Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

The Influence Of Stimulus And Coping Mechanism To Hiv/Aids Patient Adaptation Based On Callista Roy Theory In Regional Public Hospital Kota Probolinggo Dodik Hartono; Tintin Sukartini; Ima Nadatien
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 6, No 2 (2018): JULI 2018
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.635 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2018.6(2).48-55

Abstract

HIV/AIDS patients experienced various problems that reviewed of adaptation models such as physical, psychological, social and dependency problems. The adaptation process can be influenced by stimulus and coop mechanism, one of stimulus which appear to HIV/AIDS client is negative stigma from the community, the surrounding environment and family rejection. The research objective is to analyze the effect of stimulus and coping mechanism to HIV / AIDS patient adaptation based on Callista Roy theory in regional public hospital Kota Probolinggo. The design of this study is correlation with the cross-sectional approach l. The populations are 68 respondents; the sample size of 58 respondents was taken by purposive sampling technique. This research instrument used a questionnaire; Data was analyzed using path analysis. The results showed that 1) Focal stimulus influences coping cognate (p = 0,000). Contextual stimulus affect coping regulator (p = 0,047) and coping cognate (p = 0,000). Residual stimulus affect coping cognate (p = 0,004). 2) Coping regulator affected about physiological adaptation (p = 0,006), role function adaptation (p = 0,040), interdependent adaptation (p = 0,004). Coping cognate affected physiological adaptation (p = 0,006), self-concept adaptation (p = 0,000), role function adaptation (p = 0,000), interdependent adaptation (p = 0,008). As a result of focal, contextual and residual stimulus, so that it forms coping cognate mechanism and produce four components of adaptation (physiological, self-concept, role function, interdependent) to HIV/AIDS patient. There needs to be an increase in coping cognate mechanisms to form four components of good adaptation, by giving counseling and mentoring to families and HIV/AID patient.  Keyword : Stimulus,  Coping Mechanism, Adaptation, HIV/AID
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN KANKER DI YAYASAN KANKER INDONESIA CABANG JAWA TIMUR Ima Nadatien; Mulayyinah Mulayyinah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 2, No 2 (2019): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.589 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v2i2.121

Abstract

Abstrak          Stres yang dialami oleh pasien kanker bisa dikarenakan pasien tidak bisa mengatasi masalah yang dihadapi dan menjadi beban pikiran sehingga terjadi stres. Di Yayasan Kanker Indonesia tahun 2017 mencatat 399 orang menderita kanker yang akan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan mekanisem koping dengan tingkat stres pada pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur.Desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini pasien kanker sebesar 32 pasien. Sampel sebesar 32 pasien dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel independenmekanisme koping dan variabel dependen tingkat stres. Pengambilan Data menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan uji statistik exact fisher didapatkan nilai α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan dari 32 responden sebagian besar (78.6%) memiliki mekanisme koping adaptif, sebagian besar (40,6%) memiliki tingkat kecemasan berat. Hasil uji statistik diperoleh nilai ρ = 0,000 yang membuktikan bahwa mekanisme koping berhubungan dengan tingkat stres pada pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur. Semakin tinggi mekanisme koping maladaptif maka semakin tinggi tingkat stres pada pasien kanker. Disarankan tenaga kesehatan mampu memberikan penyuluhan atau konseling dan pasien kanker hendaknya lebih banyak membaca, melihat, mendengar untuk mengetahui dan mengatasi apa penyebab terjadinya stres.  Kata kunci : mekanisme koping, tingkat stres.     AbstractStress experienced by patients with cancer may be resulted from the inability to overcome the problems which become the burdens in their mind and eventually creating stress In the Indonesian Cancer Foundation, 399 people are recorded in 2017 to suffer from cancer which will become the leading cause of death in Indonesia. Hence, this study was purposed to identify the correlation between coping mechanism and stress level in patients with cancer in the Indonesian Cancer Foundation, East Java branch. This analytical observational study was conducted by using cross sectional design. It involved 32 patients with cancer in which 32 patients were chosen by using total sampling technique. The independent variable was coping mechanism, whereas the dependent variable was stress level. Questionnaire was used to collect the data which were analyzed using Fisher’s exact test with the significance level or α = 0.05. The results of this study conducted to 32 respondents, most of them (78.6%) had adaptive coping mechanism, whereas most of them (40.6%) experienced severe level of stress. Moreover, the results of statistical test showed that the value of ρ = 0.000 which proved that coping mechanism was correlated with level of stress experienced by the patients in the Indonesian Cancer Foundation, East Java branch. The higher the maladaptive coping mechanism is, the higher the level of stress in patients with cancer. The health workers are suggested to be able to give them counseling. On the other hand, the patients with cancer should read, watch, and listen more to find out and avoid the causes of stress. Key words: coping mechanism, stress level.
Efektifitas Pemberian Tablet Besi (Fe) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Siswi yang Menderita Anemia di SMAN 3 Kabupaten Sampang Eppy Setiyowati; Ima Nadatien; Rusdianingsih Rusdianingsih; Yunita Amilia
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 14, No 1 (2019): March
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.029 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v14i1.48

