Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Uji In vitro Aktivitas Antiparasit Minyak Esensial Chamomile (Anthemis nobilis L.) terhadap Tungau Otodectes cynotis Putri Ruchiyat, Shafira Permata; Waskita, Pranyata Tangguh; Krissanti, Ita; Khairani, Shafia; Hiroyuki, Andi; Rosdianto, Aziiz Mardanarian
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.86846

Abstract

Parasitic otitis adalah penyakit pada telinga yang biasa ditemukan pada hewan kecil, salah satunya adalah kucing. Penyakit ini disebabkan oleh tungau otodectes cynotis. Terdapat pengobatan alami yang bisa dijadikan peluang sebagai alternatif lain dalam membantu mengatasi penyakit otitis pada kucing yang salah satunya adalah minyak esensial chamomile (Anthemis nobilis l.)(MEC) karena memiliki efektifitas sebagai antiparasit, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui potensi MEC sebagai antiparasit khususnya terhadap tungau otodectes cynotis serta mengetahui konsentrasi MEC yang berpotensi untuk menangani kasus parasitic otitis pada kucing. Penelitian ini dilakukan uji in vitro berupa uji aktivitas antiparasit untuk menentukan konsentrasi terbaik yang berpotensi membunuh tungau otodectes cynotis. Pada uji aktivitas antiparasit didapatkan konsentrasi MEC terbaik yaitu 5% dengan hasil daya hambat tetas telur (62,5%), persentase mortalitas tungau otodectes cynotis pada siklus larva (90%), nimfa (90%), dan dewasa (82,50%). Hal ini menunjukkan bahwa MEC 5% memiliki potensi sebagai antiparasit.
Prevalensi Obesitas dan Gambaran Kesehatan Kucing Peliharaan di RW. 13 Panyileukan, Kota Bandung Hanifah, Nurul Dinan; Syamsunarno, Mas Rizky Anggun Adipura; Rosdianto, Aziiz Mardanarian
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.98595

Abstract

Overweight and obesity are conditions that can occur not only in humans, but also in animals.  Obesity in pet cats is the second highest health problem after oral disease in the United States and is said to be associated with a variety of metabolic or other disorders that can lead to a reduced quality of life. The prevalence of obesity varies from 6.7-42% in various countries. This study was conducted to determine the overview of pet cats’ health and the prevalence of obesity in pet cats in RW.13 Panyileukan, Bandung City. This descriptive study was conducted with a physical examination method approach with the use of 5-point BCS and observational using a questionnaire instrument. The results showed that there was one cat diagnosed as sick with flu-like symptoms such as fever, weak with liquid feces and the other sixteen cats were healthy and did not show any sickness. In addition, of the pet cats that had been examined there were two that indicated overweight, a cat was categorized as underweight while the remaining forteen cats were categorized as ideal body weight showing no indication of obesity overweight.the health overview of pet cats in RW.13 Panyileukan, Bandung City shows that 94% of cats are healthy and 6% of cats are sick, 82% of pets cats are categorized as healthy with ideal weight at BCS 3, 6% of cats are underweight in the category with BCS 2 and 12% of cats are categorized as overweight with BCS 4.
Penggunaan Asam Hipoklorit secara Topikal Mempercepat Fase Inflamasi dan Proliferasi Penyembuhan Luka Infeksi Kulit Kucing Skabies Parmadhi, Anindya Putri Parmadhi; Lesmana, Ronny; Rosdianto, Aziiz Mardanarian
Jurnal Veteriner Vol. 26 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Skabies merupakan salah satu infeksi kulit yang sering dijumpai pada kucing yang mana disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei ataupun Notoedres cati. Gejala penyakit ini termasuk rasa gatal (pruritus) yang menyebabkan aktifitas menggaruk secara berlebih dan adanya penebalan kulit. Jika tidak ditangani, pertumbuhan tungau akan tidak terkontrol dan dapat menyebabkan imunosupresi. Ivermectin 1% merupakan obat yang umum digunakan untuk menangani penyakit ini. Disamping itu, hypochlorous acid (HOCl) 0,01% yang telah distabilkan terbukti memiliki efek antiinflamasi, anti-pruritus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran HOCl terhadap infeksi kulit skabies pada kucing. Penelitian ini menggunakan 3 kucing yang dibagi menjadi 3 perlakuan, yaitu kontrol negatif (tidak diberi perlakuan), kontrol positif (pemberian ivermectin 1% 0,05 mL/kgBB secara subkutan), dan perlakuan HOCl 0,01% (pH 5,5-6,5) yang berdurasi selama 7 hari. Pengamatan secara makroskopis dilihat dari adanya eritema, pinnal-pedal reflex, alopecia, hiperkeratosis, pus, warna, dan bentuk permukaan lesi. Dokumentasi dilakukan dengan menggunakan penanda 2x2 cm untuk perbandingan ukuran lesi. Hasil yang didapatkan, HOCl terbukti mengurangi hiperkeratosis dan mempercepat penyembuhan luka akibat garukan. Perbandingan waktu kesembuhan antara kontrol positif dan perlakuan teramati sama, yaitu dimulai pada hari ke-3. Asam hipoklorit (HOCl) secara topikal dapat membantu mempercepat fase inflamasi dan proliferasi penyembuhan luka.