Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISIS KONSENTRASI TSS DAN PENGARUHNYA PADA KINERJA PELABUHAN MENGGUNAKAN DATA REMOTE SENSING OPTIK DI TELUK KENDARI Nurgiantoro Nurgiantoro; Wayan Mustika; Abriansyah Abriansyah
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 16 No. 2 Desember 2019
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.375 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2019.v16.a3045

Abstract

Materi TSS adalah semua partikel dalam air berukuran < 2 μm terdiri dari padatan mudah menguap dan tetap, sehingga dapat terekam dengan baik oleh satelit penginderaan jauh optik. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis TSS dan pengaruhnya terhadap kinerja pelabuhan di Teluk Kendari menggunakan data Landsat 8 (L8). Data in-situ dari 25 stasiun diukur bertepatan dengan rekaman L8, dan efek atmosfer pada citranya dikoreksi dengan plugin iCOR yang menghasilkan nilai reflektan Bottom of Atmosphere (BoA). Pemodelan regresi digunakan untuk membangun algoritma TSS menggunakan nilai remote sensing reflectance (Rrs(λ)) pada fungsi eksponensial. Hasilnya menunjukkan kanal merah adalah kanal yang memiliki korelasi terkuat terhadap materi TSS dengan R2 = 0,719 dalam fungsi TSS = 255,09e22,256Rrs(λ4). Hasil uji akurasi menunjukkan nilai MRE = 6,97% dengan RMSE = 35,57 g/m3. TSS estimasi berkisar pada rataan 358,719 g/m3 dengan rataan in-situ 359,167 g/m3, jumlah ini telah 4 kali lebih besar dari ambang batasnya 80 g/m3. Hasil pengamatan dari peta distribusi menunjukkan bahwa TSS terus melaju menuju mulut teluk hingga ke perairan dalam. Peningkatan ini akan sangat berbahaya bagi kapal-kapal yang sedang berlayar dan berlabuh di perairan Teluk Kendari, sebab volume TSS yang ekstrim akan menjadi endapan sedimen penyebab pendangkalan alur masuk dan kolam pelabuhan.
PEMETAAN WILAYAH KAWASAN RAWAN PETIR MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS: KOTA KENDARI, KONAWE SELATAN, KONAWE) Joshua Purba; La Ode Restele; Jamal Harimudin; Nurgiantoro Nurgiantoro; Irfan Ido
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 6, No 2 (2022): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v6i2.28312

Abstract

Abstrak: Petir merupakan suatu proses pelepasan muatan listrik dari awan bermuatan (cumulonimbus (Cb)) yang terdapat di atmosfer. Aktivitas pelepasan muatan yang menuju objek tertentu dinamakan sambaran petir yang mana memiliki kekuatan yang beragam. Petir yang terjadi di atmosfer umum terjadi, namun apabila sambaran petir sampai ke daratan dan memiliki kekuatan yang besar dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda manusia. Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kabupaten Konawe berada di wilayah iklim tropis dengan curah hujan tinggi yang terbentuk dari awan cumulonimbus yang dapat membentuk petir. Dikarenakan wilayah ini memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi disertai pembangunan infrastruktur yang semakin berkembang sehingga perlu dilakukan  suatu  penelitian untuk menganalisis tingkat kerawanan sambaran petir. Terdapat 2 Faktor yang diperlukan untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan sambaran petir, yaitu faktor ancaman menggunakan data kejadian petir CG (Cloud to Ground) tahun 2014–2019 dan faktor  kerentanan menggunakan data kepadatan penduduk dan luas lahan untuk rumah dan bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah Metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk mendapatkan tingkat  kerawanan  sambaran petir pada beberapa kecamatan yang diinterpretasikan ke dalam peta tematik menggunakan software ArcGIS. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Bondoala, Kadia, Konda, dan Moramo Utara  memiliki  nilai  tingkat  kerawanan sambaran  petir  tinggi.  Kecamatan Abeli, Kendari, Kendari Barat, Moramo, dan Soropia memiliki tingkat kerawanan sedang. Kecamatan Baruga, Kambu, Mandonga, Nambo, Poasia, Puwatu, dan Wua-Wua memiliki tingkat kerawanan rendah. Kata kunci: Petir CG, Tingkat Kerawanan, Simple  Additive Weighting Abstract: Lightning is an electrical discharge process from loaded cloud (cumulonimbus (Cb)) that occurs in the atmosphere. The electrical discharge activity towards a particular object is called a lightning strike which has various strength. Lightning usually occurs in the atmosphere but if the lightning strike reaches the land and has a great power it can threatens the safety of human life and property. Kendari City, Konawe Selatan, and Konawe is a lightning strike prone area located on tropical high rainfall level potentially forming thunder cloud (cumulonimbus). Due to high population density and infrastructure development in this region, so that a research is needed to analyze lightning vulnerability level. This research was conducted based on 2 factors to identify the lightning strikes vulnerability. The first one is the threat factor using lightning CG events in 2014-2019 and the second one is using population density and areas used as residence and building. The method used in this research is Simple Additive Weighting to calculate the lightning strike vulnerability level in several district and the result is interpreted into thematic map using ArcGis software. Based on the calculation result it shows that Bondoala, Kadia, Konda, and Moramo Utara district have the highest lightning strike vulnerability level. Abeli, Kendari, Kendari Barat, Moramo, and Soropia district have moderate level. Baruga, Kambu, Mandonga, Nambo, Poasia, Puwatu, and Wua-Wua have the lowest lightning strike vulnerability level. Keywords: CG Lightning, Vulnerability Level, Simple  Additive Weighting
KAJIAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN PANGAN DAN AIR DENGAN MEMANFAATKAN CITRA LANDSAT 8 (STUDI KASUS: KABUPATEN BUTON) Amilusri Amilusri; Jamal Harimudin; Fitra Saleh; Ahmad Hidayat; Nurgiantoro Nurgiantoro
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 6, No 2 (2022): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v6i2.28350

