Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Efek Kebiasaan Menyirih terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut : Literature Review: The Effects of Betel Chewing Habits on Dental and Oral Health : Literature Review Azraliani, Tasyafiki; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3192

Abstract

Latar belakang: Perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak terlepas dari kebiasaan yang dibentuk oleh tradisi dan budaya di masyarakat, seperti kebiasaan menyirih di nusantara. Studi terdahulu menunjukkan kebiasaan menyirih membawa efek samping bagi kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari kebiasaan menyirih terhadap kesehatan gigi dan mulut yang telah ditemukan dari penelitian-penelitian terdahulu. Metode: Tinjauan sistematis ini menggunakan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analysis (PRISMA) dalam memilih artikel-artikel penelitian terdahulu. Artikel penelitian didapatkan dengan mengakses tiga database elektronik yaitu Science Direct, Pubmed dan Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci “Betel Chewing AND Effect AND Oral Health” dengan pembatasan tahun terbit 2015-2022 dan kriteria inklusi artikel berfokus pada dampak dari kebiasaan menyirih serta tersedia naskah lengkap. Analisis tematik dilakukan pada 12 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil: Secara umum, kebiasaan menyirih berdampak pada jaringan keras dan jaringan lunak gigi dan mulut. Dampak terhadap jaringan keras meliputi ragam masalah gigi (seperti diskolorasi, abrasi, atrisi, dan karies), masalah jaringan periodontal (seperti periodontitis, clinical attachment loss, dan tooth loss), serta masalah sendi rahang (seperti temporomandibular joint disfunction syndrome). Sementara dampak pada jaringan lunak meliputi masalah gingiva, xerostomia, lesi oral pra-kanker, dan kanker mulut. Adapun faktor-faktor yang ditemukan berhubungan dengan dampak dari kebiasann menyirih antara lain adalah durasi dan frekuensi menyirih, serta pengetahuan akan bahaya dari kebiasaan menyirih. Kesimpulan: Kebiasaan menyirih memiliki beragam dampak pada kesehatan gigi dan mulut. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mendalami persepsi masyarakat di wilayah yang rentan dengan kebiasaan menyirih untuk mengembangkan program edukasi mengenai bahaya dari kebiasaan menyirih yang tepat sasaran.
Hubungan antara Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan Gigi dengan Tingkat Karies pada Anak Usia 12 Tahun : Literature Review: The Relationship between Oral Health Knowledge and Behaviour with Dental Caries in 12-Year- Old Children : Literature Review Friadita, Karina; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3206

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi atau gigi berlubang menjadi penyebab penyakit gigi dan mulut tertinggi di Indonesia. Karies gigi dapat terjadi pada semua golongan umur, termasuk anak-anak sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas proses belajar mengajar di sekolah. Tujuan: Penelitian ini berdasarkan tinjauan sistematis atas studi terdahulu yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku kesehatan gigi dengan tingkat karies pada anak usia 12 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan 4 mesin pencari untuk mengumpulkan artikel, yaitu Scopus, Science Direct, Taylor & Francis, dan JSTOR. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kata kunci: “12 years old”, “Oral Health Knowledge”, “Behaviour”, “Dental Caries”, dan “DMF-T Index”. Dari pencarian, didapatkan hasil 338 artikel dan terdapat 6 artikel yang di review dalam tinjauan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review dengan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis). Hasil: Pada anak usia 12 tahun, telah ditemukan pengalaman kejadian karies atau gigi berlubang. Berdasarkan artikel penelitian dengan desain studi kuantitatif, ditemukan bahwa pengetahuan dan perilaku terkait kesehatan gigi berpengaruh terhadap kejadian karies. Terdapat beberapa faktor yang juga turut mempengaruhi pengetahuan dan perilaku yang dimiliki seseorang. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan dan perilaku kesehatan gigi dengan tingkat karies pada anak usia 12 tahun. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan dan perilaku yang mempengaruhi karies pada anak.
Stigma Sosial dan Kualitas Hidup Orang dengan Kusta di Indonesia : Literature Review: Social Stigma and Quality of life in People with Leprosy in Indonesia : Literature Review Sastroamidjoyo, Angela Karenina; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.3678