Abstract

Young women every month experiencing menstruation will be at risk for anemia, coupled with poor dietary habits. The aim of the study was to analyze the effectiveness of giving Fe tablets to hemoglobin levels of female students who suffer from anemia in SMAN 3 in Sampang Regency. Descriptions of quasi-experimental studies using the one sample pre-post design cohort approach, the population is the third-grade students of Sampang State High School who suffer from anemia as many as 115 students. The sample size is determined by the formula as many as 89 respondents. Provision of Fe tablets for 1 week with a dose of 1 day 1 time, when students experience menstruation. Data retrieval was done by measuring Hb levels before and after administration of Fe tablets. Furthermore, the data was analyzed by a paired test t-test. The results of the study showed that the administration of iron tablets was significant for changes in Hb levels that the results of the test analysis showed a p-count of 0.00. This is due to the fact that the administration of Fe tablets for 1 week can change Hb levels in Sampang 3 High School students. The conclusions of the study showed that the administration of Fe tablets was able to change Hb levels so that students who were anemic at the time of menstruation should be given a Fe tablet so that there was no decrease in hemoglobin levels. Keyword: Anemia, tablet Fe, Kadar Hb
GAMBARAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DALAM PENINGKATAN STATUS GIZI PADA BALITA BGM DI DESA TAMBAKSUMUR FARIKHA DWI NUR AINI; Ima Nadatien
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.1990

Abstract

Masalah gizi pada balita masih belum bisa teratasi dengan baik, salah satu faktor adalah pelayanan kesehatan. Desa Tambaksumur masih ditemukan 9 balita yang masuk dalam kategori berat badan dibawah garis merah. Maka dari itu perlunya keaktifan kader dalam menjalankan peran sehingga dapat memberikan peningkatan gizi. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan keaktifan kader posyandu dalam peningkatan status gizi pada balita BGM .Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, sampel seluruh kader dari empat posyandu yakni posyandu dahlia, mawar, melati dan anggrek di Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah 21 orang yang diambil menggunakan metode purposive sampling.Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan keaktifan kader sebagai penggerak masyarakat dibidang kesehatan dalam upaya kesehatan sesuai kewenangannya sebagian besar responden (57%) aktif, sebagai penyuluh kesehatan kepada masayakat hampir seluruh responden (76%) cukup aktif dan sebagai pencatat kegiatan masyarakat di bidang kesehatan sebagian besar responden (71%) aktif dalam menajalankan perannya serta keaktifan kader dalam peningkatan status gizi pada balita sebgaian besar responden (63%) aktif.Kesimpulan penelitian ini adalah kader aktif dalam menjalankan peran sebagai penggerak masyarakat dalam upaya kesehatan sesuai kewenangannya, pencatat kegiatan masyarakat di bidang kesehatan dan peningkatan status gizi pada balita BGM, serta cukup aktif sebagai penyuluh kesehatan kepada masyarakat.Kata Kunci: Kata Kunci : Keaktifan, Peran kader posyandu, Status gizi.  
Gambaran Intensifikasi Upaya Kesehatan Pada Kebijakan Penanggulangan Tbc Di Puskesmas Siwalankerto Adam Firdaus Nazi’at; Ima Nadatien
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 10 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.792 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i10.493