Abstract

Abstrak: Penentuan besarnya daya dukung lingkungan dilakukan dengan cara mengetahui kapasitas yang dimiliki suatu lingkungan untuk memenuhi dan mendukung kegiatan manusia sebagai pengguna ruang untuk menjamin keberlangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan jasa lingkungan penyedia pangan di Kabupaten Buton; (2) memetakan jasa lingkungan penyedia air di Kabupaten Buton. Metode yang digunakan adalah skoring dan bobot. Hasil Penelitian: (1) klasifikasi ketersediaan pangan Kabupaten Buton dibagi menjadi lima kelas, yaitu: Jasa ekosistem penyedia pangan kelas sangat rendah seluas 517,66 ha (0,30 %), kelas rendah seluas 97.107,90 ha (57,97 %), kelas sedang seluas 68.041,64 ha (40,62%), kelas tinggi seluas 539,70 ha (0,32 %), dan kelas sangat tinggi seluas 1.294,12 ha (0,77 %); (2) Jasa ekosistem penyedia air di Kabupaten Buton kelas sangat rendah seluas 35.998,34 (21.49 %), kelas rendah seluas 1.312,43 ha (0,78 %), kelas sedang seluas 11.8750,60 ha (70,89%), dan kelas tinggi seluas 11.439,25 ha (6,82 %). Kata kunci: Daya Dukung Lingkungan, Jasa Ekosistem, Kabupaten Buton Abstract: Determination of the carrying capacity of the environment is done by knowing the capacity of an environment to fulfill and support human activities as users of space to ensure its survival. This study aims to: (1) map the environmental services of food providers in Buton Regency; (2) map the environmental services of water providers in Buton Regency. The method used is scoring and weighting. Research results: (1) classification of food availability in Buton Regency is divided into five classes, namely: Ecosystem services providing food, very low class, covering an area of 517.66 acre (0.30 %), low class covering an area of 97,107.90 acre (57.97 %), medium class covering an area of 68,041.64 acre (40.62%), high class covering an area of 539.70 acre (0.32 %), and very high class area of 1,294.12 acre(0.77% );(2) Water supply ecosystem services in Buton Regency are very low class covering an area of 35,998.34 acre (21.49 %), low class covering an area of 1,312.43 acre (0.78%), medium class covering an area of 11,8750.60 acre (70.89%), and high class area of 11,439.25 ha (6.82%). Keywords: Environmental Carrying Capacity, Ecosystem Services, Buton Regency
Analisis Spasial Tingkat Intrusi Air Laut Pada Sumur Bor Di Kota Kendari Sulpiana Sulpiana; Iradat Salihin; Fitra Saleh; Nurgiantoro Nurgiantoro; Al Firman
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 7, No 1 (2023): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v7i1.23984

