Indriana; Ilma, Robbiyani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i1.24341

Abstract

Abstrak: Studi kualitatif eksploratif ini mengeksplorasi pengalaman hidup perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terkait dengan keputusan aborsi, bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendorong KDRT dan kehamilan yang tidak diinginkan, proses pengambilan keputusan aborsi, dampak psikososial, dan kebutuhan dukungan, untuk memberikan informasi bagi intervensi berbasis bukti seperti skrining KDRT dalam layanan keluarga berencana dan pendidikan yang peka gender. Dilakukan di Jakarta dan Yogyakarta, Indonesia (2019–2020), studi ini melibatkan wawancara semi terstruktur mendalam dengan 40 perempuan usia reproduktif (21 di Jakarta, 19 di Yogyakarta) yang direkrut melalui pengambilan sampel bertujuan dan snowball. Analisis tematik mengungkapkan prevalensi KDRT yang cukup tinggi (total 12 kasus, terutama pelecehan verbal psikologis, kontrol perilaku, kemarahan berulang) dan aborsi yang diinduksi terbatas (6 kasus). Hubungan KDRT dan aborsi bersifat tidak langsung, dimediasi oleh paksaan reproduksi, penghentian kontrasepsi karena trauma atau tekanan pasangan, dan peningkatan risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Norma agama yang kuat dan stigma sosial seringkali menghalangi aborsi meskipun terjadi kekerasan. Temuan ini menyoroti kerentanan ganda perempuan terhadap kesehatan reproduksi di lingkungan yang restriktif, menekankan perlunya intervensi yang peka terhadap gender, termasuk skrining rutin kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam perencanaan keluarga dan pendidikan yang mempromosikan otonomi reproduksi.
Dukungan Tempat Kerja terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Pekerja di Kabupaten Bandung Barat: Workplace Support for the Success of Exclusive Breastfeeding to Working Mothers in West Bandung Regency Rodianto, Editha Aldillasari; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2889

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif berperan dalam tahap tumbuh kembang anak dan merupakan upaya pencegahan serta penanganan masalah gizi. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif pada Ibu bekerja, yaitu adanya dukungan dari tempatnya bekerja. Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu kawasan di Jawa Barat yang berhasil mencapai angka 72,12% dalam pemenuhan kebutuhan ASI eksklusif. Kawasan Padalarang adalah kawasan yang memiliki jumlah industri terbanyak ketiga dan jumlah karyawan terbanyak kelima di Kabupaten Bandung Barat. Adapun PT. P merupakan salah satu perusahaan industri di Kawasan Padalarang dengan jumlah karyawan yang didominasi oleh karyawan wanita. Tujuan: Mengetahui gambaran dukungan tempat kerja dalam mencapai keberhasilan ASI eksklusif pada Ibu pekerja di PT. P, Kabupaten Bandung Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan partisipan berdasarkan teknik purposive sampling berjumlah 6 orang ibu menyusui yang menggunakan fasilitas pojok laktasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam yang dilaksanakan pada Mei-Oktober 2022 di PT. P, Kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Panduan wawancara telah diujicobakan pada seorang ibu pekerja dan triangulasi telah dilakukan pada penelitian. Data yang dianalisis berupa verbatim hasil wawancara dan catatan peneliti. Hasil: Kebijakan untuk menyediakan fasilitas menyusui sebagai bentuk dukungan tempat kerja bagi ibu menyusui telah dilaksanakan oleh perusahaan PT. P sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 sejak PP tersebut dikeluarkan. Seluruh informan memiliki pengetahuan yang cukup baik terkait ASI eksklusif dan senantiasa memberikan ASI bagi anak mereka. Praktik pemberian ASI terbagi menjadi tiga orang ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif dan tiga ibu lainnya yang belum berhasil memberikan ASI eksklusif. Motivasi untuk memberikan ASI eksklusif berasal dari diri sendiri dan lingkungan sekitar, seperti dukungan keluarga dan tempat kerja. Pada penelitian ini, ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif mendapatkan dukungan dari suami dan rekan kerja. Mereka pun memiliki keyakinan yang tinggi dan mampu mengatasi hambatan yang ada, seperti akan tetap memompa ASI seandainya tidak ada fasilitas menyusui di tempat bekerja. Dua dari tiga ibu menyusui yang belum berhasil memberikan ASI eksklusif tidak mendapatkan dukungan dari suami maupun rekan kerja. Mereka pun tidak akan memompa ASI apabila tidak ada fasilitas menyusui di tempat bekerja. Adapun satu ibu lainnya yang belum berhasil memberikan ASI eksklusif memiliki tekad yang kuat, namun dikarenakan ASI yang sedikit menyebabkan dirinya memutuskan untuk mencampur ASI dan susu formula bagi anaknya. Kesimpulan: Keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja tidak hanya berasal dari dukungan tempat kerja saja, namun juga berasal dari motivasi diri sendiri dan dukungan dari lingkungan sekitar. Kebijakan ramah laktasi dari perusahaan dapat memberikan tambahan dukungan bagi keberhasilan program ASI eksklusif bagi para ibu bekerja.
Uji Reliabilitas dan Validitas Instrumen Literasi Kesehatan Digital untuk Mahasiswa Program Sarjana: Test the Reliability and Validity of Digital Health Literacy Instruments for Undergraduate Student Programs Sjamsuddin, Irfan Nafis; Anshari, Dien
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2902