Abstract

Latar belakang: Stigma sosial menyebabkan penurunan kualitas hidup orang dengan kusta di Indonesia. Penelitian mengenai stigma sosial pada orang dengan kusta masih bervariasi dalam hal populasi, metode pengumpulan data dan analisisnya. Tujuan: Untuk mengkaji secara komprehensif dan mensintesis penelitian yang ada terkait stigma sosial dan kualitas hidup yang dialami oleh orang dengan kusta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literatur review dan berpedoman pada PRISMA dalam memilih artikel-artikelnya. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci social stigma, mental health, quality of life, dan Indonesia's leprosy patient. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi tahun terbit 1 Januari 2022-31 Mei 2023, tipe penelitian cross sectional, case report, case series, cohort, dan pendekatan kualitatif; bahasa yang digunakan Indonesia dan Inggris, serta jurnal open access, free, fulltext, dan semua studi. Artikel terpilih kemudian ditinjau secara naratif berdasarkan tema yang telah ditentukan. Hasil: Dari 11 artikel yang ditinjau, ditemukan ragam stigma yang melekat pada orang dengan kusta, diantaranya penolakan sosial, eksklusi dan diskriminasi. Stigma pada orang dengan kusta juga diketahui ada hubungannya dengan kesehatan mental mereka, seperti depresi, kecemasan, dan kemarahan. Stigma juga menurunkan kualitas hidup orang dengan kusta dalam hal pekerjaan, pernikahan, dan partisipasi sosialnya. Kesimpulan: Literature review ini menemukan beragam stigma sosial pada orang dengan kusta di Indonesia dan hubungannya dengan masalah kesehatan mental serta penurunan kualitas hidup mereka. Untuk itu, diperlukan edukasi mengenai kusta kepada masyarakat dan konseling kesehatan mental bagi orang dengan kusta.
Wawancara Kognitif untuk Adaptasi Instrumen Literasi Kesehatan Digital untuk Remaja di Gorontalo: Using Cognitive Interview to Adapt Electronic Health Literacy Scale for Adolescents in Gorontalo Ahmad, Midyawati; Anshari, Dien
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4030

Abstract

Latar belakang: Tingkat literasi kesehatan yang rendah dapat menyebabkan rendahnya partisipasi dalam pengobatan, alpa mengambil keputusan tentang kesehatannya, dan rendahnya kapasitas mengelola penyakitnya secara mandiri. Hingga saat ini masih minim pengukuran tingkat literasi kesehatan digital pada remaja di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi instrumen literasi kesehatan digital (eHEALS) versi Bahasa Inggris ke dalam bahasa dan konteks sosial budaya remaja di Provinsi Gorontalo, Indonesia. Metode: Instrumen eHEALS diadaptasi melalui dua cara, yaitu 1) Translasi ke dalam Bahasa Indonesia dan translasi ulang (back translation) ke dalam Bahasa Inggris, 2) Wawancara kognitif untuk menilai validitas konten eHEALS dengan menggunakan teknik probing dan thinking aloud kepada 10 remaja usia 16-18 tahun. Hasil wawancara kognitif dianalisis berdasarkan kejelasan, asumsi, pengetahuan, dan sensitivitas/bias dari setiap butir pertanyaan untuk mendapatkan instrumen eHEALS versi adaptasi yang siap guna. Hasil: Proses terjemahan dan terjemahan ulang tidak menemukan perbedaan makna yang berarti. Namun, wawancara kognitif mengidentifikasi beberapa masalah seperti susunan kata yang kurang jelas, istilah teknis yang tidak dipahami, kosakata yang membingungkan dan sulit dimengerti, serta masalah yang terkait dengan asumsi yang berpotensi tidak tepat. Tidak ada masalah yang muncul terkait sensitivitas bahasa. Modifikasi dilakukan terhadap item-item yang bermasalah, baik dari sisi bahasa, struktur kalimat, maupun pilihan kata sehingga dapat dipahami oleh sasaran remaja di Provinsi Gorontalo, Indonesia. Kesimpulan: Instrumen eHEALS yang telah diadaptasi dapat digunakan untuk mengukur literasi kesehatan digital pada remaja di Gorontalo. Penelitian selanjutnya hendaknya melakukan validitas konstruk atas instrumen ini dengan instrumen yang telah baku.
Determinan Sosial yang Berhubungan dengan Tingkat Literasi Kesehatan Mental Mahasiswa S1 Reguler Angkatan 2018 Universitas Andalas Provinsi Sumatera Barat: Social Determinants Related to Mental Health Literacy Level of Regular Undergraduate Students Class of 2018 Andalas University West Sumatra Province Ayumaruti, Dewi; Dien Anshari; Evi Martha
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4049