Abstract

In simple terms, water is one of the natural resources that is very important and valuable for the survival of humans and other living things. The aims of this study are to: (1) Determine the distribution of the use of boreholes; (2) Knowing the level of sea water intrusion on ground water in Kendari City. The analytical methods used are: (1) Spatial interpolation analysis to create a map of the distribution of boreholes using the Arcgis 10.8 application; (2) Quality assessmentborehole water with seawater intrusion based on DHL values. The results of this study include: (1) The distribution of the use of drilled wells is spread throughout the Kendari City area with the highest distribution being in Poasia and Kambu Districts; (2) The groundwater condition of Kendari City has been very high intrusion with an area of 15,573,441.57 acre or 6%, these conditions are in Abeli District, Kendari District, West Kendari District, Mandonga District, Nambo District and Poasia District. The condition of groundwater with moderate intrusion level is 16% or 42.465,795.75 acre, the area with unintruded groundwater is in Baruga District.Keywords: Spatial Analysis, Seawater Intrusion, Deep well
Pembelajaran kepada Masyarakat Perkotaan Tentang Strategi Mereduksi Urban Heat Island di Kota Kendari Nurgiantoro; Jahidin; La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad; Try Sugiyarto Soeparyanto; Ode Agus Salim Mando; Zakiah Uslinawaty; Wa Kuasa Baka; Armayanti Aris
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.736 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.272

Abstract

Pembentukan pulau panas atau dikenal dengan istilah urban heat island (UHI) merupakan fenomena iklim mikro di suatu wilayah perkotaan yang formasinya dipengaruhi oleh kepadatan penduduk, geometri perkotaan, penggunaan lahan dan tutupan lahan. Potensi UHI di wilayah perkotaan sangat signifikan tak terkecuali di Kota Kendari yang pertumbuhan penduduk, serta aktifitas pembangunan di wilayahnya meningkat pesat tiap tahunnya. Pemahaman masyarakat tentang fenomena tersebut pun masih kurang dan juga belum menyadari pentingnya mitigasi kebencanaan akibat perubahan iklim. Program kemitraan masyarakat (PKM) yang dikemas dalam bentuk pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam strategi mereduksi UHI. Pencapaian tujuan dilakukan dengan metode pembelajaran kepada masyarakat melalui ceramah/diskusi secara langsung, serta kegiatan aksi penanaman vegetasi tipe pohon pada wilayah yang memiliki indeks vegetasi < 0.5. Hasil PKM menunjukkan meningkatnya antusiasme mitra sasaran dalam kegiatan pembelajaran strategi mereduksi UHI melalui rekaya vegetasi tanaman dari tipe pohon, semak, dan rumput, dan melalui rekayasa pewarnaan bangunan seperti penggunaan warna cat yang kurang menyerap panas serta pembelajaan tentang konsep vertical garden. Sedangkan dalam kegiatan aksi penanaman vegetasi tipe pohon, tim dan mitra berhasil menanam sebanyak 30 bibit pohon trembesi di tepi dan median jalan. Pohon-pohon tersebut nantinya akan menjadi sumber vegetasi yang mampu mengurangi efek UHI.
Pemanfaatan Edible Landscape pada Lahan Berskala Kecil sebagai Solusi Pengurangan Pulau Panas akibat Land Surface Temperature di Kelurahan Wundumbatu Kota Kendari Nurgiantoro; La Ode Hadini; La Ode Agus Salim Mando; Armayanti Aris; Septian Jackrianto; Farid Restu Firmansyah; Hikma Wati
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.592