Abstract

Latar belakang: Pengukuran literasi kesehatan belum banyak dilakukan di Indonesia, padahal literasi sebagai penanda pendahulu praktik masyarakat dalam melakukan hidup sehat. Ada berbagai instrumen pengukuran literasi kesehatan antara lain kuesioner literasi kesehatan - Health Literacy Scale-Eropean Union (HLS-EU) dan kuesioner literasi kesehatan digital - eHealth Literacy Scale (e-HEALS). Reliabilitas dan validitas kuesioner e-HEALS belum banyak diteliti di Indonesia. Tujuan: Menguji reliabilitas dan validitas kriteria instrumen literasi kesehatan digital (e-HEALS ) untuk mahasiswa. Metode: Metode penelitian deskriptif kuantitatif, desain potong lintang. Populasi seluruh mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat STIKes Dharma Husada, dengan kriteria inklusi aktif di bulan September 2022 dan memiliki WhatsApp. Kriteria ekslusi adalah mahasiswa semester satu yang belum mulai kuliah. Populasi berjumlah 186 mahasiswa, dengan sampel 130 mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Cronbach Alpha dan uji korelasi Spearman. Hasil: Kuesioner e-HEALS maupun HLS-EU reliabel. Uji reliabilitas dengan Cronbach Alpha diperoleh hasil sebesar 0,789 (e-HEALS) dan 0,758 (HLS-EU). Pembuktian validitas kriteria e-HEALS dengan uji korelasi Spearman, hasilnya ada korelasi positif literasi kesehatan digital dengan literasi kesehatan pada mahasiswa (r=0,183 ; p=0,037). Kesimpulan: Kuesioner e-HEALS maupun HLS-EU reliabel, maka kuesioner tersebut dapat digunakan khususnya pada mahasiswa. Kuesioner e-HEALS valid, ditunjukan dengan adanya korelasi positif antara hasil e-HEALS dengan hasil HLS-EU pada mahasiswa.
Tinjauan Sistematis terhadap Pengetahuan, Persepsi, Motivasi Masyarakat Tentang Vaksinasi HPV bagi Remaja Putri dan Wanita Usia Subur : Literature Review: Systematic Review of Knowledge, Perception, Community Motivation About HPV Vaccination for Young Women and Women of Reproductive Age : Literature Review Ayumaruti, Dewi; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.2988

Abstract

Latar belakang: Pelaksanaan vaksinasi Human Papilomavirus (HPV) di dunia termasuk Indonesia, yang masih menunjukkan peningkatan yang tergolong rendah dan lambat, sedangkan perkembangan kasus kejadian dan kematian yang diakibatkan kanker serviks masih sangat tinggi dan bertambah setiap tahunnya. Percepatan vaksinasi HPV harus dilakukan karena Indonesia menargetkan bebas kanker serviks di tahun 2030, yang juga merupakan target global WHO yaitu 90 % dari remaja di dunia sudah tervaksinasi HPV. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat tingkat pengetahuan, persepsi, motivasi, serta perilaku untuk melakukan vaksinasi HPV bagi masyarakat khususnya bagi anak - anak remaja muda yang sudah memenuhi syarat usia untuk vaksinasi HPV serta mendorong kelompok berisiko lainnya untuk dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan sistematis melalui pencarian artikel dengan penggunaan basis data online PubMed dengan variabel dependen penelitian yaitu vaksinasi HPV, dan variabel independen yaitu pengetahuan, persepsi, motivasi, perilaku. Hasil: Gambaran kurangnya pengetahuan, persepsi individu, motivasi, serta aspek lainnya, sangat mempengaruhi pola pikir dan sikap masyarakat yang mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap pengambilan keputusan untuk melakukan vaksinasi HPV sebagai upaya penurunan risiko terjadinya kanker serviks. Peran dan komitmen orang tua menjadi faktor yang sangat krusial dalam keberlanjutan pelaksanaan vaksinasi HPV pada anak – anak karena dibutuhkan waktu yang cukup lama (2-3 kali vaksinasi dalam kurun waktu 6 bulan) dan biaya yang besar. Vaksinasi dinilai sebagai intervensi kesehatan yang lebih efektif jika dibandingkan dengan biaya intervensi perawatan. Kesimpulan: Pengetahuan akan manfaat vaksinasi HPV di Indonesia perlu terus ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan dengan penggunaan berbagai saluran informasi dan komunikasi, seperti media massa (cetak dan internet) serta pemanfaatan aplikasi yang telah diterapkan Pemerintah, yang dapat diakses oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia seperti aplikasi PeduliLindungi. Pemerintah juga diharapkan untuk dapat terus mengembangkan skema program subsidi dan penganggaran untuk vaksinasi HPV serta terus memperluas cakupan vaksinasi HPV nasional secara bertahap sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bagi generasi mendatang.