Abstract

Latar Belakang: Penemuan kasus TBC positif di Surabaya tahun 2020 sebanyak 4.151 kasus dan kasus TBC positif di Puskesmas Siwalankerto tahun 2021 sebanyak 12 kasus. Intensifikasi upaya kesehatan dalam rangka penanggulangan TBC terdiri atas promosi kesehatan, pengendalian faktor resiko, penemuan dan pengobatan, pemberian kekebalan, pemberian obat pencegahan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yakni menggambarkan intensifikasi upaya kesehatan pada kebijakan penanggulangan TBC di Puskesmas Siwalankerto. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Unit analisis adalah intensifikasi upaya kesehatan dalam penanggulangan. Partisipan dalam penelitian ini adalah petugas kesehatan TBC Puskesmas Siwalankerto dan Kepala Puskesmas Siwalankerto. Triangulasi yang akan dipakai adalah teknik triangulasi data, menggunakan sumber data yang berbeda, jika hasil wawancara kedua narasumber berbeda, prioritas hasil wawancara menyesuaikan kompetensi dan rasionalitas peneliti. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggambarkan intensifikasi upaya kesehatan dalam penanggulangan TBC di Puskesmas Siwalankerto. Hasil : Hasil dari penelitian ini antara lain semua indikator dari promosi kesehatan, pengendalian faktor resiko, penemuan dan pengobatan, pemberian kekebalan dilakukan secara intensif. Untuk pemberian obat pencegahan kepada kontak dengan pasien dilakukan secara intensif dan pemberian obat pencegahan kepada orang dengan penurunan sistem imun tidak dilakukan secara intensif. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini yakni intensifikasi upaya kesehatan pada kebijakan penanggulangan TBC di Puskesmas Siwalankerto berjalan baik pada promosi kesehatan, pengendalian faktor resiko, penemuan dan pengobatan, pemberian kekebalan. Intensifikasi upaya kesehatan pada kebijakan penanggulangan TBC di Puskesmas Siwalankerto terkendala pada pemberian obat pencegahan kepada orang yang mengalami penurunan fungsi sistem imun. Saran bagi Puskesmas Siwalankerto adalah Melakukan pemberian obat pencegahan kepada orang yang mengalami penurunan fungsi sistem imun dengan intensif
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kadar Gula Darah pada Lansia Diabetes Mellitus Tipe-2 Ratna Yunita Sari; Alvianita Suherman; Ima Nadatien; Nurul Kamariyah; Siti Nur Hasina
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1488