Abstract

Latar belakang: Literasi kesehatan mental merupakan pengetahuan dan keyakinan tentang gangguan jiwa yang membantu pengenalan, pengelolaan, atau pencegahannya dan dapat digunakan untuk melakukan tindakan bermanfaat bagi kesehatan mental individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi kesehatan mental mahasiswa program S1 reguler di Universitas Andalas dengan faktor - faktor yang berhubungan. Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder Studi Literasi Kesehatan 2019 dengan menggunakan sampel mahasiswa angkatan 2018 dari 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Pengukuran literasi kesehatan mental dilakukan menggunakan instrumen Mental Health Literacy Scale (MHLS) yang telah diadaptasi kedalam konteks budaya dan Bahasa Indonesia. Hasil: Rata-rata skor tingkat literasi kesehatan mental yang relatif rendah yaitu 59,96 dalam skala 1-100. Analisis bivariat menunjukkan bahwa determinan yang berasosiasi signifikan dengan literasi kesehatan mental adalah jenis kelamin, suku, status tempat tinggal, status pacaran, rumpun ilmu, dan kepemilikan asuransi kesehatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan tingkat literasi kesehatan mental adalah rumpun ilmu, kepemilikan asuransi kesehatan dan status pasangan/pacaran. Yang merupakan variabel dominan adalah rumpun ilmu kesehatan. Kesimpulan: Diperlukan intervensi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental yang berfokus pada topik yang terkait dengan mahasiswa laki – laki dan mahasiswa non kesehatan melalui peningkatan edukasi serta pengembangan dan pemanfaatan pusat informasi kesehatan mental di Universitas Andalas.
Analisis Beban Kerja Perawat yang Memberikan Pelayanan pada Pasien Covid 19 di RSUD Kebayoran Baru : Analysis of the Workload of Nurses who Provide Services to Covid 19 Patients at the Kebayoran Baru Hospital Marbun, Dame Artha Ria; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4530