Abstract

Pemanfaatan edible landscape pada lahan berskala kecil di perkotaan telah dianggap sebagai strategi berkelanjutan dan alternatif untuk menciptakan vegetasi dari pekarangan yang mampu memodifikasi iklim mikro sebagai upaya pengurangan efek pulau panas akibat Land Surface Temperature (LST). Penggunaan konsep edible landscape memiliki potensi untuk menawarkan jasa ekosistem, termasuk mengurangi efek pulau panas. Fokus program kemitraan masyarakat ini yakni pada mitigasi kebencanaan akibat perubahan iklim, dengan tujuan program pengurangan pulau panas melalui rekayasa vegetasi dari tanaman edible. Pencapaian tujuan dilakukan dengan metode edukasi kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD), dan aksi penanaman tanaman edible di lanskap pekarangan mitra sasaran. Hasil pembelajaran menunjukkan adanya tingkat pemahaman masyarakat terkait edible landscape yang didesain dalam lanskap pekarangan. Sedangkan pada aksi penanaman, sebanyak 450 bibit tanaman edible di antaranya mulberry, kelor, chaya, salam, belimbing wuluh, serai, kunyit, dan lengkuas berhasil ditanam di lanskap pekarangan mitra. Hasil monev terhadap pertumbuhan tanaman menunjukkan tanaman edible mampu tumbuh dengan baik dalam lanskap pekarangan mitra sasaran.
Analisis Perubahan Garis Pantai Di Kecamatan Mawasangka Timur Kabupaten Buton Tengah Moh. Nur Ihsan Manaf; Nurgiantoro Nurgiantoro; Sawaludin Sawaludin; Ahmad Hidayat
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 8, No 2 (2024): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v8i2.41594

Abstract

Shoreline monitoring and its changes can be carried out with remote sensing technology using satellite imagery. The use of satellite imagery data to monitor shoreline changes has several advantages, namely being able to monitor a wide area coverage in a relatively short time. The research aims to: (1) Analyze the shoreline changes that occurred in East Mawasangka District 2009-2021; (2) Identify the factors that cause shoreline changes. The data used in this research are Landsat 7 and 8 imagery, analyzed using the DSAS (Digital Shoreline Analysis System) method. The results of this study are: (1) In 2009-2021 there are 4 areas that experienced shoreline changes. The abrasive area with the biggest change is in Area 2 with a change of 150.04 m and the smallest change is in Area 4 with a change of 0.03 m. While the accreted area occurs in Area 2 with a total change of 225.19 m, Area 4 with a change of 0.01 m: (2) Factors influencing changes in the coastline, both sediment buildup, influence of currents, and height wave.
Analisis Spasial Kebutuhan Tempat Pembuangan Sampah Sementara Di Kota Kendari Laode Naufal Zayyan Anbiya; Laode Muhammad Iradat Salihin; Fitra Saleh; Nurgiantoro Nurgiantoro
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 8, No 1 (2024): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v8i1.47745

Abstract

Growth rapid population causing volumes of daily waste in Kendari City to increases, reasons that need Temporary Disposal Sites (TPS) need to be noticed. Image data is used to obtain information on land use in determining TPS land physique suitability. This study was conducted in the District of Wua-wua because it owns the most densely populated settlement in Kendari City. This study aims to : (1) Determine Temporary TPS land physique suitability using Sentinel imagery and Google Earth Images; and (2) Determine a new location for Temporary TPS. The sample was determined based on houses, including house size 10 houses, 40 houses, and big houses size 50 houses. Parameters used in determining suitability physique TPS land is the distance from settlement, road, and river. Data was analyzed using the Normalized Difference Built-Up Index (NDBI) to obtain index density buildings and overlays for suitability physique land and quantity Temporary TPS needs. Research results namely : (1) There are three suitable Temporary TPS land that is No in accordance covering an area of 486 ha, enough suit 308 ha and very corresponds to 107 ha; (2) Need for TPS in the District Wua-wua that is 55 units and spread throughout Subdistrict Wua-Wua Kendari City.
Perbandingan Tutupan Lahan Spectral Indices Dan Class Signature Terhadap Pembentukan UHI Perkotaan Muna Alan Apriyanto; Fitra Saleh; Nurgiantoro Nurgiantoro; Fitriani Fitriani; Jufri Karim
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 7, No 2 (2023): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v7i2.44235

Abstract

The urban area of Muna Regency is experiencing very rapid development, this triggers various problems, namely increasing population and urban development, increasing vehicles that affect air pollution and lack of provision of green open space in urban areas, so that these problems trigger the increase of Urban Heat Island (UHI) in Raha. This study aims to compare land cover classification methods based on spectral indices and class signature to the formation of UHI and also to find out how the distribution of Urban Heat Island in urban areas of Muna Regency. The materials used in this research are SHP of Muna Regency, BPS data in 2022, Landsat 8 OLI/TIRS image, and Google Earth image data. The methods used in this research are Spectral Indices and class signature. The results of this study show that the area of spectral indices analysis in the form of Normalized Difference Built-Up Index (NDBI) is 2052.29 ha. As for the class signature, it can be seen in the area of built-up land, which is 1533.65 ha. The area is an urban area that has many buildings which are UHI distribution areas. The distribution of UHI in Raha Urban Area shows that the area affected by UHI is dominated by the Katobu Sub-district area which is the center of Raha Urban Area with a temperature of 25.92 - 32.36°C.
Analisis Spasial Temporal Penggunaan Lahan Kecamatan Moramo Dan Kecamatan Moramo Utara Efraim Tandi Bua; La Ode Restele; Nurgiantoro Nurgiantoro; Saban Rahim; Fitriani Fitriani
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 8, No 2 (2024): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v8i2.44139