Abstract

Lansia yang menderita Diabetes Mellitus Tipe-2 hampir seluruhnya tidak dapat mengontrol kadar gula darah, diakibatkan oleh ketidakpatuhan dalam manajemen terapi DM. Kadar gula darah yang tidak terkontrol akan menyebabkan timbulnya komplikasi hingga kematian.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kadar gula darah pada lansia diabetes mellitus tipe-2 di Puskesmas Peneleh Surabaya. Desain penelitian menggunakan Pra Experimental dengan pendekatan One group pre-post test design. Populasi lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe-2 sebesar 40 orang dengan besar sampel sebesar 36 responden dengan pengambilan simple random sampling. Variabel independen yaitu aromaterapi lavender dan variabel dependen yaitu kadar gula darah. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, dan di analisis menggunakan uji Paired T-Test , α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah sebelum diberikan intervensi aromaterapi lavender hampir seluruhnya berada pada kategori tinggi (diatas 400mg/dL), setelah dilakukan intervensi selama 1 minggu dari hari ke-1 hingga hari ke-7 terjadi penurunan kadar gula darah dengan rata-rata (128mg/dL). Berdasarkan uji Paired T-Test p = 0,000. Aromaterapi lavender berpengaruh terhadap kadar gula darah pada lansia Diabetes Mellitus Tipe-2. Aromaterapi bisa menjadi salah satu program edukasi yang diberikan puskemas ke masyarakat untuk menjaga kestabilan kadar gula sehingga status kesehatan pasien dm tetap terjaga. Lansia dapat menerapkan cara non farmakologi yang telah diajarkan selain itu juga dapat dilakukan terapi menghirup aromaterapi lainnya seperti aromaterapi jasmine, aromaterapi jeruk dan masih banyak lagi.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Emsional Anak Prasekolah Rahmadaniar Aditya Putri; Nurul Kamariyah; Ima Nadatien; Tasya Sal Sabilla; Siti Nur Hasina
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1505

Abstract

Pola asuh orang tua dipengaruhi oleh beberapa faktor yang sering kali menjadi permasalahan emosional pada interaksi orang tua dengan anak. meliputi otoriter, demokratis dan permisif. Perkembangan emosional meliputi perasaan anak seperti senang, sedih, marah, takut, tanggapan mengejutkan, cinta dan benci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain uji analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Besar populasi 76 orang, sampel diambil secara Purposive Sampling dengan besar sampel 64 responden di TK Tunas Jepara Surabaya. Instrumen menggunakan kuesioner (PSDQ) dan (SDQ). Analisa data menggunakan uji Rank Spearman, α = 0,05.  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (68,8%) orang tua memiliki kecenderungan pola asuh demokratis. Anak usia prasekolah sebagian besar (65,6%) memiliki perkembangan emosional normal. Hasil uji analisis membuktikan bahwa terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional pada anak usia prasekolah (ρ=0.000). Kecenderungan pola asuh demokratis dapat mempengaruhi anak tidak mengalami permasalahan perkembangan emosional. Orang tua perlu menghargai pendapat anak dengan memberikan pemahaman mengenai cara mengemukakan pendapat untuk meminimalisir terjadinya permasalahan perkembangan emosional pada anak. Pada fase usia prasekolah disarankan untuk mendidik sesuai dengan kondisi anak. 
PPM KEJADIAN PENYAKIT DEGENERATIVE PADA PENYANDANG HIPERTENSI DI DESA SIMOANGIN ANGIN SIDOARJO Anggraini, Rahayu; Sriwulan, Wieke; Wijaya, Satriya; Nadatien, Ima
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23401

Abstract

Pemerintahan di Desa Simoangin Angin di kecamatan Wono Ayu, Kabupaten Sidoarjo dipimpin oleh seorang Kepala Desa bernama Achmad Mubarok. SH sedangkan di Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah bernama Rusmiadi sebagai Mitra pada PPM ini. Beliau menyatakan bahwa pada masyarakat banyak menderita hipertensi dan obesitas, maka pada kesempatan ini, kami focus untuk mengatasi masalah kesehatan. Kegiatan PPM ini diawali dengan mengadakan penyuluhan, dilanjutkan periksaan tekanan darah, juga berat badan, dan tinggi badan. Ternyata kejadian obesitas tidak ditemui hanya overweight saja, dengan IMT kurang dari 30. Dari hasil tekanan darah, didapatkan sekitar 34 responden Perempuan dan 6 responden laki-laki dengan usia antara 35-76 tahun pada posyandu lansia. Tujuan PPM ini, pertama untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang bahaya penyandang hipertensi dan obesitas. Kedua, mengetahui keadaan kesehatan melalui pemeriksaan hemoglobin, kolesterol, glukosa, dan asam urat. Ketiga, mengajarkan cara penggunaan Point Of Care Testing (POCT) kepada kader posyandu lansia dengan maksud agar kader dapat melanjutkan tes yang meningkat agar dikendalikan menjadi normal. Hasil PPM didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar 35% dari 55% menjadi 90%. Dari hasil pemeriksaan rata-rata systole: 152 mmHg dan diastole: 93 mmHg, rata-rata kadar Hemoglobin: 12,7 g/dL, Glukosa: 122 mg/dL, Kolesterol: 204 mg/dL, Asam urat: 5,23 mg/dL. Hasil laboratorium diberikan kepada responden agar segera mendapatkan penanganan oleh puskesmas setempat. Kesimpulan pada individu hipertensi, cenderung memiliki kadar kolesterol melebihi normal (> 200 mg/dL), sehingga dikhawatirkan bila tidak segera diobati akan menderita penyakit jantung koroner.
Efektifitas Pemberian Tablet Besi (Fe) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Siswi yang Menderita Anemia di SMAN 3 Kabupaten Sampang Setiyowati, Eppy; Nadatien, Ima; Rusdianingsih, Rusdianingsih; Amilia, Yunita
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 14 No 1 (2019): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v14i1.48