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan COVID-19 di dunia saat ini yang terkonfirmasi positif 151 juta kasus. Sedangkan untuk kasus meninggal akibat COVID-19 sebanyak 3,1 juta kematian. Masih tingginya kasus COVID-19 di Indonesia, menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam mengupayakan dan mengendalikan laju penyebaran kasus COVID-19. Perawat, sebagai SDM tenaga kesehatan memberikan kontribusi yang juga besar terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit dalam hal pelayanan langsung kepada pasien. Pelayanan keperawatan adalah esensial bagi kehidupan dan kesejahteraan pasien oleh karena itu profesi keperawatan harus akuntabel terhadap kualitas asuhan yang diberikan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatatam kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam (WM) kepada koordinator yankes, kepala perawat ruangan IGD, ICU dan rawat inap, serta perawat fungsional yag bertugas di ruangan IGD, ICU, dan Rawat inap. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan beban kerja saat pandemic yang jauh berbeda dibandingkan sebelum pandemic, dalam kondisi tersebut posisi manajemen sangat penting untuk mengatur serta membuat siklus kerja yang baik, agar semua pelayanan dapat berjalan dengan baik selama pandemi covid 19. Kesimpulan: Peningkatan beban kerja perawat saat pandemi covid 19 posisi manajemn sangatlah penting untuk mengatur membuat siklus kerja yang baik, agat semua roda pelayanan di RSUD Kebayoran baru tetap berjalan dengan baik.
Pengetahuan dan Motivasi Perempuan tentang Aborsi di Jawa Timur dan DKI Jakarta tahun 2019: Studi Kualitatif Indriana Simbolon; Dien Anshari; Dini Dachlia; Robbiyani Ilma; Bethani Putri Jatusari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51976

Abstract

Aborsi merupakan masalah kesehatan masyarakat dan hak asasi manusia yang krusial. Aborsi yang tidak aman merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas ibu yang dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang pengetahuan dan motivasi perempuan untuk melakukan atau mencoba melakukan aborsi. Sebagai upaya untuk mencegah aborsi yang tidak aman agar meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu di Jawa Timur dan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif dan teknik eksploratif berbasis data sekunder. Mendalami pengetahuan, motivasi aborsi pada 37 perempuan yang pernah mengalami atau berisiko mengalami aborsi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dinamika pengertian, metode dan motivasi terhadap aborsi yang kompleks dan dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan sekitar dan stigma masyarakat. Diperlukan edukasi yang komprehensif, layanan kesehatan yang inklusif terhadap perempuan, serta intervensi berbasis komunitas untuk meningkatakan pengetahuan tentang aborsi sehingga dapat mengurangi jumlah kesakitan dan kematian ibu dan anak.
Pengalaman Terkait Aborsi dan Motivasi Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Perempuan di Banten dan DI Yogyakarta Robbiyani ilma Ilma; Dien Anshari; Heru Suparno; Indriana Simbolon; Bethani Putri Jatusari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53479

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dan motivasi perempuan dalam penggunaan alat kontrasepsi di Provinsi Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun tingkat cakupan kontrasepsi di kedua wilayah cukup tinggi, keberlanjutan penggunaan dan kualitas layanan masih menjadi tantangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 33 informan yang dipilih berdasarkan kriteria risiko kehamilan tidak direncanakan, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman perempuan dipengaruhi oleh faktor biologis, sosial, ekonomi, dan budaya. Perempuan di Banten lebih banyak menghadapi efek samping dan keterbatasan akses layanan, sedangkan perempuan di Yogyakarta cenderung memiliki pengalaman lebih positif karena mendapatkan dukungan pasangan dan konseling yang lebih memadai. Motivasi penggunaan kontrasepsi terutama terkait perencanaan jumlah dan jarak kelahiran, pertimbangan kesehatan, kondisi ekonomi, serta dukungan pasangan. Ditemukan pula penggunaan kontrasepsi yang tidak konsisten sehingga berpotensi menyebabkan kehamilan tidak direncanakan. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan kualitas konseling, akses layanan kontrasepsi yang komprehensif, serta pendekatan promosi kesehatan yang mempertimbangkan konteks sosial budaya masing-masing wilayah.
Determinan Sosial Terhadap Tingkat Literasi Kesehatan Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Cilegon: literasi kesehatan Sahroni Sahroni; Dien Anshari; Tri Krianto
Faletehan Health Journal Vol 6 No 3 (2019): Faletehan Health Journal
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v6i3.94