Abstract

Moramo and North Moramo Districts in South Konawe Regency have undergone temporal shifts in land use. This study aims to examine land use in these districts and discern changes in land area during 2007-2014, 2014-2022, and 2007-2022. Data sources encompass South Konawe Regency's spatial data, 2010, 2014, and 2022 data from the Central Statistics Bureau, Landsat 7, 8, and 9 satellite imagery, and RBI maps. Employing Supervised Classification and overlay methods, data were analyzed. In Moramo District, changes from 2007 to 2022 reveal increased built-up areas 420,41 acre, mixed gardens 95,46 acre, open lands 71,51 acre, mining 71,76 acre, and shrublands 37,19 acre, while paddy fields 104.89 acre, vegetation 507, 80 acre, water bodies 10,98 acre, and fishponds 72, 66 decreased. North Moramo District experienced augmented built-up areas 270,50 acre, open lands 8,79 acre, mining 352,89 acre, shrublands 17,37 acre, and water bodies 10,11 acre during 2007-2022. Conversely, paddy fields 0,25 acre, mixed gardens 251,09 acre, vegetation 356,55 acre, and fishponds 51,77 acre declined.
Co-Authors Abriansyah Abriansyah Abriansyah, Abriansyah Ahmad Hidayat Ahmad Hidayat Ahmad Hidayat Al Firman Alan Apriyanto Amilusri Amilusri Aminuddin Mane Kandari, Aminuddin Mane Amniar Ati Anggriani, Reffi Annafiyah Aris, Armayanti Armayanti Aris Armayanti Aris Asyfa, Sitti Aulia, Fina Azharuddin, Muhamad Bahdad, Bahdad Efraim Tandi Bua F. V. Astrolabe Sian Prasetya Fansuryah, Riyan Farid Restu Firmansyah Fitra Saleh Fitra Saleh Fitriah Masud Fitriani Fitriani Golok Jaya, La Ode, Muh Hairil Adzulyatno Hadini Hamdhana, Hamdhana Haraty, Syamsul R. Harimuddin, Jamal Hasan, Erzam S. Herman, Boi Hikma Wati I Wayan Mustika Ida Usman Ido, Irfan Iradat Salihin Irfan Ido Jaelani, Lalu Muhamad Jahidin Jahidin Jahidin Jamal Harimudin Jaya, La Ode Muhammad Golok Jaya, Laode Muhammad Golok Joshua Purba Jufri Karim Kasim, Safril Khairisa, Noor Husna Khudrin, Khudrin Kumar, Shivneel La Ode Agus Salim Mando La Ode Agus Salim Mando La Ode Midi, La Ode La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad La Ode Restele La Ode Restele Laode Muhammad Iradat Salihin Laode Naufal Zayyan Anbiya Mando, La Ode Agus Salim Maryam Maryam Moh. Nur Ihsan Manaf Muhammad Iqbal Kusumabaka Rianse Muhammad Syafii Muhammad Yani Muhammad Yani, Muhammad Muliddin Nia Kurniadin Nursakinah, Siti Ode Agus Salim Mando Radik Khairil Insanu Rahmat Ucok Restele, La Ode Romansah Wumu Saban Rahim Safril Kasim Salihin, Laode Muh. Iradat Sari, Sri Narni Sartika, Marwa SATRIYAS ILYAS Saudi, Fitriyani Sawaludin Sawaludin Sawaludin Sawaludin, Sawaludin Septian Jackrianto Shabri Indra Suryalfihra Sulpiana Sulpiana Try Sugiyarto Ucok, Rahmat Uslinawaty, Zakiah WA KUASA Wayan Mustika Weka Widayati, Weka