Abstract

Young women every month experiencing menstruation will be at risk for anemia, coupled with poor dietary habits. The aim of the study was to analyze the effectiveness of giving Fe tablets to hemoglobin levels of female students who suffer from anemia in SMAN 3 in Sampang Regency. Descriptions of quasi-experimental studies using the one sample pre-post design cohort approach, the population is the third-grade students of Sampang State High School who suffer from anemia as many as 115 students. The sample size is determined by the formula as many as 89 respondents. Provision of Fe tablets for 1 week with a dose of 1 day 1 time, when students experience menstruation. Data retrieval was done by measuring Hb levels before and after administration of Fe tablets. Furthermore, the data was analyzed by a paired test t-test. The results of the study showed that the administration of iron tablets was significant for changes in Hb levels that the results of the test analysis showed a p-count of 0.00. This is due to the fact that the administration of Fe tablets for 1 week can change Hb levels in Sampang 3 High School students. The conclusions of the study showed that the administration of Fe tablets was able to change Hb levels so that students who were anemic at the time of menstruation should be given a Fe tablet so that there was no decrease in hemoglobin levels. Keyword: Anemia, tablet Fe, Kadar Hb
Assessment of Stroke Patients' Muscle Strength Following a Combination of Mirror Therapy and ROM (Range of Motion) Exercises Based on Self-Care Theory Nadatien, Ima; Salamah, Umi Leka; Hidaayah, Nur
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 13 Number 1 May 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v13i1.635

Abstract

Background: When blood flow problems kill off some brain cells, the result is a neurological deficiency known as a stroke. There have been 507 reported cases of stroke in East Java, while the overall stroke prevalence in Indonesia has jumped from 7% to 10.9% (Riskesdas, 2020). The researchers at RSI Darus Syifa's Surabaya set out to determine how much of an impact self-care theory-based mirror therapy and range-of-motion exercises had on the muscular strength of stroke patients admitted to the inpatient unit. Methods: A true experimental with a pretest-posttest control group design was utilised in this type of research. One hundred and ten stroke patients made up the study's population. There were a total of 34 participants in this study, with 17 serving as control subjects and 17 as interventionists. Sampling was based on probability sampling using simple random sampling. The Medical Research Council (MRC) scale was utilised by the device to measure muscular strength. Mann-Whitney and the Wilcoxon Signet Rank Test were used to examine the collected data. Results: In the inpatient ward of the Darus Syifa Surabaya Hospital, stroke patients who undergo a combination of mirror therapy and range of motion exercises based on self-care theory show a significant improvement in muscle strength, according to the Mann-Whitney test (p < 0.05). Conclusion: The study found that stroke patients' muscle strength improved with a combination of mirror therapy and range of motion exercises grounded in self-care theory.