Abstract

Studi terdahulu telah menunjukkan hubungan yang positif antara literasi kesehatan dengan status kesehatan serta pemanfaatan layanan kesehatan, namun belum banyak penelitian mengenai literasi kesehatan pada penderita hipertensi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial yang mempengaruhi tingkat literasi kesehatan pada pasien hipertensi di Kota Cilegon, Banten. Dengan menggunakan disain potong lintang, penelitian ini mengambil data dari pasien hipertensi di delapan puskesmas di Kota Cilegon (n=138). Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan instrumen Health Literacy Scale European Union dengan 16 pertanyaan yang telah diadaptasi. Analisis dilakukan menggunakan model regresi linier ganda dengan literasi kesehatan sebagai variabel dependen dan determinan sosial seperti jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan, penghasilan, dan pekerjaan sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor literasi kesehatan pada penderita hipertensi adalah 58.4 (SD=14.2) dari skala 100. Hasil analisis regresi linier ganda menunjukkan hubungan yang bermakna antara skor literasi kesehatan dengan usia (b=-6.1, SE=1.8, p=0.01), pendidikan (b=12.5, SE=2.7, p<0.001), dan penghasilan (b=9.1, SE=2.2, p<0.001). Hasil ini mengindikasikan perlunya penanganan ekstra pada penderita hipertensi yang berusia lanjut, berpendidikan kurang dari SMA, dan berpenghasilan di bawah upah minimum regional.
Peran Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Pencegahan Penyakit Hipertensi di Daerah Pedesaan: Literature Review Dewi Ratnawati; Dien Anshari; Yolanda Safitri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.20057

Abstract

ABSTRACT The issue of hypertension in rural areas has become an important concern due to its increasing prevalence, which is linked to lifestyle changes, dietary patterns, and limited access to healthcare services. This study aims to explore the role of healthcare facilities in preventing hypertension in rural areas.The design used was a Literature Review, with articles collected from PubMed and Scopus databases from 2019 to 2024. The keywords used were hypertension, rural population, primary health care, prevention, control, health behavior, mass, quality improvement, government regulation, and health status. Based on the nine articles collected, five articles indicated that the prevalence of hypertension in rural areas remains high and poorly controlled. The remaining four articles showed a reduction or good control of hypertension, influenced by several factors: receiving interventions or special attention from doctors or nurses (with adequate human resources), social support, good sleep quality, lifestyle modifications, improved health education and knowledge, and the use of health technologies. Recommendations for healthcare providers include prioritizing hypertension prevention and management, particularly in rural areas. There is a need to improve facilities, provide training for medical staff, and raise public awareness about the importance of hypertension prevention and treatment. Keywords: Hypertension,Primary Health Care, Rural Areas.  ABSTRAK Masalah hipertensi di daerah pedesaan menjadi perhatian penting karena prevalensinya yang cenderung meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup, pola makan, dan akses terhadap layanan kesehatan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bagaimana peran fasilitas pelayanan kesehatan terhadap pencegahan penyakit hipertensi di daerah pedesaan. Desain yang digunakan adalah Literature Review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan database PubMed dan Scopus dengan rentang tahun 2019 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan hypertension, rural populationandprimary health care, prevention, control, health behavior, mass, quality improvement, government regulation, and health status. Berdasarkan sembilan artikel yang dikumpulkan, terdapat lima artikel prevalensi hipertensi di kawasan pedesaan masih tergolong tinggi dan belum terkendali dengan baik. Empat artikel lainnya diperoleh hasil prevalensi hipertensi mengalami penurunan atau terkontrol dengan baik, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor; mendapatkan intervensi atau perhatian khusus oleh dokter atau perawat (dalam hal ini SDM memadai), dukungan sosial, kualitas tidur yang baik, modifikasi gaya hidup, peningkatan pendidikan dan pengetahuan kesehatan dan pemanfaatan teknologi kesehatan. Saran bagi penyedia layanan kesehatan, pencegahan dan pengelolaan hipertensi harus menjadi prioritas, terutama di daerah pedesaan, perlu adanya peningkatan fasilitas, pelatihan tenaga medis, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengobatan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Layanan Kesehatan Primer, Daerah Pedesaan.